Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2016

FESTIVAL SENI UNGGULAN

FESTIVAL SENI UNGGULAN, MULAI DIGELAR SABTU 30 APRIL BANYUMAS – Festival seni unggulan Banyumas yang bertajuk “Goyang Gayeng” akan mulai digelar Sabtu (30/4/2016) di Lapangan Desa Cilongok mulai jam 19.30 WIB. Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas memecah panggung pementasan Festival Seni Unggulan Banyumas pada tiga lokasi dan waktu yang berbeda. Setiap titik, diikuti oleh kelompok seni dari sembilan kecamatan terdekat. Kepala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Rustin Harwanti mengatakan, penyebaran lokasi pentas ini dimaksudkan agar perhelatan festival tidak hanya terpusat di satu titik, yaitu wilayah Kota Purwokerto. Kegiatan perdana di Lapangan Cilongok dengan peserta grup kesenian dari Kecamatan Lumbir, Wangon, Jatilawang, Purwojati, Rawalo, Gumelar, Ajibarang, Pekuncen dan Cilongok. Festival kedua akan digelar di Lapangan Sibalung, Kecamatan Kemranjen, Sabtu (14/5/2016) dengan peserta Kecamatan Tambak, Sumpiuh, Kemran…

Puskesmas Mendesak Dipindah

Puskesmas II Kemranjen Mendesak Dipindah radarbanyumas
Lahan Parkir dan Ruang Rawat Inap Terbatas BANYUMAS- Puskesmas II Kemranjen dinilai sempit oleh warga. Sebab, lahan parkir dan ruang rawat inap masih terbatas. Salah seorang warga Desa Pageralang Kecamatan Kemranjen, Sarkum mengatakan, pelayanan Puskesmas kemranjen sudah baik.
Namun menurut dia, ruang rawat inap di sana dinilai sempit. Lahan parkir yang terbatas juga tak mampu menampung semua kendaraan  ketika ramai. “Beberapa waktu lalu saya menjenguk saudara saya. Pelayanannya baik, sayangnya di sana itu sempit,” ujarnya. Dia berharap dinas terkait mencarikan solusi untuk menangani persoalan tersebut. “Puskesmas II memang lokasinya sangat strategis, gedungnya juga bagus dan saya dengar katanya akan pindah,” ujarnya. Kepala Puskesmas II Kemranjen, dr Muhammad Amir Fuad mengakui Puskesmas Kemranjen II memang memiliki keterbatasan tempat parkir dan ruang rawat inap. Karena kurang tempat, beberapa pasien harus dirujuk ke rumah sakit…

Potensi Tiga Curug dan hutan raya Kecamatan Pekuncen

Potensi Tiga Curug Belum TergarapThu 28 April, 2016 | radarbanyumas BANYUMAS-Pemerintah Desa Krajan Kecamatan Pekuncen berharap Pemkab Banyumas dapat mendukung pengembangan wisata alam  air terjun dan hutan raya.
Apalagi beberapa tahun sebelumnya Desa Krajan menjadi bagian dari rencana pendirian Taman Hutan Raya (Tahura) di wilayah Kecamatan Pekuncen.
Perangkat Desa Krajan, Agus Giniarso mengatakan, Krajan mempunyai sejumlah air terjun alami yang tak kalah menawan. Air terjun yang belum tergarap ini antara lain Curug Kali Kawung, Curug Kali Mremang dan Goa Angin.
Hingga kini potensi alam itu masih belum termanfaatkan.     “Kami berharap dengan dukungan dari berbagai pihak, potensi alam ini bisa dijadikan objek wisata alam,”ujarnya.
Agus mengatakan,  program Tahura merupakan program yang digagas oleh pemerintah untuk memanfaatkan areal hutan lindung agar bernilai ekonomi dan ekologi.
Wilayah yang akan menjadi Tahura ini adalah wilayah Perhutani di wilayah Desa Krajan, Pekuncen dan Glem…

Alun alun Jatilawang semakin rimbun

Alun alun Jatilawang semakin rimbun. Pepohonan yang di tanam semakin besar dan teduh. Ini potretan saya minggu lalu.

Jalan di lingkungan Alun alun dan pasar juga baru diaspal ulang di sejumlah ruas.




Dari alun alun ke arah barat tampak gedung baru pasar Jatilawang fase 1 yang baru dibuka. Rencana akan dibangun pasar fase 2 di sebelah baratnya kemungkinan mulai sekitar 2 bulan lagi anggaran mencapai 3 miliar.







Banyumas, Kembangkan Gula Kelapa Cair

BANYUMAS, KEMBANGKAN GULA KELAPA CAIR Jumat, 22 April 2016

BANYUMAS : Pemerintah Kabupaten Banyumas akan melakukan upaya untuk ikut membantu penderes dalam pengembangan gula kelapa cair. Hal ini dilakukan untuk membantu penderes mengembangkan gula kelapa cair, yang siap dikonsumsi. Banyumas disebut- sebut sebagai penghasil gula kelapa terbanyak di Indonesia. Dalam setahun produksi dapat mencapai 63.102 ton, dengan rata-rata produksi mencapai 12.236 kg per hari. Luas tanaman kelapa di Banyumas mencapai 17.814 hektare.  Kepala Seksi Industri Hasil Hutan dan Pertanian, Dinas Perindustrian Perdagangan  dan Koperasi (Dinperindagkop) Banyumas Sri Gito saat ditemui Kamis (21/4) dikantornya, mengatakan bantuan yang akan diberikan melalui pelatihan dan juga bantuan peralatan. “Dengan harapan akan meningkatkan produksi gula kelapa cair dan pendapatan penderes” katanya. Menurutnya keungulan gula kelapa cair ini, lebih praktis dan bisa digunakan untuk berbagai keperluan mulai dari rumah tangga hi…

Banyumas Terima Penguatan Program Inklusi

26 April 2016    Suara Banyumas
(suaramerdeka.com/Ryan Rachman) PURWOKERTO, suaramerdeka.com – Kabupaten Banyumas tahun ini mendapatkan penguatan program inklusi dari pemerintah pusat. Hal tersebut sebagai tindak lanjut dari kebijakan pemerintah pusat yang menjadikan kabupaten ini sebagai kabupaten pelaksana progam inklusi. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Purwadi Santoso, mengungkapkan sebenarnya Banyumas sudah sekitar tiga tahun ini melaksanakan program inklusi. Bahkan sampai sekarang sudah ada sekitar 100 SD dan 10 SMP yang membuka rintisan program inklusi. ”Kemendikbud baru tahu kalau Banyumas sudah lebih dulu melaksanakan program inklusi, makanya beberapa waktu lalu kami diundang ke sana dan Banyumas ditunjuk sebagai salah satu kabupaten yang melaksanakan program ini,” terangnya. Sebagai tindak lanjut, kata dia, pemerintah akan mengalokasikan anggaran dana bantuan untuk penguatan program inklusi. Adapun besarnya dana yang dialokasikan sekitar Rp 500 juta. ”Dana tersebut…

Pedagang Serayu Stone Gulung Tikar

25 April 2016 Suara Banyumas
Foto: suaramerdeka.com/dok  Jumlah pedagang di pusat penjualan batu akik dan benda antik Serayu Stone Purwokerto menurun drastis. Pedagang yang semula berjumlah sekitar 50 orang, kini tinggal menyisakan sekitar 15 pedagang. Bendahara paguyuban pedagang, Tasiran, mengatakan sebagian besar pedagang batu akik itu memilih meninggalkan lapaknya karena tidak mampu bersaing. Pasalnya omset mereka menurun, karena jumlah pembeli menurun drastis. “Pedagang batu akik sekarang sedang prihatin, berbeda ketika sedang ramai dulu. Sekarang tinggal pedagang-pedagang lama saja, mereka (pedagang baru-red) tidak kuat karena jumlah pembeli menurun drastis. Usaha ini butuh modal besar,” ungkapnya, Senin (25/4). Dia meminta Pemkab turun tangan untuk mengatasi persoalan itu. Para pedagang di situ berharap, ke depan lokasi yang semula akan dijadikan sebagai selter PKL Jensoed itu kembali ramai seperti ketika awal dibuka awal tahun 2015 lalu. Sebelumnya, Kabid Pasar dan PKL Dinas P…

ketidakpuasan terhadap kinerja Husein-Budhi

Tiga Tahun Husein-Budhi, Ekonomi dan Infrastruktur Paling DikeluhkanSat 23 April, 2016 | radarbanyumas PURWOKERTO – Sebagian besar masyarakat di Banyumas mengaku tidak puas terhadap kepemimpinan Husein-Budhi. Pasalnya, selama tiga tahun kepemimpinan mereka, belum ada perubahan signifikan terhadap masyarakat melalui kebijakan dan program kerja selama menjabat Bupati dan Wakil Bupati Banyumas periode 2013-2018. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Lingkar Kajian Banyumas FISIP Unsoed terhadap 400 responden, 54 persen di antaranya menyatakan ketidakpuasan terhadap kinerja Husein-Budhi. Beberapa sektor yang disoroti antara lain bidang ekonomi, infrastruktur, pendidikan dan kesehatan. Koordinator LKB FISIP Unsoed, Novita Sari mengatakan, kebanyakan masyarakat tidak puas di bidang ekonomi dan infrastruktur. Lebih lanjut dikatakan, untuk bidang ekonomi sebagian besar masyarakat masih mengeluhkan minimnya lapangan pekerjaan. “Sektor ketenagakerjaan memang paling banyak disoroti masya…

Jembatan Kali Brug atau Kali Bener SOKARAJA

Jembatan Sempt Picu KecelakaanThu 21 April, 2016 | radarbanyumas SOKARAJA-Jembatan Kali Brug atau Kali Bener yang berada di Desa Karangnanas Kecamatan Sokaraja, dinilai sempit oleh warga. Sebab, jembatan tersebut hanya bisa dilewati mobil dari satu arah. Salah seorang warga Karangnanas, Kuat (28) mengatakan, jembatan tersebut merupakan jembatan penghubung Desa Karangnanas, Desa Wiradadi, dan Desa Kalikidang. Menurut dia, Warga Kalilidang lebih suka lewat jalur tersebut, sebab tidak perlu berputar jauh. Dia berharap jembatan itu bisa dilebarkan untuk memperlancar kendaraan yang keluar masuk jalan tersebut. “Dengar-dengan jembatan itu mau diperbaiki, tapi belum tahu kapan. Jembatan itu memang hanya bisa dilewati satu arah, kurang cocok jika dilihat banyaknya kendaraan yang lalu lalang di jalan ini,”ujarnya. Warga lain, Nunung (47) mengatakan, karena sempit, sering terjadi kecelakaan di utara jembatan tersebut. “Seringnya di utara jembatan ada motor yang kecelakaan, karena di jembatan a…

Pencurian Anggrek di Hutan Lereng Slamet

Marak Pencurian Anggrek di Hutan Lereng Slamet 20 April 2016 18:50 WIB Category: Suara Banyumas foto: ISTIMEWA BANYUMAS, suaramerdeka.com - Pencurian berbagai jenis tanaman anggrek dan penjalin cacing di wilayah hutan lereng Gunung Slamet belakangan ini marak. Pencurinya secara berkelompok dan kebanyakan dari Jawa Barat. Informasinya, saat ini jenis tanaman hias ini di daerah tersebut sedang banyak diminati atau diburu pembeli dan sebagian ada yang di ekspor ke luar negeri. Komandan Jagabaya Tourism Independent Security Baturraden, Warjito mengungkapkan, dalam waktu sebulan terakhir ini saja, pihaknya berhasil menangkap tiga kelompok berbeda. Mereka berasal dari kelompok Garut, kelompok Bandung dan kelompok gabungan, Tasikmalaya-Bandung. “Jumlah yang mereka ambil tidak tanggung-tanggung, sampai ada yang kepergok membawa tiga karung dan setelah kita serahkan ke pihak Kebun Raya Baturraden, isinya jenis tanaman anggrek dan penjalin cacing,” kata dia, Rabu (20/4). Menurutnya, saat diinter…

hak cipta batik Desa Dawuhan

Perajin Batik Makin Kebanjiran OrderWed 20 April, 2016 | radarbanyumas Pasca Dapat Hak Cipta BANYUMAS- Setelah motif batik Kharisma mendapat hak cipta dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UMKM), pesanan batik Desa Dawuhan semakin bertambah.
Perajin Batik Desa Dawuhan, Dwi Nurayati (37) mengatakan, sejak mendapat hak cipta dan diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo Senin (11/4) lalu di Brebes, batik Desa Dawuhan semakin dikenal masyarakat luas.
Dia mengakui, pesanan kini semakin bertambah. “Pesanan bertambah, meski sedikit demi sedikit. Dapat hak ciptanya juga baru satu minggu. Kami mengakui kini banyak yang mulai kenal batik Dawuhan,” ujarnya.
Dwi menjelaskan, Desa Dawuhan lebih sering mendapat pesanan untuk membuat batik seragam karyawan, PKK, maupun perangkat desa. Sekali pesan biasanya sekitar lima  hingga 20 batik.
“Kalau kami, kebanyakan pelanggan beli untuk seragam. Kalau pemasaram ketika itu masih dari mulut ke mulut, misalnya reka…

Boruto: The Last Naruto The Movie

Boruto: Naruto the Movie






Boruto: Naruto the Movie  adalah  animasi Jepang aksi film petualangan2015 yang disutradarai oleh Hiroyuki Yamashita dalam bukunya  debutnya sebagai sutradara . [4]  Ini adalah   Naruto  Filmkesebelas berdasarkan  manga dengan nama yang sama  oleh  Masashi Kishimoto  dan merupakan bagian dari yang lebih besar  Mulai dari Era Proyek Baru  ( 新時代開幕プロジェクトShinjidai Kaimaku Purojekuto ? ) untuk memperingati ulang tahun ke-15 seri '. Film, pertama kali menggoda dalam adegan pasca-kredit dari film sebelumnya,  The Last: Naruto Movie , menceritakan kisah-kisah tentang anak-anak dari karakter utama serial aslinya '. [5]  Seperti film sebelumnya dan  Road to Ninja: Naruto Film , Kishimoto sekali lagi terlibat dalam proyek sebagai penulis skenario dan desainer karakter, dan merupakan bagian dari resmi  canon  dari  Naruto  manga, ditetapkan setelah peristiwa seri. Film ini dirilis pada tanggal 7 Agustus 2015, [6]  untuk sukses komersial, dan menjadi film terlaris t…

Taman Angkasa yang ada di Desa Binangun Kecamatan Banyumas

up date info
Peta lokasi

pict credit to Fauzi Febriyanto



video yang sudah beredar di youtube,  taman angkasa Desa Binangun






Dikelola Swadaya, Taman Angkasa Minim Penerangan19 April 2016 | radarbanyumas
BANYUMAS-Sebagai tempat wisata yang mulai dikenal masyarakat luas, Taman Angkasa yang ada di Desa Binangun Kecamatan Banyumas, masih minim penerangan. Padahal, sebagai lokasi yang menawarkan pemandangan sunrise dan sunset, penerangan jalan dianggap penting oleh pengunjung. Salah seorang pengunjung asal Purwokerto, Arini (21) mengatakan, selain akses jalan yang masih tanah, penerangan juga masih belum ada.
Dia berharap adanya pembenahan, terutama penerangan. Menurut dia, Taman Angkasa Binangun memiliki pemandangan alam yang bagus. Dia mengaku tidak men