Langsung ke konten utama

Bangunan Baru di Purwokerto Harus Ikuti Aturan Zonasi

Radarbanyumas
Pembangunan di wilayah Perkotaan Purwokerto nantinya akan diatur secara detil dalam RDTRK Perkotaan Purwokerto Tahun 2014-2034. Aturan yang berlaku nantinya akan disesuaikan dengan zonasi yang tertuang dalam peta RDTRK Perkotaan Purwokerto yang bakal disosialisasikan bulan ini. “Namun untuk bangunan eksisting (yang sudah ada) akan diberikan tolerasi. Artinya akan dilegalkan,” jelas Ketua Pansus RDTRK Purwokerto, Subagyo, Rabu (3/8) kemarin. Ditambahkan, toleransi tersebut juga berlaku untuk bangunan yang saat ini masih dalam tahap pembangunan, dalam artian sudah ada izin yang dikeluarkan oleh pemkab. “Jadi untuk bangunan yang belum berizin atau bangunan baru, suka tidak suka harus mengikuti aturan yang ada, yaitu sesuai zonasi yang diatur dalam RDTRK,” imbuhnya. Subagyo menambahkan, sampai saat ini dasar pembangunan bangunan masih didasarkan aturan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kebupaten Banyumas. “RTRW sejauh ini masih belum memadai, karena untuk positioningnya masih belum tepat. Sehingga diperjelas dengan RDTRK dengan skala yang lebih detil yaitu 1:5.000. Untuk ketinggian bangunan, lanjut Subagyo nantinya akan tetap diatur pada Perda Bangunan, dimana tinggi maksimal bangunan mencapai 20 lantai. Menurutnya, aturan tersebut berlaku di seluruh wilayah Banyumas. Namun demikian, untuk wilayah Perkotaan Purwokerto nantinya tetap harus mengikuti aturan zona. Subagyo menjelaskan, pada proses perizinan, nantinya akan ditentukan dulu detil koordinatnya terlebih dahulu, untuk memastikan warna zona di kawasan yang akan dibangun tersebut, termasuk untuk menentukan persyaratan bangunan yang diperbolehkan dibangun di wilayah itu. Ditegaskan, setiap titik koordinat di Perkotaan Purwokerto sudah ada ketentuannya, termasuk detil variabel yang dilarang dan diperbolehkan dibangun di titik tersebut. “Jadi misalnya mau bangun gedung tinggi seperti mall, tidak akan diperbolehkan dibangun di kawasan perkantoran atau zona hijau kawasan perkotaan yang difungsikan sebagai ruang terbuka publik,” tegasnya. Pada prinsipnya, Subagyo menerangkan untuk aturan RDTRK ada dua hal pokok yang harus ada, yaitu link maps (peta) dan zoning tax (aturan zonasi). Disebutkan, dalam peta yang akan dipasang Jumat mendatang, masyarakat nantinya akan bisa melihat wajah perkotaan Purwokerto, khususnya untuk warna zona, baik zona merah, zona kuning, hingga zona hijau. Dijelaskan, untuk zona merah seperti zona pemerintahan dan perkantoran masih sama seperti kondisi saat ini. Meski demikian, untuk rencana pembangunan Central Bisnis District (CBD) terpaksa dibatalkan. “Itu didasarkan pada pertimbangan alokasi RTH publik kawasan perkotaan yang masih kurang. Sehingga kawasan yang rencananya diplot sebagai CBD akan tetap dipertahankan sebagai zona hijau,” tegas Bagyo. 


Sumber: http://radarbanyumas.co.id/bangunan-baru-di-purwokerto-harus-ikuti-aturan-zonasi/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…