Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Membany...

Kamis, 20 Juli 2017

Kebun Raya Baturraden Miliki 710 Spesies Tanaman Langka




PURWOKERTO-Tanaman langka ‘kantong semar’ yang banyak tumbuh di kawasan lereng Gunung Slamet, perlu mendapat perhatian khusus. Pasalnya tanaman dengan nama latin ‘Nepenthes Adriani’ tersebut, belakangan banyak diburu ilmuwan luar negeri. “Cairan dari Kantong Semar yang diburu ilmuwan luar negeri untuk melunakkan daging. Kalau keluar akan merugikan kita dalam pengembangan ilmu pengetahuan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jateng, Sugeng Riyanto, saat peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia Tingkat Provinsi yang dipusatkan di Kebun Raya Baturraden, Banyumas, Rabu (19/7). TANAM : Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menanam tanaman langka jenis Sakura. Dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia Tingkat Provinsi yang dipusatkan di Kebun Raya Baturraden, Gubernur mengingatkan agar tanaman seperti Kantong Semar lebih diperhatikan. (MAULUDIN WAHYU/RADAR BANYUMAS) Dia mengatakan, berdasarkan informasi dari Badan Intelejen Negara (BIN), hampir seluruh jenis tanaman langka, termasuk enzim kantong semar, telah banyak yang dikirim ke luar negeri dengan harga antara Rp 5 juta sampai Rp 10 juta. Jika tidak segera dihentikan, dikhawatirkan tanaman langka di Indonesia akan mengalami kepunahan. “Untuk menghindari kepunahan, Kebun Raya Baturraden menjadi tempat konservasi sejumlah tanaman langka. Saat ini tercatat sedikitnya 3.064 individu yang terdiri dari 710 spesies yang menjadi koleksi,” kata dia. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang hadir dalam acara itu mengatakan, untuk menghindari penyelundupan, seluruh sektor diminta bekerjasama, mulai dari dinas terkait, kepolisian dan imigrasi. Selain itu karantina juga harus dilakukan. “Kenapa kita sampaikan itu, karena barang itu sudah keluar. Ini tidak mudah memang, tapi segera kita bisa mengatasinya. Enzim, dari kantong semar ini bisa digunakan untuk melunakkan daging, ini tantangan kita, tidak hanya melindungi, tapi ilmu pengetahuan juga harus bergerak,” kata dia. Pengembangan enzim Kantong Semar, lanjut dia, bisa dilakukan kerjasama dengan perguruan tinggi seperti Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Sehingga Indonesia tidak tertinggal dengan negara lain yang terlebih dahulu mengembangkan itu. Dalam kegiatan tersebut, Ganjar mengajak seluruh masyarakat untuk lebih memperhatikan lingkungan, salah satunya dengan menggiatkan gerakan menanam pohon. Ia berharap, kegiatan penanaman pohon bisa menjadi tradisi dan sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. “Tingkatkan tradisi menanam pohon dalam kegiatan seremoni apapun. Di tahun ajaran baru ini, guru dan siswa juga didorong menanam pohon, para siswa baru diharapkan menanam pohon,” ajaknya. Secara simbolis, Ganjar melakukan penanaman dua bibit tanaman Sakura di komplek Kebun Raya Baturraden. Tanaman itu diharapkan jadi daya tarik baru bagi wisatawan agar berkunjung ke Kebun Raya Baturraden saat tanaman tersebut mulai berbunga. Sebelum ke Kebun Raya Baturraden, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menegaskan sejumlah kasus bullying yang terungkap di sejumlah wilayah lewat video viral di media sosial harus diperhatikan. Untuk itu, Ganjar yang memberikan pembekalan kepada siswa kelas X SMAN 5 Purwokerto, yang sedang mengikuti pengenalan lingkungan sekolah (PLS), Rabu ( 19/7) meminta sekolah siap mengahadapi berbagai masalah, terutama dari luar sekolah diantaranya paparan pornografi, narkoba, bullying, radikalisme dan lainya. “Hal ini dimaksudkan agar tidak ada perilaku menyimpang, termasuk aksi bullying,” katanya. Untuk itu pada saat PLS, guru dan sekolah harus bisa mencipatkan suasana yang mendukung untuk proses belajar mengajar, menciptakan proses yang menyenangkan. Selain itu, Ganjar juga menekankan kepada guru yang ada, untuk bisa membangun karakter, budi pekerti dan moralitas yang baik. Untuk menghadapi sejumlah tantangan yang ada, terutama di luar sekolah. “Budi perkerti bisa diajarkan melalui, mata pelajaran apapun, melalui aktivitas apapun. Tapi gurunya, atau temanya kita rangsang mereka selalu mengingatkan. Umpama dia bicara mengenai toleransi, tadi ada yang tinggal di asrama. Kenapa bukan dia yang tinggal di asrama, mereka dijelaskan karena mereka tidak mampu,” kata Ganjar Pranowo. 

Sumber: http://radarbanyumas.co.id/enzim-kantong-semar-diburu-ilmuwan-luar-negeri/
Copyright © Radarbanyumas.co.id

Taksi Banyumas Siap Beralih Ke Aplikasi


Setelah adanya pertemuan antara pelaku transportasi umum yang ada di Banyumas dengan pihak Bupati Banyumas, Ir Achmad Husein dan pihak terkait lainnya beberapa waktu lalu, pihak operator taksi di Kabupaten Banyumas mengaku sudah siap dengan peralihan tersebut. Ketua Jasa Transportasi Taksi Kondang Prima Karya (KPK), Sutiyono mengatakan, sebelum ramai dibicarakan transportasi online, sudah terbesit oleh KPK untuk membentuk transportasi online di Banyumas. Namun saat itu masyarakat belum tertarik dengan transportasi online. Ilustrasi/ “Jadi sekarang masih kordinasi dulu dengan Pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya untuk dapat memfasilitasi itu, kalau tidak ada perubahan jadwal Senin (24/7) besok akan ada pertemuan lagi,” katanya. Menurut Sutiyono, kordinasi ini dilkukan karena KPK merupakan organisasi berbadan hukum, sehingga ada otoritas pembinaan di bawah pemerintah kabupaten dan propinsi. Dalm hal ini tentu ada take and give antara KPK dan pihak pemerintah. “Pasti ada kewajiban dan saling mendukung, akan dilakukan sesuai peraturan,” ujar Sutiyono. Sementara itu, Konsultan Hukum Koperasi Banyumas Taksi, Is Heru Permana menuturkan, kendaraan untuk transportasi umum harus tunduk pada peraturan hukum, seperti pada peraturan UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dan mengenai peralihan transportasi menggunakan aplikasi, menurut Is Heru tetap ada konsekuensi berupa uji KIR dan sebagainya untuk kelayakan jalan. “Negara kita kan berbadan hukum jadi segala sesuatu harus diatur, bebas berinovatif tapi koridornya yaitu aturan. Kalau tidak seperti itu, semua kendaraan pribadi bisa untuk transportasi umum,” tuturnya. Is heru mengharapkan, selain berbadan hukum juga diharapkan pelayanan semakin baik dari yang sudah ada. Sebab, konsep taksi sekarang sudah berbasis online hanya pemesanan masih via telepon.

sumber radar Banyumas 

Dua Pohon Sakura Ditanam di Kebun Raya Baturraden


Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menanam dua bibit pohon sakura di Kebun Raya Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (19/7/2017).
Penanaman pohon khas negeri Matahari Terbit itu dilakukan Ganjar beserta istri, Siti Atiqoh Supriyanti dalam Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Dalam acara yang mengangkat tema “Connecting People to Nature” atau menyatukan manusia dengan alam, Ganjar berharap dua spesiespohon Sakura tersebut dapat tumbuh dengan baik, dan menjadi daya tarik baru di kompleks Kebun Raya Baturraden.

Dalam sambutannya, Ganjar berpesan kepada semua pihak untuk turut aktif menjaga lingkungan dengan jalan pengelolaan sampah yang baik.
Di Indonesia, khususnya, Jawa Tengah, kata Ganjar, hingga saat ini masih dihadapkan pada persoalan sampah sebagai problem utama lingkungan.
"Masalah sampah itu soal perilaku. Bagaimana kita bisa mengelola dengan baik, metodenya, teknologinya, seperti contoh bank sampah," katanya.
Selain mendorong pengelolaan sampah yang terintegrasi, Ganjar juga menganjurkan gerakan menanam pohon dapat menjadi tradisi dalam setiap acara atau upacara kemasyarakatan.

Seremonial penanaman pohon yang diselipkan pada kegiatan masyarakat itu dinilainya mampu menanamkan kesadaran terhadap kelestarian lingkungan.
"Saya menganjurkan setiap seremonial apapun tandai dengan menanam pohon. Misal acara perkawinan atau hajatan juga diselipi agenda menanam pohon. Sehingga mereka secara tidak langsung kita juga menanamkan kesadaran pada generasi berikutnya untuk merawat pohon itu," ujarnya.
sumber Kompas.com

CURUG SENTONG Desa Samudra kecamatan Gumelar Banyumas








Seperti yg telah diberitakan sebelumnya, beberapa minggu trakhir ini masyarakat Desa Samudra sedang gencar - gencarnya melakukan pembuatan dan pembukaan jalan menuju curug senthong yang berada di tapal batas Kabupaten Banyumas, tepatnya di komplek hutan pinus perbatasan desa winduaji (waduk penjalin) dengan Desa Samudra. Hal ini memicu rasa penasaran beberapa masyarakat, khusunya para Netizen yang mengetahui informasi ini. Maka tak pelak beberapa minggu trakhir ini banyak masyarakat khususnya ABG (baca: anak muda) silih berganti mengunjungi tempat tersebut. Tentu saja hal ini membuat beberapa kalangan semakin tertarik untuk mencoba mendesign tempat "ngadem" tersebut menjadi lebih menarik. Seperti yang disampaikan kades Samudra, Fredy Guisa Sujatmiko kedepannya juga masuk master plan pemanfaatan sumber air sebagai sumber produksi air kemasan. " sudah.. sudah ada planing ke situ, nanti pengelolaanya kita serahkan pada Bumdes, mudah-mudahan itu bisa segera kita realisasikan"Kata fredy disela sela monitoring pembukaan jalan tersebut. Masih menurut fredy, sudah ada beberapa pengusaha dari kota purwokerto yang berkunjung ke kantor Desa Samudra dan menyatakan minatnya untuk mengeksplore spot tersebut untuk dijadikan tempat wisata edukatif. Hal ini tentu saja membuat tim Redaksi tambah penasaran, dengan ditemani beberapa pemuda Desa Samudra yang tergabung dlm satuan pramuka cinta alam dari SMK ISBINTARA redaksi mencoba mengunjungi curug yang dimaksud. Berjarak kurang lebih 300m dari jalan utama penghubung Desa Samudra dan Kabupaten Brebes yang ke arah waduk penjalin akhirnya spot tersebut berhasil dicapai

Dan seperti yang disampaikan Rendy Bantara Loudstoun, tempat tersebut benar-benar masih "prawan". Dikelilingi oleh hutan pinus, tempatnya sangat asri dan adem.. ternyata curug senthong punya magnet sendiri. Rasa lelah dan capek terbayar oleh ademnya suasana, disisi lain beberapa undakan curug yang begitu banyak (tidak hanya satu tempat) membuat tempat ini sangat rekomended. jika kedepan dalam eloknya perjalanan dikiri kanan jalan sudah ditanami bunga warna warni, tempat tersebut bnar benar akan jadi destinasi wisata yang cantik. "Masih sebatas konsep memang.. tapi dari kealamian curug inipun sudah sangat menarik" demikian dikatakan Roso Surgawi ketua RW 2 Desa Samudra mengakhiri berbincangan kami.

sumber Fb Syech Foodhien 

Rabu, 19 Juli 2017

Reverensi Taman Bunga Jika Pemkab Banyumas Membangun wahana wisata Baru

Daya tarik wisata kabupaten Banyumas sebenarnya masih perlu digali dan dikembangkan, Namun penambahan fasilitassaat ini masaih sangat seadanya. Belum ada pembangunan wahana yang benar benar unik yang bisa menjadi ikon. Yang kita lihat seperti small world , karang panginyongan dan sebagainya itu masih terlalu sederhana untuk dijadikan bahan penarik wisatawan . Pernah saya kritik di tulisan beberapa bulan lalu atau tahun lalu. Nah terkait  penambahan wisata alam , penataannya bisa saja mencontoh daerah lain akan tetapi jangan pula menjiplak. Jangan seperti taman payung misalnya itu sudah terlalu umum dan banyak yang membuat , tapi teminal bulupitu malah mencontohnya. 
semoga tulisan di bawah bisa menjadi inspirasi bagi kabupaten Banyumas untuk lebih mengembangkan potensi wisata sesuai alamnya dan daya dukung lingkungannya. 
copas dari VIVA.co.id – 
  • Enam Taman Bunga Terindah di Indonesia

Kegiatan yang paling menyenangkan ketika memasuki hari libur akhir pekan adalah meluangkan waktu bersama dengan keluarga. Menghabiskan waktu libur akhir pekan yang berkualitas baik untuk sekadar makan atau berbincang. 
Namun, banyak dari masyarakat di Indonesia yang bingung untuk memilih tempat wisata yang dapat dilakukan bersama dengan anggota keluarga. Kebanyakan dari kita lebih memilih pergi ke mal atau ke wahana bermain, dan hal ini dipandang cara yang paling efektif untuk menghabiskan waktu bersama dengan keluarga. 
Cobalah untuk menciptakan suasana libur akhir pekan yang berbeda dengan berpiknik di taman bunga. Kali ini, VIVA.co.id akan memberikan rangkuman beberapa referensi taman bunga terindah di Indonesia yang bisa kalian kunjungi bersama keluarga dari berbagai sumber. Berikut ini enam taman bunga terindah di Indonesia.
1. Taman Bunga Sakura, di Cibodas Jawa Barat
Taman Bunga Sakura, di Cibodas Jawa Barat
Masyarakat Indonesia tidak perlu lagi pergi jauh ke Jepang untuk menyaksikan bunga sakura yang berguguran. Bunga sakura dapat tumbuh subur di sini karena taman terletak di kaki Gunung Pangrango, yang memiliki ketinggian yang hampir sama dengan habitat asli dari sakura.  
Berbeda dengan bunga sakura di Jepang yang hanya mekar sekali dalam satu tahun, bunga di taman ini bisa berbunga dua kali dalam satu tahun, yaitu sekitar bulan Januari-Februari dan Juli-Agustus, suatu hal yang sungguh menakjubkan. Bunga ini  mekarnya bisa bertahan sekitar empat hari. 
Bagi Anda yang ingin menghilangkan penat sejenak dari rutinitas kehidupan, tempat ini bisa jadi alternatif untuk berlibur. Anda bisa berpiknik di bawah pohon di tepi danau, dan di tengah hamparan rumput yang hijau dan asri.
2. Taman Bunga Nusantara di Cianjur Jawa Barat
Taman ini memiliki berbagai macam jenis bunga bahkan Anda akan dibuat kagum dengan karya seni bunga yang berbentuk seperti hewan. Tempat ini memiliki sembilan taman yang terdiri dari taman air, taman labirin, taman Bali, taman mediterania, taman palem, taman gaya Jepang, yang menawarkan berbagai jenis tanaman yang berbeda di tiap tamannya. 
Wisatawan dapat berjalan-jalan menikmati keindahan taman, berpetualang di taman labirin hingga memberikan makan angsa, bebek dan flaminggo yang berada di danau yang terdapat di Taman Bunga Nusantara ini. 
3. Taman Bunga Cihideung, Bandung
Tempat ini menjadi pusat wisata argobisnis khsusus budidaya dan pembibitan tanaman hias, maupun tanaman bunga potong, sehingga tempat ini menjadi tempat terbaik untuk menikmati keindahan alam. Tanaman yang ada di sini bukan hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga ada bunga berasal dari China, Jepang, dan Korea. 
4. Taman Bunga Selecta Malang, Jawa Timur
Taman Bunga Selecta Malang, Jawa Timur
Taman bunga ini menjadi ikon wisata dari kota Malang. Dengan banyak bunga-bunga berwarna-warni membuat taman ini menjadi cantik. Pengunjung bisa menikmati berbagai jenis kegiatan dalam kawasan ini, seperti kolam renang, flying fox, sky bike, wahana cinema 4D, aquarium, berkuda, dan panahan. Meski panas terik matahari tapi tempat ini tetap memiliki udara yang sejuk.
5. Orchid Garden, Denpasar, Bali
Taman bunga yang banyak menyuguhkan berbagai jenis tanaman anggrek ini sangat terkenal bagi wisatawan asing yang berlibur di Bali. Di sini tumbuh banyak tanaman tropis, seperti Cordylines, Bromeliads, Heliconia, Aroids, Tanaman pitcher (nepenthes) dan banyak lagi.
Di tempat ini pula kita dapat menikmati kopi luwak, selain bunga di sini juga banyak ditemui kodok, kupu-kupu dan berbagai burung yang memberikan kesan tenang. 
6. Oro-oro Ombo di Gunung Semeru
Salah satu tempat menarik bagi para pendaki Gunung Semeru di Jawa Timur ini adalah Oro-Oro Ombo. Tempat ini menjadi tempat yang paling menarik untuk dijadikan latar foto. 
Tempat ini menjadi hamparan bunga berwarna ungu yang dianggap sebagai bunga Lavender. Namun bunga berwarna ungu tersebut bukanlah bunga lavender melainkan verbena brasiliensis, tanaman berumur pendek alias semak tahunan yang tumbuh dari Januari hingga Agustus dengan tinggi dua meter. 

Rencana Pindahnya Ibukota Negara

Postingan kali ini tidak berhubungan dengan Banyumas atau Purwokerto meskipun dulu sempat dihubung-hubungkan dengan isu calon ibukota baru.  Saya cukup tertarik tertarik terhadap isu ini yang merupakan isu besar nasional strategis. Soal setuju atau tidak, saya termasuk orang yang setuju ibukota negara pindah apakah itu ke Kalimantan atau tempat lain yang penting baik bagi masa depan negara ini. Jika saya membuat kesimpulan sementara , maka tentang Palangkaraya hanya sebagai basis atau kota pendukung calon ibukota baru, jadi bukan lokasi ibukota baru itu sendiri yang mana saat ini masih berupa hutan, info dari sumber lain mengatakan PLN juga siap membangun infrastruktur di sana. Saya mengharapkan sebuah ikon baru, kota baru nanti akan muncul seperti Kota Astana  versi Indonesia. 

copas berita bersumber dari Detik.com

Jelajah Calon Ibu Kota

Siapkah Palangka Raya Jadi Ibu Kota Baru RI?



Memindahkan suatu ibu kota tidak semudah membalikkan telapak tangan. Bahkan dalam memilih lokasi saja, butuh kajian yang mendalam, dengan memperhatikan berbagai aspek yang akan ditanggung dalam beratus hingga beribu tahun ke depan.


Pulau Kalimantan menjadi pilihan terkuat lokasi calon ibu kota baru Republik Indonesia. Palangka Raya pun santer diberitakan bakal jadi pilihan, terlebih dengan adanya faktor historis yang dibawa dari Presiden Pertama Sukarno.



Lantas, seberapa siap sebenarnya Palangka Raya bila benar-benar menjadi ibu kota baru Indonesia?



Simak kutipan wawancara detikcom dengan Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Rabu (12/7/2017).



Sudah pernah ada rapat antara Pemprov dan Pempus?
Enggak ada. Belum ada. Cuma, waktu itu ada juga kunjungan dari Kepala Bappenas. Beliau menyampaikan, menanyakan soal kota Palangka Raya dan sekitarnya. Saya jawablah. Kalau memang jadi diletakkan di sini, di tiga daerah tadi (Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Gunung Mas), kami juga Kalteng punya laut.



Tapi juga Kalteng tidak seperti Provinsi lainnya yang pembangunannya pesat. Kalteng mungkin Provinsi yang paling tertinggal dari beberapa provinsi yang lain. Pelabuhan samuderanya kami belum ada. Jalan-jalan di daerah Kalimantan yang lain, kan mungkin karena sudah dieksploitasi tambang dan minyaknya, termasuk Kalsel. Lalu Kalbar juga yang berbatasan dengan Malaysia. Lalu Kaltim juga.



Jadi Kalteng itu ibarat raksasa yang belum dibangunkan. Alam masih terjaga. Cuma dulu ketika zaman reformasi, undang-undang kita tidak ada, memberikan izin-izin kebun itu tidak teratur. 



Kalau begitu, apa Palangka Raya memang sanggup memenuhi syarat-syarat untuk dijadikan ibu kota baru?
Kalimantan Tengah kan enggak ada gempa bumi. Lalu kalau andai kata dibahas masalah asap, ini kan tergantung pimpinannya. Amerika saja di California bisa kebakaran. Itu kan tergantung manusianya. Yang penting kan budaya, manusia dan lingkungannya terjaga. 



Siapkah Palangka Raya Jadi Ibu Kota Baru RI?Foto: Eduardo Simorangkir




Lokasinya sudah ada, bagaimana kesiapan infrastruktur di Palangka Raya?
Saya rasa, bicara soal pusat pemerintahan, membangun infrastruktur itu kan memang harus. Kan dipindah ke manapun kan infrastrukturnya juga harus dibangun. Kemungkinan, dulu kan ada transmigrasi. Kalteng kalau jadi ibu kota, kan tidak perlu transmigrasi lagi. Pemerataan ekonomi juga nanti kan rata antara tengah, timur, barat. Selama ini kan di Pulau Jawa terus. Sehingga DKI pun tidak layak lagi jadi pusat pemerintahan. Kemudian Jonggol, sama saja. Itu seperti ibu dan anak tiri aja di situ, sudah padat juga. 



Risiko apa yang harus dihindari kalau ibu kota benar-benar pindah ke Kalteng?
Itu tidak ada resiko. Risikonya ya pemindahan ibu kota itu. Dananya? Kita mampu kok, kita bukan negara miskin. Emang negara ini miskin, cuma mencari uang Rp 100 triliun sampai Rp 200 triliun buat pindahin ibu kota? Kita ini kaya kok.



Bagaimana dengan ancaman lahan gambut dan air yang katanya tidak bersih?
Kita enggak usah jauh-jauh, lari saja ke sungai, itu sudah air semuanya. Namanya hutan itu, pasti sumber air tawar itu pasti ada dan besar. Tinggal sekarang kan keinginan-keinginan saja. Lagian kan bukan satu dua tahun memindahkan ibu kota. Ada waktu, supaya lahan yang ada itu bisa diamankan.



Palangka Raya berarti akan jadi kota penyangga?
Iya, penyangganya nanti. 



Lantas bagaimana kesiapan Palangka Raya sebagai kota penyangga ibu kota baru nanti? Dari kesiapan infrastruktur dasarnya bagaimana, mulai dari jalan, listrik hingga air?
Ya makanya saya katakan tadi, dibangun saja itu pembangkit listrik mulut tambang itu kita ada batu bara. Pulau Jawa saja ambil dari Kalimantan untuk sumbernya. Kalteng juga punya, bisa kita bangun. Asalkan serius. Ini kan cuma soal keseriusan.



Kalau di Jakarta, kondisi begitu, Presiden itu bisa serius enggak kerja? Ini bukan masalah Patwal dan macetnya. Tapi sedikit-sedikit demo. Risiko itu di sini enggak ada. Penduduknya enggak ada. Presiden aman, umur panjang di sini.



Persiapan dari SDM di Kalteng dengan akan pindahnya ibu kota nanti bagaimana?
Kami kan tidak harus ada persiapan khusus. Kan yang mendesain kota dan sebagainya adalah pusat. Tentu kami selaku gubernur, akan meminta beberapa hal, seperti budaya dijaga. Tapi yang penting, supaya kami sendiri diberikan UU khusus, seperti DKI. UU khusus ini kan baru ada di 4 provinsi, Aceh, Papua, DKI, dan Yogya.



Masyarakat tanggapannya sejauh ini bagaimana?
Tentu ada yang setuju dan tidak. Sekarang anggaplah saya enggak setuju, tapi kalau memang Presiden menghendaki pindah ke Kalteng, suka tidak suka kami harus menerima. Yang penting, saya sebagai Gubernur meminta, jangan jadi seperti orang Betawi, malah lari ke pinggiran.



Saya cuma berpikir, andai kata terjadi pindah ke Kalteng, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, sendirinya pasti akan terbangun. 



Ada kekhawatiran bahwa masyarakat asli akan terpinggirkan?
Ini kan tergantung orangnya. Bukan tergantung orang lain, tapi kita sendiri.



Ada arahan yang sudah diberikan ke masyarakat?
Belum. Kan belum, kami cuma menunggu.



Di masyarakat memang sudah ada euforia atau bagaimana?
Enggak terlalu, kami lihat di medsos juga enggak terlalu. Kami itu lebih banyak soal bagaimana makan dan anak-anak kami sekolah.




Blak-blakan Gubernur Kalteng Soal Palangka Raya Jadi Ibu Kota RI



Palangka Raya kerap disebut sebagai salah satu calon terkuat ibu kota baru Indonesia. Nama ini bahkan muncul sejak Presiden Pertama Indonesia, Sukarno, menancapkan tiang pembangunan kota Palangka Raya pada 1957 silam.


Lantas apa sebenarnya hal yang membuat nama Palangka Raya kerap muncul menjadi kandidat terkuat calon ibu kota pengganti Jakarta?



Simak kutipan wawancara detikcom dengan Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Rabu (12/7/2017).




Nama Palangka Raya kerap muncul jadi pengganti Jakarta sebagai Ibu Kota Baru, sebenarnya apa yang ada di Palangka Raya?
Luas untuk Palangka Raya ini sekitar 2.400 km2. Jadi 200 ribu lebih kalau dalam hektar. Kalau Jakarta kan 60 ribuan (ha) ya. Cuma seiring perkembangan zaman sudah padat, lalu tata kotanya sendiri enggak dijaga. 



Ada hal lain yang mendukung selain luasnya lahan itu?
Begini, kami ini kan generasi-generasi kesekian di Kalteng ini. Saya ini sendiri Gubernur yang keberapa. Kota Palangka Raya kan sudah didesain oleh Bapak Ir. Sukarno. Sehingga dipancanglah tiang, dekat pinggir sungai itu untuk jadi ibu kota. Tepatnya di depan Gedung DPRD ini. Termasuk bundaran besar dan istana ini juga didesain oleh beliau juga. Memang didesain dari 1957 oleh beliau sendiri.



Bisa diceritakan soal keinginan Sukarno menjadikan Palangka Raya sebagai ibu kota Republik?
Dulu kan sungai Kahayan ini sangat bersih dan jernih sekali. Bahkan Pak Sukarno minta di bantaran ini jangan didirikan rumah-rumah. Mungkin beliau membayangkan, sekaranglah mungkin, seperti negara-negara maju, di pinggir sungai ini diperuntukkan bagi pariwisata, kampung-kampungnya, semua di situ ada. Tapi yang terjadi sekarang, karena bertambahnya masyarakat, kebutuhan ekonomi meningkat, jadilah bantaran sungai Kahayan ini jadi kegiatan masyarakat.



Sebetulnya, saya sebagai Gubernur sendiri tidak menyikapi untuk bahwa Palangka Raya harus jadi pusat pemerintahan. Ini kan angan-angan dari seorang proklamator dan beliau ambisius sekali menjadikan ini pusat pemerintahan republik ini.



Mungkin karena di Indonesia yang ada kata Rayanya cuma dua ini kan. Tidak ada DKI Raya, Yogya juga enggak ada. Di sini yang ada, Palangka Raya.



Saya sebagai gubernur tidak menyikapi bahwa, apalagi sekarang banyak sekali isu bahwa di Kalimantan akan dipindahkan ibu kota. Kan di Kalimantan, bukan di Palangka Raya. Ada diajukan di Kalsel, Kaltim. Bahkan ada diajukan katanya juga di Sulawesi.



Blak-blakan Gubernur Kalteng Soal Palangka Raya Jadi Ibu Kota RIFoto: Eduardo Simorangkir




Kelebihan apa yang dimiliki Palangka Raya sehingga namanya selalu disebut-sebut?
Semua daerah ini kan punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kita berandai-andai saja, dari segi keamanan seorang kepala negara, kalau andai kata disimpan di Kaltim, dijadikan kota, di situ kan berbatasan dengan negara lain langsung. Sama dengan Kalbar, Kaltara. Kalau terjadi sesuatu luar biasa, Presiden tinggal di sana, bayangkan dari segi keamanan, kemungkinan, yang paling tepat menurut saya, Kalsel boleh, Kalteng juga boleh. Tapi untuk penduduk yang kecil jumlahnya dan wilayahnya luas, ya Kalimantan Tengah. 



Kebetulan bertepatan dengan kunjungan Presiden dalam Hari Kesetiakawanan Nasional tahun 2016 bulan Desember, Presiden datang ke sini, beliau cerita-cerita sekilas dengan saya, mengenai bagaimana Palangka Raya. Pak Gubernur, bagaimana kota Palangka Raya masih fleksibel tidak untuk menjadi pusat pemerintahan kita.



Pak Presiden, mohon maaf, menurut saya untuk Palangka Raya itu tidak fleksibel lagi, seiring dengan kebutuhan manusia. Tapi Pak Presiden, kalau berkenan, kalau untuk mencari lahan 300 ribu-500 ribu hektar, saya sebagai Gubernur Kalteng siap menyiapkan.



Itu cerita-cerita kecil dengan Pak Presiden. Setelah itu kita kegiatan lagi, putus, berjalan lagi dengan pak Presiden ke upacara Hari Kesetiakawanan Nasional. Ke kampung laut, ngobrol. Besoknya beliau mau balik lagi, waktu itu ada Menteri PMK (Puan Maharani) dan ada Seskab (Pramono Anung) juga. Saat itu saya pidatokan juga, mudah-mudahan Kalteng bisa jadi pusat pemerintahan Republik ini.



Nah waktu pulangnya juga, Pak Presiden bicara ini. Pak Gubernur, memang masih ada lahan untuk menjadi pusat pemerintahan Republik ini? Pak Presiden, kita mungkin saya katakan di 3 tempat, yaitu Kota Palangka Raya sendiri, setelah itu Kabupaten Katingan dan Kabupaten Gunung Mas. Jadi kalau diambil di peta itu seperti Piramida. Kalau dianggap kota Palangka Raya sendiri, ini daerah Selatannya, Katingan, dan Gunung Mas utaranya. 



Tapi jadi atau tidaknya, kan tergantung dari Pemerintah Pusat. Saya hanya menyiapkan lahan.



Artinya beberapa kali ada pembicaraan?
Enggak beberapa kali juga. Pak Presiden juga mengatakan, jangan sampai menggusur-gusur dusun dan desa. Tentu dengan Kalteng yang luasnya luar biasa ini, perintah Pak Presiden, setelah pak Presiden berangkat ke Kalbar, saya panggil Wali Kota Palangka Raya, Bupati Katingan, termasuk Dinas Kehutanan saya, terbanglah ke atas pakai helikopter. 



Sekarang saya selaku Gubernur kan cuma menunggu. Suka atau tidak suka, mau tidak mau, kalau memang pusat menginginkan, ya kami mengaminkan. Saya sebagai Bapak orang banyak, wakil Pemerintah Pusat, pasti tunduk dengan perintah Presiden.



Mengenai hal bahwa di sini memang yang diinginkan oleh Pak Presiden, ya tentu saya wakil rakyat Kalteng, andaikata terjadi, kantor-kantor pemerintahan, ingin supaya budaya dan adat istiadatnya (terjaga).



Kalteng ini kan adat istiadatnya agak mirip dengan Bali. Hindu kan ada di sini. Islamnya sekitar 74%, dan sisanya agama lain. Sama dengan Bali.



Kami kan ada adat istiadat rumah Betang. Rumah Betang itu sukunya suku dayak, tapi di dalamnya bermacam agama. Konghucu saja yang enggak ada. 



Kenapa sekarang Palangka Raya tidak fleksibel lagi?
Makanya tanyakan saja ke Presiden. Mungkin Pak Presiden punya pemikiran lain, melihat historis Palangka Raya sendiri. Beliau berkunjung kan bisa saja tanya apa saja. Bagaimana kalau begitu, begini.



Waktu itu suasananya santai atau bagaimana?
Santailah. Beliau kan suka guyon.



Guyonnya seperti apa?
Itu di VIP Bandara. 



Setelah itu ada pertemuan-pertemuan lanjutan atau instruksi selanjutnya?
Enggak ada. Kami siap saja 1 x 24 jam. Kalau sudah diperintahkan, lokasi sudah ada dan lainnya, sebagai wakil Pemerintah Pusat di daerah, kami selalu siap. Memberikan keamanan dan kenyamanan ketika itu dikatakan pindah. Kalau orang mengatakan di Kalteng, Kalsel dan di mana pun nanti, kalau dikatakan itu tidak ada biayanya, orang itu berarti enggak mau berpikir. 



Di Jakarta itu kan padat sekali. Terlalu padat. Kalimantan ini kan luas. Ada Kalsel, Kalbar, Kalteng, Kaltara. Tinggal dipilih. Dan punya sejarah dan daya tarik tersendiri.



Komunikasi dengan Bappenas sejauh ini seperti apa?
Kami tunggu Presiden untuk mengkaji dan menelaah, Kaltim juga termaksud, Kalsel juga termaksud, Kalbar juga masuk, kami lihat nanti yang mana yang diinginkan pemerintah pusat.



Kalau komunikasi Bappenas dengan Pemprov Kalteng seperti apa?
Belum ada, belum ada komunikasi sama sekali, komunikasi dengan Presiden belum.



Ada pemberitahuan enggak dari Bappenas atau Presiden terkait syarat-syarat untuk Kalteng kalau mau menjadi Ibu Kota?
Enggak ada. Cuma kan beliau (Presiden) hanya minta, Pak Gubernur tolong siapkan tempatnya di mana tapi tidak menggusur dusun.



Nanti kan di Kalteng akan dibangun kota baru, untuk kesiapan pembangunan kota baru itu sendiri bagaimana?
Ya tinggal ini kan pusat, bahan material itu kan nanti tidak jadi masalah, kalau sudah ada niat tidak jadi masalah. Orang negeri ini dibangun tidak ada materialnya.



Kami ini (Gubernur) diperintah seperti prajurit juga, seperti Polri juga, 1x24 jam ketika Pak gubernur, Pak Presiden sudah mulai berkantor di sana. Ya menuju masa-masa beliau, kalau memang ini dijadikan pusat pemerintahan, sambil jalan beliau berkantor, kami siap. Kenapa tidak siap?