Entri yang Diunggulkan

Penataan Kota Kecamatan Wangon & Kemungkinan Perluasan Urban

Wangon adalah sebuah kota kecamatan yang lokasinya cukup strategis karena menjadi persilangan jalur utama lalu lintas di jalur selatan...

Selasa, 16 Agustus 2016

Serangan Babi Hutan di Pekuncen Mengganas, Perbakin Banyumas Lakukan Perburuan

Radar Banyumas
PEKUNCEN-Ganasnya serangan hama babi hutan ke wilayah pemukiman penduduk di wilayah Kecamatan Pekuncen, memicu keresahan warga lantaran tanaman dan warga diserang. Minggu (14/8), erbakin Banyumas melakukan pemburuan babi hutan pada dan berhasil menembak empat ekor babi hutan. Anggota Perbakin Banyumas, Romli mengatakan, sejak beberapa bulan terakhir warga diresahkan dengan serangan babi hutan di wilayah Pekuncen. Serangan babi hutan ini terjadi di Grumbul Sindang Desa Karangkemiri dan Desa Semedo. Serangan bai hutan tersebut merusak tanaman padi siap panen dan ketela serta talas. “Babi hutan yang masuk ke pemukiman penduduk sudah sangat meresahkan. Tanaman yang siap panen juga dirusak, sehingga kekhawatiran terhadap serangan terhadap penduduk juga menjadi ketakutan sendiri,”jelas Romli, Senin (15/8). Romli mengatakan, anggota Perbakin yang prihatin dengan kondisi tersebut langsung koordinasi, Minggu (14/8) lalu, anggota Perbakin dari wilayah Banyumas, Purbalingga dan Banjarnegara ikut dalam pemburuan yang melibatkan beberapa unsur warga dan pemerintah desa. Dari pembagian kelompok, pada sore hari sudah kembali dan mendapatkan total buruan empat ekor babi hutan. “Kami gelar safari pemburuan babi hutan dengan anggota Perbakin lain di berabagai wilayah. Alhamdulillah mendapat empat ekor babi hutan buruan. Kami bagi kelompok ada yang di Grumbul Sindang dan Desa Semedo. Bahkan kami membawa beberapa ekor anjing untuk mengendus keberadaan sarang babi hutan,”jelasnya. Salah satu warga Suyud mengaku bersyukur dengan pemburuan babi hutan oleh Perbakin. Selama ini warga mengaku bingung dengan langkah membasmi hutan yang sudah merusak tanaman milik warga. Padahal, ronda malam juga dilakukan untuk mengusir babi jika masuk ke pemukiman. “Semoga perburuan tersebut berdampak pada tidak masuknya kembali babi hutan ke pemukiman penduduk agar warga tidak lagi was-was dengan serangan. Walaupun kami harus selalu waspada karena babi hutan bisa kapan saja menyerang,”ujarnya. 

Serangan Babi Hutan Resahkan Warga 

Areal pertanian  maupun  perkebunan warga di wilayah Grumbul Planjan Desa Banjarsari Kecamatan Ajibarang, menjadi sasaran serangan babi hutan. Akibatnya banyak warga resah dan petani merugi akibat gagal panen. Warga setempat, Solihin mengatakan, kawanan babi hutan masih sering terlihat di perkebunan dekat pemukiman warga setelah beberapa waktu lalu merusak tanaman milik warga. Babi hutan itu mengincar tanaman singkong yang ada di wilayah Planjan. Selain merusak tanaman, aktivitas babi hutan ini membuat petani was-was ketika bekerja di kebun. “Biasanya datang berombongan, tidak hanya satu ekor. Makanya cukup menakutkan bagi warga yang tak biasa melihat. Petani pun banyak yang dirugikan akibat ulah babi hutan,”kata Solihin, Kamis (17/3). Menurut Solihin, tanaman singkong milik warga beberapa waktu lalu dirusak dan singkong siap panen dimakan gerombolan babi hutan yang sempat terlihat warga. Kejadian tersebut terulang beberapa hari kemudian namun sudah hampir satu minggu terakhir tidak ada kejadian lagi. “Beberapa kejadian diketahui warga pada pagi hari. Kemungkinan diserang pada malam hari. Namun satu minggu ini sudah tidak ada lagi pengrusakan oleh kawanan babi hutan,”ujarnya. Selain rusaknya lahan perkebunan, warga juga resah jika sewaktu-waktu babi hutan menyerangnya. “Semoga tidak ada kejadian menyerang warga. Kami sudah berusaha untuk menangkap namun hasilnya nihil,”katanya. Anggota Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) Banyumas, Romli Haryadi meminta kepada petani khususnya yang berada di wilayah jelajah babi hutan untuk waspada.Tanpa pengetahuan dan keterampilan khusus, tidak mudah untuk menangkap atau memburu babi hutan.

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar