Langsung ke konten utama

Makin Banyak Petani Tanam Pepaya California

suaramerdeka
Menanam pepaya california makin diminati petani di sejumlah pelosok pedesaan di Banyumas. Pola tanam mudah hingga panen dan pemasaran pepaya yang cepat membuat mereka tergiur.
Petani asal Desa Pancasan, Slamet Riyadi (40), mengatakan di tengah banyak orang fanatik menanam padi sebagai komoditas pangan, sebagian petani ada yang memilih menanam pepaya. Menurut mereka, bertanam pepaya jenis california ini dinilai lebih cepat menguntungkan.
“Tak harus menunggu tiga sampai empat bulan untuk menunggu panen sebagaimana padi. Kalau pepaya, seminggu bahkan empat hari sekali bisa panen. Dijualnya mudah, pedagang banyak yang mencarinya,” katanya. Tak heran, kata Slamet, banyak petani lain yang memilih beralih tanam pepaya di lahan sawah dan kebun mereka.
Dengan sekali tanam, maka dalam waktu dua tahun, tanaman pepaya akan berproduksi. Dengan perawatan yang rutin termasuk pengendalian hama penyakit, pepaya akan rutin berbuah. “Makanya sekarang di sejumlah wilayah banyak lahan sawah padi dialihkan menjadi lahan pepaya. Ada yang seluruhnya diganti pepaya namun ada pula yang separuhnya ditanami padi,” kata Slamet.
Kemitraan
Petani asal Cibangkong, Pekuncen, Tarsono (60), juga berencana akan menanami kebun dan sebagian lahan sawahnya dengan pepaya. Hal itu dilaksanakan karena lahan sawahnya terbilang sering terlambat mendapatkan air irigasi terutama ketika kemarau tiba.
Untuk itulah, saat ini ia sedang mencari bibit tanaman pepaya terlebih dulu untuk ditanam di lahan miliknya. “Kami berharap dengan tanam pepaya ini, kami tak harus memerlukan air yang lebih sebagaimana padi. Makanya kami sedang bertanya- tanya dengan pola tanam dan perawatan pohon pepaya ini,” ujarnya.
Dari segi pemasaran dan harga, pepaya juga terbilang menjadi komoditas yang laku. Dengan minat pedagang yang masih tinggi hingga sekarang ini, petani pepaya tak perlu khawatir hasil produksinya tak laku di pasaran.
Apalagi ada pua petani yang menanam pepaya ini dengan sistem kemitraan dengan pengusaha tertentu. “Kalaupun kita tak ikut menanam dengan sistem kemitraan kita bisa menanam secara mandiri dan dijual sendiri ke pedagang.
Adapun harga memang lebih murah dibanding dengan sistem kemitraan, misalnya Rp 2.000 perkilogram buah pepaya. Tapi tidak apa-apa, yang penting yang kita tanam, buahnya tetap laku di pasaran,” katanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…