Langsung ke konten utama

Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Purwokerto Siap Disosialisasikan



Radar Banyumas 
RABU, 3 AGUSTUS 2016 PURWOKERTO –
Akhirnya pembahasan Raperda tentang Rencana Detail Tata Ruang Kawasan (RDTRK) Perkotaan Purwokerto Tahun 2014-2034, menemui titik cerah. Pembahasan sudah masuk tahap finalisasi. Agustus ini, RDTRK akan muali disosialisasikan. Menurut Ketua Pansus RDTRK Perkotaan Purwokerto Tahun 2014-2034, Subagyo, Jumat (5/8) mendatang, Pansus RDTRK dan Dinas Cipta Karya, Kebersihan dan Tata Ruang (DCKKTR) Banyumas bakal memasang peta RDTRK Purwokerto di beberapa titik. “Pemasangan peta itu dimaksudkan untuk sosialisasi sebelum nantinya dilakukan public hearing secara besar-besaran,” ujar Subagyo, usai rapat pembahasan, Selasa (2/8) kemarin. 



Subagyo menjelaskan, beberapa titik yang akan dipasang peta antara lain Alun-alun Purwokerto, Pendopo Si Panji, hingga Kantor DPRD Banyumas. Ukuran peta, nantinya diperkirakan mencapai 3×4 meter di masing-masing titik. “Untuk saat ini pembahasan sudah masuk tahap finalisasi. Sehingga perlu sosialisasi kepada masyarakat perkotaan Purwokerto,” jelasnya. Untuk gambaran peta, lanjut Subagyo, nantinya akan dipasang sekitar 10 peta di masing-masing titik, yaitu peta Perkotaan Purwokerto dan peta Sub Bagian Wilayah (SBW) dari SBW 1 sampai SBW 9. “Senin besok kita akan kembali menggelar rapat lanjutan untuk persiapan public hearing tahap akhir,” katanya. Dia menjelaskan, public hearing, sekaligus pemaparan peta RDTRK Purwokerto akan dilakukan pada Agustus ini. Meski demikian, untuk kepastian waktunya, Subagyo masih menunggu jadwal dari Bamus. “Public hearing rencananya akan dilakukan di Pendopo Si Panji. Kita akan mengundang seluruh stakeholder yang ada di lingkungan Perkotaan Purwokerto,” jelasnya. Subagyo berharap, pembahasan RDTRK dapat rampung pada tahun 2016 ini, sehingga sudah bisa ditetapkan akhir tahun mendatang. Seperti diketahui, pembahasan RDTRK Purwokerto sejauh ini sudah molor sekitar dua tahun. Berbagai kendala muncul berkaitan dengan penataan kota dan berbagai kepentingan yang menjadi bumbu pembahasan di tingkat pansus. “Kita akan terus upayakan secepatnya selesai. Karena pembahasannya memang sudah sampai sejauh ini,” pungkasnya. Sementara itu dalam sidang paripurna DPRD, Senin (1/8) kemarin, DPRD Banyumas dan Pemkab Banyumas menandatangani kesepakatan penetapan ketiga raperda menjadi perda. Ketiga raperda yang ditetapkan yaitu Raperda tentang Perpustakaan, Raperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah, dan Raperda Penyertaan Modal Daerah BPR BKK Purwokerto. Dengan penetapan tersebut, sampai saat ini baru ada 9 raperda yang ditetapkan DPRD Banyumas, dari total 33 raperda yang masuk dalam properda. Kasubag Persidangan Setwan Banyumas, Kuswanto mengatakan saat ini dua raperda masih dalam pembahasan yaitu Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah pada Perusahaan Daerah BKK Kecamatan Purwokerto Selatan Tahun 2016 dan Raperda tentang Penyertaan Modal pada Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Satria Tahun 2017. “Untuk dua raperda itu sudah sampai pembentukan pansus karena baru kemarin disetujui untuk dibahas,” katanya. Dengan banyaknya raperda yang masih harus dibahas DPRD Banyumas, dia mengatakan untuk pembahasan sejumlah raperda lainnya akan dikebut pada masa sidang III mendatang (September-Desember). Meski demikian, beberapa raperda nantinya kemungkinan akan selesai pada masa sidang II ini. “Masa sidang II berakhir sampai akhir Agustus nanti. Jadi masih ada waktu untuk melakukan pembahasan sampai penetapan beberapa raperda lagi,” jelasnya.

Pansus Selesaikan Peta RDTRK


suaramerdeka
Pansus Raperda Rencana Detail Tata Ruang Kawasan (RDTRK) Perkotaan Purwokerto tahun 2014-2034 mulai terdengar kinerjanya.
Hasil pembahasan terakhir, pansus sudah menyepakati finalisasi terkait peta perkotaan Purwokerto. Peta tersebut bakal disosialisasikan di berbagai sudut ruang terbuka, guna mendapatkan respon dan masukan masyarakat. Ketua Pansus RDTRK Perkotaan Purwokerto, Subagio mengatakan, saat ini pembahasan sudah masuk tahap finalisasi.
Rencananya Jumat (5/8) besok, pihaknya bersama DCKKTR Banyumas bakal memasang peta RDTRK Purwokerto di beberapa titik. Pemasangan peta ini, kata dia, untuk sosialisasi awal ke masyarakat sebelum dilakukan public hearing secara besar-besaran di Pendapa Si Panji.
Pemkab Banyumas “Beberapa titik yang bakal dipajang peta RDTRK seperti alun-alun, Pendapa Si Panji, kantor DPRD dan tempat-tempat terbuka lain yang mudah di akses masyarakat luas,” kata wakil rakyat dari PDIP itu. Menurutnya, ada 10 peta yang akan dipasang di masing-masing titik, yaitu peta Perkotaan Purwokerto dan peta Sub Bagian Wilayah (SBW) dari SBW 1 sampai SBW 9.
Dengar Pendapat
“Senin besok kita akan kembali menggelar rapat lanjutan untuk persiapan public hearing tahap akhir,” katanya. Dia menjelaskan, dengar pendapat bakal dilaksanakan bulan ini. Ini sekaligus untuk pemaparan peta RDTRK Purwokerto. Peserta yang diundang dari semua unsur yang berkepentingan dan berkomptenen yang ada di lingkungan Perkotaan Purwokerto.
Dia berharap pembahasan RDTRK dapat tuntas pada tahun 2016 ini, sehingga sudah bisa ditetapkan hingga akhir tahun mendatang. Setelah ada perda tersebut, tidak lagi muncul penyimpangan aturan dan pelanggaran terkait masalah ketataruangan dan pemanfaatan lahan dan wilayah perkotaan. Sebagaimana diketahui, usulan raperda tersebut sudah masuk pada masa persidangan ketiga tahun 2014 lalu.
Hampir dua tahun dibahas dan sempat terjadi polemik dan tarik ulur, bahkan ada sebagai elemen masyarakat yang minta pansus dibubarkan diganti serta minta pertanggungjuawaban atas kinerja dan penggunaan anggaran.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…