Selamat Kepada Calon Kepala Daerah Banyumas

Senin, 20 Agustus 2018

Info Terbaru Usulan Jalan Tol Pejagan Wangon

Diusulkan Jalan Tol Tembus Banyumas Barat

 02 MAR 2018 :
Pemkab Banyumas tengah berupaya agar rencana pembangunan jalan tol Pejagan-Brebes bisa tembus sampai ke wilayah Banyumas bagian barat. Hal tersebut dianggap penting, untuk mengantisipasi kebutuhan transportasi angkutan barang bermuatan berat di jalur selatan.


Kepala Bagian Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Litbang Pemkab Banyumas, Dedy Nurhasan mengatakan, saat ini pihaknya tengah berusaha mensinkronkan rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan jalur pantura dengan jalur selatan. Jalan tol ini nantinya akan menghubungkan tol Pejagan-Brebes dengan rancangan tol Bandung-Yogyakarta melalui Cilacap.



?Kita berupaya agar pembangunan jalan tol ini nantinya bisa masuk ke Banyumas bagian barat dan sekarang sudah masuk tahap penyiapan tata ruang wilayah, termasuk revisi Perda RTRW,? terangnya, Jumat (2/3).



Dedy menjelaskan, Banyumas mengusulkan agar tol Pejagan bisa tembus ke wilayah Pekuncen-Ajibarang. Setelah itu tersambung ke rencana pembangunan tol Bandung-Yogyakarta, melalui Cilacap. Menurut Dedy, Pemkab Cilacap juga sudah mengusulkan hal yang sama.



Rancangan dari konsultan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), tol Pejagan-Brebes tembus ke Cilacap, melalui wilayah Cilacap bagian barat. Namun, mengingat wilayah Banyumas cukup strategis, maka diusulkan agar bisa mengarah juga ke Banyumas bagian barat.



Revisi Perda



Sementara itu, terkait revisi perda RTRW, sudah dilakukan pengkajian sejak tahun lalu. Rencana peninjauan kembali (PK), sudah di setujui bupati, karena dinilai banyak hal yang harus disesuaikan dan diselaraskan dengan kondisi terkini. Setelah kajian Pk selesai, kata Dedy, akan dimintakan persetujuan gubernur dan baru dimasukan ke DPRD.



?Kita berharap, raperda bisa diusulkan dan masuk dalam pembahasan DPRD pada masa sidang ketiga tahun 2018 ini, yaitu sekitar bulan Agustus-Oktober,? kata Dedy.
http://www.wawasan.co/home/detail/2865/Diusulkan-Jalan-Tol-Tembus-Banyumas-Barat

Bupati usulkan rencana Tol Pejagan-Wangon segera ditenderkan

 24 Januari 2018
Bupati Banyumas Achmad Husein mengusulkan pembangunan jalan tol dari Pejagan, Kabupaten Brebes, menuju Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, segera ditenderkan sehingga proyek tersebut dapat secepatnya terealisasi.


"Bahkan, usulan tersebut telah saya sampaikan ke pemerintah sejak empat tahun lalu, tapi sudah masuk, sekarang sedang mencari investornya karena tidak dibiayai APBN," katanya di Purwokerto, Banyumas, Rabu.



Ia mengatakan kehadiran jalan tol Pejagan-Wangon sangat dibutuhkan karena kondisi ruas jalan Ajibarang-Brebes sudah tidak mampu menampung volume kendaraan yang cukup tinggi.



Dalam hal ini, kata dia, hampir setiap sore hari terjadi kemacetan di ruas jalan penghubung jalur selatan dan jalur tengah dengan jalur pantai utara Jateng tersebut.



"Dari sini (Purwokerto) ke Pejagan tiga jam. Kalau ada jalan tol kan cuma satu jam, sehingga bisa menghemat dua jam," katanya.
https://jateng.antaranews.com/berita/188378/bupati-usulkan-rencana-tol-pejagan-wangon-segera-ditenderkan

Senin, 06 Agustus 2018

Menerka masa Depan Kabupaten Banyumas

Beberapa bulan lalu, Kabupaten Banyumas merupakan salah satu daerah yang ikut serta dalam Pilkada Serempak, Bukan hanya memilih calon Gubernur / Wagub tetapi juga Cabup dan Cawabup. 
Saya sebagai masyarakat Banyumas terlepas dari berbagai kepentingan terkait pilkada ini, saya hanya  berharap siapapun yang terpilih , harus membuat kebijakan yang meletakan dasar-dasar pembangunan  yang bisa menjadi tumpuan bagaimana Kabupaten Banyumas berkembang sebagaimana mestinya sebagai kabupaten yang terus berkembang baik secara pertumbuhan ekonomi maupuan kesejahteraan masyarakatnya terutama. Nah, untuk mewujudkan itu dibutuhkan pembangunan infrastruktur secara real yang sesuai karakter wilayah setiap kecamatan atau eks Kawedanan , potensi apa saja yang patut dan layak dikembangkan, yang sudah tercantum atau belum dalam RTRW .
Berkembangnya arus informasi, dan pertumbuhan yang cepat dengan dibangunnya TOL Transjawa terutama dari sisi Pantura dan Double Track pasti akan berpengaruh bagi Banyumas. Pemda Kabupaten Banyumas harus sadar akan peluang sekaligus ancaman dari perubahan lingkungan yang cepat ini, karena jika tidak sipa hanya akan menjadi penonton atau korban tanpa bisa memanfaatkan momentum, potensi apa saja yang dimilikinya yangs eharusnya bisa menopang kesejahteraan warganya. 
Dengan mudahnya aksea dari Pantura melalui TOL, bukankah membuka akses baru bagi daerah di sekitar Purbalingga langsung dari pantura? Atau akses baru melau pantai selatan juga berpotensi mengurangi arus kendaraan yang tadinya melewati wilayah Banyumas, memang satu sisi sangat menguntungkan karena mengurangi kemacetan, akan tetapi sisi lainnya adalah berkurangnya transaksi bagi daerah yang tadinya merupakan daerah lintas. Transaksi jual beli produk, kuliner, penginapan dan sebagainya bisa menurunkan perekonomian setempat.
Ada banyak cara bagimana Banyumas bisa bertahan. misalnya meningkatkan daya saing agar tetap menarik bagi pengunjung apakah dengan membangun pusat hiburan, destinasi wisata, pusat kesehatan, pendidikan perdagangan atau lainnya.
Bisa juga memanfaatkan sumber lain sebagai potensi baru, misalmya membuat kawasan industri di daerah tertentu yang sesuai RTRW karena cepatnya arus transportasi dengan kehadiran TOL dan Double Track menjadi salah satu momentum bagaimana sebuah daerah juga bisa berkembang menjadi pusat transportasi barang  . 

Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...