Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

Zakat Produktif untuk Orang Miskin

ZAKAT produktif, adalah dana yang diperoleh dari zakat umat Islam, diberikan dan dibagikan untuk orang Islam guna kepentingan usaha produktif. ”Kami membangikan peralatan masak seperti kompos gas, panci, peralatan dapur lainnya untuk membangun pedagang kaki lima (PKL) yang membutuhkan,” kata Agus Triyuanto, Sekretaris Lembaga Amil, Zakat, Infaq dan Shodaqoh (Laziz) Masjig Agung Baitussalam Purwokerto, belum lama ini. Dia menjelaskan zakat produktif saat ini baru dibagikan kepada warga di sekitar masjid Baitussalam yaitu warga di Kelurahan Sokanegara, Kranji, dan Kedung Wuluh, Kecamatan Purwokerto Selatan. Ada 33 rukun tetangga (RT) yang akan menjadi sasaran program zakat produktif. Zakat itu diberikan untuk warga di tiga kelurahan itu tujuannya agar masyarakat dari sekeliling Masjid Agung Baitussalam merasa memiliki dan mau berjamaah di Masjid Agung Baitussalam. ”Kami juga mengajak penerima zakat ikut aktif mengikuti berbagai kegiatan di masjid Baitussalam,” ujarnya. Agus menjelaskan,…

Wisatawan Menyukai Edukasi Seni dan Budaya

Menggagas Paket Wisata di Banyumas Barat  BILA Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas dan biro perjalanan wisata masih kebingungan menyusun paket wisata Banyumas bagian barat, lain ceritanya dengan pengelola Taman Belajar Anak ‘’Oemah Bedjo”. Sanggar seni budaya dan wisata edukasi di Desa Randegan, Kecamatan Wangon ini justru menerima kunjungan dari warga negara asing secara rutin. Septo Pandu Gunawan, pengelola Oemah Bedjo menuturkan, kunjungan wisatawan merupakan salah satu kegiatan yang dikemas dalam paket wisata. Sejak tahun 2014, secara perlahan paket ini mulai diminati oleh wisatawan asing. “Biasanya dalam satu bulan ada dua sampai tiga kali kunjungan wisatawan asing yang datang secara perorangan. Mereka menginap paling lama sepekan di Oemah Bedjo,” ujarnya, Rabu (26/4). Sejak berdiri tahun 2014 lalu hingga saat ini, wisatawan yang sudah pernah mencicipi suasana Desa Randegan berasal dari Belanda, Jerman, Malaysia, dan Singapura. Kebany…

Bertani Lada /Merica Perdu di Pekarangan Rumah

Saya meminta maaf kepada para pembaca yang sempat bertanya beberapa tahun lalu tentang informasi tempat yang menjual bibit lada atau merica perdu dan saat itu saya tidak bisa menjawab. Dan postingan ini adalah sebagai usaha saya untuk ikut mensosialisasikan sebuah gerakan ekonomi rakyat terutama gerakan menanam di pekarangan rumah dan tentu saja tidak berarti harus menanam di pekarangan , jika memiliki tanah perkebunan bisa dicoba untuk membudidayakan tanaman ini.
Lada dan pala  adalah salah komoditas bumbu dapur yang cukup tinggi nilai ekonominya. Dari bentuk type tanamannya khususnya lada ada jenis tanaman rambat dan tanaman perdu. Tanaman ini cukup berhasil mengangkat kesejaheraan sebagaian masyarakat  yang awalnya berprofesi sebagai penyadap getah di daerah perkebunan di kawasan Banyumas barat . Secara  prospek cukup bagus dan  bisa memanfaatkan pekarangan rumah sebagai home industri ..dan mempunyai nilai ekonomi yg bagus karena selalu dibutuhkan sebagai bumbu rempah rempah sehingga…

Menggagas Paket Wisata di Banyumas Barat

Odong-odong Jadi Kendaraan Pengantar Wisatawan
BEBERAPA bus berjalan perlahan saat memasuki jalan Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Banyumas, yang sempit. Setelah sampai di sebuah tanah lapang, penumpang yang keluar dari bus disambut oleh odong-odong yang akan mengantarkan mereka ke dalam kompleks Masjid Saka Tunggal. Aktivitas itu dibayangkan oleh Muslimin, Ketua Aliansi Pariwisata Banyumas (APB), saat mengunjungi kawasan wisata religi di Banyumas Barat itu, pekan lalu. Kebetulan kala itu masyarakat dan pelaku wisata disibukkan dengan persiapan Festival Rewandha Bojana atau Memberi Makan Kera. Amin, panggilan karibnya, menuturkan, menyusun paket wisata di kawasan ini merupakan pekerjaan rumah yang belum pernah terwujud. Akses transportasi dan akomodasi yang kurang layak menyebabkan biro perjalanan wisata enggan melirik wilayah Kecamatan Wangon dan sekitarnya. ”Untuk bus besar dengan kapasitas 60 seat, tentu sulit masuk ke jalan menuju objek Masjid Saka Tunggal. Selain tikungan yang semp…

Pengelolaan Sampah Terpadu di Lumbir Ditingkatkan

Pemerintah Kecamatan Lumbir terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat untuk bisa mengelola sampah secara terpadu. Terlebih saat ini sudah ada pegiat lingkungan dan bank sampah yang mulai berjalan di Lumbir. Camat Lumbir, Budi Nugroho mengatakan hal tersebut usai serah terima karung sampah plastik sebagai peluncuran bank sampah di wilayah Cirahab Kecamatan Lumbir beberapa pekan lalu. Budi mendorong masyarakat untuk bisa selalu berupaya mengurangi produksi sampah terutama sampah plastik. ”Kami juga terus mendorong agar program satu kilogram sampah plastik dalam satu bulan dapat diupayakan oleh aparat sipil negara sehingga mereka bisa berkontribusi untuk keselamatan lingkungan,” katanya. Budi mengatakan, gencarnya kampanye ‘Bersahabat dengan Sampah’ dan perwujudan adanya bank sampah di masyarakat adalah upaya untuk penyelamatan lingkungan. Pasalnya, saat ini terbukti sampah tidak hanya menjadi masalah di perkotaan saja, melainkan juga di wilayah pedesaan. Maka dari itulah seluruh…

Kerajinan Genteng Pancasan Minim Pekerja

Keberlangsungan produksi genteng Desa Pancasan, Kecamatan Ajibarang, saat ini terancam pasang surutnya pasar genteng dan juga minimnya tenaga kerja. Kebanyakan pekerja di kerajinan genten didominasi kalangan usia tua. Kepala Desa Pancasan, Ali Syaifurrohman mengatakan, sejumlah langkah dan terobosan dilaksanakan oleh perajin genteng untuk mendukung keberlangsungan produksi unggulan rakyat Banyumas tersebut. Untuk mengatasi lesunya pasar produk genteng dan setoran kredit lembaga keuangan, membuat banyak perajin genteng terpaksa banting harga produk mereka. ”Langkah ini dilaksanakan agar perputaran uang dan modal bisa tetap terjadi. Dengan mengejar setoran dan untuk perputaran modal perajin genteng memang bisa melaksanakan apapun. Yang penting genteng bisa laku di pasaran dan mereka bisa terus produksi,” jelasnya, kemarin. Ali juga mengatakan, sejak beberapa tahun terakhir sentra industri genteng juga mengalami kesulitan mendapatkan tenaga kerja. Meningkatnya tingkat pendidikan warga l…

Geliat Ekonomi Purwkerto saat Long Weekend

Ekonomi Sektor Wisata Bergeliat Imbas Libur Akhir Pekan Denyut ekonomi sektor pariwisata di wilayah Kabupaten Banyumas menggeliat selama libur akhir pekan. Kunjungan wisatawan ke objek wisata maupun tamu yang menginap di hotel-hotel Purwokerto meningkat drastis. General Manager Secretary & PR Incharge Hotel Santika Purwokerto, Gratia Vika Maharani, mengatakan, selama libur akhir pekan okupansi atau hunian hotel meningkat. Peningkatan okupansi hotel memberi keuntungan bagi pengelola hotel. Pada hari biasa, kata dia, okupansi hotel mencapai 55 hingga 65 persen, sedangkan weekend hari biasa berkisar 35 hingga 40 persen. ”Tapi selama libur akhir pekan ini rata-rata okupansi 85 hingga 90 persen,” katanya, kemarin. Ia menambahkan, para tamu yang datang pada hari biasa sebagian besar para pebisnis, namun pada momen libur panjang akhir pekan tamu yang datang adalah rombongan keluarga. Mereka datang ke Purwokerto untuk berlibur dan mengunjungi keluarga di Purwokerto. ”Sebelum hari libur m…

Langgongsari Cilongok Kembangkan Agro Wisata Barbasis TI

Pemerintah Desa Langgongari, Kecamatan Cilongok, mengembangkan agrowisata berbasis Teknologi Informasi (TI). Pengembangan itu dilakukan secara bertahap oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sejal 2015 lalu. Kepala Desa Langgongari, Rasim, menjelaskan di lahan tersebut dikembangkan berbagai macam tanaman antara lain pohon durian, petai, kelapa genjah. Di desa tersebut juga terdapat peternakan sapi dan pengolahan gula kelapa. “Desa-desamiskindiluarnegeribisa maju, maka saya jawab dengan mengembangkan seluruh potensi yang ada. Kami mencoba mengemas potensi- potensi yang ada seperti pertanian, peternakan dan perikanan,” katanya di sela sosialisasi Techo Village di balai desa setempat, kemarin. Dalam waktu dekat ini, kata dia, pihaknya akan mendirikan sekolah berbais TI di komplek agrowisata yang berjarak sekitar 800 meter dari bali desa. Sekolah itu akan menampung anak-anak muda desa setempat untuk memperdalam dunia TI. “Harapan saya nantinya tidak hanya mengembangkan potensi sumber daya …

Festival Rewandha Bojana 2017 Meriah

Ratusan Kera Berebut Tumpeng Buah


Ratusan kera ekor panjang (Macaca fascicularis) penghuni hutan Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, berebut sejumlah gunungan sayur dan buah dalam Festival Rewandha Bojana, Minggu (23/4). Rebutan tumpeng Igir Buah itu menjadi tontonan menarik pada ajang yang digelar di kawasan wisata religi Masjid Saka Tunggal Desa Cikakak. Sebelum disajikan di sekitar taman masjid, tumpeng buah diarak oleh masyarakat dari 12 desa di Kecamatan Wangon, pelaku wisata, dan kalangan pengusaha. Sementara di lapangan parkir, sejumlah hiburan seni tradisi dipentaskan menjadi suguhan untuk pengunjung. Kepala Desa Cikakak Suyitno mengatakan, kegiatan memberi makan kera yang dipusatkan di masjid tertua di Banyumas menjadi atraksi bagi wisatawan yang berkunjung. Jadi, kawasan tersebut tidak hanya dikenal sebagai objek wisata religi. ”Dari festival ini diharapkan wisatawan tidak hanya mengenal Masjid Saka Tunggal sebagai objek wisata religi, tapi juga mengenal atra…

Jaro Rojab, Desa Cikakak Wangon

Jaro Rojab, Cara Pengikut Aboge Peringati Isra Mikraj Oleh Susanto
BERBEDA dengan umat Islam pada umumnya, pengikut Aboge di Kompleks Masjid Saka Tunggal Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Banyumas punya tradisi Jaro Rojab untuk memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad saw. Tepat tanggal 26 Rojab versi perhitungan perhitungan Aboge (Alip Rebo Wage), Senin (24/4) kemarin, ribuan warga bergotong royong mengganti pagar bambu yang mengelilingi kompleks Makam Kyai Toleh dan Masjid Saka Tunggal, Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Banyumas. Pada hari itulah, tanpa dikomando dan diperintah ribuan orang berkerumun bergotong royong mengganti pagar bambu. Tradisi penggantian pagar sepanjang 300 meter itu dimulai oleh orang tertentu pada pagi hari. Penggantian Jaro dimulai dari kompleks Makam Kyai Toleh yang dipercaya sebagai pendiri Masjid Saka Tunggal. Setelah itu, penggantian jaro diteruskan hingga pagar di kompleks Masjid Saka Tunggal. ”Ini sudah ada sebelum saya lahir, dulu ayah saya juga kerap turut…

Persiapan Festival Rewandha Bojana 90 Persen

Persiapan Festival Rewandha Bojana yang digelar 23 April mendatang telah mencapai 90 persen. Pengecekan akhir dilakukan di lapangan kompleks Masjid Saka Tunggal, Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Banyumas, kemarin. Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Saptono, mengatakan, perlengkapan acara seperti gapura, baliho promosi, hingga tempat penyelenggaraan sudah dipersiapkan sejak sepekan ini. Demikian pula dengan kelompok kesenian yang akan menghibur pengunjung pada pembukaan festival. ”Persiapan sudah 90 persen. Tinggal memasang beberapa ornamen seperti penjor dari janur kuning. Itu nanti dipasang sehari sebelum pelaksanaan, agar tidak rusak,” ujarnya. Mengarak Gunungan Dia menambahkan, tumpeng ageng dan tumpeng igir buah dipersiapkan oleh masyarakat dari 12 desa. Mereka akan mengarak gunungan buah tersebut menuju Taman Kera Masjid Saka Tunggal sebagai sajian makanan kera ekor panjang. Adapun Festival Rewandha Bojana yang digela…

Pendirian Rumah Adat Desa Karanganyar

Pendirian Rumah Adat Capai 90% Desa Karanganyar Lestarikan Budaya Desa Karanganyar, Kecamatan Jatilawang, terus mendorong pelestarian adat istiadat dan budaya di desa setempat. Upaya itu antara lain diwujudkan dalam pendirian rumah adat. Kepala Desa Karanganyar, Kartim mengatakan, saat ini pembangunan rumah adat yang telah dimulai sejak tahun 2016 lalu telah mencapai 90 persen. Jika rumah adat ini telah selesai dibangun, bisa dimanfaatkan warga untuk berbagai kegiatan adat dan budaya lainnya. ”Apalagi seperti diketahui Kecamatan Jatilawang merupakan kecamatan yang adat istiadatnya masih terbilang kuat. Maka dari itulah ini menjadi bagian untuk melestarikan berbagai kearifan lokal dan menunaikan hak asal usul desa sesuai UU Desa,” jelasnya, kemarin. Kartim mengatakan, selain untuk kegiatan adat istiadat, pihaknya juga terus mendorong berbagai pelaksanaan kegiatan budaya dan kearifan lokal di wilayah desa setempat. Rumah adat yang telah dibangun ini akan menjadi wadah pelestarian kesen…