Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Senin, 29 Agustus 2016

Obyek Wisata Small World Purwokerto, Rekreasi Sekaligus Edukasi di Taman Miniatur Dunia

Taman Miniatur Dunia (Small World) Desa Ketenger, Baturaden





credit to ARRY JEPE


Teryata tak semua minus,  meski perlu penyempurnaan, terkait postingan  saya sebelumnya http://sitoneizer.blogspot.com/2016/08/mimpi-banyumas-punya-madurodam.html



http://harianjotos.com/ini-di-baturr...eliling-dunia/


Radarbanyumas
Satu lagi tempat yang asik untuk mengajak keluarga, saudara atau teman untuk berlibur di Baturraden. Small World Purwokerto. Terletak di Jalan Raya Ketenger, Baturraden, taman miniatur dunia ini cocok untuk berlibur sekaligus edukasi tentang bangunan-bangunan terkenal di dunia. Menurut General Affair Small World Purwokerto, Deni, ide dan gagasan pembangunan wisata edukasi itu dari owner, yakni Sri Banowati. Ide tersebut muncul sejak 15 tahun lalu, saat masih bekerja. Sehingga baru terlaksana sekarang ketika sudah pensiun. “Dulu saat beliau bekerja sering bepergian ke luar negeri. Jadi punya ide seperti ini. Sebelumnya mau dibikin di Pangandaran, dulu sudah sempat dibangun sebagian tapi baru kepikiran kenapa tidak bikin di Purwokerto saja. Sempat juga rencana di Kebumen, karena beliau asli Kebumen, tetapi sepertinya kurang peminatnya. Sampai akhirnya diputuskan dibuat di Purwoketo,” kata dia saat ditemui Radarmas, Jumat (26/8). Ia menjelaskan, konsep awal pembangunan wisata itu, selain untuk edukasi juga untuk mengenalkan kesenian-kesenian baik dunia dan daerah. “Saat grand opening pada 10 September nanti, rencana mau digelar festival Jepang selama dua hari. Selain itu, ke depan juga rencana mau bikin event mingguan, bulanan dan tahunan,” jelasnya. Meskipun belum diresmikan, kata Deni, wisata edukasi yang dibangun di tanah seluas 1,2 hektare itu mendapat respon yang cukup baik dari masyarakat. Animo masyarakat baik dari desa setempat maupun luar desa terjadi sejak Hari Minggu (21/8) kemarin. “Animo masyarakat cukup tinggi, padahal masih ada beberapa fasilitas yang belum selesai dibangun seperti toilet dan bangunan lainnya. Rata-rata hari biasa sekitar 300 orang, weekend sampai hampir 500 orang. Awal dibuka, hari malam minggu kemarin kita gratiskan. Tetapi hari minggunya kita buka tiketing dengan harga promosi Rp 10 ribu. Nanti setelah pembukaan, hari biasa tiketnya Rp 15 ribu dan weekend Rp 20 ribu,” terangnya. Ia mengaku saat ini memang belum diresmikan, namun sejumlah sekolahan sudah banyak yang mengunjungi taman tersebut. Rencana ke depan, taman tersebut juga bakal diperluas dan ditambah sejumlah wahana lainnya. “Saat ini baru ada 18 miniatur. Rencana ke depan ada pengembangan seluas 4 hektar dan menambah miniatur menjadi sekitar 30,” tambahnya. Pasangan pengunjung, Fendi dan Rani mengaku alasan datang ketempat tersebut lantaran penasaran dengan informasi yang mereka dapat dari media sosial. “Penasaran saja karena juga tempat baru. Apalagi banyak yang sudah upload juga di Instagram,” katanya. Mereka juga membawa anak. Tujuannya untuk memberikan edukasi pada anaknya. “Buat mengenalkan kepada anak kita, bahwa miniatur-miniatur tersebut merupakan bangunan terkjenal yang ada di dunia,” jelasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar