Langsung ke konten utama

Kondisi Naskah Kalibening Memprihatinkan


■ Penarikan Manuskrip Ditolak

suaramerdeka.com
Kondisi Naskah Kalibening yang tersimpan di Museum Pusaka Kalibening, Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas cukup memprihatinkan.
Sejumlah lembaran manuskrip catatan bersejarah tentang Hari Jadi Banyumas itu mulai terlihat rusak.
Kepala Seksi Sejarah dan Purbakala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Carlan mengatakan, kondisi manuskrip yang memprihatinkan itu serta berdasarkan surat dari Asisten Pemerintahan dan Administrasi Sekda Kabupaten Banyumas Nomor 045.62/4862, pihaknya berupaya untuk menarik naskah yang ditulis pada abad ke 16-17 itu.
Tujuannya, untuk diperbaiki oleh petugas yang ditunjuk oleh Perpustakaan dan Arsip Daerah (Perpusarda) Kabupaten Banyumas.
“Selain itu, Museum Pusaka Kalibening tidak memiliki kurator seperti yang disebutkan dalam UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Jadi kami ingin menarik Babad Kalibening yang memiliki nilai sejarah yang sangat berharga bagi masyarakat Banyumas,” kata dia, kemarin.
Menurut dia, perbaikan (preservasi) naskah tersebut mutlak dilakukan, lantaran lembaran manuskrip Kalibening mudah rusak. Di sisi lain, fasilitas penyimpanan di Museum Pusaka Kalibening pun tidak memadai.
Selamatkan Naskah
Carlan mengaku telah mengirimkan surat kepada Juru Pelihara Museum Kalibening untuk memperbaiki manuskrip tersebut. Namun, pihak pengelola museum belum menanggapi hingga saat ini.
“Sebenarnya masih banyak naskah kuno yang berada di tangan masyarakat. Nasib dan kondisinya rata-rata memprihatinkan. Tidak mudah untuk mengakses, mendata dan meneliti naskahnaskah itu,” ujarnya. Menurut Kepala Perpusarda Banyumas, Mas Wigrantoro Noer Sigit, naskah Kalibening merupakan catatan paling tua mengenai sejarah berdirinya Kabupaten Banyumas.
Oleh karena itu, pihaknya berencana menyelamatkan naskah yang memiliki nilai strategis ini. “Usianya kan sudah cukup tua, tapi saya belum pernah melihat kondisi naskah tersebut masih baik atau tidak. Sebaiknya disimpan di tempat yang aman dengan fasilitas yang memadai,” ujarnya.
Sigit, karibnya, mengatakan, Perpusarda memiliki lemari khusus untuk menyimpan arsip seperti naskah tersebut. Selain itu, pihaknya juga bisa menunjuk kurator dari tenaga arsiparis yang memiliki kualifikasi untuk mengamankan benda-benda yang mempunyai nilai sejarah.
Apabila pihak ahli waris keberatan, pihaknya pun tidak memaksakan kehendak untuk merestorasi naskah tersebut. Dia berharap lembaga yang dipimpinnya dapat memiliki Depo Arsip untuk menyimpan naskah kuno. Sehingga kelak, manuskrip asli dapat disimpan di tempat tersebut.
“Pada prinsipnya kami hanya ingin menyimpan dalam rangka menyelamatkan naskah itu, tidak untuk mengambil alih. Kami ingin membantu merestorasi naskah-naskah kuno. Kalau ahli waris nanti mengijinkan, kami akan membuat salinannya,” tambahnya.
Tokoh masyarakat Kalibening, Sutrimo mengatakan, masyarakat setempat menolak permintaan Pemkab Banyumas untuk menarik naskah tersebut. Pasalnya, manuskrip tersebut merupakan benda pusaka yang sudah dirawat sejak lama. “Jika diminta untuk dipindahkan, kami keberatan.
Tapi kalau dipinjam, silakan,” tegas Juru Kunci Makam Mbah Kalibening ini. Menurut dia, dengan fasilitas seadanya di Museum Pusaka Kalibening, pengelola dan masyarakat berusaha menjaga Naskah Kalibening dengan baik. Selain catatan tersebut, juga terdapat kitab dan benda-benda pusaka yang tersimpan.
Pegiat Banjoemas History Heritage (BHHC), Jatmiko Wicaksono mengatakan, sesuai UU Nomer 43 Tahun 2009 tentang kearsipan, Pemkab Banyumas memiliki hak untuk menarik naskah tersebut. Akan tetapi, masyarakat Kalibening juga membutuhkan jaminan keamanan manuskrip itu.
“Persoalannya, apakah selama ini instansi terkait pernah melakukan sosialiasi tentang penyimpanan naskah kuno. Sebelum diminta, seharusnya dinas sudah pernah melakukan sosialisasi. Tugas dinas seharusnya memantau, jangan sampai naskah tersebut hilang atau rusak,” jelasnya.
Menurut Jatmiko, sebaiknya Pemkab Banyumas mencontoh daerah lain di wilayah Sumatera. Dinas terkait hanya memindai naskah Melayu, naskah aslinya tetap disimpan oleh ahli waris. Demikian halnya dengan naskah Merapi Merbabu yang masih dijaga dengan kearifan lokal warga Desa Pakis, Magelang. (K35-14)

C


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…