Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2017

Pedestrian Di Kecamatan Jatilawang

Pedestrian atau nama lainnya trotoar adalah salah infrastruktur yang bukan hanya dijumpai di kota atau ibukota kabupaten saja ,  tapi desa tertentu dan semua kota kecamatan pasti memilikinya. Karena pedestrian merupakan area yang tak bisa dipisahkan dari jalan atau merupakan bagian dari jalan umum . Pembangunan daerah kurang dianggap berhasil jika tidak memberi perhatian kepada aspek ini. Karena trotoar merupakan bagian dari wajah kota atau pusat perekonomian setempat selain memiliki fungsi utama sebagai tempat pejalan kaki namun dibanyak tempat banyak terjadi alih fungsi menjadi tempat berjualan PKL yang sebenarnya merupakan bentuk pelanggaran perda. Pedestrian yang baik adalah yang memiliki sistem drainase yang baik dan tidak banjir atau tersumbat saat hujan dan kualitas tegel atau ubinnya keras dan kuat serta memiliki jalur hijau. Akan lebih baik jika dilengkapi fasilitas tambahan seperti halte, RTH atau ruang terbuka hijau. Di kabupaten Banyumas ada beberapa pedestrian di kecamat…

Jelang Lebaran,Warga Kalisari Bedah Kubang

Setiap menjelang lebaran, warga Desa Kalisari, Kecamatan Cilongok menjalankan tradisi bedah kubang. Tradisi memanen ikan ini dilaksanakan di selokan air sekitar pemukiman yang difungsikan sebagai kolam ikan. Warga setempat, Guntur mengatakan tradisi ”bedah kubang” ini bermula dari aktivitas warga yang gotong royong memanfaatkan selokan air di sekitar pemukiman. Dengan memasang bronjong besi di bagian hulu dan hilir selokan tersebut, warga menebar benih di lokasi tersebut dalam kurun waktu tertentu. ”Namun yang ditebar adalah benih ikan dengan ukuran sedang sehingga tidak akan hanyut dari kolam buatan ini. Makanya kamipun bersama menjaganya,” dia, kamis (22/6). Usai ditabur dalam kurun waktu kurang dari setahun, ikan dalam kolam buatan dari selokan tersebut dijaga oleh warga. Selain memanfaatkan limbah dari produksi industri tahu, warga juga kerap memberikan pakan untuk ikan tersebut. Tak heran jika menjelang lebaran ini mereka bisa memanen ikan bersama. ”Tradisi memanfaatkan selokan …

Sentra Mireng dan krupuk Desa Kedungwringin Jatilawang Banyumas

Menikmati sroto atau soto memang akan lebih nikmat jika dilengkapi krupuk atau mireng. Berbicara tentang mireng dan krupuk ini di Desa Kedungwringin Kecamatan Jatilawang memiliki sentra UMKM yang memproduksi mireng dan krupuk. Lokasinya dari pertigaan alun alun Jatilawang ke selatan , sebelum embung situ bemban ada pertigaan ke barat melewati  sekolah TK (Diponegoro) . Sudah seharusnya sentra makanan khas ini yang merupakan simbol dari ekonomi kerakyatan mendapat perhatian serius dari Pemda Kabupaten Banyumas dari segi pendanaan, promosi dan pemasaran tentu akan bisa turut mengangkat kesejahteraan rakyat disamping melestarikan makanan khas Banyumas . Bisa Juga dengan pendampingan instansi terkait untuk membantu mengeksplorasi dan memperkenalkan aneka olahan baru sehingga harga atau nilai jualnya semakin tinggi .


Pertamina Siapkan Kios BBM barat Alun-Alun Jatilawang Antisipasi Kemacatan di Jalur Selatan

Pertamina Marketing Operation Region IV Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menyiapkan tiga kios bahan bakar minyak (BBM) di jalur selatan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan selama arus mudik dan balik Lebaran 2017. “Di setiap kios. kami sediakan sejumlah BBM nonsubsidi dalam kemasan, mulai dari 1 liter, 2 liter, dan 10 liter. Secara keseluruhan, di masing- masing kios disiapkan 250 liter,” kata Sales Executive BBM Retail Rayon V Pertamina MOR IV Jateng-DIY, Warih Wibowo, Selasa malam di Purwokerto. Menurutnya, kios BBM tersebut tersebar, satu titik di jalur utama mudik (jalur selatan) tepatnya di sebelah barat Alun-Alun Jatilawang, Kabupaten Banyumas, dua titik lainnya di Jalan Daendels atau jalur lintas selatan Jateng yang merupakan jalur alternatif, yakni sebelah Kantor Kecamatan Puring dan Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen. “Kios BBM kemasan tersebut sudah beroperasi sejak tanggal 18 Juni. Dari tiga kios itu yang sudah menjual BBM kemasan baru sat…

Jalan Kabupaten Siap Dilalui Pemudik

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas menjamin seluruh jalan kabupaten yang akan digunakan sebagai jalur alternatif, sudah siap dilalui. “Yang jalan alternatif sudah siap semua (untuk dilalui selama masa arus mudik, dan arus balik,” tutur Kepala DPU Kabupaten Banyumas Irawadi, Rabu (21/6). Menurutnya penanganan pada jalan kabupaten memang belum seluruhnya selesai. Sebab ada yang baru saja tandatangan kontrak. Ia mengatakan kendati belum seluruhnya selesai, penanganan jalan yang akan dilakukan menurutnya tidak mengganggu kelancaran arus mudik, sebab jalan yang diatangani bukan menjadi jalur mudik. Dikatakan, saat lebaran kegiatan penanganan jalan juga dihentikan sementara. Penghentian kegiatan juga termasuk dengan pengiriman material menuju lokasi penanganan. “Dihentikan terutama yang bisa mengganggu transportasi masyarakat, material yang ada di jalan juga kita bersihkan,” kata dia. Sementara itu Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan DPU Kabupaten Banyumas Achmad Setiawan, mengatak…

Akuntansi Pedagang Tradisional

PADA bulan Ramadan kita sering menjumpai bermunculannya pedagang-pedagang dadakan atau baru. Mereka pada umumnya merupakan pedagang kecil, kebanyakan pedagang makanan ringan, yaitu pedagang bermodal kecil yang ingin mendapatkan keuntungan hanya pada bulan baik bagi umat Islam. Pedagang ini akan berbelanja bahan baku setelah mendapat pesanan dari tetangga atau rekan kerjanya. ”Pedagang tersebut hanya merupakan sebagian dari pedagang kecil yang ada suatu pasar. Karena di pasar-pasar tradisional kebanyakan pedagangnya merupakan pedagang kecil,” kata Sully Kemala Octisari (25), akuntan yang kini aktif meneliti model pembukuan pedagang musiman. Melihat munculnya pedagang musiman itu, Sully mengajukan pertanyaan, apakah mereka berdagang sesuai proses akutansi. Kemudian apa keuntungannya jika mereka berdagang secara akutansi. Atas pertanyaan itu, dia menjawab sendiri. ”Wajib. Pedagang kecil itu harus membuat catatan pembukuan untuk kepentingannya sendiri,”ujarnya, belum lama ini. Menurut Sul…

Terminal Bayangan Ajibarang Picu Kemacetan

Terminal bayangan di sekitar depan Pasar Induk Ajibarang dan dekat jalan utama Ajibarang-Wangon makin memicu ketersendatan dan kemacetan. Potensi kemacetan itu semakin terjadi karena kepadatan lalu lintas kendaraan saat jelang lebaran ini pekan ini. Warga pengunjung Pasar Induk Ajibarang, Agus Fatkhurrohman mengatakan, terminal bayangan berupa parkirnya angkutan pedesaan hingga mikrobus di depan pintu masuk pasar hingga di dekat kompleks Pasar Induk Ajibarang membuat jalan sebagai salah satu ruang publik untuk lalu lintas kendaraan yang lain juga menjadi berkurang. ”Akibatnya ketersendatan dan kemacetan lalu linas setiap saat bisa terjadi, terutama menjelang Lebaran ini juga sudah mulai terjadi. Kalau dibiarkan terus menerus maka bisa merugikan pengguna kendaraan lainnya,” katanya. Terkait dengan hal itu, Agus meminta kepada petugas dinas perhubungan untuk bisa berlaku lebih tegas menertibkan perilaku awak kendaraan yang menunggu penumpang di sembarang tempat tersebut. Apalagi menjel…

Rapi Siapkan 16 Posko Bantuan Komunikasi

Organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) wilayah Kabupaten Banyumas menyiapkan 16 posko untuk bantuan komunikasi (bankom) dalam rangka membantu kelancaran mengamanakan arus mudik dan balik serta liburan Lebaran tahun ini. Ketua Bidang Organisasi dan SDM, pengurus Rapi Pusat, Wijatmoko mengatakan, dari 16 posko bankom tersebut, 10 posko berada di pos terpadu di sepanjang jalur yang dilewati arus mudik. Mulai dari Pekuncen, Ajibarang, Lumbir, Wangon, Rawalo, Buntu, Sumpiuh, Tambak. Kemudian di Purwokerto di stasiun dan Terminal Bulu Pitu. Menurutnya, 10 posko tersebut mulai dioperasikan H-7 atau Minggu (18/6). Sedangkan enam posko lagi mulai dioperasikan pada hari H hingga tujuh hari ke depan di kawasan objek wisata Baturraden. Bahkan di objek lain diluar Baturraden seperti Kalibacing juga akan dipasang. Di Baturraden, katanya, dipasang di lokaiwsta, Pancuran Tujuh, terminal bawah dan atas, depan kampus AKL dan gerbang masuk Mandala Wisata. “Khusus Terminal Bulu Pitu kita pasan…

Waspadai Enam Titik Rawan Macet

Polisi mengimbau kepada warga dan pemudik untuk mewaspadai enam titik kemacetan dan rawan kecelakaan lalu lintas di jalur tengah Ajibarang. Pasalnya Ajibarang merupakan wilayah bertemunya kendaraan dari arah Jakarta-Purwokerto ataupun Yogyakarta-Bandung terutama saat arus balik lebaran. Hal itu disampaikan Kepala Pos Pengamanan Simpang Tiga Utama Ajibarang, Iptu Mujono saat persiapan pengamanan jalur mudik dan balik lebaran di Ajibarang, Minggu (18/6) malam. Ia menyebutkan enam titik lokasi jalan yang rawan kecelakaan dan macet di wilayah Ajibarang adalah Simpang Tiga Ciberung, Simpang Tiga Karangbawang, Simpang Tiga Pos Lalu Lintas Ajibarang, titik lokasi wisata Dream Land Park, Pancasan, Simpang Tiga Pasar Ajibarang dan Simpang Empat Pasar Hewan Ajibarang. “Di enam titik inilah biasanya terjadi kemacetan karena bertemunya kendaraan dari sejumlah arah. Apalagi jelang lebaran dan pasca lebaran dipastikan lima titik ini akan ramai dan padat kendaraan,” katanya. Selain rawan kemacetan,…

Pemudik Mulai Berdatangan Warung Dadakan Menjamur

Sepekan menjelang Lebaran 2017, kendaraan pemudik yang bernomor polisi luar daerah sudah mulai terlihat di jalur tengah dan selatan Kabupaten Banyumas. Menyambut pemudik, sejumlah warga tepi jalan nasional pun mendirikan warung dadakan. Tak hanya pengguna mobil pribadi, para pemudik bersepeda motor pun sudah mulai terlihat melintas di wilayah Banyumas khususnya melalui jalur Bumiayu- Pekuncen sejak Jumat (16/6). Para pemudik bersepeda motor bahkan sudah banyak terlihat singgah istirahat di warung-warung dadakan di tepi jalur tersebut. Warga Kranggan, Kecamatan Pekuncen, Falinda mengatakan, keramaian kendaraan pemudik sudah mulai terlihat kurang dari sepekan lebaran. Akibat keramaian tersebut, kondisi jalur Ajibarang Bumiayu sudah mulai terlihat padat sejak Jumat-Sabtu (15- 16/6) kemarin. “Memang harus hati-hati dan mengutamakan keselamatan ketika kita keluar rumah lewat jalan raya. Karena sekarang saja sudah mulai ramai, apalagi ditambah warga umum yang berbelanja dan kesibukan lainn…

Pembangunan Pasar Jatilawang

Tahun ini Pasar Jatilawang direncanakan akan dilakukan pembangunan tahap 3, setelah sebelumnya pembangunan tahap 1 dan 2 dan diresmikan oleh Bupati Banyumas tapi ada sedikit penyelesaian untuk segera dikerjakan karena pembangunan belum sepenuh tuntas seperti renovasi  pasar terutama di sisi barat dan kemungkinan pembongkaran kios lama di sisi selatan. Data yang saya peroleh dari LPSE Kabupaten Banyumas bahwa tahun 2017  dianggarkan senilai Rp 2.2 miliar. Sedangkan pembangunan tahap 1 dan 2 masing masing sekitar 4 miliar sehingga anggaran yang sudah dikeluarkan selama dua tahun terakhir sekitar 8 miliar, pembangunan tahap 1 berupa gedung sisi timur dan pembangunan tahap 2 berupa gedung sisi barat , tentu saja ini tidak bisa dibandingkan dengan pembangunan pasar manis Purwokerto yang mana untuk tahap 1 saja sudah dapat anggaran 10 miliar. Namun ini tetap menjadi sebuah kemajuan bagi kecamatan kecamatan di luar kota Purwokerto yang membutuhkan prasarana ekonomi salah satunya pasar tradi…

Lima Jalur Alternatif di Kabupaten Banyumas Disiapkan Sambut Pemudik

Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas menyiapkan lima jalur alternatif untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas saat arus mudik dan arus balik Lebaran. Lima jalur tersebut, menurut Kepala Bidang Prasarana Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banyumas Achmad Riyanto, antara lain Ajibarang Lesmana Jatilawang, Lumbir Ajibarang, Somagede Kemranjen, Legok Cilongok, serta Notog Cilongok. Jalur-jalur alternatif tersebut sejauh ini telah disiapkan baik sarana maupun prasarananya. Salah satunya seperti ramburambu tambahan untuk memandu para pemudik yang melintas di jalur tersebut. Beberapa waktu lalu, dikatakan Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dishub Banyumas R Hermawan, pihaknya telah melakukan pengecekan jalur terakhir. Hal itu dilakukan untuk mengetahui kondisi terakhir jalurjalur tersebut. “Sudah dilakukan pengecekan terakhir, untuk mengetahui apakah jalan itu ada kerusakan, apakah ada lokasi yang perlu ditambah rambu. Dan untuk penambahan rambu, sudah selesai dilakukan 15 J…

Inovasi Desa Wisata sebagai Daya Tarik

Jangan Buat Desa Wisata Tiruan Daya Tarik Perlu Diperbarui



PURWOKERTO - Sejumlah desa di wilayah Banyumas, akhir-akhir ini makin berhasrat menjadi desa wisata. Akan tetapi, pengembangannya dinilai hanya meniru tempat yang sudah dikenal terlebih dahulu. Pelaku wisata, Narco Icuk menilai, semakin banyak jumlah desa wisata di Banyumas sejatinya sangat menggembirakan. Akan tetapi, perkembangannya terkesan hanya ikut-ikutan desa lain di kabupaten tetangga. “Saya pernah mencoba mengembangkan memakai hammock (tempat tidur gantung) sebagai salah satu fasilitas di desa yang didampingi. Ternyata ada desa yang ikutikutan,” kata fasilitator desa di Purbalingga ini, Rabu (14/6). Menurut dia, sejatinya pengembangan desa wisata harus mempertimbangkan potensi lokal yang sudah tumbuh di masyarakat. Jangan sekadar meniru tren desa wisata lain yang sudah lebih dahulu laris. Dia mencontohkan, keberadaan selfie deck, rumah pohon, dan lainnya di beberapa desa wisata di Jawa Tengah yang sangat mudah ditemui…

Pemandangan Alam Pekodokan Desa Wlahar Wangon

Foto Kiriman Basuki dkk

Foto Kiriman Umiyati

Wikipedia Bahasa Banyumasan

Banyumas adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah tapi rumpun budaya Banyumasan atau bahasa Banyumasan adalah dialek atau sub budaya yang berkembang bukan hanya di kabupaten Banyumas tapi beberapa kabupaten lain baik kawasan eks karesidenan Banyumas atau daerah lain yang memiliki unsur bahasa yang mayoritas banyak kesamaan. Dari segi umur bahasa konon ini merupakan salah satu bahasa tertua di Pulau Jawa atau nusantara yaitu bahasa yang banyak digunakan dan banyak kemiripan dengan masyarakat era Majapahit dan sebelumnya. di Banyumas sendiri salah satu tokoh yang banyak berjasa memperkenalkan nilai nilai budaya dan bahasa Banyumas adalah Ahmad Tohari melalui karya sastranya baik berupa novel, cerpen dan sebagainya disusupi kalimat kalimat khas yang mencirikan gaya hidup atau budaya Banyumas , melalui penggambaran interaksi tokoh maupun keadaan alam . Nah belum lama ini beliau juga berjasa membantu menyelesaikan al Quran terjemahan bahasa Banyumasan . Di pihak lain beberapa putra Bany…

Parkir di Pasar Ajibarang Bayar Sekali

Pembayaran parkir satu kali di Pasar Induk Ajbarang terus disosialisasikan oleh berbagai pihak termasuk Pemerintah Kecamatan Ajibarang. Hal ini dilaksanakan supaya pengunjung pasar dapat mengetahui adanya pembenahan pengelolaan perparkiran yang kini berada di bawah Pemkab Banyumas. Camat Ajibarang, Eko Heru Surono mengatakan, penetapan parkir satu kali saat masuk ke wilayah Pasar Ajibarang itu adalah bagian dari implementasi dari Perda Perparkiran. Hal itu juga telah ditegaskan dalam pertemuan antara pengelola parkir baru dengan para personel petugas parkir yang baru dibentuk dengan difasilitasi oleh Bupati Banyumas, Achmad Husein. “Semoga apa yang telah menjadi kesepakatan dan keputusan pekan lalu dapat dijalankan sebagaimana mestinya sehingga parkir di Pasar Ajibarang dapat lebih tertib. Pengunjung pasar pun tak perlu harus mengeluh karena adanya parkir ganda,” jelasnya, kemarin. Jaga Kondusivitas Adapun, kata Eko Heru, sosialisasi tentang perparkiran yang baru juga telah dilaksanakan mel…