Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

Film Satria Perkenalkan Budaya dan Pariwisata Banyumas

Rumah produksi Ralia Pictures dan Gula Kelapa Pictures akan menghadirkan film nasionalisme bernuansa budaya Banyumas berjudul Satria. Film yang dijadwalkan tayang pada Februari 2018 tersebut turut melibatkan Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Pramuka Kwarcab Banyumas.
"Banyumas memiliki kekuatan budaya dan kuliner yang tidak dimiliki daerah lain. Belum lagi banyak tokoh nasional lahir dari Banyumas, seperti Jenderal Gatot Soebroto dan Profesor Soemitro Djojohadikoesoemo," ujar Syamsul Masdjo Arifin, produser Ralia Pictures.
Sutradara Jito Banyu mengatakan, film akan mengeksplorasi seluruh aspek Kabupaten Banyumas, mulai dari pariwisata, budaya, dan kuliner. Ia menjelaskan, film berkisah tentang putra daerah asal Banyumas bernama Satria.
Kedua orang tua Satria telah meninggal dunia sehingga ia diasuh sang nenek, veteran perang zaman kemerdekaan yang sangat menyayanginya. Di tengah keterbatasan dan kesederhanaan, Satria gigih berjuang hingga berhasil mencapai kesuksesan.
Jito …

Melanggar di Jalan, Ditilang di Rumah – Tilang E-CCTV Purwokerto

Pekan Ini Satlantas Koordinasi Dengan Dinhub PURWOKERTO-Satuan Lalu Lintas Polres Banyumas bersiap menyambut penilangan dengan menggunakan rekaman E-CCTV. Bahkan, dengan adanya penilangan E-CCTV, nantinya penempatan petugas di persimpangan tidak diperlukan. Sebab, semua pelanggaran dapat terekam dengan baik oleh kamera CCTV. “Saya rasa dengan adanya E-CCTV tidak harus ada petugas, semua sudah terekam CCTV ketika ada kendaraan yang melanggar, baik nopol kendaraan maupun wajah pengendara,” jelas Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun SIK melalui Kasat Lantas AKP AR Dwi Nugroho. Berbekal rekaman itu, petugas akan mendatangi pemilik kendaraan sesuai alamat di STNK. 
Jika pengendara sesuai dengan foto di E-CCTV akan ditindak langsung. “Jika tidak sesuai dengan rekaman E-CCTV, akan dikembangkan lagi siapa yang mengendarai kendaraan tersebut. Kami arahnya seperti itu,” tambah AKP AR Dwi Nugroho. Namun demikian, Satlantas baru akan berkordinasi lagi dengan Dinhub pada pekan ini. Ha…

Revitalisasi Alun Alun Banyumas

Dengan adanya revitalisasi alun alun kota lama Bnayumas, secara perlahan mulai berdampak kepada perekonomian masyarakat di sekitarnya. Dan mula mempertegas rencana Pemkab Banyumas yang menetapkan Kota lama Banyumas sebagai kota Pusaka atau Heritage city sebagai salah satu pengembangan konsep bidang pariwisata. 
Tentu hal ini merupakan permulaan sebagai bagian dari penataan kawasan kota lama secara keseluruhan . Meskipun belum semuanya tercover setidaknya sudah membuka jalan dan sebagai rintisan menuju pusat wisata baru di  kabupaten banyumas. 
Tentang Pembangunan Alun alun Banyumas saat ini mulai dirasakan masyarakat sebagai bagian dari pertumbuhan kota yang awalnya terkesan semrawut sekarang sudah terlihat tertib, rapi dan indah yang membuka peluang usaha masyarakat sekitarnya dibidang kuliner, kesenian,batik, permainan anak dan hiburan lain. 
Pada tahun 2015 saya mendapat info awal rencana pembangunna  alun-alun Banyumas ini. 

Revitalisasi alun alun Banyumas dikerjakan selama 3 tah…

Sertifikasi Gula Semut Jadi Kendala

Belum adanya sertifikat gula serbuk atau gula semut, membuat beberapa petani kesulitan dalam memasarkan produknya. Seperti yang disampaikan salah satu petani gula kelapa dari Desa Batuanten, Kecamatan Cilongok, Kholil yang mengeluhkan banyak pembeli yang tidak jadi membeli karena belum ada sertifikat organik. “Para petani sudah mencoba melakukan disversifikasi produk, dan memenuhi standar. Tapi masih ada beberapa hal yang perlu dipenuhi untuk mendapat sertifikat organik,” ujarnya. 
Adanya kendala itu, para petani pun kembali meproduksi gula cetak. Kholil mengatakan, jika dibandingkan dengan gula semut, harga gula cetak masih di bawah gula semut. Saat ini, harga gula semut di tingkat petani berkisar Rp 11 ribu hingga Rp 13 ribu per kilogram. Sedangkan harga gula cetak tradisional per kilogram hanya Rp 8.500. 
Petani gula lainnya dari Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Sodikin menuturkan, ada oknum yang menurunkan pasaran gula semut. Oknum tersebut mencampur gula rafinasi, yang tentu saja…

Desa Bingung Tentukan Jenis BUMDes

TAMBAK-Desa-desa di Kecamatan Tambak sudah mulai merintis pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Keberadaan BUMDes digadang-gadang sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat desa. Baru-baru ini, Desa Buniayu mendirikan BUMDes berupa pasar desa, toserba dan toko material. Akan tetapi, belum semua desa di Kecamatan Tambak merealisasikan pembuatan BUMDes pada 2017 ini. 
Kebingungan dalam menentukan jenis BUMDes adalah salah satu masalahnya. Desa masih mencari unit usaha yang tepat, sehingga ketika mendirikan BUMDes dapat berjalan dan berkelanjutan. Kepala Desa Prembun Masudi mengatakan bahwa pemerintah pusat menuntut desa supaya mempunyai BUMDes. Sedangkan untuk sementara waktu, desa masih kesulitan dalam membangun BUMDes. 
“Desa Prembun mempunyai embung. Sebenarnya dapat dikembangkan untuk mengangkat potensi pariwisata desa yang dapat dikelola sebagai BUMDes. Tapi, mendirikan wahana wisata dan sarana pendukung lainnya bukan hal mudah. Banyak modal yang dibutuhkan,” papar Masudi. Oleh …

RSUD Banyumas Ubah Loket Pendaftaran

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas melakukan pembaruan pada sistem pendaftaran, yakni dengan memperbanyak loket pendaftaran pada pasien rawat jalan pengguna jaminan kesehatan. Menurut Direktur RSUD Banyumas, AR Siswanto Budiwiyoto mengatakan, sebagai solusi menumpuknya antrian pasien. Dalam sehari, pasien rawat jalan dapat mencapai kurang lebih 800 orang. 
Dengan adanya pembaruan sistem, waktu tunggu dapat dipersingkat. Mengingat, pasien rawat jalan adalah orang yang dalam kondisi berobat atau mengalami masalah kesehatan. 
DIPERBANYAK : RSUD Banyumas memperbanyak loket pendaftaran pada pasien rawat jalan pengguna jaminan kesehatan. (FIHRI RAHMAWATI/RADARMAS) 
“Di loket pendaftaran, pasien rawat jalan sebelumnya mengantri dua kali. Dengan smart service, pasien rawat jalan menyerahkan berkas pendaftaran lalu menunggu sebentar langsung mendapatkan jaminan,” jelas Siswanto. Tri Pambudi, pasien rawat jalan poli jantung RSUD Banyumas asal Kabupaten Purbalingga mengatakan, pembaruan sistem…

Tiga Regulasi Tata Ruang Ditunggu DPRD Banyumas

Pemkab Banyumas diminta segera menyelesaikan seluruh regulasi yang berkaitan dengan penataan ruang di Kabupaten Banyumas. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi pertumbuhan pembangunan di Banyumas, khususnya di wilayah Purwokerto, yang semakin meningkat setiap tahunnya. Ketua Komisi B DPRD Banyumas, Bambang Pudjianto menjelaskan ada tiga regulasi penataan ruang yang sejauh ini masih belum ditetapkan oleh pemerintah daerah. Menurutnya, selesai atau tidaknya regulasi tata ruang tersebut sangat bergantung dari keseriusan eksekutif dalam menyiapkan regulasi tersebut. 
PADAT : Kepadatan lalu lintas jalan Jenderal Sudirman Barat Purwokerto. Pemkab harus segera menentukan regulasi RDTRK Perkotaan Purwokerto, sebagai acuan pembangunan. (DIMAS PRABOWO/RADAR BANYUMAS) 
Pertama, regulasi berkaitan dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Purwokerto, yang sudah pernah dibahas di tingkat pansus, sampai saat ini belum jelas arahnya akan seperti apa. “Yang mengetahui permasalahan kena…

Energi Terbarukan Apa Yang Dibutuhkan Banyumas ?

Sebenarnya saya mendukung sekali tentang dimanfaatkannya energi terbarukan sebagai pengganti energi fosil atau nama lainnya BBM alias minyak. Alam memiliki sumber daya yang luar biasa besar yang saat ini baru sedikit dikelola dan dimanfaatkan manusia. Beberapa yang sedang dirintis misalnya energi ombak, panas bumi, angin , matahari, nuklir dan bio energi. Namun dari sekian banyak potensi alam, alangkah baiknya mempertimbangkan berbagai dampak baik maupun buruk dalam ekslorasi dan eksploitasi karena tujuan pembangunan untuk kemakmuran rakyat maka intinya jangan sampai pembangunan itu malah berdampak negatif atau membuat susah masyarakat. Itu point yang paling penting. Kita bisa membuat daftara Sumber Daya alam mana saja yang cukup berbahaya bagi lingkungan sekitarnya misalnya nuklir. Lalu yang dampaknya potensial yang saat ini baru saja dirasakan di akibat pembabatan hutan di gunung Slamet untuk proyek PLTPB ( pembangkit listrik tenaga panas bumi Baturaden). Ini merupakan dilematis ka…

Jembatan Baru Pegalongan/ Gunung Tugel - Papringan/Kebasen Digagas

Mulai 2018 Untuk Urai Kemacetan Patikraja
PURWOKERTO – Upaya Pemkab Banyumas mengurai kemacetan yang terjadi di Kecamatan Patikraja tidak main-main. Setelah membuat duplikat jembatan merah dan berencana membuat jalan lingkar Patikraja yang akan menghubungkan ke Desa Notog, kini Pemkab juga berencana membuat akses jalan baru dengan membangun jembatan yang menghubungkan ke Desa Papringan, Kebasen.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas Irawadi mengatakan, rencana pembangunan akses jalan baru dan jembatan yang menyerupai duplikat jembatan merah ini, guna menunjang upaya pemerintah dalam mengurai kemacetan di Patikraja.
BAKAL ADA JEMBATAN : warga melintas di jalan Desa Pegalongan yang sebelumnya akan jadi akses jalan baru Pegalongan-Papringan, Banyumas kemarin, (12/10). (DIMAS PRABOWO/RADAR BANYUMAS)
“Tentu di Kebasen juga akan diperbaiki jalannya. Tahun 2018 akan kita perbaiki jalan tersebut. Bupati juga punya rencana membuat Jembatan diatas Sungai Serayu di Pegalongan, dari Gu…

Pembangunan Jalan Tembus Jensud Gerilya Mulai Dikerjakan

Jalan Tembus Gerilya-Jensud Dikerjakan



Habiskan Anggaran Total Rp 60 Miliar
Pembangunan jalan tembus dari Jalan Jenderal Soedirman menuju Jalan Gerilya tahap pertama mulai digarap. Pekerjaan pembangunan jalan sepanjang 800 meter dengan lebar 26 meter ini dimulai dari sisi Selatan atau dari Jalan Gerilya. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas, Irawadi mengatakan, pembangunan tahap pertama ini dikerjakan oleh CV Satria Buana Pamula Sakti dengan nilai kontrak Rp 3.909.060.000 yang dianggarkan dari APBD tahun 2017. 
Sebuah alat berat merobohkan tembok bekas gudang di jalan Gerilya, Purwokerto kemarin (12/10) Pembongkaran ditujukan sebagai tahap awal pembangunan jalan Jensud-Gerilya. 
 “Waktu pelaksanaan selama 70 hari kalender atau sampai dengan 10 Desember 2017,” kata Irawadi saat pelaksanaan ground breaking yang dibuka oleh Bupati Banyumas, Kamis (12/10). Pembangunan jalan tembus Gerilya-Soedirman dilaksanakan dua tahap. Tahap kedua, kata dia, dilanjutkan tahun depan. Adapun …

Geliat Pembangunan Di Purwokerto Barat

Berbicara tentang pembangunan di kawasan perkotaan Purwokerto ,selama ini kawasan Purwkerto barat dan sekitarnya dapat dikatakan tertinggal dari segi pertumbuhan ekonomi serta pembangunan infrastruktur. Namun dengan tumbuhnya unit usaha atau ekonomi milik swasta turut serta mengangkat potensi kawasan barat yang awalnya tertinggal menjadi kawasan yang ikut berkembang menyusul kawasan lain di Purwokerto yang lebih dulu berkembang.  Sebagai contoh yang paling nyata adalah pembangunan Rumah Sakit Hermina Purwokerto serta kantor Griya Satria yang merupakan developer lokal. Pembangunan ini merupakan sebuah titik menuju terbukanya kawasan ini sebagai kawasan yang menarik bagi investasi yang pada gilirannya akan merangsang pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Belum lagi dengan masuknya UNU , pembangunan Underpass Jensud serta Jalan Lingkar Patikraja , dipastikan akan ikut serta mendongkrak potensi kawasan Purwokerto barat karena dukungan infrastruktur daerah di sekelilingnya akan mempermudah…

Rebiosasi Hulu Kali Tajum di Curug Sentong Gumelar

Berlokasi di  Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas , salah satu sumber kali Tajum berupa curug sentong . Kegiatan penghijauan di laksanakan oleh Pemdes, Koramil, Polsek, Perhutani , LMDH dan Fopdes pada hari minggu 1 Oktober 2017 di wanawisata Curug sentong.  credit to Ritno R 


Berawal dari keprihatinan atas bencana kekeringan saat musim kemarau dan minimnya debit air kali Tajum, pemuda desa setempat bergotongroyong mencoba melakukan aksi peduli dengan reboisasi di hulu kali tajum ini dengan menanam bibit beringin.  Tujuannya agar air kali Tajum tetap terjaga kelestariannya serta tidak mengalami kekeringan parah saat kemarau ataupun terhindar dari bencana longsor saat musim hujan. 

Lebar dan Ramainya Jalan Suprapto

Tulisan ini masih  dalam rangka memperingati  Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober . Hari yang penting dalam sejarah Indonesia dan peristiwa kelam G-30-S-PKI karena hari kesaktian Pancasila didedikasikan pada Saktinya Pancasila sebagai dasar dan Falsafah negara tetap kokoh dari rongrongan perebutan kekuaksaan serta penggantian ideologi negara . Pancasila bisa bertahan namun tak lepas dari pengorbanan terutama para pahlawan Revolusi .
Penahkah Anda mendengar nama Jalan Suprapto ? Nama  Jalan Suprapto sudah  menjadi nama jalan yang umum di jumpai banyak kota atau mungkin di semua kota ada nama jalan ini.   Dan umumnya Jalan suprapto merupakan jalan protokol atau jalan utama di pusat perekonomian . Tapi banyak yang belum tahu tentang arti namanya. 
Diterangkan di wikipedia nama Suprapto merupakan salah satu tokoh pahlawan Revolusi yang berasal dari Kota Purwokerto Jawa Tengah. Dedikasinya dan pengorbanannya dihargai sebagai salah satu nama jalan utama di ba…