Langsung ke konten utama

Pos

Entri yang Diunggulkan

Penataan Kota Kecamatan Wangon & Kemungkinan Perluasan Urban

Wangon adalah sebuah kota kecamatan yang lokasinya cukup strategis karena menjadi persilangan jalur utama lalu lintas di jalur selatan jawa.  Meskipun perkembangan kota dan ekonominya tidak semaju daerah lain yang sama strategisnya, tapi setidaknya Wangon sudah memiliki beberapa fasilitas yang tidak semua kecamatan memilikinya, antara lain : Terminal Bis type B, PLN UPJ Wangon, PDAM, Telkom , Stasiun Pemancar RRI Purwokerto, Samsat, Wangon Gateway yaitu fasilitas milik salah satu penyedia jasa kiriman sebagai salah satu gudang utama dan pusat distribusi di Pulau Jawa, serta menjadi pusat salah satu jasa layanan internet wireless milik swasta FebryNetwork, dan Batalyon, serta meski skala kecil sudah memiliki pusat bermain air atau waterboom Tirtagading


CBD Wangon

pertokoan di wangon mulai berkembang di jalan sekunder atau jalan kecil penghubung tidak hanya jalan besar atau poros utama.


pemusatan aktivitas ekonomi saat ini 



Pusat perekonomian di Wangon  mulai berkembang di jalan kecil yang …
Pos terbaru

Agustus, Pembangunan Dimulai Jembatan Gantung di Desa Kracak

Mulai Agustus mendatang, jembatan gantung Sungai Tajum, Grumbul Kedunglongsir, Desa Kracak, Kecamatan Ajibarang yang membentang sepanjang 50 meter dan lebar 1,5 meter akan dibangun kembali. Diharapkan melalui pembangunan tersebut, jembatan yang dimanfaatkan ratusan kepala keluarga di RT 1,2 RW6 Grumbul Kedunglongsir, RT 5 RW 9 Grumbul Majingklak dan Grumbul Parduli tu lebih layak. Hal itu disampaikan Camat Ajibarang, Eko Heru Surono usai mendampingi tim survei pembangunan jembatan dengan Kepala Desa Kracak, Senin (22/5) kemarin. Eko Heru mengatakan, dengan pembangunan jembatan gantung yang baru nanti diharapkan warga akan lebih aman saat melintas. “Diharapkan nanti bulan Agustus dapat dimulai dan berjalan lancar sampai rampung. Karena memang kondisi jembatan saat ini dalam kondisi yang membayakan,” katanya. Minim Perawatan Pejabat Kepala Desa Kracak, Admo S mengatakan, sejak dipasang 11 tahun lalu, perawatan jembatan ini terbilang minim karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman w…

Penjualan Bibit Cabai Masih Ramai

Masih tingginya harga komoditas cabai mendorong penjualan bibit cabai. Di pelosok pedesaan Banyumas semakin banyak petani menanam cabai termasuk di pekarangan. Petani asal Desa Bantar, Suwari (50) hingga kemarin, masih membuat persemaian bibit tanaman cabai untuk dijual untuk petani. Puluhan ribu bibit tanaman cabai ini disemai dan biasanya langsung dibeli oleh para pedagang dan petani setempat. “Selain petani, biasanya ada pedagang yang mengambil dengan mobil ke sini. Pada saat harga cabai masih tinggi sekarang ini, bibit cabai ini memang masih laris,” katanya. Dijelaskan Suwari, jenis bibit cabai yang disemai itu antara lain jenis cabai rawit merah, cabai hijau, dan merah besar. Selain komoditas cabai, ia juga menyemai bibit tanaman teron dan tomat. Biasanya ketika umur semaian bibit cabai ini telah mencapai 20-30 hari, maka banyak pedagang akan datang membeli. Tetap Laris “Bisa dibilang tetap laris sampai sekarang. Karena di saat harga cabai tinggi, banyak petani menanam cabai baik…

Permasalahan Arus Mudik Dipetakan

SM/Dian Aprilianingrum
RAMAI KENDARAAN : Arus lalu lintas di depan Pasar Kliwon, Karanglewas, Purwokerto tampak padat, Senin (23/5). Saat musim arus mudik dan arus balik lokasi tersebut kerap menjadi simpul kemacetan. (33)

Momentum arus mudik, dan arus balik sudah menjadi rutinitas tahunan, namun demikian, ternyata berbagai permasalahan masih menghantui momentum yang bakal berlangsung dalam beberapa pekan kedepan itu. Pemkab Banyumas telah memetakan permasalahan tersebut. Kepala Bidang Prasarana Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas Achmad Riyanto, kepada Suara Merdeka mengatakan, berdasarkan pengamatan tahun sebelumnya ada setidak-tidaknya lima permasalahan pada arus mudik. Permasalahan itu, lanjutnya antara lain adanya kemacetan atau antrean pada persimpangan dan pusat perdagangan. Kondisi itu terjadi karena banyaknya pejalan kaki yang menyeberang, maupun kendaraan yang berbelok sehingga menimbulkan tundaan arus lalu lintas. Selain itu, permasalahan lain yakni pertemuan ar…

Warga Pandak, Maksimalkan Pekarangan Dengan Menanam Sayuran

Desa Pandak Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas, mempunyai tradisi yang kuat dalam menerapkan budaya menanam. Hal ini terlihat dengan maksimalnya pemanfaatan pekarangan dengan berbagai tanaman. Didesa ini halaman rumah sebagian besar terlihat hijau, dengan tanaman sayuran dan tanaman obat khususnya di RW 3. Kepala Desa Pandak Rasito Arif mengatakan tradisi menanam sudah mulai dikenalkan kepada masyarakat di desanya sejak tiga tahun lalu, usai dirinya dilantik sebagai Kelapa Desa. “Tiga tahun lalu pekarangan terlihat kurang bermanfaat, setelah mendapat bimbingan dari Tim penggerak PKK Kabupaten dalam rangka memanfaatkan halaman rumah kami mencoba menerapkannya di masyarakat, hasilnya bisa dilihat sekarang, halaman menjadi hijau oleh tanaman sayuran dan apotik hidup,” kara Rasito Minggu (14/5) saat memantau pekarangan warga. Rasito menjelaskan tokoh masyarakat dan pemuda khususnya Ibu-Ibu PKK, saling mendukung kegiatan tersebut sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama, menanam …

Kawanan Kera Rusak Pertanian Warga

Sejak beberapa pekan terakhir, petani di Desa Kemutug Kidul diresahkan dengan munculnya kawanan kera di lahan pertanian. Puluhan kera itu memakan dan merusak lahan pertanian seluas kurang lebih enam hektar. Kepala Desa Kemutug Kidul, Kardi Daryanto, mengatakan kawanan kera itu memakan hasil pertanian warga seperti padi, pisang, ketela hingga cabai. Sebagian lahan pertanian juga rusak akibat serangan tersebut. “Kawanan kera itu biasanya datang dan menyerang lahan pertanian milik warga pada siang hari. Kadang-kadang pagi, siang maupun sore. Serangan kera itu sudah terjadi sejak beberapa minggu terakhir ini,” ungkap dia, kemarin. Dia mengatakan serangan kawanan kera itu tidak hanya terjadi kali ini saja, namun sudah terjadi berulang kali. Kondisi itu membuat para petani mengalami kerugian hingga jutaan rupiah, karena tanaman hasil pertanian banyak yang rusak. Kawanan kera itu, menurut dia, berasal dari tebing Sungai Lirip yang berada tidak jauh dari area lahan pertanian warga. Kawanan k…

Sadranan Makan Bersama di Jatilawang

SM/Susanto
ANAK-CUCU BERZIARAH : Ratusan anak putu Mbah Selagemiwang, Desa Gunungwetan melaksanakan ziarah menuju Makam Mbah Selagemiwang di Grumbul Kaliduren, Kecamatan Jatilawang, Banyumas. (19)
GELARAN slametan memperingati Bulan Sadran jelang Puasa Ramadan masih hingga kemarin masih dilaksanakan oleh masyarakat dan kelompok adat di Kecamatan Jatilawang. Tak hanya di Desa Pekuncen, prosesi ‘perlon unggahan’ juga dilaksanakan di Grumbul Kaliduren, Desa Gunungwetan. Ratusan warga mengadakan ziarah atau sowan ke makam tokoh yang menjadi kiblat kepercayaan mereka. Prosesi itu diawali sejak Minggu (21/5) sore dengan mengadakan doa bersama yang disebut dengan ‘muji’ yang berlangsung hingga petang di Balai Malang. Kegiatan unggahan itu dilaksanakan kembali dengan melakukan ‘rikat’ atau bersih-bersih tempat kubur di makam tokoh yang disebut Mbah Selagemiwang. Jelang waktu asyar tiba, perempuan ‘anak putu’ (pengikut ajaran) Selagumiwang melaksanakan ziarah dengan naik ke pemakaman dengan dimp…

Pendirian Joglo dan Museum Budaya Banakeling

Pihak pelestari adat masyarakat Banakeling kini terus mewacanakan dan mengikhtiarkan pendirian rumah joglo dan museum budaya. Hal ini diupayakan untuk menampung dan memfasilitasi minat warga luar terhadap budaya ‘’anak putu’’ (pengikut) Banakeling di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang. Dikatakan Ketua pelestari adat Banakeling, Sumitro, pihaknya terus berupaya menjalin berbagai kerja sama dan memperluas jaringan khususnya kepada pihak birokrasi dan lainnya untuk bisa mewujudkan harapan tersebut. Pasalnya seperti diketahui sampai saat ini, banyak pihak datang ke Pekuncen untuk melihat langsung kehidupan pengikut Banakeling. ”Sudah banyak yang datang ke sini untuk meneliti, memotret dan bertanya banyak hal tentang Banakeling. Mereka antara lain dari kalangan peneliti, akademisi, jurnalis, fotografer, wisatawan dan lainnya,” katanya. Wacana pendirian joglo dan museum itu terus menguat karena sampai saat ini tamu yang datang ke Pekuncen terbilang cukup banyak. Terlebih lagi saat gelaran…