Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

Manggarjaya Intensifkan Pengawasan Mutu Gula Kristal

Kelompok Petani Gula Manggarjaya, Desa Semedo, Kecamatan Pekuncen, kini terus mengintensifkan mutu produk gula kristal petani. Hal ini untuk mendorong supaya produk lokal Banyumas tersebut tetap laris di pasar ekspor. Ketua Kelompok Petani Gula Manggarjaya, Ahmad Sobirin mengatakan, internal control system (sistem pengawasan internal) untuk mutu produk gula ini dilaksanakan oleh kelompok. Hal ini penting untuk menjamin produk gula kristal anggota kelompok tetap berkualitas baik. “Tiga bulan lalu sempat berhenti pemasaran gula kristal ke luar negeri. Hal itu karena ada yang menyebut kualitas gula kristal menurun. Makanya sampai sekarang kami tetap awasi kualitas produk gula dari petani,” jelas Sobirin, kemarin. Dijelaskan Sobirin, melalui sistem pengawasan mutu internal inilah, kelompok mendorong pemasaran gula tetap berjalan lancar. Ia yakin dengan kualitas gula kristal yang baik, produksi petani asal Semedo juga akan tetap diterima oleh pasar ekspor. Hingga bulan Mei ini, Manggarjay…

Pesanan Beduk Desa Keniten, Kecamatan Kedungbanteng Naik hingga 70 Persen

BEDUK PESANAN: Pekerja membuat bedug pesanan di Desa Keniten, Kedungbanteng, Banyumas, Senin (29/5)
MENDUNG menggelayut di langit Desa Keniten, Kecamatan Kedungbanteng, siang itu. Munatik terlihat tergesa-gesa menyelesaikan pengecatan kayu yang digunakan untuk pegangan beduk sebelum hujan tiba. Dengan sigap ia langsung menutup kayu-kayu yang berjajar di pinggir jalan itu menggunakan terpal. Proses pembuatan beduk tradisional siang itu sedikit terhambat karena hujan turun lebih awal. Di desa yang berada di sebelah selatan Gunung Slamet itu terdapat beberapa perajin beduk tradisional. Secara turun temurun, sejak puluhan tahun lalu sebagian masyarakat memproduksi beduk yang biasa digunakan di masjid. Momentum Ramadan ini, jumlah pesanan beduk meningkat dibandingkan pada hari-hari biasa. Seperti yang diungkapkan salah seorang perajin beduk, Toufik Amin. Sejak sebulan sebelum Ramadan, pesanan mulai berdatangan. Harga Variatif ”Alhamadulillah sejak menjelang Ramadan kemarin pesanan pembuatan …

Sikap SSCI Purwokerto / Banyumas Raya

SSCI Purwokerto atau Skyscrapercity Regional Banyumas Raya memiliki 2 akun resmi yaitu  di facebook dan Instagram . Beberapa bulan ini kontroversi di media sosial kembali dipanaskan oleh tindakan yang bisa dikatakan city vs city baik dilakukan oleh fans atau admin skyscrapercity daerah tertentu . Mengenai hal ini Sikap resmi akun SSCI Purwokerto adalah menyatakan tidak terlibat terhadap perdebatan perdebatan atau perselisihan yang seperti itu .  Oleh karena itu dalam berbagai kesempatan member SSCI Purwokerto yang sebenarnya berasal dari berbagai latar belakang baik anggota lama maupun baru atau istilah popularnya nubi harus menyamakan persepsi tekait isu city vs city baik sesama Forumer Banyumas raya maupun tehadap daerah lain. 
SSCI Banyumas Raya  tetap fokus pada info pembangunan baik infrastruktur vital maupun skyscraper atau vertikal building dengan tetap mengapresiasi kemajuan daerah lain.  Selain dalam forum resmi di sub Forum Banyumas Raya , di media sosial yang ditangani adm…

Pusat Kuliner Ramadhan Karang Taruna DesaTinggarjaya

Produk Makanan dan Minuman Olahan Menyusut

Produk makanan dan minuman olahan yang dipajang di gerai UMKM Pasar Pratistha Harsa Blok A Purwokerto terus berkurang akibat sepinya pengunjung. Menurut Supervisor Gerai UMKM Pasar Pratistha Harsa Blok APurwokerto, Miko (33), jumlah pelaku usaha yang menitipkan produknya di gerai UMKM menyusut. Dari sebelumnya tercatat 50 UMKM, sekarang berkurang menjadi 29 UMKM. Rendahnya minat pelaku usaha menitipkan karena perputaran transaksi lambat, padahal produk yang dititipkan batas kedaluarsanya tidak panjang. ”Sebagian pelaku UMKM menarik dan tidak mengisi produk baru di gerai UMKM saat produknya habis,” katanya, kemarin. Ia menambahkan, saat ini produk olahan yang paling laku dibeli konsumen adalah sirup jahe, sedangkan produk makanan olahan lainnya kurang begitu laku. ”Dibutuhkan promosi berkelanjutan agar gerai UMKM banyak dikunjungi masyarakat,” katanya. Produk Kerajinan Meskipun produk makanan dan minuman berkurang, produk kerajinan masih cukup lengkap. Bahkan, koleksi produk kerajinan …

Festival Serayu Kembali Digelar

Festival Perahu Pasir atau yang disebut juga Festival Serayu Banyumas diprediksi kembali digelar tahun ini. Acara garapan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, di kawasan Bendung Gerak Serayu, 29- 30 Juli. Kepala Bidang Pariwisata Dinporabudpar Banyumas, Saptono mengatakan, seperti tahun sebelumnya, festival yang mempromosikan keeksotisan wisata Sungai Serayu ini digelar dengan dua agenda utama. Pertama, karnaval perahu hias yang diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelaku usaha dan perangkat kecamatan maupun desa serta kedua lomba balap perahu pasir. “Tahun ini persiapan festival kami percepat. Sehingga persiapannya lebih matang,” kata dia, ketika dihubungi Minggu (28/5). Menurut Saptono, tahun lalu, kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan peringatan Hari Air Sedunia. Namun, lantaran musim hujan lebih panjang, panitia menggeser event wisata itu pada awal musim kemarau. “Kendala tahun lalu itu masih musim hujan. Arus Sungai Serayu sangat…

Pentas Likuran Pendapa Yudhanegara, Kecamatan Banyumas Dievaluasi

Atraksi budaya “Pentas Likuran” di komplek Pendapa Yudhanegara, Kecamatan Banyumas akan dievaluasi. Pasalnya, selain promosinya kurang menggigit kegiatan tersebut minim penonton. Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Deskart Sotyo Jatmiko mengakui, pentas likuran yang sudah digelar sejak tahun 2014 lalu masih kurang dipromosikan. Dampaknya, acara rutin yang digelar pada minggu ketiga setiap bulan ini kurang dilirik oleh penonton. “Anggarannya kan sangat minim. Untuk promosi kegiatannya juga tidak ada. Jadi nanti diubah menjadi setahun tiga kali pentas,” kata dia, kemarin. Menurut Deskart, sejatinya pentas tersebut bertujuan untuk mengangkat wilayah Kecamatan Banyumas sebagai kawasan Sentra Budaya Kota Lama. Selain itu, pagelaran seni budaya tersebut diharapkan menjadi alternatif suguhan bagi wisatawan. Adapun para penampil pentas tersebut berasal dari kelompok seni dari 12 desa di wiilayah Kecamatan Banyumas. Tahun lalu keg…

Sampah di Desa Belum Tertangani

Rendahnya kesadaran masyarakat dan terbatasnya kemampuan pemerintah, membuat permasalahan sampah di wilayah perdesaan belum berjalan secara maksimal. Akibatnya sampah menjadi permasalahan yang tak terhindarkan. Warga Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Eko Yulianto (32) mengaku pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat terkecil belum menjadi kesadaran bersama. Akibatnya mayoritas warga menyerahkan pengelolaan sampah kepada pemerintah. Apalagi sejak dalam rumah tangga, mayoritas sampah tak pernah dipilah apalagi dimanfaatkan secara ekologi dan ekonomi. “Jadi setelah memproduksi sampah, kami langsung membuangnya ke tempat sampah. Sayang, karena sering tak langsung terangkut petugas kebersihan pemerintah, sampah menumpuk dan menimbulkan masalah lagi,” jelasnya. Eko mengatakan permasalahan sampah ini semakin terjadi, karena saat ini banyak rumah tangga yang tak mempunyai tempat pembuangan sampah di lingkungan rumah mereka. Terbatasnya lahan yang dimiliki membuat banyak rumah tangga…

Teknologi Tepat Guna

MENYADARI permasalahan sampah di lingkungan masyarakat yang sering terabaikan, sejumlah warga di Banyumas terus berinovasi dalam menemukan teknologi tepat guna (TTG) dalam mengolah sampah. Mereka antara lain adalah Samsudin dari Desa Wangon Kecamatan Wangon dan Salimin dari Desa Babakan, Kecamatan Karanglewas. Samsudin selama beberapa tahun terakhir terus mengembangkan peralatan teknologi tepat guna berupa pengolah sampah anorganik. Melalui mekanisme pembakaran tanpa asap menggunakan teknologi peralatan tertentu, Samsudin mengolah sampah anorganik menjadi briket limbah plastik dan cairan penyemprot hama penyakit tanaman. “Saya terus berupaya menyempurnakan inovasi TTG pengolah sampah an organik ini. Hal ini penting supaya permasalahan sampah dapat tertangani termasuk dari wilayah lingkungan RT,” kata Samsudin yang berulang kali melaksanakan demonstrasi TTG yang ia kembangkan. Sementara itu, Salimin, warga Babakan kini juga terus mengembangkan pengelolaan sampah menjadi hal yang bergun…

Rumah Tak Layak dan Masjid Diperbaiki Kolaborasi Semen Bima dan Banser NU

Semen Bima bersama Banser NU jelang Ramadan ini menggiatkan renovasi Rumah Tak Layak Huni (RTLH) warga miskin dan tempat ibadah di wilayah Banyumas. Kerjasama itu dilaksanakan untuk memberikan rasa nyaman dan aman kepada masyarakat. Manajer Humas Semen Bima, Irwan Triono mengatakan partisipasi program CSR Semen Bima itu dilaksanakan bersamaan dengan Kemah Bakti Banser NU di Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang pertengahan Mei lalu. Semen Bima berharap kontribusi Semen Bima diharapkan bermanfaat bagi masyarakat. “Dalam rangkaian acara tersebut, kebetulan ada program renovasi RTLH dan renovasi tempat ibadah sehingga sangat sinkron dengan program CSR Semen Bima,” ujarnya. Adapun kata Irwan, RTLH yang di renovasi adalah rumah milik Karwen (48) warga Desa Kotayasa RT 02 RW 03 dan Nalem (51) warga Desa Kotayasa RT 09 RW 06. Bersamaan dengan renovasi RTLH, pembenahan tempat ibadah yaitu Masjid Istigozah di Desa Kotayasa juga turut dilaksanakan. “Kami berharap dengan bantuan CSR Semen Bima, kebe…

Warga Diminta Tidak Memburu Kera di Desa Kemutud Kidul

Warga diminta jangan memburu dan melukai kera yang menyerang lahan pertanian di Desa Kemutug Kidul, Baturraden. Kera jenis ekor panjang (Macaca fascicularis) itu jangan dianggap sebagai hama. “Jika petani sudah berpikir kera tersebut sebagai hama maka akan terjadi pembantaian. Untung warga masih menggunakan peralatan bunyi-bunyian untuk mengusir kera, itu masih wajar,” kata Koordinator Biodeversity Society Banyumas, Apris Nur Rakhmadani, kemarin. Menurut dia, serangan kawanan kera disebabkan sumber makanan di habitat aslinya telah habis. Keterbatsaan bahan makan itu bisa disebabkan karena pembukaan lahan atau penebangan pohon di habitat asli kera. “Kawanan kera itu turun ke lahan pertanian warga karena kekurangan bahan makanan. Habitat asli kera-kera tersebut bisa jadi semakin menyempit karena pembukaan lahan atau penebangan pohon, sehingga sumber makanan mereka berkurang,” katanya. Untuk mengurangi serangan kera, dia mengusulkan agar para petani menanam buah-buahan. Buah-buahan dita…

Tugu Semar dan Eks Jembatan Gantung Karanglewas -Adisara Jatilawang

Beberapa tahun lalu jembatan ini merupakan jembatan gantung yang menyebrangi kali lopasir sekaligus merupakan pembatas alam bagi desa adisara dan karanglewas kecamatan Jatilawang. Bagi pengemudi kendaraan yang tidak ingin terjebak macet arus mudik  dan arus balik maka jembatan ini akan bisa dijumpai terutama jika pengemudi kendaraan akan mengambil rute dari Jatilawang menuju Cilacap melalui desa Adisara dan Karanglewas dan menuju desa Menganti atau Losari di kecamatan Rawalo. di sisi selatan jembatan ini ada tugu merah putih dan ada patung semar di atasnya sebenarnya ini merupakan hal yang unik karena sebenarnya ikon kabupaten Banyumas adalah bawor mungkin ada cerita yang berasal dari keraifan lokal mengenai tokoh ini. Sekedar Info Jembatan ini merupakan salah satu infrastruktur desa yang penting terutama bagi desa Karanglewas karena menghubungkan dengan pusat kecamatan dan desa ini terisolir lokasinya dari jalan raya lintas antar daerah.

Taman Kota (RTH) Wangon

Sebenarnya nama resminya lapangan panggang tapi pemerintah Desa Wangon berinisiatif menjadikan Ruang Terbuka Hijau yang awalnya bagian tepi jalan raya merupakan pusat PKL pedagang buah yang buka selama 24 jam dengan harapan nantinya semakin ramai karena ada sisi lain lapangan yang digunakan untuk berjualan bukan hanya sisi tepi jalan raya barat saja. Di bagian pinggir lapangan dibuat pedestrian sebagai tempat santai atau lokasi berjualan dan juga lokasi untuk mengakomodasi panggung hiburan . Beberapa tahun lalu saya sempat berdiskusi dengan seorang teman anak seorang budayawan Banyumas . Dia mengatakan rencana pembangunan  taman kota wangon itu salah lokasi dijamin tidak akan seramai Alun alun Jatilawang . Secara logika coba pikirkan dimanakah lokasi ramai di wangon yang bisa ditempuh orang tanpa harus membawa kendaraan pribadi dan bisa dijangkau angkutan umum dari berbagai jurusan selain jalan raya utara ? Tentu lokasi ideal adalah kantor kecamatan wangon saat ini dan seharusnya DED…

Agustus, Pembangunan Dimulai Jembatan Gantung di Desa Kracak

Mulai Agustus mendatang, jembatan gantung Sungai Tajum, Grumbul Kedunglongsir, Desa Kracak, Kecamatan Ajibarang yang membentang sepanjang 50 meter dan lebar 1,5 meter akan dibangun kembali. Diharapkan melalui pembangunan tersebut, jembatan yang dimanfaatkan ratusan kepala keluarga di RT 1,2 RW6 Grumbul Kedunglongsir, RT 5 RW 9 Grumbul Majingklak dan Grumbul Parduli tu lebih layak. Hal itu disampaikan Camat Ajibarang, Eko Heru Surono usai mendampingi tim survei pembangunan jembatan dengan Kepala Desa Kracak, Senin (22/5) kemarin. Eko Heru mengatakan, dengan pembangunan jembatan gantung yang baru nanti diharapkan warga akan lebih aman saat melintas. “Diharapkan nanti bulan Agustus dapat dimulai dan berjalan lancar sampai rampung. Karena memang kondisi jembatan saat ini dalam kondisi yang membayakan,” katanya. Minim Perawatan Pejabat Kepala Desa Kracak, Admo S mengatakan, sejak dipasang 11 tahun lalu, perawatan jembatan ini terbilang minim karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman w…

Penjualan Bibit Cabai Masih Ramai

Masih tingginya harga komoditas cabai mendorong penjualan bibit cabai. Di pelosok pedesaan Banyumas semakin banyak petani menanam cabai termasuk di pekarangan. Petani asal Desa Bantar, Suwari (50) hingga kemarin, masih membuat persemaian bibit tanaman cabai untuk dijual untuk petani. Puluhan ribu bibit tanaman cabai ini disemai dan biasanya langsung dibeli oleh para pedagang dan petani setempat. “Selain petani, biasanya ada pedagang yang mengambil dengan mobil ke sini. Pada saat harga cabai masih tinggi sekarang ini, bibit cabai ini memang masih laris,” katanya. Dijelaskan Suwari, jenis bibit cabai yang disemai itu antara lain jenis cabai rawit merah, cabai hijau, dan merah besar. Selain komoditas cabai, ia juga menyemai bibit tanaman teron dan tomat. Biasanya ketika umur semaian bibit cabai ini telah mencapai 20-30 hari, maka banyak pedagang akan datang membeli. Tetap Laris “Bisa dibilang tetap laris sampai sekarang. Karena di saat harga cabai tinggi, banyak petani menanam cabai baik…

Permasalahan Arus Mudik Dipetakan

SM/Dian Aprilianingrum
RAMAI KENDARAAN : Arus lalu lintas di depan Pasar Kliwon, Karanglewas, Purwokerto tampak padat, Senin (23/5). Saat musim arus mudik dan arus balik lokasi tersebut kerap menjadi simpul kemacetan. (33)

Momentum arus mudik, dan arus balik sudah menjadi rutinitas tahunan, namun demikian, ternyata berbagai permasalahan masih menghantui momentum yang bakal berlangsung dalam beberapa pekan kedepan itu. Pemkab Banyumas telah memetakan permasalahan tersebut. Kepala Bidang Prasarana Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas Achmad Riyanto, kepada Suara Merdeka mengatakan, berdasarkan pengamatan tahun sebelumnya ada setidak-tidaknya lima permasalahan pada arus mudik. Permasalahan itu, lanjutnya antara lain adanya kemacetan atau antrean pada persimpangan dan pusat perdagangan. Kondisi itu terjadi karena banyaknya pejalan kaki yang menyeberang, maupun kendaraan yang berbelok sehingga menimbulkan tundaan arus lalu lintas. Selain itu, permasalahan lain yakni pertemuan ar…