Langsung ke konten utama

Paceklik, Nelayan Sungai Berharap Bantuan Benih

suaramerdeka.com
Sejumlah nelayan Sungai Kawung dan Sungai Tajum berharap Pemerintah Kabupaten Banyumas bisa memberikan kembali bantuan benih untuk memperbanyak populasi ikan di Sungai Kawung. Pasalnya sejak musim hujan hingga kemarau basah saat ini, nelayan mengaku merasakan masa paceklik.
Nelayan asal Desa Kracak, Kecamatan Ajibarang, Sumardi (52) mengatakan, bantuan benih ikan untuk sungai itu dibutuhkan agar populasi ikan di sungai semakin banyak. Dengan bantuan benih ikan ini diharapkan, nelayan akan semakin mudah untuk menangkap ikan. Selain itu jenis ikan tawar yang ada di sungai akan bertambah.
“Kami berharap dengan bantuan benih ini maka akan menambah kembali perkembangbiakan ikan di Sungai Kawung hingga Tajum. Karena memang sejak frekuensi hujan deras terjadi, kami merasakan paceklik. Pendapatan ikan kami menurun,” katanya.
Disebutkan Sumardi, hingga saat ini jumlah nelayan Sungai Kawung dari Cikawung, Ciberung hingga Kracak ada sekitar 300 orang.Namun karena kondisi cuaca yang diniai tak menguntungkan, banyak nelayan yang memilih menghentikan aktivitas mereka mencari ikan dengan memancing ataupun menjaring. Apalagi ancaman banjir ketika hujan deras sangat berpotensi terjadi.
Sesuai Aturan
Terkait dengan aturan larangan menangkap ikan dengan sengatan listrik, racun dan sebagainya, nelayan ikan telah sepakat dan patuh. Untuk itulah, Sumardi dan rekan-rekan nelayan lainnya selalu berusaha mencari ikan dengan cara-cara yang sesuai dengan peraturan perundang- undangan daerah.
“Kami dari nelayan telah bersepakat jika menemukan ada orang yang menyetrum atau menabur racun untuk menangkap ikan maka akan kami tindak dan beri sanksi sesuai dengan undang-undang. Karena cara seperti itu akan cepat merusak sungai dan mengurangi populasi ikan,” katanya.
Nelayan lain, Semang (48), menyayangkan masih adanya perilaku sebagian masyarakat yang membuang sampah ke sungai. Padahal hal tersebut sangat membahayakan lingkungan sungai. Terlebih lagi sampah atau limbah yang dibuang tersebut sangat berbahaya bagi keberlangsungan ikan di sungai.
“Kalau penangkapan ikan dengan setrum atau racun ikan mungkin kami bisa tindak. Namun untuk pembuangan sampah sembarangan ke sungai ini yang sulit. Karena tidak semua orang sadar akan hal tersebut,” katanya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…