Langsung ke konten utama

Warga Galang Dukungan Tolak Pelarangan Ojek Online

 Larangan terhadap operasional ojek online, di wilayah Banyumas oleh Bupati Achmad Husein, menuai reaksi balik dari masyarakat.
Melalui media sosial , mulai Jumat (14/7) kemarin, telah muncul petisi menggalang dukungan agar ojek online tetap diperbolehkan melayani masyarakat di wilayah tersebut. Kebanyakan pendukung petisi tersebut adalah masyarakat yang merasakan manfaat positif dari jasa pelayanan transportasi berbasis aplikasi online ini.
Sementara, larangan bupati yang dituangkan dalam surat edaran, lebih ditujukan untuk melindungi ojek pangkalan atau transportasi umum yang masih konvensional. Namun belakangan justru memicu pro-kontra hingga sekarang. Petisi penggalangan dukungan tersebut berjudul “Dukung Go-Jek Purwokerto”.
Petisi untuk minta dukunagn dari warganet (netizen) tersebut dibuat oleh akun awiet mwp dan diunggah sejak pagi. Sampai dengan pukul 16.00, petisi itu telah ditandatangani hingga 389 pendukung di change.org.
Dalam petisinya, awiet mwp mengatakan, keberadaan ojek online, khususnya Gojek di Kota Purwokerto setidaknya mampu menyerap lapangan pekerjaan. Disisi yang lain, katanya, juga memberikan kenyamanan dan keamanan kepada customer.
“Menyangkut masalah kenyamanan dan keamanan, kami memenuhi standarisasi peraturan lalulintas, seperti e- KTP, SIM C (roda dua) aktif, SIM A (roda empat) aktif, STNK taat pajak, SKCK aktif dan tidak memiliki keterlibatan hukum pidana,” tulisnya. Pihak penggalang petisi meminta kepada Bupati Achmad Husein untuk lebih mempertimbangkan kembali keberadaan Gojek di Purwokerto.
Kepada bupati, penggalang petisi ini menyampaikan, bentuk pelayanan Gojek tidak hanya mengantarkan penumpang ke tujuan, namun ada pelayanan lain, seperti Go-Food, Go-Shop, Go-Mart, Go-Send, Go-Win, Go-Tix, Go-Box, Go-Massage, Go-Clean, Go-Glaim, Go-Auto, Go-Mad dan Go-Busway.
“Kami dari paguyuban Gojek Satria yang merupakan mitra PT.Go-Jek Indonesia telah menjelaskan secara singkat keberadaan kami. Besar harapan agar bapak bupati bisa memahami dan mempertimbangkan untuk segera mengeluarkan izin operasional Gojek di Purwokerto,” katanya.
Terkait penggalangan petisi tersebut, Ketua Paguyuban Gojek Satria Muhammad Ikhsan membenarkan hal itu. Petisi dukungan dari masyarakat akan disampaikan kepada bupati sebagai bentuk respons dari sebagain masyarakat yang lain, juga menghendaki kehadiran ojek online.
Ia mengatakan, target dukungan sebenarnya hanya sekitar 200 orang, namun sampai dengan sore hari dukungan sudah lebih dari itu. Bahkan dari warganet yang ikut menyatakan dukungan tanda tangan, menyarankan agar dukungan digalang sebanyak-banyak.
Bahkan bisa sampai 500 orang. “Jika memang keberadaan Gojek atau ojek online lainnya bermanfaat buat masyarakat Banyumas, tolong bantu disebarkan petisi itu. Hasil dari pengumpulan tanda tangan itu akan diserahkan kepada bupati,” katanya. 
sumber suara merdeka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…