Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2016

Berharap Jalan Patikraja-Kebasen Dilebarkan

29 February 2016 |radarbanyumas Jalur Patikraja-Kebasen Dinilai Sempit KEBASEN-Jalan kabupaten yang berada sepanjang Kecamatan Patikraja hingga Sampang Cilacap dinilai warga terlalu sempit. Sebab saat ini  semakin banyak kendaraan yang melintasi jalur tersebut, baik kendaraan kecil maupun kendaraan berat. Salah seorang pengendara, Ifan (25) mengatakan, dia sengaja melewati jalur itu untuk memotong jalan dari Kebasen menuju Purwokerto. Dengan melewatu jalur itu, dia mengaku lebih cepat sampai ke Purwokerto, tempat tujuannya. “Lebih cepat sampai,” ujarnya. Kepala Desa Tumiyang, Kecamatan Kebasen Wawan Yuwandha mengatakan, Jalan Patikraja-Kebasen menjadi jalan lintas kabupaten, yaitu jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Banyumas dengan  Kabupaten Cilacap. Intensitas kendaraan yang melewati jalur itu pun tinggi. “Dump truck atau truk pasir dari Cilacap lewatnya jalan ini,” ungkapnya. Lebar jalan yang  kurang lebih empat meter dan berkelok,  juga rawan kecelakaan. Menurut dia, satu…

Dulu Penyadap, Kini Hidup dari Lada Perdu

Dulu Penyadap, Kini Hidup dari Lada Perdu 26 Februari 2016 , Suara Banyumas MENYADAP getah karet dan pinus, sejak dulu merupakan pekerjaan pokok bagi warga Dermaji, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas. Karena sebagian besar lahan di daerah ini merupakan pegunungan yang dijadikan sebagai hutan pinus dan karet oleh Perhutani. Kini menyadap karet dan pinus, sudah dijadikan sebagai pekerjaan sambilan, oleh sebagian petani. Mereka mulai beralih menjadi petani lada perdu. Dengan menyadap karet mereka paling banter mendapat keuntungan Rp 300 ribu/bulan, tapi dengan menanam lada perdu mereka bisa mengantongi keuntungan Rp 2,5 juta/bulan. Warga Dermaji, mengembangkan tanaman lada perdu yang mereka tanam di selasela tanaman karet dan pinus di lahan milik Perhutani. Mereka berharap nasibnya akan bertambah baik, karena harga jual lada sangat menjanjikan. Salah satu petani lada perdu, Daryono yang sering dipanggil Mang Oyot mengatakan, mereka kini juga sudah bisa mengembangkan bi…

Biro Wisata Ilegal Perlu Dirangkul

Puluhan Biro Wisata Ilegal 26 Februari 2016, Suara Banyumas PURWOKERTO – Tidak kurang dari 30 biro perjalanan wisata di wilayah Banyumas Raya belum memiliki izin. Keberadaannya dinilai meresahkan dan dapat merusak citra pariwisata. Ketua Perhimpunan Biro Perjalanan Wisata se Eks Kresidenan Banyumas (Pebemas), M Kardiyo mengatakan, banyak wisatawan yang mengeluh karena pelayanan dan fasilitas seperti kendaraan, akomodasi yang disediakan biro wisata tak resmi kurang memuaskan. Hal ini mengurangi kepercayaan calon wisatawan yang ingin menggunakan jasa biro. “Hal ini yang meresahkan kami sebagai pelaku wisata. Kami khawatir wisatawan kapok menggunakan jasa kami akibat perilaku biro tak berizin yang kurang bertanggung jawab,” kata dia, kemarin. Pihaknya mendata, setiap tahun terjadi peningkatan jumlah biro wisata. Pada 2013 terdapat 13 biro perjalanan yang menjadi anggota Pebemas di wilayah Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara (Banyumas Raya). Sementara pada 2015 j…

Underpass Jensud Terganjal Desain

26 February 2016 | radar Purwokerto
 PURWOKERTO – Rencana pembangunan underpass di perlintasan sebidang Jalan Jenderal Sudirman, masih belum ada kepastian. Pasalnya sampai saat ini upaya tersebut masih terganjal desain. Hal itu karena banyak permasalahan, mulai kondisi geografis hingga rekayasa lalu lintas.
Sampai saat ini Pemkab Banyumas masih melakukan penyempurnaan DED sebelum diusulkan lagi ke pusat. Penyempurnaan dilakukan karena desain sebelumnya dinilai masih cukup terganjal lahan yang sangat terbatas.
“Dulu sudah ada desain underpass langsung di Jalan Jenderal Sudirman. Namun dari kajian, desain perlu diubah untuk dibelokkan terlebih dahulu ke Jalan Sokajati,” ujar Kabid LLAJ Dinas Perhubungan Komuninasi dan Informatika (Dinhubkominfo) Kabupaten Banyumas Agus Sriyono.
Untuk realisasi, dia mengaku belum mengetahui secara detail. Menurutnya, realisasi pembangunan underpass tergantung dari pihak pusat, karena membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
“Anggarannya dihara…

Jalan Rusak dan Tergenang Air

25 February 2016 | radar Purwokerto Kondisi Underpass Kebocoran PURWOKERTO – Kondisi underpass Kebocoron terus dikeluhkan masyarakat. Pasalnya kondisi jalan rusak dan selalu terjadi genangan air.
Salah satu warga, Nisa berharap segera ada tindak lanjut penanganan jalan di wilayah underpass Kebocoran. Menurutnya, jalan rusak dan kondisinya selalu tergenang air. “Setiap hari selalu ada genangan air. Bahkan kalau hujan, genangannya bisa sampai selutut orang dewasa. Saya berharap ada segera penanganan, karena itu merupakan akses umum yang biasa digunakan masyarakat untuk beraktivitas,” keluhnya
Untuk itu, underpass rencananya bakal dibeton. Hal itu dilakukan sebagai upaya penanganan kerusakan jalan yang selalu terjadi hampir setiap tahun.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Kabupaten Banyumas Irawadi mengatakan, sudah melakukan pemeliharaan jalan di kawasan tersebut. Namun untuk penanganan permanen terutama untuk mengantisipasi kerusakan jalan akibat genangan air, masih belum …

Jalur Ajibarang-Wangon & Aliran Air PDAM Mulai Normal

Jalur Ajibarang-Wangon Mulai Normal 28 Februari 2016 23:24 WIB Category: Suara BanyumasDikunjungi: kali A+ / A- MELINTAS:Sejumlah kendaraan bermuatan berat melintas dengan pelan di jalur Ajibarang-Wangon di Desa Windunegara Wangon yang sudah mulai rusak sejak Selasa (23/2) lalu.(suaramerdeka.com/ Susanto) BANYUMAS, suaramerdeka.com – Arus lalu lintas di jalur Ajibarang-Wangon khususnya untuk bus dan kendaraan bermuatan telah mulai normal sejak Jumat (27/2) malam. Sebelumnya, jalur tersebut mengalami perbaikan setelah separuh jalan tersebut longsor karena dipicu pecahnya pipa PDAM, Selasa (23/2) siang. Agen Bus Rosalia Indah, Ajibarang, Eka Kurniawan mengatakan sejak Jumat(27/2) malam, bus dan kendaraan berat sudah mulai melintasi jalur Ajibarang Wangon. Sebelumnya, bus yang biasa melintas ke Yogyakarta melaui jalur tersebut, beralih ke arah Purwokerto sesuai dengan peringatan dari Polres Banyumas dan dinas terkait, pasca longsor sepekan silam. “Yah sekarang sudah melintas melalui Wango…

jalan lingkar Ajibarang wangon

Masalah ke sekian kali . dan Saya mengusulkan pembangunan jalan lingkar Ajibarang wangon sebagai solusi . selama tidak dibangun jaringan jalan baru masalah mustahil tuntas . kalo bukan jalan Tol dalam jangka panjang harus ada jalan lingkar Ajibarang wangon dalam jangka pendek . kalo Tol Tegal cilacap dibangun sangat significant mengatasi masalah ini . jalan raya khusus kendaraabn domestik saja .



ini domain pusat Sebenarnya . tapi pemkab Banyumas harus cari cara dengan mengoptimalkan jalur yang jadi wewenangnya . nah ini yang belum terlihat . seharusnya melakukan pemetaan wilayah antara wangon dan Ajibarang . buat rencana dengan merancang jarak tempuh terdekat dan aman secara geologis . dari sini dibangun jalan lingkar . ini wewenang pemkab . sayang belum ada terobosan seperti ini . proyek pemkab baru sebatas pengaspalan jalan yang sudah ada .
detikNews
 Jalur Tengah Banyumas Ambles, Akses Menuju Yogyakarta Ditutup


Banyumas - Jalan nasional yang menghubungkan Jakarta…

Serbuk Kayu “Disulap” Jadi Barang Kerajinan

22 February 2016 | Radar Banyumas SOMAGEDE-Limbah serbuk kayu yang biasanya terbuang, di tangan Doso Prio (50), warga Desa Somagede, Kecamatan Somagede, menjadi kerajinan yang memiliki daya jual. Doso mengatakan, di Kecamatan Somagede, antara lain Desa Klinting, Desa Somagede, maupun Desa Kanding, banyak perajin stik es krim. Dia merasa sayang melihat limbah serbuk kayu yang dibuang begitu saja oleh para perajin. Doso kemudian berinisiatif memanfaatkan limbah serbuk kayu untuk membuat berbagai macam kerajinan, antara lain topeng dan lukisan. “Daripada dibuang, saya beli untuk membuat kerajinan. Saya memang suka memanfaatkan limbah untuk membuat barang yang punya nilai seni,” ujarnya. Dia mengaku sengaja membuat berbagai kerajinan yang ramah lingkungan. Dia membuat berbagai macam karakter topeng seperti tokoh pewayangan, punakawan, atau topeng pentul untuk keperluan kesenian kuda kepang atau ebeg. Dia mulai memanfaatkan limbah serbuk kayu untuk membuat topeng sejak dimintai pertolongan…

Jam Operasional PKL Kota Ajibarang Diatur

20 Februari 2016 ,Suara Banyumas


Jam operasional Pedagang Kaki Lima (PKL) Kota Ajibarang diatur secara bergantian. Selain itu mereka juga mendapatkan sosialisasi tentang aturan PKL beserta hak ruang publik. Kasi Trantibum Kecamatan Ajibarang, Surono mengatakan ada lima zonasi PKL di wilayah Kota Ajibarang. Dari lima zonasi tersebut turut pula diatur jam operasional berdagang mereka. Hal ini dilaksanakan untuk ketentraman dan ketertiban lingkungan dan masyarakat. “Zonasi itu antara lain dari lampu lalu lintas Simpang Tiga Ajibarang ke barat, ke timur, ke selatan, jalan lingkar Ajibarang dan Taman Kota Ajibarang. Radius PKL yang diperbolehkan untuk berdagang dari lampu lalu lintas adalah minimal 50 meter,” jelasnya dalam sosialisasi kepada PKL Ajibarang di Pendapa Kecamatan Ajibarang. Surono juga menegaskan PKL diminta menaati apa yang menjadi aturan daerah Kabupaten Banyumas, khususnya larangan penggunaan jalur ruang publik untuk PKL. PKL juga diminta untuk tidak membangun lapak atau tempa…

Tapak Bima Karanggintung Tak Terawat

20 February 2016 | radar Banyumas Pernah Dilewati Sunan KalijagaKEMRANJEN-Tapak Bima yang berada di Desa Karanggintung, Kecamatan Kemranjen, sempat tak terawat dan mengalami pendangkalan sehingga jarang dikunjungi. Padahal, tempat tersebut dulunya merupakan lokasi yang banyak dikunjungi dan bisa memunculkan potensi wisata. Kadus II Desa Karanggintung, Hendri Purwanto mengatakan, Tapak Bima di Desa Karanggintung memiliki cerita sejarah yang berkembang di masyarakat. Dia menjelaskan, pada zaman dahulu ada Sunan Kalijaga yang lewat, kemudian Mbah Mangut memberi karang di lokasi tersebut, sehingga menjadi gintung atau danau. “Jadilah Karanggintung. Kalau yang saya ketahui dari profil desa seperti itu. Tapak Bima itu banyak airnya,” jelasnya. Tempat itu dinamakan Tapak Bima karena bentuknya kaki besar. Dalam pewayangan yang besar itu adalah Bima. Sumber mata air yang di sini penuh terus,” ujarnya. Menurut Hendri, saat ini Tapak Bima dalam tahap renovasi. Dia berharap, di samping untuk tampunga…

Warga Wangon Minta Penanganan Sampah Dimaksimalkan

Warga Wangon Minta Penanganan Sampah Dimaksimalkan
21 Februari 2016,  Suara Banyumas


Warga Kecamatan Wangon berharap Pemkab Banyumas dapat menangani masalah sampah di wilayah Banyumas bagian selatan tersebut secara maksimal. Pasalnya dengan adanya tempat penampungan sampah di tepi jalan, sejumlah titik kota Kecamatan Wangon terlihat kumuh. Warga Wangon bernama Fitri (30) mengaku, sangat tergangu dengan adanya pemandangan tumpukan sampah ini yang sering ia temui di tepi jalan. Padahal sebagai gerbang masuk wilayah Banyumas di jalur selatan, Wangon harusnya lebih tertata, rapi dan bersih. “Kami juga sudah mengajukan ke pihak kecamatan dan petugas pemunut sampah agar jangan sampai ada tempat sampah di tepi jalan, namun sampai saat ini, permintaan masyarakat belum juga dipenuhi. Kami juga rutin membayar retribusi sampah tiap bulan,” katanya. Warga lainnya Trisno mengaku prihatin jika di saat Peringatan Hari Sampah Nasional, Minggu (21/2) kemarin, pemandangan sampah yang belumt terangkut terlih…

Pengembangan Bandara Wirasaba Dibangun Mulai Akhir 2016

Rp 250 Miliar untuk Dukung Akses Jalan ke Wirasaba21 Februari 2016, Suara Banyumas


suaramerdeka.com – Untuk mendukung peningkatan akses jalan menuju Bandara Wirasaba Purbalingga,dari wilayah Kabupaten Banyumas, pemkab setempat akan menyiapkan anggaran antara Rp 200 miliar sampai Rp 250 miliar. Dukungan anggaran tersebut diberikan menyusul persetujuan Lanud Wirasaba dikembangkan menjadi bandara komersial dari Kementerian Perhubungan. Rencana dukungan anggaran dan kebijakan tersebut diungkapkan Bupati Achmad Husein saat pertemuan dengan Wakil Gubernur Heru Sujatmoko bersama Bupati Purbalingga Tasdi serta sejumlah instansi lain di Sokaraja. Dalam kesempatan tersebut, Wagub memaparkan rancangan pembangunan Bandara Wirasaba dan peninjauan lokasi. Husein mengatakan, dukungan pendanaan tersebut akan dialokasikan dari APBD perubahan tahun 2016 dan APBD induk tahun 2017. Termasuk dukungan anggaran bantuan provinsi maupun pusat. “Dana tersebut akan digunakan untuk pembebasan tanah milik warga dan …

Asal mula Purwokerto

Sebelum membahas sejak kapan kota Purwokerto dibangun marilah kita membaca sebuah berita yang sempat heboh tentang rencana pembongkaran situs makam pendiri Purwokerto di hotel Mulia .


Mbah Purwokarta merupakan salah satu pendiri dan penyebar Agama Islam pertama di Purwokerto.


Merdeka.com - Galian tanah itu masih terlihat jelas. Bongkahan tanah kering menutup liang lahat yang terkesan tak rapi itu. Dari lima makam di kawasan itu, kini terlihat hanya ada dua makam.
"Kami tidak rela makam yang dikeramatkan ini dibongkar," kata Imam Wahyono (30) salah satu pemuda Kelurahan Purwokerto Kulon, Banyumas, Kamis (20/9). Siang itu, puluhan warga Purwokerto Kulon menggelar aksi penolakan pembongkaran makam Mbah Purwokarta. Makam yang terletak di belakang Hotel Mulia itu, dibongkar untuk keperluan perluasan hotel. Mereka percaya, Mbah Purwokarta merupakan salah satu pendiri kota yang terkenal dengan mendoannya itu. Dia dulu merupakan penyebar Agama Islam pertama di…

Taman Kranji Terganjal Lahan

19 February 2016 |Purwokerto

Pemprov Minta Tukar Guling


PURWOKERTO – Pembangunan Taman Edukasi Sumber Daya Air (TESDA) Sungai Kranji masih diupayakan Pemkab Banyumas. Tahun 2016, Pemkab Banyumas menargetkan pembangunan fisik. Terkait hal itu, dalam waktu dekat rencananya akan ada pembahasan antara Pemprov Jawa Tengah dengan Pemkab Banyumas, terutama berkaitan dengan pemanfaatan lahan akan dijadikan lokasi taman. Seperti diketahui, status lahan yang akan digunakan saat ini masih milik atau aset Pemprov Jawa Tengah, sehingga perlu dilakukan koordinasi terkait administrasi pemanfaatan lahan tersebut. Sekretaris Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Kabupaten Banyumas Ariono menjelaskan berdasarkan koordinasi yang dilakukan, pihak pemprov menghendaki adanya penggantian lahan dengan lahan yang lain. “Minggu depan tim dari provinsi akan ke Banyumas untuk meninjau alternatif lahan penggantinya. Saat ini sudah ada pendataan aset dari pemkab,” katanya. Terkait pembangunan t…

22 Kecamatan Belum Layak Anak

20 February 2016 | RADARMAS
 LAYAK ANAK : Mayoritas kecamatan yang ada di Kabupaten Banyumas belum layak anak
PURWOKERTO – Dari 27 kecamatan di Kabupaten Banyumas, ternyata 22 kecamatan belum menjadi kecamatan layak anak.
Kepala Sub Bidang Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan Dan Anak (PKHPA) Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (Bapermas PKB) Kabupaten Banyumas Sukmawati SE mengatakan, baru lima kecamatan yang sudah menjadi kecamatan layak anak. Yakni Kecamatan Purwokerto Utara, Purwokerto Barat, Purwokerto Timur, Purwokerto Selatan, dan Karanglewas.
“Kecamatan layak anak memang baru dilaunching pada 2013. Tahun ini kita akan memfasilitasi Kecamatan Sokaraja, Kembaran dan Banyumas untuk menjadi kecamatan layak anak. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua, untuk mewujudkan Kabupaten Banyumas sebagai kabupaten layak anak,” katanya.
Dituturkan, suatu wilayah disebut menjadi kecamatan layak anak bila hak-hak anak akan terpenuhi. Secara psikis …

HUT Banyumas,KIRAB BOYONGAN REPLIKA SAKA SIPANJI

peringatan HUT Banyumas 
perpindahan ibukota kabupaten . diperagakan dengan mobil jadul . 
peragaan pemda pemindahan replika Saka Guru pendapa Sipanji . salah satu tidak boleh lewat atau nyeberang serayu 

credit to Jaka Jack









Humas Kabupaten Banyumas

PERTAMA DIGELAR, KIRAB BOYONGAN REPLIKA SAKA SIPANJI Banyumas : Prosesi Kirab Boyongan Replika Saka Sipanji, dari Pendopo Kecamatan Banyumas menuju Pendopo Sipanji Purwokerto, yang berlangsung Kamis (18/2) berlangsung menarik. Semua peraga memakai pakaian adat jawa banyumasan, dari subamanggala, bregada pembawa saka dan peraga lain termasuk Bupati Banyumas beserta istri. Keunikan juga terlihat dengan terlibatnya puluhan mobil antik yang dikoordinir Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) Korwil Banyumas. Prosesi pelepasan dilaksanakan di halaman Pendopo Kantor Kecamatan Banyumas, oleh Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein. Sebelumnya subamanggala yang diperankan oleh AKP Isfa Indarto, Waka Kabagops Polres Banyumas, melaporkan kesiapan m…