Langsung ke konten utama

Postingan

Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Membanyumaskan dunia. Karena tidak berasal dari bahasa kamus sehingga potensi menimbulkan ambigu dalam penafsiran. Menurut saya kalimat menduniakan Banyumas artinya mempopulerkan nama Banyumas ke manapun kita berada. sedangkan kalimat membanyumaskan dunia artinya mewarnai suasana dimanapun kita berada dengan suasana, aura, rasa , semangat dan ciri khas Banyumas.

Nah ungkapan ini sebenarnya memiliki arti yang sama dengan misi blog saya. memperkenalkan Banyumas kepada masyarakat luas tentang segala informasi positif perkembangan desa dan kota serta semua potensinya agar semakin dikenal sehingga mendorong minat untuk berinvestasi dan berwisata. Maka blog ini saya beri tajuk dengan tulisan 
Adalah kumpulan Berita, catatan, ide, informasi dan dokumentasi, Baik yang berhubungan dengan " Banyumas" maupun sesuatu yang menarik perhatian saya. Bertujuan utama mem…
Postingan terbaru

Film Satria Perkenalkan Budaya dan Pariwisata Banyumas

Rumah produksi Ralia Pictures dan Gula Kelapa Pictures akan menghadirkan film nasionalisme bernuansa budaya Banyumas berjudul Satria. Film yang dijadwalkan tayang pada Februari 2018 tersebut turut melibatkan Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Pramuka Kwarcab Banyumas.
"Banyumas memiliki kekuatan budaya dan kuliner yang tidak dimiliki daerah lain. Belum lagi banyak tokoh nasional lahir dari Banyumas, seperti Jenderal Gatot Soebroto dan Profesor Soemitro Djojohadikoesoemo," ujar Syamsul Masdjo Arifin, produser Ralia Pictures.
Sutradara Jito Banyu mengatakan, film akan mengeksplorasi seluruh aspek Kabupaten Banyumas, mulai dari pariwisata, budaya, dan kuliner. Ia menjelaskan, film berkisah tentang putra daerah asal Banyumas bernama Satria.
Kedua orang tua Satria telah meninggal dunia sehingga ia diasuh sang nenek, veteran perang zaman kemerdekaan yang sangat menyayanginya. Di tengah keterbatasan dan kesederhanaan, Satria gigih berjuang hingga berhasil mencapai kesuksesan.
Jito …

Melanggar di Jalan, Ditilang di Rumah – Tilang E-CCTV Purwokerto

Pekan Ini Satlantas Koordinasi Dengan Dinhub PURWOKERTO-Satuan Lalu Lintas Polres Banyumas bersiap menyambut penilangan dengan menggunakan rekaman E-CCTV. Bahkan, dengan adanya penilangan E-CCTV, nantinya penempatan petugas di persimpangan tidak diperlukan. Sebab, semua pelanggaran dapat terekam dengan baik oleh kamera CCTV. “Saya rasa dengan adanya E-CCTV tidak harus ada petugas, semua sudah terekam CCTV ketika ada kendaraan yang melanggar, baik nopol kendaraan maupun wajah pengendara,” jelas Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun SIK melalui Kasat Lantas AKP AR Dwi Nugroho. Berbekal rekaman itu, petugas akan mendatangi pemilik kendaraan sesuai alamat di STNK. 
Jika pengendara sesuai dengan foto di E-CCTV akan ditindak langsung. “Jika tidak sesuai dengan rekaman E-CCTV, akan dikembangkan lagi siapa yang mengendarai kendaraan tersebut. Kami arahnya seperti itu,” tambah AKP AR Dwi Nugroho. Namun demikian, Satlantas baru akan berkordinasi lagi dengan Dinhub pada pekan ini. Ha…

Revitalisasi Alun Alun Banyumas

Dengan adanya revitalisasi alun alun kota lama Bnayumas, secara perlahan mulai berdampak kepada perekonomian masyarakat di sekitarnya. Dan mula mempertegas rencana Pemkab Banyumas yang menetapkan Kota lama Banyumas sebagai kota Pusaka atau Heritage city sebagai salah satu pengembangan konsep bidang pariwisata. 
Tentu hal ini merupakan permulaan sebagai bagian dari penataan kawasan kota lama secara keseluruhan . Meskipun belum semuanya tercover setidaknya sudah membuka jalan dan sebagai rintisan menuju pusat wisata baru di  kabupaten banyumas. 
Tentang Pembangunan Alun alun Banyumas saat ini mulai dirasakan masyarakat sebagai bagian dari pertumbuhan kota yang awalnya terkesan semrawut sekarang sudah terlihat tertib, rapi dan indah yang membuka peluang usaha masyarakat sekitarnya dibidang kuliner, kesenian,batik, permainan anak dan hiburan lain. 
Pada tahun 2015 saya mendapat info awal rencana pembangunna  alun-alun Banyumas ini. 

Revitalisasi alun alun Banyumas dikerjakan selama 3 tah…

Sertifikasi Gula Semut Jadi Kendala

Belum adanya sertifikat gula serbuk atau gula semut, membuat beberapa petani kesulitan dalam memasarkan produknya. Seperti yang disampaikan salah satu petani gula kelapa dari Desa Batuanten, Kecamatan Cilongok, Kholil yang mengeluhkan banyak pembeli yang tidak jadi membeli karena belum ada sertifikat organik. “Para petani sudah mencoba melakukan disversifikasi produk, dan memenuhi standar. Tapi masih ada beberapa hal yang perlu dipenuhi untuk mendapat sertifikat organik,” ujarnya. 
Adanya kendala itu, para petani pun kembali meproduksi gula cetak. Kholil mengatakan, jika dibandingkan dengan gula semut, harga gula cetak masih di bawah gula semut. Saat ini, harga gula semut di tingkat petani berkisar Rp 11 ribu hingga Rp 13 ribu per kilogram. Sedangkan harga gula cetak tradisional per kilogram hanya Rp 8.500. 
Petani gula lainnya dari Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Sodikin menuturkan, ada oknum yang menurunkan pasaran gula semut. Oknum tersebut mencampur gula rafinasi, yang tentu saja…

Desa Bingung Tentukan Jenis BUMDes

TAMBAK-Desa-desa di Kecamatan Tambak sudah mulai merintis pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Keberadaan BUMDes digadang-gadang sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat desa. Baru-baru ini, Desa Buniayu mendirikan BUMDes berupa pasar desa, toserba dan toko material. Akan tetapi, belum semua desa di Kecamatan Tambak merealisasikan pembuatan BUMDes pada 2017 ini. 
Kebingungan dalam menentukan jenis BUMDes adalah salah satu masalahnya. Desa masih mencari unit usaha yang tepat, sehingga ketika mendirikan BUMDes dapat berjalan dan berkelanjutan. Kepala Desa Prembun Masudi mengatakan bahwa pemerintah pusat menuntut desa supaya mempunyai BUMDes. Sedangkan untuk sementara waktu, desa masih kesulitan dalam membangun BUMDes. 
“Desa Prembun mempunyai embung. Sebenarnya dapat dikembangkan untuk mengangkat potensi pariwisata desa yang dapat dikelola sebagai BUMDes. Tapi, mendirikan wahana wisata dan sarana pendukung lainnya bukan hal mudah. Banyak modal yang dibutuhkan,” papar Masudi. Oleh …

RSUD Banyumas Ubah Loket Pendaftaran

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas melakukan pembaruan pada sistem pendaftaran, yakni dengan memperbanyak loket pendaftaran pada pasien rawat jalan pengguna jaminan kesehatan. Menurut Direktur RSUD Banyumas, AR Siswanto Budiwiyoto mengatakan, sebagai solusi menumpuknya antrian pasien. Dalam sehari, pasien rawat jalan dapat mencapai kurang lebih 800 orang. 
Dengan adanya pembaruan sistem, waktu tunggu dapat dipersingkat. Mengingat, pasien rawat jalan adalah orang yang dalam kondisi berobat atau mengalami masalah kesehatan. 
DIPERBANYAK : RSUD Banyumas memperbanyak loket pendaftaran pada pasien rawat jalan pengguna jaminan kesehatan. (FIHRI RAHMAWATI/RADARMAS) 
“Di loket pendaftaran, pasien rawat jalan sebelumnya mengantri dua kali. Dengan smart service, pasien rawat jalan menyerahkan berkas pendaftaran lalu menunggu sebentar langsung mendapatkan jaminan,” jelas Siswanto. Tri Pambudi, pasien rawat jalan poli jantung RSUD Banyumas asal Kabupaten Purbalingga mengatakan, pembaruan sistem…

Tiga Regulasi Tata Ruang Ditunggu DPRD Banyumas

Pemkab Banyumas diminta segera menyelesaikan seluruh regulasi yang berkaitan dengan penataan ruang di Kabupaten Banyumas. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi pertumbuhan pembangunan di Banyumas, khususnya di wilayah Purwokerto, yang semakin meningkat setiap tahunnya. Ketua Komisi B DPRD Banyumas, Bambang Pudjianto menjelaskan ada tiga regulasi penataan ruang yang sejauh ini masih belum ditetapkan oleh pemerintah daerah. Menurutnya, selesai atau tidaknya regulasi tata ruang tersebut sangat bergantung dari keseriusan eksekutif dalam menyiapkan regulasi tersebut. 
PADAT : Kepadatan lalu lintas jalan Jenderal Sudirman Barat Purwokerto. Pemkab harus segera menentukan regulasi RDTRK Perkotaan Purwokerto, sebagai acuan pembangunan. (DIMAS PRABOWO/RADAR BANYUMAS) 
Pertama, regulasi berkaitan dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Purwokerto, yang sudah pernah dibahas di tingkat pansus, sampai saat ini belum jelas arahnya akan seperti apa. “Yang mengetahui permasalahan kena…