Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2016

Warga Gunung Tugel Butuh Pelatihan Keterampilan

Quote suaramerdeka.com : Warga yang tinggal di sekitar kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gunung Tugel RT 4 RW 6 Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja yang tadinya menjadi pemulung sampah, saat ini membutuhkan bekal keterampilan untuk meningkatkan perekonomian mereka. Ini menyusul ditutupnya TPA Gunung Tugel oleh Pemkab Banyumas pada Maret lalu. Adapun sebagai penggantinya Pemkab membangun TPA Kaliori yang lokasinya agak jauh dari Gunung Tugel. Salah satu warga Kampung Gunung Tugel, Indri mengungkapkan, sebagian besar warga di kampung ini berprofesi sebagai pemulung. Bahkan sebagian dari mereka mengandalkan profesi ini untuk mencukupi kebutuhan keluarga, sehingga ketika TPA ditutup, mereka tidak bisa beraktivitas lagi. ”Banyak warga sini yang tadinya bekerja sebagai pemulung, kini menganggur. Lihat saja sekarang banyak ibu-ibu yang tadinya setiap hari pergi ke TPA untuk memungut sampah yang bisa dijual, tetapi setelah TPA ditutup, mereka lebih banyak berada di rumah,” terangnya. Ke…

Desa Dermaji Perkuat Basis Data Spasial Rencanakan Pembangunan

Quote suaramerdeka.com : TANPA basis data geospasial yang baik, mustahil sebuah desa dapat merencanakan pembangunan wilayah dan manusianya secara riil. Terkait hal itulah, Pemerintah Desa Dermaji, Kecamatan Lumbir, Banyumas menjadi salah satu desa yang kini memelopori pemetaan wilayah desa secara mandiri dengan kolaborasi masyarakat dan jejaring pemerintah desa. Melalui peta geospasial yang akurat, Dermaji kini bertahap mewujudkan semangat dan langkah membangun Indonesia dari pinggiran dalam kerangka kesatuan. Melalui pemetaan desa, berbagai potensi desa bertopografi perbukitan yang memiliki luas geografis 1.302 hektar digali dan dipetakan. Melalui basis data spasial yang kini terus diupayakan, Dermaji terus melaksanakan perencanaan pembangunan infrastruktur hingga manusia untuk masa depan desa yang lebih baik. “Proses pemetaan ini telah dimulai sejak 2015 lalu dengan kolaborasi kerja sama pemerintah desa dengan lembaga Bukapeta. Kami ingin ke depan berbagai potensi yang ada di Dermaj…

Warga Diminta Jaga Hulu Sungai Antisipasi Banjir Bandang

Quote suaramerdeka.com : Warga di wilayah Desa Cidora dan Desa Besuki, Kecamatan Lumbir yang rawan terdampak bencana banjir bandang diminta turut menjaga kawasan hulu sungai di sekitarnya. Pasalnya, banjir bandang yang terjadi pekan ini tak lepas dari dampak alih fungsi lahan hutan. Perangkat Desa Cidora, Miskam menyatakan, banyak hutan rakyat yang berada di kawasan hulu sungai banyak berubah menjadi lahan dan areal persawahan. Selain itu kawasan Perhutani di wilayah Desa Cidora terbilang merupakan kawasan hutan pinus yang berumur muda daya tangkap airnya rendah. Akibatnya dengan kondisi sungai yang dangkal, ketika hujan deras terjadi maka banjir bandang berpotensi terjadi. “Karena itu, kami dorong agar warga semakin waspada dan memperhatikan kondisi lingkungan. Kami juga mendorong warga juga menanam tanaman kayu di lahan kritis,” jelasnya, kemarin. Hingga kemarin, dari data yang diperoleh Kecamatan Lumbir, jumlah rumah warga Desa Cidora yang terendam banjir bandang Sungai Begadung t…

KUB Batik Papringan Ikuti Pameran Produk

Quote suaramerdeka.com : Kelompok Usaha Bersama (KUB) Batik Pringmas, Banyumas, kembali akan mengikuti pameran produk tingkat nasional. Pameran ini menjadi agenda penting sebagai sarana mempromosikan produk ke masyarakat luas. Sekretaris KUB Batik Pringmas, Sri Subarkah mengatakan, pameran difasilitasi perusahaan swasta skala nasional. Pameran produk akan digelar pada 4 hingga 9 Oktober 2016 di Jakarta. ”Kami sekarang ini sedang rutin mengikuti pameran untuk mengenalkan kerajinan batik kepada masyarakat Indonesia,” katanya kemarin. Ia menambahkan, jenis produk yang telah disiapkan untuk diikutkan pada pameran, antara lain batik tulis warna alam, batik tulis sintentis, batik kombinasi dan batik cap. ”Kami harap batik Banyumas semakin dikenal luas, sehingga akan berdampak pada omzet penjualan,” ujar dia. Wakil Ketua KUB Batik Prapringan, Iin Susiningsih menambahi saat sekarang ini kelompok sedang fokus pada peningkatan produksi batik tulis, karena persediaannya mulai menipis. ”Sekarang…

Dikembangkan, Varian Rasa Gula Semut

Quote suaramerdeka.com : Kepompok Tani Manggar Jaya Desa Semedo, Pekuncen, kini fokus mengembangkan produk gula kelapa serbuk atau biasa disebut gula semut dengan varian rasa dan produk turunan dari kelapa. Menurut Ketua Kelompok Tani Manggar Jaya, Ahmad Sobirin, varian rasa gula semut yang dikembangkan antara lain, gula semut rasa kayu manis, gula semut jahe, dan gula semut rasa kunyit. ”Kami terus berupaya memproduksi gula semut dengan varian rasa. Ini dilakukan untuk meningkatkan permintaan pasar domestik,” katanya kemarin. Dia menambahkan, sejauh ini permintaan pasar paling tinggi adalah pasar luar negeri, sedangkan pasar domestik permintaannya belum optimal. ”Dari total 8 ton gula semut yang dikumpulkan oleh kelompok, 95 persen dipasarkan ke luar negeri, sedangkan 5 persen di pasar ritel domestik,” ujarnya. Ketidakoptimalan permintaan pasar domestik, karena masyarakat Indonesia masih banyak mengonsumsi gula tebu/gula pasir daripada gula kelapa organik. Padahal, gula semut memili…

Kongres Bahasa Penginyongan I Bakal Dihadiri 100 Tokoh

Quote suaramerdeka.com : Kongres Bahasa Panginyongan I bakal dihadiri sedikitnya 100 tokoh budayawan, seniman dan pemerhati bahasa. Pertemuan itu, dipusatkan di Kampung Agro Karang Penginyongan, 25-27 Oktober mendatang. Seniman Padhepokan Cowongsewu, Titut Edi Purwanto mengatakan, daya tampung Kampung Agro Karang Penginyongan sementara ini hanya berjumlah 100 orang. Meski demikian, dia mengaku tidak ingin membatasi jumlah peserta yang hadir. “Antusiasme tokoh dan masyarakat dari berbagai daerah terhadap kongres ini membludak. Tapi kami sebagai panitia memohon maaf karena daya tampung Kampung Agro yang dikelola bersama masyarakat Desa Karangtengah ini masih terbatas,” kata konsultan seni budaya Kampung Agro Karang Penginyongan ini, dalam rapat koordinasi Kongres Bahasa Panginyongan di Rumah Makan Umaeh Inyong, kemarin. Dia mengatakan, kongres ini bakal diikuti pemerhati bahasa dan budaya, seniman serta pelaku seni dari wilayah Banyumas, Purbalingga, Cilacap, Banjarnegara, Tegal, Brebe…

LSM pesanan pembuat gaduh ?

Sekedar buka arsip lama, ada yang tahu LSM seperti ini apa manfaatnya bagi  masyarakat? ada yang merasakan dampak positif kehadiran mereka? Intinya mereka cari makan, itu logikanya. Tapi ya sadar sedikitlah, jangan menghambat kemajuan dengan pola pikir arus pendek. 

Aston Lolos Tanpa Amdal , Bupati : Dulu Cukup UKL-UPL 

Quote Radar Banyumas SELASA, 11 AGUSTUS 2015  : PURWOKERTO – Gerakan Nasional Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (GNPK) Kabupaten Banyumas mengirim surat ke Bupati Banyumas Ir Achmad Husein, Senin (10/8). Dalam surat tersebut, mereka mempertanyakan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Hotel Aston Imperium Purwokerto, yang dianggap tidak ada saat hotel tersebut dibangun hingga beroperasi sampai sekarang. Berdasarkan hasil penelusurannya, Koordinator GNPK Subroto dalam suratnya mengatakan, pembangunan hotel tersebut dinilai tidak memiliki Amdal, namun hanya mendasarkan pada dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup-Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UP…

Pasokan Gula Kelapa Semut Berkurang, Pemasar Kelimpungan

Quote suaramerdeka.com:  Pemasar online produk gula kelapa semut di Banyumas kelimpungan, karena pasokan dari petani turun. Menurut pemasar online di Purwokerto, Arbi Anugrah, sebagian petani sekarang tidak memproduksi gula semut, tapi mereka lebih memilih menjual nira kelapa ke pengepul. ”Petani memilih yang praktis dengan menjual nira daripada harus membuang waktu melalui proses produksi,” katanya, kemarin. Akibatnya, sambung dia, para pemasok kesulitan mendapat pasokan gula kelapa semut, terutama gula semut rasa jahe dan kayu manis. ”Stoknya sekarang turun, padahal permintaan gula kelapa semut banyak, malah untuk yang rasa jahe dan kayu manis sekarang sedang kosong,” tuturnya. Diakuinya, permintaan pasar online tinggi. Belum lagi, kontrak kerja dengan toko modern juga banyak. Setiap hari harus memasok sekitar seratusan kilogram yang sudah dalam bentuk kemasan. ”Saya khawatir, kalau tidak mendapat pasokan akan terkena denda. Sebab, dalam perjanjian, bila tidak dapat memenuhi permin…

Nasib Cagar Budaya Bergantung Pimpinan Daerah

Quote suaramerdeka.com  : Nasib sedikitnya 300 cagar budaya yang tersebar di wilayah Banyumas sangat bergantung pada peran pimpinan daerah. Bupati sebagai pengampu kebijakan memiliki peran penting dalam pelestarian peninggalan sejarah. Pegiat Banjoemas History Heritage Community, Jatmiko Wicaksono, mengemukakan, sejak tahun 1999 hingga sekarang, hanya satu benda cagar budaya (BCB) di Banyumas yang memiliki kekuatan legal formal berdasarkan surat keputusan menteri, yakni Masjid Nursulaiman. Padahal, masih banyak situs, arsitektur, bangunan, dan benda sejarah lain yang terancam. ”Dalam daftar inventarisasi BCB yang dilakukan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, tercatat sekitar 300-an peninggalan bersejarah yang tersebar di Banyumas,” katanya, pada diskusi cagar budaya bersama Tim Ahli Cagar Budaya Banyumas, guru Sejarah, dan pegiat dan tokoh budaya, di RM Pringgading, akhir pekan lalu. Bukti Kelemahan Dia mengatakan, cerobong Pabrik Gula K…

DED Pasar Pon Ditarget Rampung Tahun Ini

Quote suaramerdeka.com: Pasar Pon direncanakan akan direnovasi, dan detailed engineering design (DED) atau rancangan detail teknisnya diharapkan rampung tahun ini. Menurut Kepala Bidang Pasar dan PKL Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Dinperindagkop) Banyumas, Amrin Makruf, untuk saat ini rencana renovasi pasar Pon memang baru sebatas menyusun DED. “DED sedang dibuat saat ini, tahun ini mungkin baru DED saja,” jelasnya. Ia mengatakan setelah DED selesai, pihaknya akan mengupayakan anggaran pembangunannya. Karena itu, lanjutnya pembangunan fisik dari renovasi Pasar Pon kemungkinan paling cepat pada 2018. Dikatakan, dalam renovasi tersebut salah satu hal yang diperhatikan yakni terkait penyediaan lokasi untuk pedagang burung. Sebab, kata dia Pasar Pon berdasar sejarahnya merupakan sebuah pasar burung di Purwokerto. Saat ini pedagang burung di Purwokerto masih dipusatkan di Pasar Burung Peksi Bacingah yang sedang direnovasi, namun demikian pasar tersebut diwacanakan dijadik…

Akreditasi 29 Puskesmas Butuh Anggaran Rp 3,2 M

Quote suaramerdeka.com : Kebutuhan anggaran untuk mendukung kegiatan akreditasi 29 Puskesmas di Banyumas tahun ini mencapai Rp 3,2 miliiar. Sedangkan sisanya 10 Puskesmas lagi diajukan 2017 dengan usulan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar. Kabid Pengembangan, Pembinaan dan Pengendalian Sumber Daya Kesehatan Dinkes Banyumas, Agus Nugroho, mengatakan, dukungan anggaran yang cukup besar tersebut digunakan untuk biaya honor konsultann, narasumber, biaya surveyor, penyiapan dokumen dan kelengkapan lainnya. ”Ini didanai dari APBN untuk DAK Farmasi Puskesmas sebesar 90 persen dan pendampingan APBD 10 persen.. Kalau untuk tahun angka pasti berapa yang kita terima dari pusat baru bisa diketahui November mendatang,’’ katanya, di sela-sela mendampingi tim penilai akreditasi nasional, di kantor Dinas Kesehatan, Senin (26/9) malam.. Daari 29 Puskesmas yang diakreditasi tahun ini, delapan Puskesmas telah dilakukan penilaian tahap pertama tanggal 19-23 September lalu dan tinggal menunggu hasil penilaia…

Banyumas Akan Terapkan Kota Cerdas

Quote suaramerdeka.com : Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto menginisiasi konsep smart city atau kota cerdas di Kabupaten Banyumas. Tahap awal menuju perwujudan smart city dengan mengimplementasikan smart economy yang merupakan salah satu elemen penting dalam pengembangan smart city. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Ramdan Denny Prakoso mengungkapkan, smart economy merupakan salah satu pendekatan dalam memberikan solusi terhadap permasalahan ekonomi di daerah yang salah satu caranya adalah memaksimalkan fungsi teknologi. Untuk mewujudkan konsep tersebut, pada Oktober-Desember 2016 akan dijadikan momentum untuk menuju smart economy-smart city dengan me-launching beberapa program elektronifikasi di Banyumas. Beberapa pihak yang terlibat dalam inisiasi ini antara lain, BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto, BPMPD Banyumas, Pemkab Banyumas dan perbankan Banyumas. ”Kami akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menerapkan transaksi nontunai di tempat-tempa…

Penggunaan Bahan Tambahan Gula Terus Diminimalkan

Quote suaramerdeka.com: Untuk mendukung produksi makanan sehat khususnya gula kelapa, sejumah pemerintah desa penghasil gula kelapa terus mendorong para penderes untuk tidak lagi menggunakan bahan tambahan pangan (BTP) kimia pengeras atau pengawet gula. Diharapkan, kembalinya produksi gula ke proses organik, maka produk gula akan semakin diminati pasar. Kepala Desa Semedo, Kecamatan Pekuncen, Herlina Wijayanti terus mendorong peran kelompok petani gula untuk menjadi pelopor terbebasnya penderes dari BTP berupa natrium bisulfit yang selama ini banyak dipakai penderes. Melalui larutan pengeras dari bahan organik yang ada di lingkungan, diharapkan produk makanan gula yang dihasilkan petani akan semakin sehat. Apalagi seperti diketahui saat ini pasar produk pangan organik makin berkembang. “Kami terus mendorong peran kelompok petani gula khususnya Manggar Jaya dalam mendorong produksi gula sehat organik. Kami berharap ini dapat mendorong petani lainnya untuk mengikuti sehingga ke depan p…

Wisata Budaya dan Alam di Cilongok dan Pekuncen

Kalo terjadi pemekaran, Banyumas siap bersaing dengan kota Purwokerto, kita lihat potensi yang terus digarap dalam 3-5 tahun ke depan

Warga Siap Sambut Investasi Wisata

Quote suaramerdeka.com : Pemerintah Desa Karangtengah Kecamatan Cilongok dan Desa Tumiyang Kecamatan Pekuncen siap menyambut berkembangnya investasi pariwisata berbasis alam, edukasi, dan budaya yang menguntungkan masyarakat setempat.
Selain itu, pemerintah desa juga berharap agar keberadaan wisata tidak merugikan lingkungan dua desa setempat. Seperti diketahui saat ini di lokasi dua desa setempat, sedang dibangun tempat wisata budaya dan alam Karang Penginyongan.
Obyek wisata yang belum dibuka secara resmi tersebut, kini masih terus dibangun dan mulai melibatkan masyarakat setempat sebagai pekerja di lokasi tersebut. Kepala Desa Tumiyang, Kecamatan Pekuncen, Sugeng juga mengapresiasi adanya rintisan pengembangan wisata alam dan budaya di wilayah dua desa setempat.
Ia berharap agar keberadaan wisata alam berbasis budaya ini…

Kearifan Lokal Basis Mitigasi Bencana

Quote suaramerdeka.com: UPAYA mencari selamat bagi orang Jawa khususnya di Banyumas yang terepresentasi dalam berbagai kearifan lokal dapat dijadikan menjadi basis mitigasi bencana. Di tengah ancaman bencana alam yang saat ini mengancam warga, filosofi mencari keselamatan yang sudah masuk dalam pikiran hingga laku keseharian patut digali dan diangkat kembali. Demikian disampaikan budayawan sekaligus sastrawan Ahmad Tohari. Di masa lampau orang akan sangat tanggap dengan pertanda alam di sekitar mereka. Gejala alam adalah ‘sasmita’ yang saling terkait dengan kejadian alam lainya termasuk bencana alam. Terkait hal itulah, mereka akan berusaha melaksanakan penyelamatan diri mereka dari bencana. “Mereka akan waspada terhadap potensi gempa bumi hingga erupsi gunung, yang biasanya ditandai dengan turunnya binatang dari gunung, semut keluar dari sarang hingga gonggongan anjing yang tidak henti yang tak jelas sebabnya,” katanya. Perilaku marga satwa yang turun dari gunung terutama dari gajah …

Siswa Gunakan Tembok sebagai Media Lukis

Quote suaramerdeka.com: Pada umumnya aktivitas melukis dilakukan pada media kertas atau kain, namun siswa SMP 1 Baturraden memiliki cara tersendiri dalam mengekspresikan kemampuan dalam melukis. Mereka menggunakan tembok sekolah untuk dijadikan sebagai media untuk melukis, Sabtu (24/9) lalu. Tembok kosong sekolah sengaja dibuat kapling untuk media lukis bagi kelompok siswa yang terlebih dulu dilakukan pembagian. Guru seni lukis, Prikhono, mengatakan tembok sekolah menjadi media alternatif untuk mengekpresikan kemampuan melukis siswa. Selain untuk pembelajaran, sekaligus memperindah lingkungan sekolah, sehingga membuat nyaman warga sekolah dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Supaya ada keseragaman dalam berkarya, lanjut dia, para siswa diminta untuk melukis dengan tema batik. Sebelum melukis di tembok, siswa diwajibkan melukis dalam kertas. Setelah mendapat persetujuan dari guru, hasil lukisan itu diwujudkan dalam lukisan tembok. ‘’Dipilihnya tema batik, sebab batik telah menjadi b…

Diversifikasi Gula Kristal Organik Digencarkan

Quotesuaramerdeka.com : Untuk mempertahankan dan meningkatkan pemasaran produk gula kelapa sehat di dalam maupun luar negeri, petani gula di Banyumas terus menggencarkan sertifikasi hingga diversifikasi produk gula mereka. Selain itu, mereka juga terus memperkuat kelembagaan kelompok koperasi untuk meningkatkan posisi tawar di pasar produk gula. Ketua Kelompok Petani Gula Manggar Jaya Desa Semedo, Kecamatan Pekuncen, Akhmad Sobirin mengatakan, selain peningkatan kuantitas dan kualitas produk gula kristal organik, pihaknya kini sedang gencar membuat diversifikasi produk gula semut organik. Melalui merek dagang Semedo Manise, kelompok Manggar Jaya membuat gula semut dengan varian rasa jahe, kayu manis, temulawak dan daun sirsak. Dengan varian berat dan kemasan produk, Manggar Jaya terus berusaha menembus pasar gula dalam maupun luar negeri. “Untuk diversifikasi produk ini dibuat untuk memenuhi pasar dalam negeri mulai ritel, perhotelan, komunitas dan sebagainya. Kami pastikan bahwa pro…