Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari 2017

Agustus, Pembangunan Dimulai Jembatan Gantung di Desa Kracak

Mulai Agustus mendatang, jembatan gantung Sungai Tajum, Grumbul Kedunglongsir, Desa Kracak, Kecamatan Ajibarang yang membentang sepanjang 50 meter dan lebar 1,5 meter akan dibangun kembali. Diharapkan melalui pembangunan tersebut, jembatan yang dimanfaatkan ratusan kepala keluarga di RT 1,2 RW6 Grumbul Kedunglongsir, RT 5 RW 9 Grumbul Majingklak dan Grumbul Parduli tu lebih layak. Hal itu disampaikan Camat Ajibarang, Eko Heru Surono usai mendampingi tim survei pembangunan jembatan dengan Kepala Desa Kracak, Senin (22/5) kemarin. Eko Heru mengatakan, dengan pembangunan jembatan gantung yang baru nanti diharapkan warga akan lebih aman saat melintas. “Diharapkan nanti bulan Agustus dapat dimulai dan berjalan lancar sampai rampung. Karena memang kondisi jembatan saat ini dalam kondisi yang membayakan,” katanya. Minim Perawatan Pejabat Kepala Desa Kracak, Admo S mengatakan, sejak dipasang 11 tahun lalu, perawatan jembatan ini terbilang minim karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman w…

Penjualan Bibit Cabai Masih Ramai

Masih tingginya harga komoditas cabai mendorong penjualan bibit cabai. Di pelosok pedesaan Banyumas semakin banyak petani menanam cabai termasuk di pekarangan. Petani asal Desa Bantar, Suwari (50) hingga kemarin, masih membuat persemaian bibit tanaman cabai untuk dijual untuk petani. Puluhan ribu bibit tanaman cabai ini disemai dan biasanya langsung dibeli oleh para pedagang dan petani setempat. “Selain petani, biasanya ada pedagang yang mengambil dengan mobil ke sini. Pada saat harga cabai masih tinggi sekarang ini, bibit cabai ini memang masih laris,” katanya. Dijelaskan Suwari, jenis bibit cabai yang disemai itu antara lain jenis cabai rawit merah, cabai hijau, dan merah besar. Selain komoditas cabai, ia juga menyemai bibit tanaman teron dan tomat. Biasanya ketika umur semaian bibit cabai ini telah mencapai 20-30 hari, maka banyak pedagang akan datang membeli. Tetap Laris “Bisa dibilang tetap laris sampai sekarang. Karena di saat harga cabai tinggi, banyak petani menanam cabai baik…

Permasalahan Arus Mudik Dipetakan

SM/Dian Aprilianingrum
RAMAI KENDARAAN : Arus lalu lintas di depan Pasar Kliwon, Karanglewas, Purwokerto tampak padat, Senin (23/5). Saat musim arus mudik dan arus balik lokasi tersebut kerap menjadi simpul kemacetan. (33)

Momentum arus mudik, dan arus balik sudah menjadi rutinitas tahunan, namun demikian, ternyata berbagai permasalahan masih menghantui momentum yang bakal berlangsung dalam beberapa pekan kedepan itu. Pemkab Banyumas telah memetakan permasalahan tersebut. Kepala Bidang Prasarana Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas Achmad Riyanto, kepada Suara Merdeka mengatakan, berdasarkan pengamatan tahun sebelumnya ada setidak-tidaknya lima permasalahan pada arus mudik. Permasalahan itu, lanjutnya antara lain adanya kemacetan atau antrean pada persimpangan dan pusat perdagangan. Kondisi itu terjadi karena banyaknya pejalan kaki yang menyeberang, maupun kendaraan yang berbelok sehingga menimbulkan tundaan arus lalu lintas. Selain itu, permasalahan lain yakni pertemuan ar…

Warga Pandak, Maksimalkan Pekarangan Dengan Menanam Sayuran

Desa Pandak Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas, mempunyai tradisi yang kuat dalam menerapkan budaya menanam. Hal ini terlihat dengan maksimalnya pemanfaatan pekarangan dengan berbagai tanaman. Didesa ini halaman rumah sebagian besar terlihat hijau, dengan tanaman sayuran dan tanaman obat khususnya di RW 3. Kepala Desa Pandak Rasito Arif mengatakan tradisi menanam sudah mulai dikenalkan kepada masyarakat di desanya sejak tiga tahun lalu, usai dirinya dilantik sebagai Kelapa Desa. “Tiga tahun lalu pekarangan terlihat kurang bermanfaat, setelah mendapat bimbingan dari Tim penggerak PKK Kabupaten dalam rangka memanfaatkan halaman rumah kami mencoba menerapkannya di masyarakat, hasilnya bisa dilihat sekarang, halaman menjadi hijau oleh tanaman sayuran dan apotik hidup,” kara Rasito Minggu (14/5) saat memantau pekarangan warga. Rasito menjelaskan tokoh masyarakat dan pemuda khususnya Ibu-Ibu PKK, saling mendukung kegiatan tersebut sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama, menanam …

Kawanan Kera Rusak Pertanian Warga

Sejak beberapa pekan terakhir, petani di Desa Kemutug Kidul diresahkan dengan munculnya kawanan kera di lahan pertanian. Puluhan kera itu memakan dan merusak lahan pertanian seluas kurang lebih enam hektar. Kepala Desa Kemutug Kidul, Kardi Daryanto, mengatakan kawanan kera itu memakan hasil pertanian warga seperti padi, pisang, ketela hingga cabai. Sebagian lahan pertanian juga rusak akibat serangan tersebut. “Kawanan kera itu biasanya datang dan menyerang lahan pertanian milik warga pada siang hari. Kadang-kadang pagi, siang maupun sore. Serangan kera itu sudah terjadi sejak beberapa minggu terakhir ini,” ungkap dia, kemarin. Dia mengatakan serangan kawanan kera itu tidak hanya terjadi kali ini saja, namun sudah terjadi berulang kali. Kondisi itu membuat para petani mengalami kerugian hingga jutaan rupiah, karena tanaman hasil pertanian banyak yang rusak. Kawanan kera itu, menurut dia, berasal dari tebing Sungai Lirip yang berada tidak jauh dari area lahan pertanian warga. Kawanan k…

Sadranan Makan Bersama di Jatilawang

SM/Susanto
ANAK-CUCU BERZIARAH : Ratusan anak putu Mbah Selagemiwang, Desa Gunungwetan melaksanakan ziarah menuju Makam Mbah Selagemiwang di Grumbul Kaliduren, Kecamatan Jatilawang, Banyumas. (19)
GELARAN slametan memperingati Bulan Sadran jelang Puasa Ramadan masih hingga kemarin masih dilaksanakan oleh masyarakat dan kelompok adat di Kecamatan Jatilawang. Tak hanya di Desa Pekuncen, prosesi ‘perlon unggahan’ juga dilaksanakan di Grumbul Kaliduren, Desa Gunungwetan. Ratusan warga mengadakan ziarah atau sowan ke makam tokoh yang menjadi kiblat kepercayaan mereka. Prosesi itu diawali sejak Minggu (21/5) sore dengan mengadakan doa bersama yang disebut dengan ‘muji’ yang berlangsung hingga petang di Balai Malang. Kegiatan unggahan itu dilaksanakan kembali dengan melakukan ‘rikat’ atau bersih-bersih tempat kubur di makam tokoh yang disebut Mbah Selagemiwang. Jelang waktu asyar tiba, perempuan ‘anak putu’ (pengikut ajaran) Selagumiwang melaksanakan ziarah dengan naik ke pemakaman dengan dimp…

Pendirian Joglo dan Museum Budaya Banakeling

Pihak pelestari adat masyarakat Banakeling kini terus mewacanakan dan mengikhtiarkan pendirian rumah joglo dan museum budaya. Hal ini diupayakan untuk menampung dan memfasilitasi minat warga luar terhadap budaya ‘’anak putu’’ (pengikut) Banakeling di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang. Dikatakan Ketua pelestari adat Banakeling, Sumitro, pihaknya terus berupaya menjalin berbagai kerja sama dan memperluas jaringan khususnya kepada pihak birokrasi dan lainnya untuk bisa mewujudkan harapan tersebut. Pasalnya seperti diketahui sampai saat ini, banyak pihak datang ke Pekuncen untuk melihat langsung kehidupan pengikut Banakeling. ”Sudah banyak yang datang ke sini untuk meneliti, memotret dan bertanya banyak hal tentang Banakeling. Mereka antara lain dari kalangan peneliti, akademisi, jurnalis, fotografer, wisatawan dan lainnya,” katanya. Wacana pendirian joglo dan museum itu terus menguat karena sampai saat ini tamu yang datang ke Pekuncen terbilang cukup banyak. Terlebih lagi saat gelaran…

Pagelaran Dramatari Kamandaka

Dalang wayang kulit yang sudah kondang Ki Mantheb Sudarsono siap meramaikan pagelaran dramatari Kamandaka yang digelar pada 15 Juli 2017. Pementasan kolaborasi sejumlah seniman dan budayawan itu digagas oleh Paguyuban Masyarakat Pariwisata Baturraden (PMPB), di Bukit Bintang Baturraden Banyumas. Ketua Panitia Sutrisno mengatakan, pekan lalu panitia memastikan kehadiran “dalang oye” ini untuk berperan dalam cerita yang dinukil dari Babad Pasir Luhur tersebut. Ki Mantheb akan bermain bersama pelawak beken Ciblek, kakak beradik Dalang Yakut dan Gandhik. “Selangkah lagi, kami juga akan memastikan kehadiran Ki Enthus Susmono untuk melengkapi kemeriahan pagelaran ini. Adanya dua dalang beken ini tentu akan mengangkat pentas yang baru pertama digelar ini,” kata dia, kemarin. Ziarah ke Situs Dia mengungkapkan, selain menyiapkan pentas, panitia juga berziarah ke sejumlah situs dan peninggalan budaya yang berkaitan dengan sejarah Kamandaka. Di antaranya Desa Tamansari, Karanggude, situs Watu Si…

Pemkab Bentuk Tim Khusus Kasus Gula Merah Palsu

Pemkab Banyumas membentuk tim khusus terkait temuan peredaran gula merah palsu di Kecamatan Cilongok yang kasusnya ditangani pihak kepolisian. Terkait masalah tersebut, Bupati Achmad Husein menyatakan, pihaknya langsung mengambil langkah taktis, di antaranya membentuk tim khusus untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Tim tersebut dibawah koordinasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Bagian Perekonomian setda bersama pihak kecamatan. “Setelah dibentuk, tim segera bekerja menyelesaikan masalah tersebut, supaya kondisi di masyarakat kembali tenang,” katanya, kemarin. Menurutnya, kasus tersebut dinilai akan merugikan para perajin gula merah asli, sehingga pembentukan tim khusus dinilai langkah tepat agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut. Husein menjelaskan, tugas dari tim tersebut, di antaranya memberantas peredaran gula merah palsu yang sudah lama beredar dan meresahkan para perajin dan penderes di wilayah tersebut. Penyelesaian masalah tersebut semakin cepat, kata bupati…

55 Desa Rawan Kekeringan Juni Musim Kemarau

Menjelang musim kemarau, Pemkab Banyumas mulai memetakan wilayah rawan kekeringan. Dari total 331 desa/kelurahan yang ada di Banyumas, sebanyak 55 desa/kelurahan di 21 kecamatan rawan kekeringan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Prasetyo Budi Widodo, mengatakan berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau di wilayah Banyumas akan dimulai Juni nanti. “Menurut prakiraan BMKG, musim kemarau mulai dasarian II pada bulan Juni nanti, antara tanggal 11 Juni sampai 22 Juni. Musim kemarau di wilayah Banyumas diperkirakan akan berlangsung selama kurang lebih enam bulan,” katanya, kemarin. Menurut dia Pemkab telah mengantisipasi bencana kekeringan di wilayah itu dengan menyiapkan persediaan air bersih. Pihaknya juga menyiapkan sejumlah armada truk untuk mengirim air bersih ke daeah rawan kekeringan. “Kami akan meminta bantuan kendaraan truk tangki air bersih ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), karen…

Kalender Wisata Tidak Akan Diubah

GELARAN slametan memperingati Bulan Sadran jelang Puasa Ramadan masih hingga kemarin masih dilaksanakan oleh masyarakat dan kelompok adat di Kecamatan Jatilawang. Tak hanya di Desa Pekuncen, prosesi ‘perlon unggahan’ juga dilaksanakan di Grumbul Kaliduren, Desa Gunungwetan. Ratusan warga mengadakan ziarah atau sowan ke makam tokoh yang menjadi kiblat kepercayaan mereka. Prosesi itu diawali sejak Minggu (21/5) sore dengan mengadakan doa bersama yang disebut dengan ‘muji’ yang berlangsung hingga petang di Balai Malang. Kegiatan unggahan itu dilaksanakan kembali dengan melakukan ‘rikat’ atau bersih-bersih tempat kubur di makam tokoh yang disebut Mbah Selagemiwang. Jelang waktu asyar tiba, perempuan ‘anak putu’ (pengikut ajaran) Selagumiwang melaksanakan ziarah dengan naik ke pemakaman dengan dimpimpin oleh Juru Kunci Dipawikarta beserta wakilnya Martaji. Setelah rampung berziarah para anak putu kembali lagi untuk mengadakan sowan dan membantu para tokoh adat setempat. “Setelah rampung ‘n…

Mukidi ke Purwokerto

Siapa yang tidak mengenal Mukidi, tokoh yang diciptakan oleh Soetantyo Meochlas yang memiliki nama panggilan Yoyok, dalam bukunya yang juga berjudul Mukidi. Untuk menyapa para penggemar Mukidi, Yoyok menggelar Meet and Greet di Gramedia Purwokerto yang berlokasi di lantai satu dan dua Rita Supermall Purwokerto, Sabtu (13/5). BAGI KIAT : Soetantyo Meochlas alias Yoyok sedang berbagi kiat menulis dalam acara meet and greet di Gramedia Purwokerto, Sabtu (13/5) lalu. (LAILY MEDIA/radarmas) Pada momen tersebut, Yoyok membagikan pengalamannya sebagai penulis dan bagaimana akhirnya membuat kumpulan cerita humor yang diberi judul Mukidi. Yoyok mengatakan, saat menulis bertema komedi maupun tema lainnya, inspirasi yang diperolehnya ada dalam kehidupan sehari-hari. “Harus jeli melihat sekitar, karena dari situlah hal-hal yang mungkin dianggap biasa, bisa menjadi sebuah cerita,”ujarnya. Saat menerbitkan buku berjudul Mukidi ini, Yoyok sebenarnya ingin menyampaikan cerita lucu tetapi melalui tok…

Semua Desa Didorong Miliki Posyantek

Desa di 27 Kecamatan, Kabupaten Banyumas didorong memiliki Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek). Hal ini dilaksanakan untuk mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna (TTG) untuk pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat. Giyono dari Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Jawa Tengah menyampaikan hal tersebut saat sosialisasi pedoman umum pendirian Posyantek di Balai Kelurahan Sokanegara, Purwokerto kemarin. Giyono menyatakan Posyantek ini penting untuk mendorong adanya keberadaan lembaga yang bisa memfasilitasi kepentingan penemu dengan pengguna TTG. “Dengan pemanfaatan TTG akan mampu mengurangi pemborosan Sumber Daya Alam, Efisiensi pemanfaatan waktu, kualitas dan kuantitas produksi yang lebih baik,” katanya. Terkait dengan TTG inilah, Giyono menyatakan Posyantek adalah bagian dari lembaga yang didirikan di tingkat kecamatan untuk menampung, menginformasikan, hingga memasarkan TTG dari masyarakat untuk kemajuan masyarakat. Di tahun 2018 na…

2018, Gedung Kesenian Difungsikan

Pembangunan lanjutan gedung kesenian yang berada di Jalan Pancurawis, Purwokerto Selatan ditargetkan rampung akhir tahun ini. Gedung itu menurut rencana akan mulai difungsikan awal tahun depan. Kasi Penataan Bangunan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Banyumas, Imam Wibowo, mengatakan tahun ini Pemkab telah mengalokasikan anggaran sebanyak 2,4 miliar untuk menyelesaikan bangunan yang mulai dibangun sejak 2014 lalu itu. ”Anggaran tersebut direncanakan untuk melengkapi fasilitas gedung teater tertutup dengan akustik atau peredam suara. Selain itu kami juga akan melakukan penataan jalan masuk, halaman serta tembok keliling,” katanya, kemarin. Pihaknya juga akan mengupayakan mengusulkan anggaran tambahan melalui APBD perubahan 2017. Anggaran itu akan digunakan untuk melengkapi fasilitas yang lain, meliputi kebutuhan pencahayaan (lighting) dan sound sistem. ”Setelah pembangunan tahap ini selesai, gedung kesenian sudah dapat difungsikan dan digunakan untuk masyarakat seni Banyumas. Untuk pemenuhan…

Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP)

ST3 Telkom Siap Beralih Status Sekolah Tinggi Teknologi Telematika (ST3) Telkom Purwokerto siap beralih status menjadi Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP) dalam waktu dekat ini. Pasalnya, kampus ini telah menambah sejumlah jurusan dan melengkapi ketersediaan tenaga pengajar. Ketua ST3 Telkom, Prof Adiwijaya SSi MSi mengatakan, saat ini ST3 Telkom telah membuka program studi S1 Teknik Telekomunikasi, Teknik Informatika, Teknik Elektro, Teknik Industri, Rekayasa Perangkat Lunak dan Desain Komunikasi Visual serta diploma tiga Teknik Telekomunikasi. Dua jurusan yaitu D3 TTdan S1 TT sudah mengantongi akreditasi B. “Tahun ini pula sejumlah prodi baru sudah membuka pendaftaran mahasiswa baru,” ujarnya, saat membuka seminar nasional dengan tema “5G: Internet of Things Data Security” di Hotel Santika, baru-baru ini. Menurut dia, alih status tersebut dapat dipenuhi apabila sejumlah persyaratan telah dipenuhi. Di antaranya tenaga pengajar, sarana perkuliahan, jumlah program studi dan ku…