Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Selasa, 16 Agustus 2016

Dialek Banyumas Kian Ditinggalkan

Papanmas Luncurkan Kelas Bahasa Jawa
suaramerdeka.com
Bahasa Jawa dialek Banyumas kian ditinggalkan oleh generasi muda. Hal itu memunculkan kekhawatiran di kalangan orang tua.
Demikian diungkapkan Dewan Pengawas Paguyuban Pranata Cara Banyumas (Papanmas), Cipto Subroto dalam silaturrahim bersama di kediaman Warsono, RT 03/03, Kelurahan Karangklesem, Purwokerto Selatan, Minggu (7/8) malam. Menurut Cipto, lunturnya bahasa daerah ini juga merembet dalam tingkah laku sehari-hari.
“Anak-anak jadi lupa dan tidak terbiasa memakai unggah-ungguh bahasa saat berbincang dengan orang yang lebih tua,” kata dia. Degradasi perilaku ini, tambahnya, terjadi lantaran anak tidak dibiasakan terdidik dalam hal tata krama, kesantunan berbahasa dan menggunakan dialek lokalnya.
Sementara di luar rumah, anakanak cenderung malu menggunakan bahasa Banyumas dalam pergaulan sehari-hari. Cipto mengemukakan, kondisi ini membuat Papanmas berinisiatif membuka kursus Bahasa Jawa. Kelompok belajar ini melengkapi dua buah kelas lain yaitu kursus Pranata Cara dan Pambiwara yang sudah dibuka terlebih dahulu.
Di Rumah Warga
“Kursus terbuka bagi anak-anak, mulai dari usia Taman Kanak-kanak. Ruang kelasnya dibuka dengan memanfaatkan rumah warga di Kelurahan Kedungwuluh, Purwokerto Barat,” katanya. Sementara itu, Ketua Papanmas, Wahyudi mengatakan, kegiatan silaturrahim tersebut merupakan upaya untuk mengumpulkan para pelaku Pranata Cara, Pambiwara dan juru foto, juru rias pengantin serta pelaku seni di Banyumas.
Setidaknya ada lebih dari 300 pekerja profesi tersebut yang masih aktif. Beberapa diantaranya tergabung dalam paguyuban Papanmas, Janurmas, Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Banyumas.
“Kami juga mengapresiasi pegiat dari Sanggar Seni Bilawa yang baru saja meraih penghargaan Best Make Up and Face Painting serta Best Performance, ajang Parade Chingay di Singapura bulan Februari lalu,” katanya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar