Langsung ke konten utama

Petani Tiparkidul Maksimalkan Penggunaan Pestisida Organik

Petani Desa Tiparkidul, Kecamatan Ajibarang memaksimalkan penggunaan insektisida organik untuk memberantas hama wereng dan penyakit lainnya selama empat tahun terakhir.
Hal ini dinilai efektif untuk mengendalikan hama tanaman padi. Kepala Desa Tiparkidul Riyanto menjelaskan, banyaknya lahan padi petani yang terserang hama wereng di wilayahnya ternyata tidak berdampak pada tanaman padi petani yang menggunakan ramuan tradisional dalam menangkal hama tersebut.
Sejak empat tahun lalu, pestisida organik yang diramunya terbukti efektif untuk mengendalikan hama wereng yang menjadi momok bagi petani. “Luasan lahan yang ada di Tiparkidul ada lima hektare lebih yang terkena hama wereng batang cokelat. Tapi saya dan beberapa petani menggunakan pestisida organik yang terbuat dari ramuan sejumlah rempah dan dedaunan,” katanya.
Riyanto menjelaskan, saat ini di lahan luas 49 ribu meter persegi atau 7 bau ditanami padi dan tidak terkena hama wereng batang cokelat. Sementara hasil panen padi saat ini meningkat sampai 1 ton dari hasil sebelumnya per bau hanya 3,5 ton menjadi 5 ton.
Ramuan Daun
“Ramuan dedaunan yang saya racik belum banyak yang memakai. Rata-rata petani tidak percaya dengan ramuan tersebut tetapi setelah ada yang membuktikan banyak yang ikut. Ramuan dedaunan tersebut hanya direndam dengan air dan air rendamanan tersebut digunakan untuk menyemprot dua kali sejak seminggu setelah tanam sampai panen. Sementara sawah petani banyak yang terserang hama walaupun menanam varitas padi yang sama yaitu IR 64,”jelasnya.
Sementara itu, Kepala BP3K Ajibarang Sudiyono mengatakan jika lahan pertanian padi di Ajibarang banyak yang terserang hama wereng batang cokelat. Untuk luasan lahan mencapai 10 hektar tersebar di beberapa desa di Ajibarang. Pihaknya terus melakukan penyuluhan terhadap petani dan pencegahan supaya petani tidak sampai gagal panen.
Ketua Forum Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (FP4S) Buton, Glempang, Muthohar mengatakan tak berhenti mengajak para petani di Banyumas dan di manapun untuk kembali ke organik. Pasalnya sudah terbukti dari sejumlah petani organik di Banyumas berhasil meningkatkan produksi hingga pendapatan dari hasil pertanian organik tersebut.
“Hasil produksi pertanian organik ini juga mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan dengan pertanian biasa. Karena saat ini produksi pertanian organik masih minim sehingga banyak permintaan yang belum dapat terpenuhi,” katanya.
sumber Suara Merdeka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…