Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2016

Siapkah kabupaten Banyumas Menjadi Smart City ?

Siapkah kabupaten Banyumas menerapkan smart city dalam lingkup lebih luas? Beberapa tahun lalu saat masih era Mantan Bupati Marjoko pernah mendapatkan penghargaan tingkat nasional sebagai daerah yang secara pontensial siap menerapkan Smart city. 
Konsep smart city adalah beralihnya sistem pelayanan dan transaksi dari konvensional menjadi elektronik dan digital. Meskipun belum bersatus kota, kabupaten Banyumas khusus nya Purwokerto mulai menerapkan konsep smart city dalam hal sistem lalu lintas (ATCS,) serta mulai penerapan transaksi non tunai yang di gagas Bank Indonesia. Selain itu pelayanan masyarakat lain seperti proses penerimaan siswa dan ujian online, pengaduan masyarakat, sosialisasi program pemerintah juga harus mulai diterapkan. Dalam rencana yang lebih kompleks maka selanjutnya adalah mulai disebarluaskan lokasi akses internet gratis atau hotspot, apakah dikonsep dalam bentuk balon atau tiang lampu jalanan atau lainnya. Tentu semua itu bergantung infrastruktur yang memadai. B…

Bupati Belum Respon Terhadap Alat Pemusnah Sampah

Quote siagaindonesia.com : Seiring dengan melajunya waktu dan berkembangnya penduduk, naiknya volume sampah jauh melebihi kapasitas sarana dan prasarana Dinas Kebersihan Kota. Akibatnya banyak warga yang mencari jalan keluar sendiri dengan membakarnya, atau malah membuang sendiri kesungai yang tentunya bukanlah jalan keluar yang baik, karena akan lebih memperparah kerusakan lingkungan. Lebih parahnya lagi, ada warga di sejumlah titik perkotaan yang menjadikan tepian jalan sebagai tempat pembuangan sampah sementara atau TPS. Selain merusak pemandangan keindahan kota, juga menimbulkan masalah bau busuk yang menyengat. “Penumpukkan sampah penduduk yang menjadikan tepian jalan raya sebagai TPS bisa di lihat di utara Pos Lantas Kecamatan Wangon. Padahal di lokasi ini banyak pertokoan dan pedagang PKL makanan yang tentunya menjadikan kurang sehatnya makanan karena banyak lalat berterbangan,”jelas Untung (52), pemilik ruko yang tidak jauh dari TPS, Sabtu (14/5). Dulunya TPS ini ada di perem…

Daun Nyangku, Pembungkus Makanan yang Dilestarikan

DAUN NYANGKU : Pegiat KWT Kecamatan Purwojati Sri Aningsih menunjukkan menu nasyek yang dikemas menggunakan daun nyangku
Quote suaramerdeka.com :
PLASTIK saat ini memiliki peranan penting dalam menunjang aktivitas manusia. Sebab hampir setiap aktivitas manusia saat ini, selalu bersinggungan dengan plastik, baik sebagai bahan kemasan makanan, minuman, sampai sebagai bahan bangunan. Namun, seperti diketahui, ternyata plastik juga memiliki dampak buruk terhadap lingkungan, karena sifatnya yang sulit terurai. Menyadari kondisi itu, Kementerian Lingkungan Hidup mengeluarkan kebijakan kantung plastik berbayar untuk mengurangi penggunaan plastik. Tidak hanya pemerintah, sebagian masyarakat, juga telah memulai upaya mengurangi penggunaan bahan plastik dalam aktivitas sehari-hari. Satu di antara sekian warga yang telah memulai upaya pengurangan penggunaan bahan plastik adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Kecamatan Purwojati, Banyumas. Menurut salah satu pegiat KWT Kecamatan Purwojati Sri Aningsih…

Lestarikan Batik, Sekolah Didorong Gelar Pelatihan

Quote suaramerdeka.com : Sekolah perlu didorong untuk ikut melakukan upaya pelestarian seni kerajinan batik Banyumas. Salah satunya dengan memberikan bekal keterampilan seni kerajinan batik bagi siswa. Guru seni batik SMA 1 Sokaraja, Heru Santoso, kemarin, mengatakan dalam melestarikan seni kerajinan batik, generasi muda memiliki peran yang cukup penting. Mereka merupakan generasi penerus bagi para perajin batik yang kini usianya sudah tidak produktif lagi. Generasi muda usianya masih produktif, sehingga memiliki kesempatan yang lebih besar dan luas untuk mengembangkan seni kerajinan yang sudah menjadi warisan budaya leluhur tersebut. Dengan memberikan bekal keterampilan melalui kegiatan pelatihan kepada generasi muda, khususnya kalangan peserta didik sejak dini, diharapkan keberadaan seni kerajinan batik, khususnya batik Banyumas dapat terjaga dari ancaman kepunahan. Mereka merupakan generasi yang akan meneruskan upaya pelestarian yang telah dilakukan generasi sebelumnya. Namun demi…

Stok Beras Ketan Menumpuk di Gudang

Quote suaramerdeka.com : Pemerintah diminta memfasilitasi pemasaran beras ketan yang akhir-akhir ini lesu, sehingga bisa membantu pedagang dan petani di Banyumas. Pedagang beras ketan asal Pandansari, Kecamatan Ajibarang, Tolil (35) mengatakan, pemerintah diharapkan mendorong pengusaha makanan memanfaatkan beras ketan lokal. Hal ini penting agar produk ketan lokal dari petani segera terserap. “Kalau menumpuk terus di gudang dikhawatirkan menurun kualitasnya. Makanya kami sebenarnya berharap agar Bulog dapat menyerap. Tapi setelah kami koordinasi, Bulog tak dapat menyerap beras ketan,” jelas Tolil yang saat ini menumpuk stok gabah ketan di gudang KUD Ajibarang Kulon mencapai 60 ton. Dijelaskan, saat ini harga beras ketan di tingkat petani dan pedagang terbilang belum menguntungkan. Pasalnya, harga beras ketan dan beras biasa tak terpaut jauh. “Harga beras ketan di tingkat pedagang Rp 7.000 dan di tingkat pengecer Rp 9.000. Idealnya di tingkat pedagang itu sekitar Rp 9.000. Padahal har…

Suguhkan Berbagai Menu Olahan Tahu Festival Tahu Kalisari

Quote suaramerdeka.com : Festival Kuliner dan Tahu Kalisari 2016, yang digelar di halaman parkir Java Heritage Hotel Purwokerto, menyuguhkan berbagai macam olahan dan inovasi makanan dengan berbahan dasar tahu. Executive Chef Java Heritage Hotel Purwokerto, Chef Ari Azhari, mengatakan, Java Heritage turut serta dalam menyajikan beragam inovasi masakan berbahan dasar tahu, seperti tahu gimbal, tofu tempura, tofu sushi, tahu gejrot, dan tahu kukus chawan. Tahu ini juga diolah menjadi bola-bola tahu keju, sup tahu cincang, pasta tofu napotilana, nasi goreng tahu tomyam, tahu berontak, grilled tofu teriyaki, tahu telur sambal petis, tahu cah sawi asin, puding tofu, es setup tahu selasih, dan fruit tofu cocktail. ”Semua menu tersebut disajikan pada gala dinner pada Sabtu (29/10) malam, dalam bentuk buffet,” katanya. Cocok Diolah Menurut Ari, tahu Kalisari sangat cocok untuk diolah dengan berbagai bahan lain untuk menghasilkan masakan yang lezat. Menu dengan bahan dasar tahu dapat diolah da…

Pasar Desa Online Diluncurkan

Quote suaramerdeka.com : Pemerintah Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, meluncurkan website pasar online untuk memasarkan produk-produk milik masyarakat desa.
Salah satu perangkat Desa Melung, Margino, kepada wartawan, mengatakan, melalui pemasaran online di situs www.pasarmelung.id, produk desa dapat bersaing dan dapat dibeli secara langsung oleh konsumen, sehingga mampu memutus mata rantai tengkulak. ”Dengan pemasaran online, petani bisa langsung menjual produknya dengan konsumen,” katanya, Sabtu. Pasar onlineini, sambung dia, untuk menggiatkan serta memberi motivasi kepada masyarakat desa berwirausaha serta meningkatkan kapasitas usahanya. Adapun produk-produk yang dapat dipasarkan melalui media internet, antara lain produk kerajinan, makanan olahan, serta hasil pertanian dan holtukultura, seperti pisang, kerajinan bambu, jamur dan sayur. Kepala Desa Melung, Khaerudin, menambahkan, Desa Melung selama ini sudah dikenal sebagai desa berbasis internet. Media internet digun…

Festival Egrang Kalibagor

Quote suaramerdeka.com : SM/Dian Aprilianingrum
BERJALAN DENGAN EGRANG: Sejumlah warga mengikuti kirab dengan berjalan menggunakan egrang pada acara Festival Egrang di Desa Kalibagor, Kecamatan Kalibagor, Banyumas, Sabtu (29/10). Pemerintah Desa Kalibagor, Kecamatan Kalibagor menggelar festival egrang, Sabtu (29/10). Kegiatan tersebut diikuti sedikitnya 542 peserta dari berbagai usia yang berasal dari 54 RT di desa tersebut. Peserta mengambil start di depan Kantor Kecamatan Kalibagor dan finish di lapangan desa dengan jarak tempuh sekitar satu kilometer. Festival yang dihadiri Bupati Banyumas Achmad Husein ini menarik ribuan pasang mata menyaksikan kegiatan tersebut. Ketua panitia, Tri Hatmadiyanta mengatakan, festival egrang merupakan rangkaian dari peringatan gerebeg Suran. Dalam kegiatan tersebut juga diarak gunungan hasil bumi dan dilanjutkan pagelaran wayang kulit pada malam harinya. “Festival Egrang ini digelar karena kami ingin menggugah budaya lama yang hampir hilang. Saat ini …

DUA PEMUDA BANYUMAS MENJADI PELOPOR NASIONAL

Quote Humas Kabupaten Banyumas :BANYUMAS : Dua pemuda pelopor asal Kabupaten Banyumas, terpilih menjadi pemuda pelopor tingkat nasional. Mereka adalah Lukman Hakim dari Desa Karangkemiri Kecamatan Pekuncen menjadi yang terbaik 1 kepeloporan di bidang pendidikan sedangkan Aziz Masruri dari Desa Kalisari Kecamatan Cilongok menjadi terbaik 2 kepeloporan di bidang pangan.
Kepala Dinas Pemuda Olah Raga Kebudayaan dan Periwisata (Dinporabudpar) Muntorichin mengatakan Lukman Hakim dan Aziz Marsruri mewakili Jawa Tengah pada pemilihan pemuda pelopor tingkat nasional. “Jawa Tengah mengirimkan tiga peserta, dua dari Banyumas dan satu lagi dari Sragen, tetapi yang memperoleh penghargaan hanya 2 semua dari Banyumas,” katanya, Selasa (25/10/2016).
Muntorichin menambahkan Lukman Hakim mengangkat judul “Padepokan Indonesia Sehat” sedangkan Aziz Masruri yang juga Kepala Desa Kalisari, itu mengajukan judul proposal “Tahu Merubah Wajah Desa Kalisari”, tambahnya.
Sedangkan Kepala Bidang Kepemudaan Dinas …

Asuransi UTP Ditarget 15 Ribu Hektare

Quote suaramerdeka.com :  PTAsuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Jasindo Cabang Purwokerto sampai akhir tahun ini menargetkan asuransi usaha tani padi (UTP) untuk tanaman seluas 15.000 hektare (ha) dan asuransi ternak untuk 1.000 ekor sapi. Kepala Cabang Jasindo Purwokerto, Adang Nuryadi mengatakan, sampai saat ini asuransi UTPdi wilayah kerjanya mencapai 6.000 ha dan asuransi ternak sapi sekitar 470 ekor, meliputi ternak sapi di Kabupaten Kebumen 300 ekor, Cilacap 150 ekor di Banyumas 24 ekor. ”Respons masyarakat terhadap asuransi sudah bagus. Ketika kami mengedukasi asuransi usaha tani dan ternak, mereka langsung mendaftar,” katanya saat ditemui usai sosialisasi asuransi di Desa Limpakuwus, Sumbang, Selasa (25/10). Dia mengatakan asuransi UTP dan ternak sapi serta asuransi nelayan merupakan program asuransi bersubsidi dari pemerintah. Premi asuransi UTP sebenarnya Rp 180.000 ha per musim tanam. Namun, petani mendapat subsidi 80 persen, sehingga mereka hanya membayar Rp 36.000 per…

Karya Guru SD Banyumas Masuk Enam Terbaik Sayembara Penulisan Cerita Anak

Quote suaramerdeka.com : Guru SD 1 Purwodadi, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, Heri Suritno, meraih penghargaan dari Kemendikbud berkat karya tulisnya tentang cerita anak berbasis kearifan lokal dengan judul “Memanggil Bidadari”. Bersama dengan lima penulis lainnya, ia akan menerima penghargaan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud, Jumat (28/10), di Hotel Mercure Cikini Jakarta, bertepatan dengan puncak Bulan Bahasa dan Sastra 2016. Heri Suritno mengatakan, keputusan tersebut berdasarkan berita acara No 2749/G3.3/BS/2016 tanggal 14 Oktober lalu. Keseluruhan ada enam guru yang karya tulisnya dinobatkan sebagai yang terbaik dan mendapatkan penghargaan. Sedangkan tim jurinya dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Keenam guru itu antara lain Aldino Adry Baskoro (Sekolah Alam Minangkabau, Padang Sumatera Barat) dengan judul “Alam Terkembang Jadi Guru”, Sabir (SD Plus Al Ashri Telkomsel, Makassar Sulses) berjudul “Lemari Ajaib”, Fransina Dewi (SD Jatiasih V …

Kongres Basa Panginyongan Hasilkan Tujuh Rekomendasi

Quote suaramerdeka.com : Kongres Basa Penginyongan I di Hotel Moro Seneng Baturraden, Banyumas, menghasilkan tujuh rekomendasi. Ketetapan yang disusun tim perumus itu diharapkan menjadi langkah maju pengembangan dan pelestarian bahasa yang dipakai oleh lima kabupaten di Jawa Tengah. Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Rustin Harwanti, mengemukakan, ketujuh rekomendasi itu antara lain basa panginyongan menjadi sebutan bahasa yang ditandai kata inyong disertai upaya penguatan sosialisasi identitas di berbagai ruang publik. Selain itu, peserta kongres juga memandang perlu ada langkah pelestarian, pengembangan, dan pemberdayaan basa panginyongan secara akademik, terlembagakan, dan terarah. ”Di sisi lain, dibutuhkan panduan penggunaan bahasa panginyongan berupa kamus dan unggah-ungguh, operasional, pelestarian pengembangan dan pemberdayaan yang dilakukan oleh tim kecil. Setiap kabupaten juga disarankan membentuk UPT teknis keb…