Langsung ke konten utama

Potensi Balai Budaya Banyumas Untuk Pusat Kegiatan Event Pariwisata dan Kebudayaan


Dalam forum diskusi di medsos saya mempunyai usulan agar Balai Budaya pengganti gedung suteja yang berlokasi di jalan pancurawis bisa dijadikan proyek percontohan menjadi ikon baru pariwisata . Alangkah baiknya jika anggaran yang sudah cukup besar dikeluarkan tidak percuma dan ada manfaat bagi kesejahteraan rakyat . Bagaimana caranya ? Bisa digunakan menjadi pemusatan kegiatan event pariwisata baik mingguan,bulanan  atau tahunan atau bahkan harian.  Bisa jadi ini menjadi implementasi rencana Pemda Banyumas yang dulu batal karena banyaknya kontra selama berminggu minggu yaitu rencana pasar seni Tugu yang direncakan di sekitar jalan gatot Subroto . Pihak yang kontra antara lain mengatakan akan menimbulkan kemacetan di jalan umum yang menjadi terganggunya hak publik. Padahal rencana itu merupakan salah satu langkah membuat pusat kegiatan yang menarik wisatawan . Nah dengan adanya Balai Budaya di Jl Pancurawis maka bisa menjadi alternatif selain menyebar pusat keramaian baru juga tidak berdampak tinggi bagi kemacetan mengingat tingkat kesibukan lokasi berbeda dengan jalan protokol . 
Nah terkait konsep mungkin ini bisa  dipertimbangkan untuk Pemda Banyumas saya copas dari salah satu netizen " Rokhmadi Al Madi : Asal usul anu mumpung ana sing lgi nyundul mbok ana sing nggople Judule " GEBYAG BANYUMASAN "

Festival kesenian neng Banyumas seminggu dur .saben dina diisi setiap desa utawa kecamatan sing duwe kesenian BANYUMAS ASLI ora campur.kabeh pernak pernik .acesoris.properti Khas Banyumas. Tempate neng Andang Pangrenan .neng seputare go stand makanan karo bathik.utawa produk Banyumas.saben sekolah SD muride wajib Nonton sekali.go pengenalan maring generasi penerus.dadi Pegiat seni due semangat nguri uri budaya Banyumas.Pengrajin juga bsa olih pasaran.Suasane di gawe bamyumas Banget.ora olih ana musik selain sing khas banyumas walopun neng stand .dadi bsa ngrasakna Nuansa banyumas...

#priatin Banyumas siki anane wong kedubragan thox.


Empat Tahun Dibangun, Taman Budaya Belum Bermanfaat

DPRD Banyumas meminta pihak Pemkab untuk mengurangi proyek pembangunan model multiyears dalam pelaksanaan APBD. Alasannya, selain sulit diawasi, pengerjaan pembangunan juga lama, karena target pencapaiannya per tahun. ”Harusnya pekerjaan pembangunan model multiyears bisa dikurangi ke depan.
Jadi, targetnya jelas dan hasilnya bisa langsung dinikmati masyarakat,” kata Ketua Pansus Raperda Pelaksanaan Keuangan APBD tahun 2016, Akhmad Saiful Hadi, saat melakukan uji petik di lokasi pembangunan Taman Budaya, Selasa (25/7).
Kasus tersebut, kata dia, bisa dilihat dari pelaksanaan pembangunan Gedung Kesenian di Komplek Taman Budaya Banyumas di Kelurahan Pancurawis, Kecamatan Purwokerto Selatan. Menurutnya, pembangunan fisik yang direncanakan multiyears belum berdampak apa-apa.
”Padahal, tahun ini sudah masuk tahun keempat pengerjaan, tetapi masyarakat masih belum mengetahui kondisi bangunan atau Taman Budaya secara menyeluruh dan kapan akan selesai untuk segera dimanfaatkan,” tandasnya. Bangunan Taman Budaya tersebut, nilai dia, dari luar seperti bangunan biasa, padahal sudah dirancang model pembangunan multiyears.
Menurut wakil rakyat dari PAN ini, harusnya ada semacam visual atau gambar 3D yang dipajang di depan lokasi pembangunan. ”Jadi, jelas antara konsep dan realisasinya sejauh mana. Dan masyarakat juga berhak untuk memiliki gambaran. Kalau begini, banyak masyarakat yang masih bertanya gedung ini untuk apa,” tegas dia.
Dia mengakui, jika tidak dilakukan secara multiyears memang akan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Karena itu, perlu dilakukan perencanaan yang matang dan sistem penganggaran yang baik, mengingat sampai saat ini di APBD juga masih tersisa anggaran sisa lebih pelaksanaan anggaran (silpa) yang cukup besar.
”Bukannya kita melarang untuk perencanaan multiyears, namun kalau bisa jangan terlalu lama. Kalau mendengar paparan PU tadi, perkiraan pembangunannya bisa sampai 10 tahun. Harusnya paling tidak bisa diselesaikan 4-5 tahun,” ujarnya.
Selain gedung kesenian, pansus juga menyambangi beberapa lokasi pembangunan lain pada tahun 2016, seperti Puskesmas Kalibagor dan Taman di Pendapa Kecamatan Banyumas. Saiful, bersama anggota pansus lainnya, seperti Eko Purwanto dan Sutri Handayani, berharap ada perbaikan perencanaan pada tahun-tahun selanjutnya, sehingga target pembangunan bisa lebih maksimal.
Perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum, Imam Wibowo, mengakui untuk pembangunan gedung kesenian memang membutuhkan anggaran yang sangat besar. Karena kekuatan anggaran Kabupaten Banyumas yang masih terbatas, maka perencanaan dilakukan secara bertahap.
sumber suara merdeka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…