Langsung ke konten utama

Kebutuhan Pengembangan Jaringan Diakomodasi di Perda

suaramerdeka.com
PURWOKERTO-Kebutuhan pengembangan jaringan bawah tanah di wilayah Kota Purwokerto untuk jangka waktu 25 tahun ke depan diakomodasi dalam Raperda RDTRK Perkotaan Purwokerto 2014-2034.
Hal ini dilakukan supaya sistem penataan ruang dan pembangunan di kawasan perkotaan bisa terpadu dan tidak tumpang tindih seperti yang sudah berjalan selama ini. Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi antara Pansus RDTRK Perkotaan Purwokerto dengan sejumlah BUMD dan BUMN selaku pengelola dan pelaksana jaringan serta SKPD terkait, Senin (8/8) di ruang rapat paripurna DPRD Banyumas.
Ketua Pansus RDTRK Perkotaan Purwokerto mengatakan. rencana pengembangan jaringan yang diakomodasi dari PDAM, PLN, drainase, hingga jaringan fiber optik. Rencana pengembangan jaringan tersebut harus sudah masuk dalam perencanaan pola ruang perkotaan untuk jangka panjang.
“Harusnya instansi yang terkait dengan jaringan sudah siap dengan perencanaan pengembangan jaringan mereka di wilayah Perkotaan Purwokerto ke depan mau seperti apa. Saat kita koordinasikan, ternyata sebagian ada yang belum siap data, sehingga perlu ada koordinasi lanjutan lagi,” katanya.
Dalam raperda tersebut, lanjut dia, juga akan direncanakan pembangunan gorong- gorong raksasa di sepanjang wilayah Perkotaan Purwokerto. Itu disiapkan untuk menampung kebutuhan pengembangan berbagai jaringan dari berbagai pihak yang terkait. Untuk menunjang hal itu, pihaknya perlu mendapatkan data detail yang akurat
“Dalam raperda ini juga sudah mengakomodasi rencana pembangunan jalur lingkar Patikraja. bahkan beberapa ruas jalan eksisting sudah disiapkan dan dilebarkan. Tidak hanya itu, Perda ini nanti juga akan memperjelas fungsi Purwokerto sebagai kota seutuhnya, yang diamanatkan dalam RPJP, terutama terkait wacana pemekaran wilayah,” terang wakil rakyat dari PDIP ini.
Perlu Perencanaan
Dalam rapat koordinasi tersebut, ada beberapa perencanaan jangka panjang yang perlu diakomodasi dalam Raperda RDTRK. Namun demikian, untuk detailnya memang belum bisa dilakukan karena beberapa SKPD dan BUMD yang hadir belum dapat menyampaikan data secara keseluruhan untuk pengembangan jaringan di wilayah Purwokerto.
Kepala DCKKTR Banyumas, Andrie Subandrio mengatakan untuk program ke depan, pihaknya akan membangun main drain, khususnya untuk menanggulangi permasalahan genangan air di wilayah Perkotaan Purwokerto.
“Untuk pemetaan secara detail, terutama untuk pengembangan jaringan diperlukan perencanaan yang konkrit dan jelas dari masing-masing pengembang, sehingga nantinya bisa disinkronkan dengan rencana main drain kita,” ujarnya.
Kabag Perencanaan Teknik PDAM Tirta Satria, Warsito mengungkapkan, perencanaan ke depan, dimana pihaknya akan memprioritaskan pengembangan jaringan di wilayah yang belum terlayani PDAM, seperti beberapa daerah di Kecamatan Kedungbanteng yang masuk dalam wilayah Perkotaan Purwokerto. “Untuk wilayah kota, sebagian besar sudah terlayani, namun ada juga yang belum, sehingga akan diprioritaskan yang belum terlayani dulu.
Namun untuk data detilnya belum bisa ditentukan wilayah mana saja,” ujarnya. Asmen Jaringan PT PLN Purwokerto, Wawan mengatakan, sampai 2030 nanti pengembangan jaringan listrik akan diperbanyak. Pasalnya, di Jawa Tengah nantinya akan dioperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di dua wilayah yaitu di Guci dan Baturraden.
“Yang kita perbanyak nanti justru jaringan distribusinya, mengingat nantinya bakal banyak pasokan listrik masuk ke Jawa Tengah, khususnya Purwokerto. Rencananya kita juga akan bangun main hole di sekitar gardu induk yang ada di Berkoh,” katanya. Dia menambahkan, PLN juga memerlukan data zonasi atau peruntukkan wilayah di masing-masing zona.
Pasalnya, untuk zona industri, sesuai komitmen nantinya bakal ada penambahan daya. “Kita juga butuh datanya supaya nanti disurvei, lalu membuat perencanaan perbesaran daya listrik di kawasan-kawasan industri di Purwokerto,” katanya. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…