Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017

BBSSO Akan Bangun IPAL di Permukiman

Kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga masih rendah. Masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai masih banyak yang membuang limbah cair dan padat langsung ke sungai. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak (BBWSO), Tri Bayu Aji, mengatakan limbah rumah tangga atau industri dilarang dibuang langsung ke sungai. Limbah tersebut hendaknya diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke sungai. “Apakah itu (limbah) dari permukiman atau industri harus diolah dulu. Masyarakat kita yang tinggal di pinggir sungai menjadi perhatian utama. Sekarang limbah rumah tangga langsung dibuang ke sungai,” katanya, kemarin. Untuk meminimalisasi dampak pembuangan limbah, BBSSO akan membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal di permukiman warga. Limbah rumah tangga akan diolah di IPAL komunal terlebih dahulu, kemudian dibuang ke sungai. “Kami akan mulai menahan, agar limbah tidak langsung dibuang ke sungai. Semua limbah rumah tangga akan dibuang ke IPAL komunal. Setelah d…

Pengembangan Wisata Serayu Terganjal Perizinan

Pengembangan Wisata Serayu Jalan di Tempat

Quote: Wacana pengembangan wisata air Serayu River Voyage sampai saat ini jalan di tempat. Pengembangan wisata yang digagas Pemkab sejak 2007 lalu itu masih terkendala perizinan.
Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Banyumas, Didi Rudwiyanto, mengatakan wacana pengembangan wisata air yang digadang-gadang menjadi salah satu objek wisata unggulan itu belum dapat terealisasi. “Kami punya program untuk mengembangankan potensi di aliran Sungai Serayu.
Tidak hanya untuk pengembangan perikanan dan penambangan, tapi juga untuk pariwisata. Namun sampai saat ini izinnya belum keluar,” katanya, kemarin.
Salah satu yang menjadi ganjalan ialah izin penggunaan tanah milik negara untuk pembuatan dermaga. Menurut rencana Pemkab akan membuat beberapa dermaga di sepanjang alir Sungai Serayu, yang melintasi Kecamatan Somagede, Patikraja dan Kebasen. “Kami rencananya membangun dermaga di Somagede, Banyumas dan Patikraja.
Dermaga itu akan dibangun di tanah mil…

Pembangunan SMK Negeri Lumbir Diusulkan Bupati Banyumas

BANYUMAS MAMPU KURANGI KEMISKINAN 3,59 Banyumas – Pemerintah kabupaten se-eks Keresidenan Banyumas cukup kreatif dalam mengurangi kemiskinan di wilayah masing-masing, kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. "Saya terima kasih karena kabupaten/kota punya cara tersendiri untuk menanggulangi kemiskinan dan cukup kreatif," katanya saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) eks Keresidenan Banyumas di Banyumas, Senin (27/3). Murenbangwil eks Keresidenan Banyumas yang digelar di Pendopo Duplikat Si Panji, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, dihadiri para kepala daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah serta kepala organisasi perangkat daerah dari Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara. Gubernur mencontohkan upaya penanggulangan kemiskinan yang dilakukan Pemkab Banyumas, dengan cara penambahan gizi dan kalori bagi warga miskin. Kepala Badan Pusat Statistik Propinsi Jawa Tengah, Dr Margoyono, mengatakan selama Periode 2011-2016,…

Potensial Produk Kambing Etawa Gumelar

Permintaan Susu Kambing Meningkat Permintaan susu kambing etawa dari konsumen kini mulai meningkat. Hal ini menuntut para peternak untuk mengoptimalkan produksi guna memenuhi permintaan konsumen. Menurut peternak kambing etawa Gumelar, Ruswoyo, saat ini para pecinta susu kambing etawa sudah banyak. Apalagi susu kambing etawa memiliki banyak kelebihan. Selain nikmat, susu kambing etawa dapat dikonsumsi orang dewasa untuk terapi pengobatan seperti asma, liver, kencing manis dan diabetes. ” Sekarang konsumen dari wilayah eks Karesidenan Banyumas sudah bertambah banyak,” katanya, kemarin. Petani kambing etawa lainnya, Tjarsam beberapa waktu lalu juga mengatakan, pemasaran susu kambing etawa milik para petani Gumelar selain di pasarkan di wilayah Banyumas, juga ke luar kota, seperti Jakarta, Tegal dan Bandung. Produksi susu kambing etawa di wilayah Kecamatan Gulemar untuk rata-rata berkisar antara 5-25 liter per hari. Harga susu kambing di tingkat peternak berkisar Rp 25.000 per liter. Su…

Rp 5 M untuk Promosi Wisata Banyumas

Pemkab Banyumas akan memaksimalkan promosi pariwisata hingga ke luar daerah. Tahun ini, anggaran Rp 5 miliar disiapkan untuk kegiatan tersebut. Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Saptono mengatakan, dana tersebut digunakan untuk kegiatan promosi di luar daerah. Promosi ini dilakukan untuk mempertahankan kinerja sektor pariwisata yang menjadi penyumbang terbesar pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 7,3 miliar. “Dana Rp 5 miliar tersebut terbagi dalam sejumlah pos, termasuk untuk promosi Banyumas ke luar wilayah,” kata dia, Selasa, (28/3). Saptono mengungkapkan, saat melakukan ekspose pariwisata di Jakarta awal Maret lalu, ternyata banyak yang tidak mengetahui destinasi wisata di Banyumas. Baturraden dan sekitarnya, menjadi satusatunya tempat paling populer. Oleh karena itu, pihaknya akan mengangkat potensi wisata seperti kawasan Taman Kera Cikakak, Cilongok dan Kota Lama Banyumas. Pemkab saat ini tengah berfok…

Ajibarang Car Free Day

AJIBARANG CAR FREE DAY Setelah Wangon sekarang Ajibarang menyusul sebagai kecamatan yang menyelenggarakan kegiatan car free day sebagai tanda kecamatan  yang terus berkembang 
Direncanakan setiap  Minggu pagi mulai jam 05.30 - 09.00 Wib Ada beberapa kegiatan antara lain Senam, Aerobic, Kesenian, Pit2an, Skateboard, Futsal, Playon, Kedengan neng tengah gili, dll.. Lokasi jalan Ajibarang-Tegal, mulai sekang Pos Polisi sampe SPBU.. credit to Eko C



Wangon Car Free Day

Pencetus Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day di Jalan Raya Utara Wangon, Subejo beserta tokoh masyarakat dan Muspika Kecamatan berfoto bersama usai menikmati Car Free Day.
Untuk pertama kalinya pada hari Minggu (26/3/17) Kota Wangon, Banyumas, Jawa Tengah melaksanakan Car Free Day atau hari bebas kendaraan mulai dari Perempatan lampu merah hingga tepat di depan Kantor Polsek Wangon tepatnya di Jalan Utara Wangon. Jalan lurus sepanjang kurang lebih 300 meter tersebut mulai dimanfaatkan Warga untuk melakukan berbagai kegiatan seperti senam pagi, jalan sehat, bersepeda, lari pagi, hingga bermain sepatu roda bahkan ada yang hanya sekedar duduk duduk menikmati segarnya udara pagi. Car Free Day ini telah di rancang beberapa minggu yang lalu oleh Pemerintah Desa setempat yang berkoordinasi dengan Muspika dan beberapa Instansi terkait hingga tokoh mayarakat . Penutupan jalan terlihat mulai di lakukan pada pukul  05:00 sampai pukul 08:00 Wib. Pagi itu Nampak para petugas Koramil da…

Pembangunan SMKN 2 Purwokerto

Perkembangan dunia pendidikan di Purwokerto cukup pesat tak haanya didominasi pertumbuhan perguruan tinggi  tapi juga ditingkat sekolah menengah. Salah satunya adalah SMK N2 Purwokerto ini 
Ditargetkan bulan Mei sudah selesai... akan menjadi sekolah termegah di karesidenan banyumas. Dengan 4 lantai + 1 lantai rooftop. Dilengkapi dengan lift dan setiap ruangan memiliki sarana IT yang sangat lengkap. Pemandangan dari atas pun bagus dilihat karena bisa melihat skyline pertumbuhan kota purwokerto ke segala arah. Setelah bangunan itu selesai, akan dibangun masjid termegah untuk skala sekolah disebelah barat bangunan tersebut. SSCI Purwokerto pict credit to Riski Doni





Hotel Aston danlainnya dapat dilihat dari lantai 4








Desa Perlu Pelaksana Operasional Kelola BUMDes

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang terus digencarkan Pemerintah Pusat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, akan dikelola oleh pelaksana operasional. Adapun pemerintahan desa, menjadi pembina atau pengawas. “Nantinya kekayaan pemerintah desa dan BUMDes juga dipisahkan. Meskipun sama-sama kekayaan desa, tapi pencatatannya dipisahkan. Karena BUMDes terpisah dari organisasi pemerintahan desa sehingga harus dikelola sendiri, karena yang menangani orang-orang yang ditunjuk. Pihak desa hanya mendampingi,” jelas Kabid Pemberdayaan Ekonomi Desa Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Dinsos Permades Kabupaten Banyumas, Oentung Soegiarto, baru-baru ini. Selain itu kepada wartawan ia mengatakan, yang mengelola, akan dibentuk kepengurusan seperti manajer dan pelaksana operasional. Dan pelaksana operasional itulah yang nantinya akan menjalankan dan mengendalikan BUMDes agar lebih berkembang. Adapun dalam pengelolaan hasil, dilakukan dengan sistem bagi hasil. Sistem tersebut, nant…

Desa Yang Masuk Rencana Perluasan Purwokerto

Berdasarkan Rumusan Perda RDTRK Purwokertoada  rencana perluasan wilayah perkotaan Purwokerto dengan menambahkan dari sejumlah desa yang ada di kecamatan penyangga atau kecamatan yang berbatasan langsung dengan wilayah eks Kotif Purwokerto

Quote: Proses finalisasi pembahasan RDTRK Perkotaan Purwokerto tahun 2016-2036 tersebut. Dalam pembahasan tidak mungkin kita mengakomodir semua kepentingan. Sehingga pemasangan peta ini dimaksudkan untuk sosialisasi perwajahan Perkotaan Purwokerto selama 20 tahun ke depan,” jelasnya. Tidak hanya itu, peta tersebut nantinya juga dapat diakses via online, karena nantinya akan dilengkapi dengan piranti komputer. Secara umum, RDTRK ini sangat dibutuhkan oleh perkotaan, karena nantinya akan berkaitan dengan perizinan pembangunan. Berdasarkan peta tersebut, luasan Perkotaan Purwokerto bertambah menjadi 9.382 hektare, atau bertambah sekitar 100 hektare dari sebelumnya. Tambahan tersebut berasal dari luasan beberapa wilayah desa yang berada di sekitar wilay…

Data Kependidikan di Kabupaten Banyumas

Data bersumber dari BPS Kabupaten Banyumas dan diolah oleh "Banyumas Melek Data"  visualisasi data terkait daya tampung SMP-MTs terhadap lulusan SD-MI di setiap kecamatan di Kab Banyumas.. begitu juga data terkait daya tampung SMA-SMK-MA terhadap lulusan SMP-MTs. Angka 0.8 berarti hanya 80% lulusan sekolah di suatu kecamatan yang bisa tertampung di sekolah lanjutan yang berada di kecamatan tersebut.. Lalu yang tidak tertampung bagaimana? Pilihannya cuma 2, lanjut sekolah di kecamatan lain atau TIDAK USAH LANJUT sekolah.. (atau terpaksa masuk sekolah swasta )  Untuk data daya tampung SMP-MTs masih oke lah.. kecamatan yang minim SMP terletak dekat dengan kecamatan lain yang punya daya tampung berlebih. Yang NGENES jika lihat visualisasi daya tampung SMA-SMK-MA terhadap lulusan SMP-MTs.. OooH MY GOD, sebegitu kejamnya kah kondisinya dibiarkan seperti ini terus... Lumbir Pekuncen cuma bisa menampung 10% lulusan SMP-MTs, Gumelar Cilongok 20%... Kebasen 40%... sementara di Purwoke…