Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

PKL Bakal Dibatasi Jam Operasional

31 March 2016 | radarbanyumas Tunggu SK Zonasi
BANYUMAS-Pemerintah Kecamatan AJibarang  masih menunggu Surat Keputusan terkait usulan zona Pedagang Kaki Lima (PKL) di wilayahnya. Zonai itu dilakukan terkait akan diberlakukannya jam operasional bagi PKL Kota Ajibarang. Sebab kondisi PKL di wilayah Kota Ajibarang makin semrawut, terutama yang berada di tepi jalan protokol.  Camat Ajibarang Alex Teguh Wibawa, melalui Kasi Trantibum, Surono menjelaskan, sebelumnya sudah dilakukan pertemuan dengan pedagang di pendopo kecamatan. Dari pertemuan tersebut dihasilkan usulan zona PKL kepada Pemkab Banyumas. Saat ini, pihaknya masih menunggu usulan tersebut yang akan dijadikan SK dan menjadi dasar dalam penerapan zona tersebut. Dalam usulan tersebut, ada lima zona PKL di wilayah Kota Ajibarang. Dari lima zona tersebut, juga diatur jam operasional berdagang mereka. Hal ini dilaksanakan untuk ketenteraman dan ketertiban lingkungan dan masyarakat. “Zona tersebut antara lain dari lampu lalu-lintas Sim…

Alun-Alun BANYUMAS Disalahgunakan

Akses Jalan Difabel Disalahgunakan30 March 2016 | radarBanyumas








Untuk Parkir di Alun-Alun BANYUMAS-Sejak direnovasi tahun 2015 lalu, pengunjung alun-alun Banyunas semakin banyak. Hampir setiap sore selalu ramai. Sayangnya, akses jalan yang seharusnya dilewati kursi roda justru dilewati sepeda motor. Salah seorang warga, Tomo mengatakan, ada pengunjung alun-alun yang memarkirkan motor di alun-alun. Menurut dia, perbuatan oknum warga tersebut tidak mendukung pemerintah untuk mempercantik kota. “Ingin melihat alun-alun yang bagus saja rasanya sulit. Ada warga yang kurang bertanggung jawab,” ujarnya. Camat Banyumas, Drs Ahmad Suryanto MSi mengatakan, kini sudah dipasang tulisan yang melarang sepeda motor naik ke alun-alun. Pengunjung harus parkir pada tempat yang sudah disediakan. Dia mengakui, pernah menegur segerombolan pemuda yang memarkirkan motor di alun-alun. “Mereka bilangnya tidak tahu. Saya peringatkan untuk parkir di tepi alun-alun saja. Jalan di tengah alun-alun bukan untuk lew…

Novel Ahmad Tohari

Bagi penggemar karya Ahmad Tohari khususnya berupa novel, ini salah satu reverensi. Kumpulan novel yang sebagian merupakan master piece .

 https://kalikangkung.wordpress.com/2016/03/30/ronggeng_dukuh_paruk/


 https://kalikangkung.wordpress.com/2016/03/30/lintang-kemukus-dini-hari/

 https://kalikangkung.wordpress.com/2016/03/30/jentera-bianglala/

https://kalikangkung.wordpress.com/2016/03/30/kubah/

 https://kalikangkung.wordpress.com/2016/03/30/di-kaki-bukit-cibalak/

Belum Ada Perencanaan Matang Tangani Kemacetan

[ SM] Anggota Komisi B DPRD Banyumas Bambang Pujianto menilai, penanganan masalah kepadatan dan kemacetan transportasi darat di Purwokerto untuk jangka panjang belum direncanakan secara matang.
Padahal diakui, cepat atau lambat, problem perkotaan Purwokerto ke depan yang krusial, antara lain masalah lalu lintas.
”Harusnya rancangan perencanaan penanganan masalah lalu lintas masuk dalam Raperda RDTRK Perkotaan Purwokerto, tapi saya cermati belum disiapkan secara matang bagaimana antisipasi untuk jangka panjang, misalnya 20 tahun ke depan,” ujar dia, Selasa (29/3).
Menurut politikus dari PDIP itu, saat ini tandatanda kemacetan arus lalu lintas sudah sering terjadi di sejumlah titik di wilayah perkotaan. Misalnya di depan Alun-alun Purwokerto yang sebentar lagi akan beroperasi Supermal Rita, Jalan Komisaris Bambang Soeprapto di depan Hotel Dominic.
Kemudian di depan Rita Isola Jalan Jenderal Soedirman, Kebondalem, depan Grosir Moro, perlintasan kereta api Jalan Jensoed barat. …

Kemacetan di Patikraja Belum Teratasi

[SM] Kemacetan dan kepadatan arus lalu lintas di simpang Patikraja sejauh ini belum teratasi. Hal itu karena rencana pemasangan lampu pengatur lalu lintas juga belum terealisasi.
Kemacetan di Simpang Patikraja yang sering terjadi terus dikeluhkan. Salah seorang pengendara, Mulyati, mengatakan, kemacetan di Simpang Patikraja sangat memerlukan solusi. Sebab, ujar dia, sangat mengganggu aktivitas pengendara ataupun warga.
”Sering kali terlihat seperti di Jakarta saja, kendaraan yang antre panjang soalnya. Dan, tidak hanya dari satu jalan, tapi dari berbagai kaki simpang,” ujar dia, kemarin.
Dia mengemukakan, dari beberapa kali melintasi wilayah tersebut, hampir selalu dalam kondisi macet. Dan sering kali, kendaraan dari berbagai arah juga tampak saling serobot sehingga membuat kemacetan makin parah.
”Masa dari sekitar lapangan Patikraja sudah ada antrean, itu panjang juga,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo) Banyumas…

Rawan Longsor, Tebing Jalan Ajibarang-Purwokerto

Rawan Longsor, Tebing Jalan Diminta Dibangun Permanen 28 Maret 2016 18:55 WIB Category: Suara Banyumas
suaramerdeka.com - Warga dan pengguna jalan berharap tebing jalan nasional Ajibarang-Purwokerto di Dusun Munggangsari Desa Lesmana Kecamatan Ajibarang agar segera dibangun permanen. Pasalnya tebing jalan yang cukup tinggi tersebut sering longsor. Selama satu bulan terakhir saja, warga menyaksikan tebing di tepi jalan tersebut mengalami longsor beberapa kali. Longsor mengakibatkan drainase air di jalur tersebut tertutup. Akibatnya ketika hujan deras air meluap ke jalan raya dan mengganggu keamanan dan kenyamanan berlalu lintas. “Sudah dua kali tebing di jalur Dusun Munggangsari ini longsor. Selain di sebelah selatan, pekan lalu juga terjadi lagi longsor di tebing dekat jembatan penyeberangan di dusun tersebut. Akibatnya longsoran tebing sempat menutup sebagian badan jalan,” kata Kurniawan (34) salah satu pengguna jalan asal Ajibarang, Senin (28/3). Warga setempat, Sakir mengatakan sela…

Bupati Tak Tertarik Bangun Proyek Mercusuar ??

28 Mar 2016 , suaramerdeka.com -
Bupati Achmad Husein mulai membuka diri dalam memaknai gaya kepemimpinan di Banyumas yang sudah berjalan hampir tiga tahun ini. Dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) tahun 2017, yang melibatkan banyak stakeholder di Pendapa Si Panji, Senin (28/3), Husein menegaskan tidak tertarik membangun proyek-proyek yang megah, besar, namun pada akhirnya terkesan tidak berguna.
Namun dalam forum tersebut, dia tidak menerangkan lebih lanjut tentang proyek megah dan besar seperti apa yang dimaksud. Termasuk apakah itu sebagai kritik atas kepemimpinan bupati sebelumnya atau sebagai upaya untuk menepis anggapan yang berkembang selama ini, bahwa selama kepemimpinannya tidak ada program yang monumental dan bisa menjadi ikon dari keberhasilan kepemimpinannya. “Kami tidak membuat proyek-proyek yang megah dan begitu besar tapi akhirnya mubah. Lebih baik sederhana, fokus dan tepat sasaran untuk masyarakat. Seperti jalan, pasar, rumah saki…

Parkir Liar Dibiarkan Target Retribusi Parkir Tak Tercapai

Parkir Berlangganan Belum Bisa Diterapkan 29 Maret 2016 Suara Banyumas PURWOKERTO, suaramerdeka.com - Upaya untuk memaksimalkan pendapatan dan perbaikan pelayanan dari sektor perparkiran dengan menerapkan parkir berlangganan, sejauh ini belum bisa direalisasikan di Kabupaten Banyumas. Ketua Komisi C DPRD Banyumas, Nanung Astoto mengatakan, rencana pemberlakukan parkir berlangganan sejauh ini masih sebatas wacana. Pemkab dan DPRD belum bisa membuat kebijakan karena belum ada payung hukum yang mendasari penerapan parkir berlangganan tersebut. “Belum ada referensi yang menjadi dasar pegangan kita. Di Jawa Tengah juga belum ada aturannya. Sehingga, kami (Komisi C, red) belum bisa merespon lebih lanjut,” katanya, Selasa (29/3). Menurutnya, keinginan untuk menerapkan parkir langgaran sebenarnya sudah muncul beberapa tahun lalu. Namun saat akan disiapkan payung hukum seperti perda, payung hukum di atasnya sebagai dasar pegangan ada. Pemkab sendiri, katanya, juga tidak bisa mendesak pemprov un…

Amblas , Cingebul-Cilacap

Amblas Bertambah, Cingebul-Cilacap Diberlakukan Satu Lajur

BANYUMAS, suaramerdeka.com - Sejak Sabtu (26/3), jalur penghubung Banyumas-Cilacap di Desa Cingebul Kecamatan Lumbir diberlakukan satu lajur. Kendaraan yang melintas dari atau menuju arah Kecamatan Gandrungmangu menuju Kecamatan Lumbir harus bergantian melintas karena amblasnya jalan di jalur tersebut bertambah parah. Warga Cingebul, Ridwan Budiman mengatakan usai diguyur hujan deras, permukaan jalan di lokasi tersebut kembali amblas. Akibatnya lokasi lajur jalan yang terpaksa ditutup untuk kendaraan yang melintas kembali bertambah panjang. Pasalnya jika dilintasi dikhawatirkan akan membahayakan pengguna jalan dan kendaraan. “Terpaksa permukaan jalan yang amblas ini kami batasi menggunakan tanda. Permukaan aspalnya memang masih ada, tapi mengalami amblas terus menerus terutama usai diguyur hujan deras. Makanya kendaraan yang melintas di jalur ini terpaksa melintas bergantian,” jelasnya, Minggu (27/3). Seperti diketahui, jalan …

Lapas baru Purwokerto terdiri dari 3 blok

Lapas baru Purwokerto terdiri dari 3 blok. 2 blok berada di dalam blok pertama atau Lapas di dalam lapas




Penyusunan Sejarah Desa Adat di Banyumas

Penyusunan Terkendala Narasumber
Sejarah Desa Adat di Banyumas
Radar Banyumas24 April 2012
BANYUMAS - Meski menemui kendala tentang narasumber pelaku sejarah dan dokumentasi, namun sejumlah pengurus Kelompok Masyarakat (Pokmas) Desa Adat di Banyumas hingga kini, masih giat menyusun dokumentasi sejarah dan asal usul desa.
Ketua Pokmas Bonokeling Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Sumitro mengatakan penyusunan dokumentasi sejarah, berupa sejarah dan asal usul desa juga memerlukan waktu dan penelitian yang cukup lama. Mengingat pembuatan sejarah desa ini juga tidak boleh serampangan dan sembarangan.
"Harus benar-benar disusun secara benar dan runtut. Apalagi ini menyangkut silsilah dan juga berbagai kejadian di masa lalu. Kami terus mengumpulkan dan menyusunnya lagi agar lebih baik dan tidak melenceng," ujar Sumitro beberapa waktu lalu.
Kebenaran sejarah dan asal usul desa, lanjut Sumitro sangat penting, karena nantinya hal ini akan menjadi acuan dan pembelajaran …

Jalan Gunung Tugel Ditarik Provinsi

Humas Kabupaten Banyumas

Status Jalan Gunung Tugel akhirnya ditarik mejadi jalan Provinsi sehingga untuk pemeliharaan dan penanganan kerusakan jalan tidak lagi dilakukan Pemkab Banyumas, melainkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Berdasarkan Keputusan Gubenur Jawa Tengah Nomor 620/2 Tahun 2016 tentang Penetapan Status Ruas Jalan sebagai Jalan Provinsi Jawa Tengah, Jalan sepanjang 4,823 Km yang membentang dari Purwokerto menuju Pegalongan resmi dijadikan jalan Provinsi.
" Untuk penanganan kerusakan atau penanganan permanen Jalan Gunung Tugel, akan menjadi tanggung jawab Provinsi" kata Kepala Dinas Sumber Daya dan Bina Marga (SDABM) Kabupaten Banyumas, Irawadi.
Irawadi juga mengatakan, beban jalan Pemkab Banyumas di tahun 2016 akan meningkat, pasalnya berdasarkan SK tersebut, setidaknya ada delapan ruas jalan baik jalan nasional maupun jalan provinsi yang resmi bersatatus menjadi jalan Kabupaten.
Beberapa ruas jalan tersebut antara lain, jalan Jenderal So…

Pemdes Kalisalak Kebasen Kembangkan Wisata Adat

Humas Kabupaten Banyumas
BANYUMAS : Setelah mendapatkan Gelar Desa Adat dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (Bapermas- PKB) Banyumas pada Tahun 2011, Desa Kalisalak terus mengembangkan potensi adat, budaya dan tradisi yang diliki dan dilaksanakan secara turun temurun. Kepala Desa Kalisalak, Sutrisno saat ditemui, Rabu (23/3) mengatakan adat, tradisi dan budaya yang berkembang didesanya, mendapat perhatian dari pemerintah. Setelah mendapat gelar adat pihaknya mendapat bantuan dari pemerintah pusat. “Pada bulan Oktober 2015, kami mendapatkan bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk revitalisasi rumah adat yang telah berdiri sebelumnya. Mudah-mudahan dengan diresmikannya rumah adat ini dapat mendukung program desa wisata,” katanya,
Lebih lanjut Sutrisno, mengatakan rumah adat nantikan akan menjadi pusat kegiatan itu terdiri dari tiga bagian utama. Yakni bangunan untuk pe…

naiknya status BNK Banyumas menjadi BNNK Banyumas

Meskipun sangat terlambat tapi naiknya status BNK Banyumas menjadi BNNK Banyumas patut diapresiasi. Sebelumnya aneh karena yang operasi di wilayah Banyumas adalah BNNK Purbalingga . Secara kasus Banyumas peringkat 3 jateng kenapa fasilitas lebih tinggi Purbalingga. Dan berkali kali BNK Banyumas mengusulkan kenaikan status tidak ditanggapi. Baru sekarang dikabulkan. Sempat ada info mafia yang bermain sehingga proses kenaikan status terhalang . data Badan Narkotika Nasional (BNN), selama tahun 2013 kasus penyalahgunaan narkoba di paling tinggi di Jawa Tengah. Setelah Solo, Semarang menempati urutan kedua, disusul, Purwokerto, Cilacap, Magelang, Tegal dan Pekalongan.

Padahal Purbalingga mungkin masuk 10 besar pun tidak sampai. ada isu kepentingan mafia terselubung menghalangi alih status karena takut ada kenaikan anggaran pemberantasan oleh instansi sejenis di kabupaten Banyumas.

http://googleweblight.com/?lite_url=...n55yOmttXUdnWA




BNNK Belum Punya Alat Tes Urine28 March 2016 |radarPurwok…

Pendirian UNU Purwokerto

Up Date InfoTerungkap Saat Public Hearing RDTRK Purwokerto
Quote Radar BanyumasMuhammad Rofik dari PCNU. Menurutnya, pihaknya sudah melakukan proses perizinan untuk pembangunan Universitas NU (UNU), khususnya di wilayah Karanglewas. Dia menjelaskan, dalam rencana tata ruang wilayah sebelumnya, wilayah tersebut ditandakan dengan warna kuning. Namun demikian, pada RDTRK kali ini terjadi perubahan warna pada wilayah tersebut menjadi hijau. “Kita minta pertimbangan terhadap upaya kami tersebut, karena sedang dalam tahap evaluasi. Padahal pernah disebutkan untuk perencanaan yang sedang dilakukan atau berjalan akan diakomodir dalam RDTRK,” ujarnya. Rofik juga meminta pengembangan lahan pendidikan perguruan tinggi dapat lebih merata. Sebab selama ini pengembangan perguruan tinggi baru terjadi di wilayah utara (Unsoed dan IAIN), wilayah timur (UMP), dan beberapa pengembangan perguruan tinggi di wilayah selatan. Sedangkan untuk wilayah barat sama sekali belum terakomodir. “Ibarat perahu itu bi…

View gunung slamet dilihat dari Jatilawang

2017, Akses Jalan Kebun Raya Digarap

2017, Akses Jalan Kebun Raya Digarap21 March 2016 | radarbanyumas
MASIH DIBAHAS : Rencananya akan dibangun akses jalan dari Lokawisata Baturraden menuju Kebun Raya Baturraden./TANGKAS PAMUJI/RADARMAS PURWOKERTO – Rencana pembuatan jalan dari Lokawisata Baturraden menuju Kebun Raya Baturraden dikerjakan tahun depan. Saat ini proses pembuatan jalan yang digagas oleh provinsi baru sebatas pembahasan secara umum. “Saat ini masih penjajagan, pembangunannya paling cepat tahun depan. Di provinsi kemungkinan baru sampai mekanisme teknik. Kalau di kita baru sampai pembahasan ganti lokasi yang akan ditukar dengan lahan di Kranji. Ini lagi dibahas dengan tim,” kata Kabid Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas Deskrat Djatmiko. Menurutnya, rencana tersebut sudah sejak tahun 2002 saat pembangunan Kebun Raya Baturraden berlangsung. Saat itu katanya, Pemerintah Provinsi merencanakan ada dua pintu masuk menuju ke Kebun Raya Baturraden. Ha…

Jalan Rusak Kejawar Diusulkan Jadi Jalan Kabupaten

Desa Kewalahan Tangani Jalan Rusak21 March 2016 | radarbanyumas Diusulkan Jadi Jalan Kabupaten BANYUMAS-Kerusakan jalan terjadi di beberapa sudut Desa Kejawar Kecamatan Banyumas. Karena jalan yang rusak begitu banyak, pemerintah desa mengakui anggaran desa belum bisa mencukupi untuk memperbaiki seluruh jalan rusak tersebut. Salah seorang warga, Vita (24) mengatakan, jalan menuju rumahnya sudah rusak parah. Bahkan banyak aspal yang sudah mengelupas dan dipenuhi batu kerikil. Menurut dia, pengendara motor dan mobil akan repot ketika berpapasan dengan kendaraan lain. “Lewati jalan kerikil itu repot karena licin,” ujarnya. Kepala Desa Kejawar, Toto Kuswantoro mengatakan, jalan Desa Kejawar akan diusulkan menjadi jalan kabupaten karena desa sudah tidak mampu memperbaiki jalan tersebut. Menurut Toto, pemerintah desa  berupaya dengan mengirim surat pada Bupati Banyumas. “Desa membuat surat ke Pak Bupati,” ungkapnya. Toto memaparkan, apabila jalan Desa Kejawar bisa menjadi jalan kabupaten, ja…

Minim Resapan Air Kecamatan Sokaraja

Minim Resapan, Air Masuk Halaman Kecamatan21 March 2016 | radarBanyumas


BANYUMAS-Ketika hujan deras genangan air sering terjadi di jalan depan kantor Kecamatan Sokaraja.  Sebab, saluran air di sepanjang jalan tersebut kurang berfungsi. Salah seorang warga, Manto (60)  mengatakan, setiap musim hujan selalu ada genangan air yang mengalir di tepi jalan Letjend Suprapto.
Menurut dia, akan lebih baik jika ada resapan air dalam tanah yang bisa menampung air di permukaan tanah. “Kalau dibawah trotoar ada gorong-gorongnya mungkin tidak banyak air yang menggenang di permukaan tanah,” katanya. Camat Sokaraja, M Nadjib mengatakan, aliran air sering kali masuk ke halaman kantor kecamatan saat turun hujan deras. Menurut dia, perlu adanya gorong-gorong yang bisa menampung air hingga ke pembuangan. “Tahun ini air yang masuk tidak terlalu parah, karena halaman kantor sekarang sudah ditinggikan dengan paving,” ujarnya. Nadjib menjelaskan, pembuatan gorong-gorong penting agar tidak ada genangan di tep…