Langsung ke konten utama

Diusulkan Perda Perlindungan Penderes

suaramerdeka.com

Anggota DPR Komisi VI dari Fraksi PKB, Siti Mukaromah mendorong pemkab dan DPRD Banyumas untuk membuat perda terkait perlindungan petani penderes gula kelapa.
Pasalnya perlindungan yang sudah berjalan melalui Perbup No 4 Tahun 2009, dinilai terlalu sempit dan lemah karena hanya terkait pemberian santunan saat terjadi kecelakaan kerja. Sehingga perlu ada inisiasi baik dari legislatif maupun eksekutif. “Harusnya perlindungan ke petani penderes yang baru diwadahi lewat perbup menjadi pintu masuk bagi pemkab dan DPRD untuk memikirkan yang lebih luas.
Misalnya disiapkan perda agar mereka bisa masuk menjadi peserta asuransi kesehatan maupun ketenagakerjaan secara nasional,” katanya usai menemui Asisten Ekonomi dan Pembangunan serta Kesra Setda Banyumas, Didi Rudwianto, kemarin.
Wakil rakyat asal Banyumas yang biasa disapa Ema menilai, potensi gula kelapa ini tidak hanya ada di Banyumas. Namun menyebar di berbagai daerah dan ini menjadi potensi nasional. Banyumas bisa menjadi pilot project yang bisa dipublikasikan ke daerah luar.
“Saya berharap ini menjadi masukan yang mengelitik buat pemerintah pusat agar salah satu kelompok kerja yang punya sisi bahaya dan keselamatan yang harus dilindungi adalah penderes. Dan saya berharap dan ingin mendorong ini menjadi kebijakan nasional,” kata dia saat reses di Kabupaten Banyumas dan Cilacap.
Dapat Asuransi
Dia mengatakan, pihak pemkab juga sudah berpikir mengupayakan petani penderes yang mencapai 27.300 orang lebih bisa masuk dalam asuransi BPJS. Paling tidak, kalau sekarang ada Kartu Indonesia Sehat (KIS), sarannya, mereka bisa dimasukan. Begitu pula Kartu Indonesia Pintar (KIP), anak-anak petani penderes bisa dimasukan pula.
“Perlu ada perbaikan regulasi yang melindungi petani penderes, baik masalah kesehatan, terkait mekanisme berproduksi yang merujuk kepada UU perdagangan terutama menyangkut pemasaran dan kualitas produk. Rumitnya kan selama ini mereka harus berjibaku dengan tengkulak, hasil produksi tidak imbang dengan yang dinikmati para tengkulak,” ujarnya.
Terkait Perbup 4 tahun 2009 tentang Santunan Kecelakaan Petani Penderes, dia menilai isinya masih sederhana. Yang masih tercantum jika kecelakaan terus meninggal mendapat santunan Rp 2,5 juta dan cacat Rp 6 juta.
Namun dalam realisasinya meninggal Rp 5 juta dan cacat Rp 10 juta. Perubahan besaran santunan itu, katanya, tidak termaktub dalam perbup tersebut, Dasarnya hanya kebijaksanaan pimpinan daerah berdasar pernyataaan lisan. “Ini secara aturan hukum lemah dan berbahaya kalau terjadi temuan.
Sebenarnya niatnya untuk masyarakat, tapi kalau jadi temuan kan tidak bagus dan bisa-bisa semua jadi korban, termasuk para penerima santunan,” ungkapnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…