Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Kamis, 11 Agustus 2016

Paceklik, Nelayan Sungai Berharap Bantuan Benih

suaramerdeka.com
Sejumlah nelayan Sungai Kawung dan Sungai Tajum berharap Pemerintah Kabupaten Banyumas bisa memberikan kembali bantuan benih untuk memperbanyak populasi ikan di Sungai Kawung. Pasalnya sejak musim hujan hingga kemarau basah saat ini, nelayan mengaku merasakan masa paceklik.
Nelayan asal Desa Kracak, Kecamatan Ajibarang, Sumardi (52) mengatakan, bantuan benih ikan untuk sungai itu dibutuhkan agar populasi ikan di sungai semakin banyak. Dengan bantuan benih ikan ini diharapkan, nelayan akan semakin mudah untuk menangkap ikan. Selain itu jenis ikan tawar yang ada di sungai akan bertambah.
“Kami berharap dengan bantuan benih ini maka akan menambah kembali perkembangbiakan ikan di Sungai Kawung hingga Tajum. Karena memang sejak frekuensi hujan deras terjadi, kami merasakan paceklik. Pendapatan ikan kami menurun,” katanya.
Disebutkan Sumardi, hingga saat ini jumlah nelayan Sungai Kawung dari Cikawung, Ciberung hingga Kracak ada sekitar 300 orang.Namun karena kondisi cuaca yang diniai tak menguntungkan, banyak nelayan yang memilih menghentikan aktivitas mereka mencari ikan dengan memancing ataupun menjaring. Apalagi ancaman banjir ketika hujan deras sangat berpotensi terjadi.
Sesuai Aturan
Terkait dengan aturan larangan menangkap ikan dengan sengatan listrik, racun dan sebagainya, nelayan ikan telah sepakat dan patuh. Untuk itulah, Sumardi dan rekan-rekan nelayan lainnya selalu berusaha mencari ikan dengan cara-cara yang sesuai dengan peraturan perundang- undangan daerah.
“Kami dari nelayan telah bersepakat jika menemukan ada orang yang menyetrum atau menabur racun untuk menangkap ikan maka akan kami tindak dan beri sanksi sesuai dengan undang-undang. Karena cara seperti itu akan cepat merusak sungai dan mengurangi populasi ikan,” katanya.
Nelayan lain, Semang (48), menyayangkan masih adanya perilaku sebagian masyarakat yang membuang sampah ke sungai. Padahal hal tersebut sangat membahayakan lingkungan sungai. Terlebih lagi sampah atau limbah yang dibuang tersebut sangat berbahaya bagi keberlangsungan ikan di sungai.
“Kalau penangkapan ikan dengan setrum atau racun ikan mungkin kami bisa tindak. Namun untuk pembuangan sampah sembarangan ke sungai ini yang sulit. Karena tidak semua orang sadar akan hal tersebut,” katanya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar