Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Kamis, 25 Agustus 2016

Perkuat Jejaring dan Eksistensi Komunitas Lewat Teknologi Digital

suaramerdeka.com
MENGHADAPI perkembangan dunia digital yang semakin maju, sejumlah komunitas kreatif di Banyumas Raya juga terus beradaptasi. Mereka mulai memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana eksistensi dan promosi berbagai produk dan karya mereka kepada dunia.
Dari teknologi digital ini juga mereka membangun jejaring sosial positif untuk kemajuan kuantitas dan kualitas kehidupan ekonomi sosial budaya. “Melalui teknologi internet yang bisa diakses melalui ponsel, kami bisa berhubungan, saling belajar, bertukar pengetahuan, pengalaman hingga kami bisa berdaya secara ekonomi dan mandiri.
Dari kelancaran komunikasi inilah kami bisa mengadakan pameran lukisan di tingkat komunitas hingga nasional,” ujar Setyo Nugroho, pelukis muda dari Komunitas Watu Apung Banyumas yang telah menjelajah kota di Nusantara dan sering menerima tawaran melukis tokoh hingga Bupati- Bupati Banyumas di masa lampau. Berkat jejaring sosial juga para pegiat komunitas kreatif bisa saling berhubungan dengan komunitas serupa dari dalam maupun luar negeri.
Melalui komunikasi aktif, komunitas kreatif ini menjadi cikal bakal komunitas yang mandiri secara ekonomi, sosial budaya yang lebih berkarakter.
Dengan kemudahan dan keterjangkauan fasilitas teknologi komunikasi penyedia layanan digital, komunitas yang berada di wilayah pinggiran ini semakin eksis dan mampu berkompetisi secara luas. “Dari jejaring sosial berbasis teknologi digital mulai dari facebook, twitter, WA, BBM dan sebagainya kami mendapatkan kesempatan untuk semakin eksis.
Kamipun terdorong untuk semakin meningkatkan kapasitas sehingga kesempatan untuk berkompetisi yang semakin luas tidak kami sia-siakan,” jelas Alfiyan Harfi, pelopor pendiri Komunitas Sketsa Cilacap yang beranggotakan 1000 anggota di facebook, dan aktif berkarya sekitar 60 orang.
Pelukis muda yang baru saja memenangkan lomba lukis Cat Air di Bandung beberapa waktu lalu ini mengakui banyak belajar secara otodidak melukis melalui situs Youtube. Selain itu dengan jejaring media sosial, iapun saling bertukar ilmu pengetahuan dan keterampilan bersama pelukis amatir hingga profesional di seluruh nusantara.
Dari jejaring inilah, berbagai informasi termasuk informasi pameran, lomba dan sebagainya juga didapatkan dan dibagikan. “Dari dunia maya pula, kami bersama rekan-rekan komunitas lainnnya banyak mendapatkan pesanan melukis dari berbagai kota. Makanya adanya teknologi digital sekarang ini benarbenar sangat membantu.
Apalagi dari berbagai operator selular juga sering memberikan fasilitas kemudahan berteknologi dengan harga terjangkau bagi komunitas-komunitas yang ada sekarang ini,” kata ayah satu orang anak yang juga guru seni lukis di madrasah di Majenang, Cilacap ini.
Kesempatan Luas
Kesempatan desa, lembaga pendidikan, Usaha Mikro Kecil Menengah, dan komunitas untuk bisa memanfaatkan teknologi internet ini semakin luas dengan adanya program 1 juta domain gratis. Melalui sukarelawan- sukarelawan TIK yang ada di daerah dan hingga masuk pelosok desa, diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat desa untuk bisa saling terintegrasi dan tersinergi.
“Kami mengapreasiasi Dermaji yang menjadi salah satu desa pelopor adanya domain desa.id. Kami berharap desa-desa lainnya dapat menjadi bagian dari revolusi mental dengan pembangunan teknologi informasi dari wilayah pinggiran dan desa ini. Program pemerintah berupa 1 juta domain gratis selama satu tahun diharapkan tidak disia-siakan,” kata Direktur Pengelola Domain Indonesia, Sigit Widodo.
Direktur Pemberdayaan Informatika, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informasi, Septriana Tangkary saat sarahsehan Teknologi Informasi di Festival Dermaji, Desa Dermaji, Lumbir, Sabtu (20/8) lalu mengatakan melalui internet inilah diharapkan desa bersama komunitas masyarakat ekonomi, sosial budaya harus bisa bersuara.
Dengan pemanfaatan teknologi digital, kesempatan untuk mandiri dan berdaya secara ekonomi, sosial budaya, pendidikan semakin terbuka. Apalagi dari 259,1 juta jiwa penduduk Indonesia, telah ada 143 juta warga yang menjadi netizen (pengguna internet).
“Melalui pita lebar Indonesia oleh Telkom dan Telkomsel, diharapkan revolusi teknologi digital untuk mendukung revolusi mental dan pembangunan manusia Indonesia dapat terlaksana dengan baik. Apalagi saat ini dari 514 kabupaten yang ada di seluruh Indonesia, agen informatika juga telah merambah ke desa-desa di 32 provinsi dan 138 kabupaten,” jelasnya. (

Tidak ada komentar:

Posting Komentar