Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2016

Pengembangan Wisata Perlu Survei Motivasi Wisata Banyumas Bagian Barat

PURWOKERTO – Pengembangan kawasan wisata di Banyumas bagian barat membutuhkan survei motivasi kunjungan. Hal ini menentukan ikon yang bakal dijual di wilayah tersebut. Pemerhati budaya dan wisata, Yatman S mengatakan, selama ini konsep pengembangan wisata hanya berdasar keinginan pemilik atau pengelola objek, baik pihak swasta maupun pemerintah. Pengembangan sangat jarang melibatkan unsur pengunjung sebagai salah satu stakeholder yang penting. “Penelitian ini dapat mengetahui secara pasti selera dan minat pengunjung yang datang ke Banyumas. Entah karena faktor kejenuhan dengan objek wisata lain, faktor ekonomis dengan harga lebih murah atau faktor daya tarik,” kata Ketua Paguyuban Kerabat Mataram (Pakem) ini, kemarin. Destinasi Utama Dia mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan wisatawan berkunjung ke Banyumas, khususnya Baturraden yang masih menjadi destinasi utama. Contohnya tren wisata alam yang bersifat massal, lokasi untuk swafoto ataupun kegiatan petualangan. Menurut Yatman, pe…

Jalan Nasional Segera Diperbaiki, penanganan permanen mulai Januari 2017

suaramerdeka.com Satuan kerja (Satker) Jalan Nasional Wilayah Jateng Kementerian Pekerjaan Umum, akhirnya bersedia mengalokoasikan anggaran untuk perbaikan jalan nasional di wilayah Banyumas yang rusak parah, khususnya dari Pekuncen-Ajibarang- Wangon sampai Tambak.
Hal itu terjadi setelah Bupati Achmad Husein sebelumnya mengancam akan mengerakan warga untuk protes menanami pohon di jalan yang rusak, kemudian minta bantuan ke kalangan kontraktor lokal dan pihak ketiga lain melalui model CSR. Bupati mengatakan, setelah mengundang kontraktor lokal Selasa lalu, sehari kemudian bertemu kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jateng dan kepala Satker Jalan Nasional Jateng.
Hasil pertemuan, perbaikan jalan tetap dilakukan pihak satker karena masih ada anggaran perbaikan. “Perbaikan mulai dikerjakan Minggu besok. Yang bisa ditangani model tambal sulam sekitar 3 km, terutama arah Pekuncen-Ajibarang dan ini dikerjakaan. Perbaikan sementara dilakukan Desember ini.
Sedangkan untuk penanganan permanen mula…

Kusuma Laras Ajibarang Hidupkan Babad Lokal lewat Ketoprak

suaramerdeka.com
Kelompok seni ketoprak tradisional Kusuma Laras, Kracak, Kecamatan Ajibarang terus eksis menghidupkan cerita atau babad lokal Banyumasan dalam pentas ketoprak. Sabtu (26/11) malam di halaman kompleks Pasar Sadar Tani, Ajibarang Kulon, Ajibarang, kelompok ketoprak ini kembali menampilkan lakon Geger Kuthanegara. Pamong Budaya Dinas Pendidikan Banyumas, Slamet Waluyo yang juga turut menyusun naskah ketoprak ini juga menyatakan selama ini babad kurang dikenal di kalangan generasi muda. Untuk itulah dengan adanya semangat berkesenian kelompok Kusuma Laras, maka cerita dan babad yang kaya nilai moral, gotong royong dan perjuangan ini kembali ditampilkan. Diharapkan melalui seni pentas tradisional ini yang menggabungkan seni musik, seni peran, pementasan, seni suara, tari, silat maka dikenal generasi muda. “Kami ingin menghidupkan kembali seni teater tradisional yang mengalami kejayaan pada masa 1980-an agar kembali dikenal generasi muda. Dengan ketoprak ini, para pemain y…

Petani Desa Jambu Manfaatkan 12 Rubuha

suaramerdeka.com
Petani Desa Jambu Kecamatan Wangon saat ini sedang menikmati manfaat 12 rumah burung hantu (Rubuha) yang dipasang di areal persawahan mereka. Melalui bantuan Bank Indonesia itulah, upaya pengendalian hama terpadu secara alami berdampak meningkatkan hasil pertanian sejak tiga tahun lalu. Petani Desa Jambu, Duri (56) mengatakan sejak adannya rumah burung hantu itulah, perubahan kemajuan pertanian di wilayah desanya terjadi. Hama tikus mulai berkurang, karena adanya peran aktif burung hantu yang suka berburu di malam hari. Keberadan burung hantu yang tinggal di rubuha ini dinilai sangat membantu petani. “Boleh dikatakan ada penurunan serangan tikus. Kalau dibilang tidak ada tikus, itu tidak benar. Masih ada tikus tapi serangannya tak begitu parah sebagaimana tahun-tahun sebelum dipasang rumah burung hantu ini,” katanya. Dijelaskan Duri, hingga saat ini sebanyak 12 rumah burung hantu masih dijaga dan dirawat oleh masyarakat setempat. Apalagi untuk mendukung pengendalian …

Limbah Tapioka Gumelar Bisa Diolah Jadi Pupuk Organik

suaramerdeka.com
Kelompok Tani Hutan (KTH) Giri Lestari Desa Cihonje Kecamatan Gumelar sejak beberapa tahun terakhir mengolah limbah padat tepung tapioka menjadi pupuk organik. Kini pupuk organik hasil olahan mereka telah dipasarkan di kalangan petani sekaligus menjadi pengurang pencemaran lingkungan. Ketua KTH Giri Lestari, Wakam mengatakan produksi pupuk organik berbahan dasar limbah padat tepung tapioka ini telah dirintisnya sejak tahun 2012. Melalui pembelajaran dan pelatihan yang dilaksanakan secara mandiri, ia bersama komunitasnya mengolah limbah padat dan cair tepung tapioka yang selama ini menjadi masalah tersendiri bagi masyarakat. “Seperti diketahui limbah cair dan padat tepung tapioka ini selalu dituding menjadi biang pencemaran air hingga udara. Makanya dengan pengolahan limbah menjadi bahan baku pupuk organik inilah, kami berharap permasalahan limbah ini dapat dikurangi,” katanya. Dijelaskan Wakam, sesuai data yang dihimpunnya, jumlah perajin tepung tapioka yang tersebar …

Jalur Pekuncen-Ajibarang-Wangon Akan Dilebarkan

suaramerdeka.com
Jalur Tengah Langganan Macet Jalur tengah tepatnya Ajibarang-Pekuncen dan Ajibarang Wangon saat ini dikenal sebagai jalur rusak dan langganan macet. Peningkatan dan perbaikan yang lebih kuat diharapkan segera dilaksanakan jelang liburan Natal dan Tahun Baru 2017 mendatang. Selama beberapa minggu terakhir ini, banyak warga yang melintasi dua jalur tersebut harus bersabar menghadapi tersendatnya arus lalu lintas akibat jalan rusak, kendaraan mogok hingga kecelakaan. Di tengah tingginya curah hujan saat ini, perbaikan jalan di jalur tengah inipun terus dilaksanakan. Sayangnya, dengan cuaca dan banyaknya kendaraan bermuatan dengan tonase berlebih maka kerusakan jalan semakin cepat terjadi. Warga Desa Kranggan, Kecamatan Pekuncen, Rakhmawati mengatakan, bersama keluarganya lebih sering memilih melintas di jalur alternatif Pekuncen-Ajibarang. Pasalnya kenyamanan, keamanan hingga kelancaran lalu lintas di jalur utama Ajibarang-Pekuncen saat ini sulit dirasakan. Apalagi sela…

KTH Didorong Ikut Mengonservasi Hutan

suaramerdeka.com Lahan Kritis Meningkat, Produksi Kayu Defisit Tingginya penebangan kayu dan penggunaan kawasan hutan untuk tanaman semusim ini juga berdampak pada meningkatkan kawasan kritis. Terkait hal itu, gerakan tanam pohon terus disosialisasikan ke berbagai wilayah dan kalangan di Jawa Tengah. Kepala Bidang Rehabilitasi dan Pengembangan Sumber Daya Hutan dan Lahan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Raharjo mengatakan, untuk mendorong peningkatan produksi kayu dan mengurangi lahan kritis, pemerintah terus mendorong peningkatan kegiatan tanam pohon. Di Jateng sendiri, target tanam pohon tiap tahun adalah 100 juta pohon. Selain lahan kritis, kegiatan ini juga menyasar lahan kosong ruang terbuka hijau, kawasan mangrove, sempadan pantai, lahan sekolah, rumah sakit, sabuk hijau sungai, waduk dan pesantren. “Total lahan kritis di Jateng sekitar 634 ribu hektare. Paling banyak lahan kritis berada di wilayah Wonogiri, Cilacap, Banyumas, Brebes hingga kawasan pegunungan tinggi Dieng. …

Kedungwringin Terus Dorong Pemasaran Makanan Khas Rakyat

suaramerdeka.com  Pemerintah Desa Kedungwringin Kecamatan Jatilawang saat ini terus medorong pengembangan dan pemasaran makanan khas yang diproduksi oleh masyarakat setempat berupa mireng, kerupuk karag, dan sebagainya. Sejak puluhan tahun silam, makanan khas rakyat ini telah menjadi penghidupan puluhan warga setempat.
Perangkat Desa Kedungwringin, Munandar mengatakan, sedikitnya ada lebih dari 20 orang perajin makanan khas dari Jatilawang tersebut. Makanan mireng, karag, dan kerupuk soto yang diproduksi dalam skala rumah tangga tersebut sejak bertahun-tahun silam dipasarkan ke berbagai wilayah kabupaten, mulai dari Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, Purbalingga, dan Kebumen.
“Meski demikian memang masih dibuat dalam skala rumah tangga. Sebagian besar masih menjadi pencaharian sambilan oleh warga kami. Karena itu, pemerintah desa terus mendorong dan memotivasi warga untuk semakin meningkatkan produksi dan pemasaran ke wilayah lainnya,” katanya.
Cari FormulasiMunandar mengatakan, pemerintah…

Promosi Wisata di Kabupaten Banyumas Harusnya Lebih Gencar

Peran Swasta Belum DilibatkanRadarbanyumas.co.id

Promosi destinasi wisata di Kabupaten Banyumas seharusnya lebih digencarkan. Pasalnya, hal itu sangat diperlukan untuk menarik wisatawan sekaligus mengoptimalkan pendapatan daerah melalui PAD. Ketua Komisi C DPRD Banyumas, Nanung Astoto menyayangkan hanya Lokawisata Baturraden yang masuk dalam peta wisata Jawa Tengah. Padahal menurutnya, seharusnya Pemkab Banyumas mengusulkan semua potensi destinasi yang ada di Banyumas, terutama dalam kegiatan rakor wisata beberapa waktu lalu. Menurutnya itu sangat penting sebagai upaya promosi wisata di Kabupaten Banyumas. “Perkara nanti bisa diterima atau tidak yang penting pemkab sudah mengupayakan. Hal itu sebagai upaya untuk menarik atau mengundang sebanyak-banyaknya wisatawan ke Banyumas,” ujarnya kemarin. Nanung mengungkapkan, sektor pariwisata tidak lepas dari promosi wisata itu sendiri. Tidak hanya itu, di Banyumas saat ini juga banyak wisata yang menarik dan mempunyai daya tarik yang lebih spe…

Kelompok Tani Desa Beji, Kecamatan Kedungbanteng Sulit Pasarkan Sidat

suaramerdeka.com Kelompok tani ikan di Desa Beji, Kecamatan Kedungbanteng, kesulitan memasarkan sidat karena konsumsi masyarakat terhadap sidat rendah. Saat ini pemasaran sidat masih fokus di pasar-pasar di wilayah Kabupaten Banyumas dan Solo.
Ketua Kelompok Tani Sidat Desa Beji, Supriyanto mengungkapkan, di Banyumas maupun daerah lain belum familiar mengonsumsi sidat. ”Kendala utama kami pemasaran. Kami masih kesulitan menjual sidat untuk konsumsi, karena warga Banyumas yang mengonsumsi sidat masih sangat minim,” katanya, kemarin. Di sisi lain, harga sidat cukup tinggi yaitu berkisar Rp 130.000 – Rp 150.000 per kilogram.
Tingginya harga juga karena petani kulakan sidat Rp 100.000 per kilogram. ”Kalau dihitung dengan biaya produksi keuntungan kelompok tani masih tipis,” ujarnya. Dikatakan, selain pemasaran kendala lain yang menjadi perhatian para anggota kelompok adalah mereka belum mampu menghasilkan sidat konsumsi dalam waktu singkat.
”Pertumbuhannya lamban, padahal pembesaran sidat h…

Desa Didorong Miliki Peraturan tentang Kelestarian Ekosistem

suaramerdeka.com Guna mengantisipasi berkembangnya hama yang berpotensi mengganggu produksi pertanian, setiap desa didorong memiliki peraturan untuk menjaga kelestarian ekosistem. Kelestarian ekosistem akan dapat menjaga keseimbangan alam, termasuk dalam hal pertumbuhan hama. Terkait hal itu menurut Penyuluh Pertanian di Bapeluh KP Banyumas Jauhari, masing-masing desa perlu memiliki peraturan untuk menjaga kelestarian ekosistem. Dengan adanya peraturan itu, menurutnya dapat berperan dalam menjaga keseimbangan alam, yang pada muaranya juga dapat ikut mengendalikan hama tanaman. “Saat ini burung-burung yang kerap memakan serangga juga sudah jarang ditemui, burung hantu juga sering diburu. Jadi, jika hama saat ini banyak ya salah satunya karena ekosistem sudah terganggu,” tuturnya. Pelatihan Ia mengatakan, pengendalian hama tanaman, bukan berarti memusnahkan hama. Ia mengilustrasikan pengendalian hama tikus bukan berarti memusnahkan tikus seluruhnya, sebab tikus juga memiliki peran dalam…

Subterminal Banyumas Akan Ditata Ulang

Terkait Pembangunan Pasar

Quotesuaramerdeka.com : Pemkab Banyumas akan menata ulang kompleks Sub Terminal Bus Banyumas yang berada di Desa Kejawar. Menurut rencana penataan akan dilaksanakan bersama dengan pembangunan Pasar Banyumas.
Camat Banyumas, Achmad Suryanto, mengusulkan ke Dinas perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) Banyumas agar pasar lama dipindah ke lokasi di sekitar sub terminal. Tanah milik kas desa tersebut memiliki luas lahan antara dua sampai tiga hektare.
“Kami telah mengusulkan ke Dinperdindagkop, pada prinsipnya mereka setuju di dekat terminal. Kalau dengan lahan yang sekarang digunakan untuk sub terminal luasnya sekitar tiga hektare, nanti penataan sekalian dengan terminalnya,” katanya, kemarin. Dia mengatakan saat ini sedang berupaya mencari lahan pengganti tanah kas desa tersebut.
Menurutnya penyediaan lahan pengganti memerlukan waktu lama, karena tidak mudah mencari lahan yang layak untuk pengganti. “Ya nanti (pembangunan) pasar butuhnya berapa hek…

Libatkan SMK, Hitung Tingkat Kerusakan Ketiadaan Tenaga Teknis

Quote suaramerdeka.com :
Lantaran sekolah di Kabupaten Banyumas tidak memiliki tenaga teknis yang menguasai penghitungan tingkat kerusakan bangunan ruang kelas, Dinas Pendidikan setempat melibatkan keberadaan tim dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam melakukan penghitungan. Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Edy Rahardjo, mengatakan pemerintah pusat telah menunjuk dua sekolah menengah kejuruan di Kabupaten Banyumas untuk membantu sekolah, khususnya jenjang SD dalam melakukan estimasi tingkat kerusakan sekolah. Kedua sekolah itu adalah SMK 2 Purwokerto dan SMK Tujuh Lima 2 Purwokerto. Dua sekolah tersebut sama-sama memiliki program keahlian di bidang teknik bangunan, sehingga sangat tepat bila dilibatkan dalam proses pendataan tingkat kerusakan bangunan sekolah. Tim tersebut akan terjun langsung ke sekolah-sekolah untuk melakukan penghitungan dan hasilnya akan diserahkan ke Dinas Pendidikan. Selain itu, guna memberikan bekal kemampuan bagi pihak sekolah dalam melak…

Atraksi Budaya di Kota Lama Bakal Ditambah

Quote suaramerdeka.com : Atraksi budaya di kawasan Sentra Budaya Kota Lama bakal ditambah. Hal ini untuk mengenalkan kawasan yang memiliki sejumlah peninggalan sejarah tersebut. Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Banyumas, Rustin Harwanti, mengemukakan, saat ini kawasan Kota Lama masih dalam tahap revitalisasi. Di antaranya Alun-alun dan Tamansari. ”Ke depannya, kawasan itu bisa digunakan untuk pementasan dan atraksi budaya lainnya. Di taman itu nanti akan dilengkapi gasebo, plaza dan panggung pentas seni terbuka,” ujarnya, kemarin. Dia mengatakan, setelah selesai dibangun, nantinya komplek Taman Sari dan Alun-alun akan diisi dengan sejumlah atraksi budaya yang dibuka bagi masyarakat umum. Tujuannya untuk mendukung pengembangan wisata budaya di Kota Lama Banyumas. Beberapa atraksi yang sudah berjalan sejak dua tahun lalu yaitu, Festival Takir pada bulan Sura dan Pentas Rongpuluhan. Beberapa komunitas budaya, dan kelompok perorangan juga kerap men…