Entri yang Diunggulkan

Penataan Kota Kecamatan Wangon & Kemungkinan Perluasan Urban

Wangon adalah sebuah kota kecamatan yang lokasinya cukup strategis karena menjadi persilangan jalur utama lalu lintas di jalur selatan...

Selasa, 09 Agustus 2016

Kebutuhan Pengembangan Jaringan Diakomodasi di Perda

suaramerdeka.com
PURWOKERTO-Kebutuhan pengembangan jaringan bawah tanah di wilayah Kota Purwokerto untuk jangka waktu 25 tahun ke depan diakomodasi dalam Raperda RDTRK Perkotaan Purwokerto 2014-2034.
Hal ini dilakukan supaya sistem penataan ruang dan pembangunan di kawasan perkotaan bisa terpadu dan tidak tumpang tindih seperti yang sudah berjalan selama ini. Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi antara Pansus RDTRK Perkotaan Purwokerto dengan sejumlah BUMD dan BUMN selaku pengelola dan pelaksana jaringan serta SKPD terkait, Senin (8/8) di ruang rapat paripurna DPRD Banyumas.
Ketua Pansus RDTRK Perkotaan Purwokerto mengatakan. rencana pengembangan jaringan yang diakomodasi dari PDAM, PLN, drainase, hingga jaringan fiber optik. Rencana pengembangan jaringan tersebut harus sudah masuk dalam perencanaan pola ruang perkotaan untuk jangka panjang.
“Harusnya instansi yang terkait dengan jaringan sudah siap dengan perencanaan pengembangan jaringan mereka di wilayah Perkotaan Purwokerto ke depan mau seperti apa. Saat kita koordinasikan, ternyata sebagian ada yang belum siap data, sehingga perlu ada koordinasi lanjutan lagi,” katanya.
Dalam raperda tersebut, lanjut dia, juga akan direncanakan pembangunan gorong- gorong raksasa di sepanjang wilayah Perkotaan Purwokerto. Itu disiapkan untuk menampung kebutuhan pengembangan berbagai jaringan dari berbagai pihak yang terkait. Untuk menunjang hal itu, pihaknya perlu mendapatkan data detail yang akurat
“Dalam raperda ini juga sudah mengakomodasi rencana pembangunan jalur lingkar Patikraja. bahkan beberapa ruas jalan eksisting sudah disiapkan dan dilebarkan. Tidak hanya itu, Perda ini nanti juga akan memperjelas fungsi Purwokerto sebagai kota seutuhnya, yang diamanatkan dalam RPJP, terutama terkait wacana pemekaran wilayah,” terang wakil rakyat dari PDIP ini.
Perlu Perencanaan
Dalam rapat koordinasi tersebut, ada beberapa perencanaan jangka panjang yang perlu diakomodasi dalam Raperda RDTRK. Namun demikian, untuk detailnya memang belum bisa dilakukan karena beberapa SKPD dan BUMD yang hadir belum dapat menyampaikan data secara keseluruhan untuk pengembangan jaringan di wilayah Purwokerto.
Kepala DCKKTR Banyumas, Andrie Subandrio mengatakan untuk program ke depan, pihaknya akan membangun main drain, khususnya untuk menanggulangi permasalahan genangan air di wilayah Perkotaan Purwokerto.
“Untuk pemetaan secara detail, terutama untuk pengembangan jaringan diperlukan perencanaan yang konkrit dan jelas dari masing-masing pengembang, sehingga nantinya bisa disinkronkan dengan rencana main drain kita,” ujarnya.
Kabag Perencanaan Teknik PDAM Tirta Satria, Warsito mengungkapkan, perencanaan ke depan, dimana pihaknya akan memprioritaskan pengembangan jaringan di wilayah yang belum terlayani PDAM, seperti beberapa daerah di Kecamatan Kedungbanteng yang masuk dalam wilayah Perkotaan Purwokerto. “Untuk wilayah kota, sebagian besar sudah terlayani, namun ada juga yang belum, sehingga akan diprioritaskan yang belum terlayani dulu.
Namun untuk data detilnya belum bisa ditentukan wilayah mana saja,” ujarnya. Asmen Jaringan PT PLN Purwokerto, Wawan mengatakan, sampai 2030 nanti pengembangan jaringan listrik akan diperbanyak. Pasalnya, di Jawa Tengah nantinya akan dioperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di dua wilayah yaitu di Guci dan Baturraden.
“Yang kita perbanyak nanti justru jaringan distribusinya, mengingat nantinya bakal banyak pasokan listrik masuk ke Jawa Tengah, khususnya Purwokerto. Rencananya kita juga akan bangun main hole di sekitar gardu induk yang ada di Berkoh,” katanya. Dia menambahkan, PLN juga memerlukan data zonasi atau peruntukkan wilayah di masing-masing zona.
Pasalnya, untuk zona industri, sesuai komitmen nantinya bakal ada penambahan daya. “Kita juga butuh datanya supaya nanti disurvei, lalu membuat perencanaan perbesaran daya listrik di kawasan-kawasan industri di Purwokerto,” katanya. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar