Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Rabu, 26 Juli 2017

Potensi Balai Budaya Banyumas Untuk Pusat Kegiatan Event Pariwisata dan Kebudayaan


Dalam forum diskusi di medsos saya mempunyai usulan agar Balai Budaya pengganti gedung suteja yang berlokasi di jalan pancurawis bisa dijadikan proyek percontohan menjadi ikon baru pariwisata . Alangkah baiknya jika anggaran yang sudah cukup besar dikeluarkan tidak percuma dan ada manfaat bagi kesejahteraan rakyat . Bagaimana caranya ? Bisa digunakan menjadi pemusatan kegiatan event pariwisata baik mingguan,bulanan  atau tahunan atau bahkan harian.  Bisa jadi ini menjadi implementasi rencana Pemda Banyumas yang dulu batal karena banyaknya kontra selama berminggu minggu yaitu rencana pasar seni Tugu yang direncakan di sekitar jalan gatot Subroto . Pihak yang kontra antara lain mengatakan akan menimbulkan kemacetan di jalan umum yang menjadi terganggunya hak publik. Padahal rencana itu merupakan salah satu langkah membuat pusat kegiatan yang menarik wisatawan . Nah dengan adanya Balai Budaya di Jl Pancurawis maka bisa menjadi alternatif selain menyebar pusat keramaian baru juga tidak berdampak tinggi bagi kemacetan mengingat tingkat kesibukan lokasi berbeda dengan jalan protokol . 
Nah terkait konsep mungkin ini bisa  dipertimbangkan untuk Pemda Banyumas saya copas dari salah satu netizen " Rokhmadi Al Madi : Asal usul anu mumpung ana sing lgi nyundul mbok ana sing nggople Judule " GEBYAG BANYUMASAN "

Festival kesenian neng Banyumas seminggu dur .saben dina diisi setiap desa utawa kecamatan sing duwe kesenian BANYUMAS ASLI ora campur.kabeh pernak pernik .acesoris.properti Khas Banyumas. Tempate neng Andang Pangrenan .neng seputare go stand makanan karo bathik.utawa produk Banyumas.saben sekolah SD muride wajib Nonton sekali.go pengenalan maring generasi penerus.dadi Pegiat seni due semangat nguri uri budaya Banyumas.Pengrajin juga bsa olih pasaran.Suasane di gawe bamyumas Banget.ora olih ana musik selain sing khas banyumas walopun neng stand .dadi bsa ngrasakna Nuansa banyumas...

#priatin Banyumas siki anane wong kedubragan thox.


Empat Tahun Dibangun, Taman Budaya Belum Bermanfaat

DPRD Banyumas meminta pihak Pemkab untuk mengurangi proyek pembangunan model multiyears dalam pelaksanaan APBD. Alasannya, selain sulit diawasi, pengerjaan pembangunan juga lama, karena target pencapaiannya per tahun. ”Harusnya pekerjaan pembangunan model multiyears bisa dikurangi ke depan.
Jadi, targetnya jelas dan hasilnya bisa langsung dinikmati masyarakat,” kata Ketua Pansus Raperda Pelaksanaan Keuangan APBD tahun 2016, Akhmad Saiful Hadi, saat melakukan uji petik di lokasi pembangunan Taman Budaya, Selasa (25/7).
Kasus tersebut, kata dia, bisa dilihat dari pelaksanaan pembangunan Gedung Kesenian di Komplek Taman Budaya Banyumas di Kelurahan Pancurawis, Kecamatan Purwokerto Selatan. Menurutnya, pembangunan fisik yang direncanakan multiyears belum berdampak apa-apa.
”Padahal, tahun ini sudah masuk tahun keempat pengerjaan, tetapi masyarakat masih belum mengetahui kondisi bangunan atau Taman Budaya secara menyeluruh dan kapan akan selesai untuk segera dimanfaatkan,” tandasnya. Bangunan Taman Budaya tersebut, nilai dia, dari luar seperti bangunan biasa, padahal sudah dirancang model pembangunan multiyears.
Menurut wakil rakyat dari PAN ini, harusnya ada semacam visual atau gambar 3D yang dipajang di depan lokasi pembangunan. ”Jadi, jelas antara konsep dan realisasinya sejauh mana. Dan masyarakat juga berhak untuk memiliki gambaran. Kalau begini, banyak masyarakat yang masih bertanya gedung ini untuk apa,” tegas dia.
Dia mengakui, jika tidak dilakukan secara multiyears memang akan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Karena itu, perlu dilakukan perencanaan yang matang dan sistem penganggaran yang baik, mengingat sampai saat ini di APBD juga masih tersisa anggaran sisa lebih pelaksanaan anggaran (silpa) yang cukup besar.
”Bukannya kita melarang untuk perencanaan multiyears, namun kalau bisa jangan terlalu lama. Kalau mendengar paparan PU tadi, perkiraan pembangunannya bisa sampai 10 tahun. Harusnya paling tidak bisa diselesaikan 4-5 tahun,” ujarnya.
Selain gedung kesenian, pansus juga menyambangi beberapa lokasi pembangunan lain pada tahun 2016, seperti Puskesmas Kalibagor dan Taman di Pendapa Kecamatan Banyumas. Saiful, bersama anggota pansus lainnya, seperti Eko Purwanto dan Sutri Handayani, berharap ada perbaikan perencanaan pada tahun-tahun selanjutnya, sehingga target pembangunan bisa lebih maksimal.
Perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum, Imam Wibowo, mengakui untuk pembangunan gedung kesenian memang membutuhkan anggaran yang sangat besar. Karena kekuatan anggaran Kabupaten Banyumas yang masih terbatas, maka perencanaan dilakukan secara bertahap.
sumber suara merdeka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar