Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Jalan Lingkar Patikraja Diupayakan Terealisasi 2017

suaramerdeka.com Persoalan kemacetan yang terjadi di Simpang Patikraja, mendesak ditangani. Terkait hal itu Pemkab Banyumas berupaya merealisasikan Jalan Lingkar Patikraja tahun depan.

Menurut Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Banyumas Achmad Taufik, realisasi pembangunan Jalan Lingkar Patikraja, terus diupayakan. Tahun depan menurut rencana pihaknya menyiapkan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan jalan tersebut.

”Jalan Lingkar Patikraja kita upayakan terealisasi, tahun depan pengadaan tanah,” jelasnya, Selasa (27/12). Ia mengatakan, mengenai fisik jalan, sesuai rencana jalan tersebut akan memiliki panjang sekitar 800 meter sampai dengan 900 meter. Jalan tersebut, lanjutnya akan memiliki dimensi yang cukup lebar yakni 16 meter.

”Mengenai kebutuhan biaya, jika APBD kurang, akan diusulkan ke APBN,” kata dia. Menurutnya, pembangunan jalan lingkar tersebut diharapkan dapat menjadi solusi dari kemacetan lalu lintas yang kerap terj…

Mengurai Kemacetan Kawasan Alun Alun Purwokerto

Bagaimana cara mengurai kemacetan kawasan alun alun Purwokerto? kami punya beberapa ide antara lain : selain rencana pembangunan jalan tembus jensud-gerilya-pahlawan - perintis , juga perlu pembangunan jalan baru di selatan slamet riyadi tersambung jalan baru depan SMP 1 Purwokerto, membuat kantong parkir di beberapa lokasi di sekitar slamet riyadi. Kemacetan perlu solusi, bukan jadi penghambat masuknya atau beroperasinya pusat perekonomian atau keramaian baru , karena dinamika ini bagian dari pertumbuhan kota. Tentu saja ini bukan bermaksud mengakomodasi kepentingan pengusaha tertentu, tetapi lebih jauh lagi untuk mengantisipasi problem yang muncul di masa depan. 


Bocoran info dokumen Pemkab


Gerakkan Ekonomi Rakyat dengan Gula Semut

suaramerdeka.com
KEPRIHATINAN terhadap nasib petani gula kelapa di Desa Semedo, Kecamatan Pekuncen, yang terjebak sistem ijon dengan tengkulak, serta tidak adanya jaminan asuransi mengetuk hati Ahmad Sobirin untuk mudik membangun gerakan ekonomi rakyat dalam rangka kemandirian para petani gula. Pria lulusan S-1 Teknik Mesin di salah satu universitas Yogyakarta itu, sekitar satu tahun bekerja di PT Krakatau Steel (Persero) bagian produksi. Saat pulang kampung, dia kerap mendengar keluh kesah petani gula kelapa, terutama tentang masalah harga.
Gula kelapa kerap dihargai rendah oleh tengkulak karena menggunakan sistem ijon. Model jual beli antara petani gula dengan tengkulak dengan cara memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga, kemudian gula yang dihasilkan masuk ke tengkulak. Sistem ini telah berlangsung bertahun-tahun hingga petani gula tidak mampu keluar dari lingkaran tersebut.
Belum lagi tentang kasus kecelakaan kerja yang mengakibatkan petani penderes meninggal dunia. Mereka tidak mend…

Produksi Pupuk dan Pestisida Organik Terus Menggeliat di Desa Cihonje Kecamatan Gumelar

suaramerdeka.com Minat petani untuk memproduksi dan memanfaatkan pupuk dan pestisida organik di sejumlah wilayah terus terlihat. Selain itu mereka juga sudah mulai memasarkan produk organik mereka ke petani luar daerah.
Kelompok petani itu antara lain Kelompok Tani Hutan (KTH) Giri Lestari Desa Cihonje Kecamatan Gumelar. Sejak beberapa tahun terakhir mulai mengolah limbah padat tepung tapioka menjadi pupuk organik yang bernilai ekonomi dan nilai guna. Kini pupuk organik hasil olahan mereka telah mulai dipasarkan di kalangan komunitas petani sekaligus menjadi mengurangi pencemaran lingkungan.
“Sesuai data, jumlah perajin tepung tapioka yang tersebar di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Gumelar mencapai 90 industri rumah tangga. Adapun jumlah produksi tepung tapioka ini bervariasi mulai dari ratusan kilogram hingga mencapai 10 ton perhari. Bayangkan berapa limbah jika tak terolah,” kata Wakam, Ketua KTH Giri Lestari.
Dikatakan, dengan dukungan dan bimbingan pemerintah dan dinas terkait, …

Investasi Bodong Makin Merebak di wilayah eks Karesidenan Banyumas

Investasi Bodong Makin Merebak suaramerdeka.com Masyarakat di wilayah eks Karesidenan Banyumas diminta semakin waspada terhadap praktik bisnis berkedok investasi yang tidak memiliki izin atau biasa disebut investasi bodong.
Investasi ilegal sampai sekarang masih marak terjadi dan telah merambah ke daerah-daerah termasuk wilayah Banyumas Raya. Investasi bodong ini cenderung menimbulkan kerugian yang materiil bagi masyarakat serta berdampak negatif terhadap produk-produk investasi yang telah mendapatkan legalitas perizinan dari regulator.
Ketua Tim Waspada Investasi Kabupaten Banyumas, Farid Faletehan, mengungkapkan, hasil investigasi tim waspada investasi Banyumas menyebutkan, terdapat sekitar 50 lebih nasabah yang tergiur pada penawaran dari perusahaan atau lembaga yang menjanjikan pelunasan kredit dan ajakan tidak membayar hutang ke bankbank, perusahaan pembiayaan dan lembaga jasa keuangan lainnya.
“Setelah dicek (ke bank dan leasing) ternyata ada sekitar 50- an nasabah. Paling banyak …

Kelola Kopi dan Alam, Sunyalangu Rintis Desa Wisata

suaramerdeka.com Pemerintah Desa Sunyalangu Kecamatan Karanglewas bersama warga setempat kini terus merintis wisata hutan dan pertanian dengan memanfaatkan potensi alam dan hasil pertanian desa setempat. Selain alam yang asri dan kaya flora fauna, alam Sunyalangu juga menghasilkan kopi dan gula aren berkualitas.
Kepala Desa Sunyalangu, Tolchah Mansur mengatakan untuk mengembangkan potensi hasil pertanian khas Sunyalangu, pihaknya menampung pembelian hingga pemasaran produk kopi dan gula aren. Menggunakan merek dagang Kopi Sonya, pemerintah desa setempat mendorong penjualan kopi robusta yang berasal dari perbukitan Dusun Cibun dan Semaya.
“Untuk kopi sudah banyak terserap oleh kalangan pasar mulai dari pedagang kopi, penggila kopi, peracik kopi bahkan staf dapur Istana Presiden RI. Kami terus bertahap meningkatkan kualitas dan kuantitas produk kopi dan gula aren kristal dan cair organik produk warga kami,” katanya.
Menurut Mansur, untuk produksi kopi dalam setahun bisa dilaksanakan se…

Asongan dan Penunjuk Jalan Bermunculan Kemacetan di Jalur Tengah Ajibarang-Bumiayu

suaramerdeka.com KEMACETAN arus lalu lintas di jalur tengah Ajibarang-Bumiayu akibat kerusakan jalan nasional di wilayah Kecamatan Pekuncen, membawa berbagai dampak. Selain terganggunya aktivitas warga dan pengguna jalan, kondisi tersebut justru menjadi berkah bagi sebagian warga lainnya.
Di tengah kemacetan itu muncullah pedagang asongan, pengamen, pengatur jalan hingga joki penunjuk jalan. Meski ada yang mengeluhkan dan menyayangkan, pekerjaan ‘dadakan’ yang bisa ditemui di sepanjang jalan nasional hingga alternatif Ajibarang Pekuncen itu tak dipungkiri juga dibutuhkan bagi pengendara kendaraan bermotor terutama dari luar kota.
Di tengah antrean panjang kendaraan dari arah Ajibarang- Bumiayu, para pedagang asongan dadakan itu menawarkan berbagai makanan instan mulai dari kopi, es teh, mi, nasi rames, hingga gorengan.
Mereka berkeliling dan jemput bola mengais rupiah dengan menjajakan dagangannya kepada pengemudi ataupun penumpang kendaraan. “Keberadaan ‘pak ogah dadakan’ ini terbilang c…

Arca Yoni Ditemukan Rusak

TACB Banyumas Siap Tinjau Batu Yoni Ditemukan Rusak di Sambeng Kulon, Kembaran suaramerdeka.com


 Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Banyumas berencana untuk meninjau lokasi penemuan benda diduga peninggalan warisan berupa batu yoni dalam kondisi rusak di Dusun Cikokrok, Desa Sambeng Kulon, Kecamatan Kembaran, Banyumas, Minggu (18/12) lalu. Mereka segera berkoordinasi terkait temuan TACB Purbalingga tersebut. ”Secara pribadi saya pernah meninjau lokasi tersebut bersama Balai Arkeologi, 2013 lalu. Sejak dulu memang batunya seperti itu,” kata anggota TACB Banyumas, Arif Rahman, kemarin. Menurut dia, di kawasan tersebut yang juga ditemukan Arca Nandhi atau Batu Banteng itu berada di tepi sungai. Selain itu letaknya juga berada di tempat terbuka dengan kontur tanah yang lebih tinggi. ”Secara geografis, kemungkinan di sana bisa ditemukan peninggalan sejarah lainnya. Dari penuturan masyarakat setempat juga demikian. Tapi kami belum pernah melakukan eksplorasi,” tambahnya. Sebelumnya, anggota TACB…

Lima Sekolah di Banyumas Terima Penghargaan Adiwiyata Nasional

suaramerdeka.com  Lima sekolah di Banyumas menerima penghargaan sekolah Adiwiyata Nasional 2016 dari Kementerian Lingkungan Hidup, pekan lalu. Lima sekolah tersebut adalah SMP1 Pekuncen, SMP 1 Rawalo, SMP 1 Baturaden, dan SMA1 Sokaraja.
Kepala SMP 1 Pekuncen, Ngatminah menyatakan, pascamenerima penghargaan tersebut, pihaknya berkomitmen meneruskan gerakan lingkungan tersebut. Ke depan seluruh elemen sekolah terus bersinergi untuk mewujudkan sekolah Adiwiyata Mandiri yang menginspirasi sekolah lain. “Di sekolah ini guru, siswa dan karyawan bersinergi mengelola lingkungan sekolah sekolah.
Setiap hari setiap siswa turut serta dalam kegiatan pungut sampah, merawat pot tanaman sendiri, penilaian kebersihan setiap hari hingga menyetorkan sampah plastik ke bank sampah sekolah,” katanya, kemarin. Dijelaskan Ngatminah, kegiatan pengelolaan lingkungan itu dilaksanakan tanpa memotong waktu belajar mengajar di sekolah. Kegiatan ini telah berlangsung selama setahun lebih.
Sebelumnya sekolah ini juga…

Banyumas Jadi Projek Pilot Pembangunan Rendah Emisi

Radarbanyumas.co.id

Pertumbuhan dan pembangunan ekonomi di Banyumas dinilai cukup pesat. Kabupaten Banyumas juga akan menjadi salah satu daerah yang dijadikan pilot project untuk program pembangunan rendah emisi, khususnya untuk pembangunan ekonomi hijau. Asekbangkesra Setda Banyumas, Didi Rudwiyanto mengatakan pembangunan ekonomi hijau yakni, pertumbuhan ekonomi yang tidak merusak lingkungan. Oleh karena itu perlu ada pengendalian emisi, khususnya untuk mengurangi dampak global warming. “Salah satu dampak global warming yang saat ini terjadi di Banyumas yaitu kerusakan jalan akibat perubahan cuaca yang ekstrim. Lalu juga ada dampak dari efek rumah kaca, akibat berkurangnya lahan pertanian yang produktif,” katanya di sela-sela kegiatan Konsultasi Publik Strategi Pembangunan Ekonomi Hijau Sektor Berbasis Lahan Kabupaten Banyumas, Rabu (14/12), di Hotel Wisata Niaga. Dijelaskan, salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan pengendalian tata ruang. Menurutnya, dengan pengendalian dan pen…

Pembangunan Taman Edukasi Kranji Berlanjut

Dialokasikan Anggaran Rp 1 Miliar


suaramerdeka.com Tahun depan, pembangunan Taman Edukasi Sumber Daya Air Kranji akan dilanjutkan. Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Banyumas telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1 miliar.
Menurut Kepala Dinas SDABM Banyumas Irawadi, kelanjutan pembangunan Taman Edukasi Sumber Daya Air (Tesda) Kranji menurut rencana akan dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama menurutnya, akan menyiapkan bangunan inti dari taman tersebut. “Tahun ini, terkait pembangunan taman (Tesda) hanya untuk mematangkan lahan,” jelasnya, Selasa (13/12). Ia mengatakan, taman tersebut dibangun di atas tanah milik Pemkab Banyumas, dan Pemprov Jawa Tengah.
Penggunaan lahan milik Pemprov Jawa Tengah, lanjutnya dilakukan dengan cara meminjam lahan. Dengan telah siapnya lahan tersebut, taman tersebut memiliki luas lebih kurang satu hektare. “Taman itu menjadi salah satu contoh kerjasama pengelolaan sungai leh pemkab, pemprov, dan pemerintah pusat,” ungkapnya.
Dikatakan, taman yang …

STIKES Ibnu Sina Ajibarang

Optimistis Beroperasi, Dua Prodi Disiapkan

suaramerdeka.com, 13/12/16 Tim visitasi dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) melakukan kunjungan dalam rangka mengecek persiapan berdirinya STIKES Ibnu Sina Ajibarang, Banyumas, Rabu (8/12) lalu. Diharapkan usai visitasi ini, izin operasional STIKES Ibnu Sina Ajibarang segera diterbitkan. Tim visitasi beranggotakan sembilan orang tersebut berasal dari Kemenristek Dikti, kopertis, dan perguruan tinggi negeri.
Tim melaksanakan pengecekan administrasi dan lapangan terkait berbagai persyaratan kelayakan pendirian hingga operasional perguruan tinggi yang diajukan pendiri STIKES Ibnu Sina Ajibarang. Sekretaris panitia pendirian STIKES Ibnu Sina Ajibarang, Zaenudin MSi mengatakan, sebelum ada visitasi berlangsung, pihaknya telah berproses selama dua tahun.
Dalam dua tahun pengajuan izin tersebut, pihaknya terus melengkapi berbagai pengadaan sarana prasarana kampus, kesiapan administrasi, regulasi, kelembagaan dan b…

Kerjasama antardaerah (KAD) Regional Management (RM) Barlingamscakeb

suaramerdeka.com, 13/12/16 Kerjasama antardaerah (KAD) dapat meningkatkan perekonomian daerah. Hal itu dapat dilakukan dengan mengoptimalkan pemanfaatan potensi setiap daerah. Direktur Eksekutif Barlingamscakeb Restyarto Efiawan, mengatakan, KAD di Jawa Tengah salah satunya merupakan regional management (RM) Barlingamscakeb, yang dirintis sejak 2004 lalu.Menurutnya lembaga yang dibentuk berdasarkan keputusan bersama lima bupati itu, diorientasikan pada regional marketing di wilayah barat daya Jawa Tengah. Dengan demikian diharapkan kerjasama itu dapat meningkatkan perekonomian daerah.
“Dilandasi persepsi dan kemauan bersama untuk memperoleh manfaat khususnya di bidang ekonomi,” katanya di hadapan peserta seminar nasional yang digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fisip, Unsoed, Kamis (8/12). Menurutnya sejak 2004 hingga 2007, KAD Barlingmascakeb telah mengimplementasikan berbagai program dan kegiatan regional sebagai bentuk penjabaran visi dan misi kerjasama antar…

Komunitas Kreatif Ramaikan Festival Kalisalak

suaramerdeka.com, 13/12/16
Komunitas industri kreatif turut serta meramaikan rangkaian Festival Jamasan Pusaka Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen pekan ini.
Komunitas kreatif turut hadir dalam rangka mendorong tumbuhnya kreativitas dan ide-ide inovasi usaha ekonomi di masyarakat. Sebelum diadakan Jamasan hingga Kirab Pusaka keliling, Selasa (13/12) ini, kegiatan bazar rakyat hingga hiburan telah dilaksanakan di lapangan Desa Kalisalak. Berbagai produk rakyat mulai dari makanan, minuman, busana, kerajinan, konveksi telah dipajang untuk diperjualbelikan kepada masyarakat.
Festival band juga dilaksanakan untuk mewadahi minat generasi muda. Pengunjung Festival Desa Kalisalak, Mahbub Fuad mengapresiasi pemerintah desa dan daerah yang telah mendukung penyelenggaraan even ekonomi, religi hingga budaya di Kalisalak. Ia berharap acara ini dilaksanakan rutin sehingga mampu membuat perekonomi warga berputar.
Memberi Warna“Kami juga berharap ke depan, kegitan semacam ini semakin mendorong partisipas…

Taman Budaya Banyumas

Sebagai lokasi dibangun taman budaya pengganti gedung suteja. Pancurawis seharusnya dikonsep sebagai pusat budaya Banyumasan. Saat ini lokasi itu dikatakan sepi sebagai daerah yang berada di tengah pusat ekonomi purwokerto. Karena itu adanya taman budaya adalah kesempatan besar bukan hanya menghidupkan budaya tapi juga menggerakkan ekonomi kawasan itu. Dan jika pemkab jeli merencanakan purwokerto sebagai tujuan berlibur. Maka sangat cocok jika memadukan dengan proyek ini. Yaitu agar bisa menjadi daya dukung dunia pariwisata di purwokerto. Sebagaimana beberapa tempat yang sudah dijadikannya tolak ukur dan study banding sebelum taman budaya ini dibangun, pemkab Banyumas perlu menerapkan beberapa konsep yang dijadikan pedoman bagaimana cara mengelola taman budaya dan bermanfaat luas bagi masyarakat sekitar.

Seperti apa menghidupkan kawasan budaya yang mendukung program pariwisata itu? Menurut saya sebaiknya kawasan Pancurawis sekitar gedung balai budaya ini yang memiliki lahan terbuka cuk…

Siswa Dikenalkan Permainan Tradisional

suaramerdeka.com
ANAK-anak zaman sekarang, tidak banyak yang mengenal permainan tradisional yang pada waktu dulu cukup populer dan digemari. Beberapa permainan tradisional itu antara lain sumpringan, sundamanda, bekelan, dakon, lowok gelang karet, dir-diran, sledhur, bal-balan dir, balapan ban bekas atau bandol cross dan lain sebagainya.Untuk mengenalkan permainan tradisional tersebut kepada generasi muda sekarang, khususnya peserta didik, kemarin, SMP 5 Purwokerto menggelar sejumlah permainan tradisional itu di lapangan olahraga. Menurut kepala sekolah, Ibnu Tavip Martapa, selain mengisi waktu luang sehabis Ujian Akhir Sekolah (UAS), kegiatan ini untuk mengenalkan ragam permainan tempo dulu yang telah tergusur oleh teknologi.
Bagi peserta didik, banyak yang belum pernah bermain permainan seperti itu, terutama sledhur, lowok gelang, bekelan, bal-balan dir dan balapan ban bekas. Dengan mengikuti beragam permainan tradisional, diharapkan siswa bertambah wawasan tentang permainan yang dul…

Budaya Skyscraper

Skyscraper sudah mulai muncul di berbagai negara. Bahkan hunian atau penginapan atau restoran pun sebagian sudah ada yang melewati batas awan. Tentu budaya manusia perlahan berubah beradaptasi dengan ketinggian. Apakah itu berupa pola makan. Jenis makanan, olahraga yang cocok, pakaian dan sebagainya. Karena jika sudah berada di gedung skyscraper meski untuk beberapa jam pasti berdampak bagi kesehatan tubuh, apalagi jika menjadi tempat tinggal untuk tidur dan sebagainya. Belum lagi dampak kekuatan angin atau muatan listrik yang pastinya harus diantisipasi. Itu diluar kekuatan gedung yang pastinya sudah dirancang saat dibangun.

Januari, Tirta Kembar Dioperaisonalkan Lagi

suaramerdeka.com Pemkab Diminta Kelola TirkemSelesai Kontrak 2018
Pemkab Banyumas diminta untuk mengelola sendiri kolam renang Tirta Kembar (Tirkem), di Jalan dokter Angka Puyrwokerto, setelah pengelolaan oleh pihak ketiga selesai pada 2018. Dengan demikian, rencana untuk memperbaiki kontrak (adendum) dengan PT Graha Cipta Guna (GCG) selaku pengelolaa saat ini, diminta dibatalkan. Pemkab lebih baik fokus penyelesaian sampai 2018. Ketua DPRD Banyumas periode 1999- 2004, Suherman mengatakan, Pemkab mestinya belajar dari pembayaran denda dan ganti rugi gugatan pengadilan setelah ada putusan Mahkamah Agung (MA), yang memenangkan PT GCG. Anggaran yang dikeluarkan Pemkab untuk membayar denda, ganti rugi dan memperbaiki fasilitas, nilainya cukup besar, hampir Rp 2, 5 miliar. “Masa setelah membayar ganti rugi, denda dan memperbaiki fasilitas dengan anggaran cukup besar, Bupati masih mau mengeluarkan kebijakan untuk perpanjangan kontrak sampai 2022. Apa Pemkab tidak mampu dan sanggup untuk me…

100 Ribu Pohon Dibagikan di Wilayah Lumbir

suaramerdeka.com Sebanyak 100 ribu pohon berbagai jenis dibagikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sujatmoko, pada Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional yang dipusatkan di Desa Parungkamal Kecamatan Lumbir, Kamis (1/12) kemarin.
Masyarakat diajak untuk menanam sebanyak-banyak pohon dan menanam kebaikan untuk kelestarian alam. Heru Sujatmoko mengatakan, masyarakat perlu meneladani dan menjalankan pesan leluhur di masa lampau untuk tidak bosan menanam pohon. Pasalnya, hanya dengan menanamlah, seseorang akan memanen. Selain itu, diharapkan masyarakat dapat tekun agar mencapai keberhasilan dan kebaikan.
Menanam pohon dan menanam kebaikan sangat sejalan revolusi mental yang dicanangkan pemerintah saat ini. “Ingat pesan leluhur sapa nandur bakal ngunduh, sapa telaten bakal panen. Dalam hal ini selain menanam pohon, maka revolusi mental bisa dilaksanakan dengan menanam kebaikan,” jelas Heru dalam sambutanya membuka kegiatan peringatan tersebut.
Selain dilihat d…