Entri yang Diunggulkan

Penataan Kota Kecamatan Wangon & Kemungkinan Perluasan Urban

Wangon adalah sebuah kota kecamatan yang lokasinya cukup strategis karena menjadi persilangan jalur utama lalu lintas di jalur selatan...

Rabu, 03 Agustus 2016

Makin Banyak Petani Tanam Pepaya California

suaramerdeka
Menanam pepaya california makin diminati petani di sejumlah pelosok pedesaan di Banyumas. Pola tanam mudah hingga panen dan pemasaran pepaya yang cepat membuat mereka tergiur.
Petani asal Desa Pancasan, Slamet Riyadi (40), mengatakan di tengah banyak orang fanatik menanam padi sebagai komoditas pangan, sebagian petani ada yang memilih menanam pepaya. Menurut mereka, bertanam pepaya jenis california ini dinilai lebih cepat menguntungkan.
“Tak harus menunggu tiga sampai empat bulan untuk menunggu panen sebagaimana padi. Kalau pepaya, seminggu bahkan empat hari sekali bisa panen. Dijualnya mudah, pedagang banyak yang mencarinya,” katanya. Tak heran, kata Slamet, banyak petani lain yang memilih beralih tanam pepaya di lahan sawah dan kebun mereka.
Dengan sekali tanam, maka dalam waktu dua tahun, tanaman pepaya akan berproduksi. Dengan perawatan yang rutin termasuk pengendalian hama penyakit, pepaya akan rutin berbuah. “Makanya sekarang di sejumlah wilayah banyak lahan sawah padi dialihkan menjadi lahan pepaya. Ada yang seluruhnya diganti pepaya namun ada pula yang separuhnya ditanami padi,” kata Slamet.
Kemitraan
Petani asal Cibangkong, Pekuncen, Tarsono (60), juga berencana akan menanami kebun dan sebagian lahan sawahnya dengan pepaya. Hal itu dilaksanakan karena lahan sawahnya terbilang sering terlambat mendapatkan air irigasi terutama ketika kemarau tiba.
Untuk itulah, saat ini ia sedang mencari bibit tanaman pepaya terlebih dulu untuk ditanam di lahan miliknya. “Kami berharap dengan tanam pepaya ini, kami tak harus memerlukan air yang lebih sebagaimana padi. Makanya kami sedang bertanya- tanya dengan pola tanam dan perawatan pohon pepaya ini,” ujarnya.
Dari segi pemasaran dan harga, pepaya juga terbilang menjadi komoditas yang laku. Dengan minat pedagang yang masih tinggi hingga sekarang ini, petani pepaya tak perlu khawatir hasil produksinya tak laku di pasaran.
Apalagi ada pua petani yang menanam pepaya ini dengan sistem kemitraan dengan pengusaha tertentu. “Kalaupun kita tak ikut menanam dengan sistem kemitraan kita bisa menanam secara mandiri dan dijual sendiri ke pedagang.
Adapun harga memang lebih murah dibanding dengan sistem kemitraan, misalnya Rp 2.000 perkilogram buah pepaya. Tapi tidak apa-apa, yang penting yang kita tanam, buahnya tetap laku di pasaran,” katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar