Selamat Kepada Calon Kepala Daerah Banyumas

Rabu, 05 Juli 2017

Beberapa Usulan Saya Sebenarnya Bisa Mengatasi Kelesuan Pratista Harsa

Transaksi Di Gerai UMKM Pratista Harsa Tetap Sepi Meski Libur Lebaran



Selama libur Lebaran 1438 H, tidak mempengaruhi transaksi di Gerai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Pratista Harsa. Seperti hari-hari biasa, pengunjung yang datang ke Gerai UMKM Pratista Harsa tetap sepi. Kasir Gerai UMKM Pratista Harsa, Rini mengatakan, saat hari H hingga H+2 Lebaran, gerai UMKM Pratista Harsa tutup dan kembali buka pada H+3. Meskipun masih dalam rangkaian libur Lebaran, tetapi tidak ada perlonjakan kunjungan dibanding dengan hari biasa. “Bahkan wisatawan atau pendatang dari luar Banyumas juga tidak terlihat mampir gerai,” ujarnya. Untuk kunjungan per hari selama libur Lebaran, juga dapat dihitung dengan jari. Beberapa pengunjung tersebut juga tidak selalu membeli produk UMKM yang ada. Sementara, untuk proses penjualan secara online yang pernah dijalankan pada awal tahun ini, sudah berhenti. Sebab pihak gerai UMKM Pratista Harsa kekurangan SDM yang menguasai IT. “Kapasitas internet di sini juga masih kurang, jaringannya jadi lelet,” ujar Rini. Pengelola gerai UMKM Pratista Harsa, Wartini mengatakan, sebelum Lebaran pihaknya sudah memberi kesempatan pada pelaku UMKM di Banyumas untuk menyediakan produk-produk unggulannya. Namun tidak banyak pelaku UMKM yang menyediakan produknya, terutama pada produk makanan dan minuman olahan. “Kami juga tidak memaksa pada pelaku UMKM makanan dan minuman olahan agar menyediakan produknya lebih banyak, karena ada batas tanggal kadaluarsa, jadi kami tidak ingin membuat mereka rugi kalau tidak laku terjual,” jelasnya. Sepinya pengunjung, menurut Wartini selain dikarenakan stok produk yang semakin berkurang, tidak seperti tiga tahun yang lalu, juga karena saat ini gerai UMKM Pratista Harsa sedang mengalami masa transisi. Setelah Lebaran tahun ini, pengelolaan Gerai UMKM Pratista Harsa akan dialihkan ke Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Kabupaten Banyumas. Dia menjelaskan, sebelumnya pengelolaan Gerai UMKM Pratista Harsa dilakukan oleh Bidang Usaha Kecil Menengah (UKM) Dinas Tenaga Kerja, Koperasi (Dinnakerkop) dan UKM Kabupaten Banyumas. Sehingga sementara ini beberapa produk UMKM dikembalikan pada pemiliknya. “Nanti akan dibenahi lagi sistem manajemennya, dan kami terbuka pada para pelaku UMKM di Banyumas untuk dititipkan jual di Gerai UMKM Pratista Harsa,” tandas Wartini. 

Sumber: http://radarbanyumas.co.id/transaksi-di-gerai-umkm-pratista-harsa-tetap-sepi-meski-libur-lebaran/
Copyright © Radarbanyumas.co.id


Ini pernah saya bahas dalam tulisan berjudul Plus Minus Pembangunan di Kabupaten Banyumas 
https://sitoneizer2.wordpress.com/2016/08/03/plus-minus-pembangunan-di-kabupaten-banyumas/
Pusat Kuliner Pratista Harsa
Pratista Harsa adalah salah satu proyek besar Pemerintah kabupaten Banyumas  yang bertujuan untuk mengatasi persoalan pedagang kaki lima di kawasan alun alun Purwokerto. Masalah PKL adalah hal biasa yang dialami di semua daerah dan kota. Adapun yang dilakukang oleh Pemkab Banyumas adalah dengan cara menempatkan mereka di satu tempat , agar tidak lagi menimbulkan kemacetan di jalan terutama di area alun alun Purwokerto.
Namun perlu  dipahami bahwa tujuan PKL berjualan adalah untuk menafkahi keluarga, tentu langkah ini kurang tepat sasaran jika hanya mengatasi masalah di satu sisi tapi menimbulkan persoalan baru. Bagi pedagang yang yang sudah menempati lapak di pratista Harsa baik blok A dan Blok B mereka tak kunjung mendapat penghasilan yang cukup, karena sangat sedikitnya kunjungan masyarakat  untuk makan atau berbelanja di Pratista Harsa, bahkan sejak pertama menempati, akhirnya banyak diantaranya yang gulung tikar, karena rugi dan memilih kembali turun ke jalan. Ini apa yang salah ? Langkah Pemda sudah tepat, tapi alangkah baiknya didudkung oleh kebijakan lain yang bisa mensukseskan program ini, contohlah Pemkab Kebumen, mereka bisa mendukung pusat kuliner dengan cara mengintensifkan jajaran PNS agar sering makan di pusat kuliner ini.
Saran saya, sebaiknya Pemkab Banyumas memulai dari jajaran  PNS dan Karyawan BUMD. Jumlah mereka tentu sangat banyak untuk sekedar diberi kewajiban makan di Pratista Harsa minimal seminggu sekali. Selain itu buatlah konsep baru pratista Harsa agar menjadi tempat santai yang nyaman dan sebagai lokasi penyelenggaraan event –event tertentu secara periodic dan berkesinambungan untuk memberi nilai tambah . Misalnya ada agenda setiap minggunya diadakan acara lomba kentongan ( atau acara lainnya) yang pesertanya merupakan siswa sekolah-sekolah di Purwokerto. Buatlah agensda semacam itu sebagai kegiatan tetap di Pratista Harsa. Agar bisa berjalan seperti rencana mungkin akan lebih baik agar dibuat panitia atau semacam paguyuban yang salah satu tugasnya sebagai event organizer. Saya yakin dengan adanya kegiatan maka gairah di Pratista Harsa akan ikut terangkat dengan kunjungan masyarakat, tentu efeknya adalah jualan mereka akan ikut dilirik dan peluang dibeli oleh penginjung semakin besar.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...