Langsung ke konten utama

Manuskrip Asli Tidak Boleh Berpindah Tangan

suaramerdeka.com
Meski tidak memiliki fasilitas memadai, Naskah Kalibening harus tetap tersimpan di Museum Pusaka. Pasalnya, selama ini masyarakat Dusun Kalibening, Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas, mampu merawat dan menjaga keotentikan catatan tersebut.
Ketua Paguyuban Kerabat Mataram, Yatman S, menegaskan, manuskrip asli tidak boleh berpindah tangan. Dia mengaku khawatir, naskah tersebut justru hilang ketika ditarik oleh Pemkab Banyumas. ”Jangan sampai berpindah tangan. Tidak ada jaminan tanggung jawab, bila nanti naskah itu (Kalibening) sampai hilang,” ujarnya, kemarin.
Fasilitator Masyarakat
Menurut Yatman, baik Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) dan Perpustakaan dan Arsip Daerah (Perpusarda) Kabupaten Banyumas seharusnya menjadi fasilitator bagi masyarakat.
Mereka memiliki tanggung jawab untuk memberikan penyuluhan dan menyediakan fasilitas penyimpanan naskah kuno. Di sisi lain, Dusun Kalibening sudah dikenal sebagai kawasan wisata religi.
Museum Pusaka juga digunakan untuk penyimpanan benda pusaka dan peninggalan sejarah, salah satunya manuskrip tersebut. Sebagai bagian dari pusaka, tentu masyarakat bakal kehilangan ikonnya jika ditarik oleh Pemkab. ”Lebih aman jika naskah itu dipindai, difoto, lalu dibuatkan salinannya.
Jika tidak bisa dibaca, maka perlu diterjemahkan seperti yang dilakukan oleh Prof Sugeng Priyadi,” katanya. Sebelumnya diberitakan, Naskah Kalibening yang berusia lebih dari 200 tahun hendak ditarik oleh Pemkab Banyumas berdasar surat Asisten Pemerintahan dan Administrasi Sekda Kabupaten Banyumas nomor 045.62/4862.
Rencananya manuskrip tersebut akan diperbaiki oleh petugas yang ditunjuk oleh Perpusarda Kabupaten Banyumas, lantaran sudah rapuh agar tetap terjaga keawetannya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…