Langsung ke konten utama

Wangon Harus Berkembang Menjadi Kota Singgah

Mungkin Istilah Sawang sinawang cocok untuk kasus ini, saya baru tahu bahwa warga kecamatan Sampang Kabupaten Cilacap sangat berharap agar daerahnya bisa berkembang seperti kota Kecamatan Wangon karena sama sama berada di Jalur Lintas Selatan, padahal menurut saya justru perekonomian Sampang saat ini cukup pesat. Saya justru melihat bahwa Peran Pemkab Banyumasuntuk mengembangkan Kota Wangon masih sangat minim sekali padahal lokasi Wangon sangat strategis untuk dikembangkan menjadi kota transit dan kota singgah sehingga para pelewat atau pemudik bukan sekedar lewat saja akan tetapi istirahat di Wangon, maka efeknya bagi perekonomian pun akan meningkat. 

Beberapa hal yang harus dibenahi menurut saya antara lain, pembangunan jalan lingkar penghubung jalan lingkar yang sudah ada, pembangunan jalan pendamping atau paralel jalan raya Utara karena ini jalan yang paling padat  , pembanguan fasilitas RTH di sekitar jalan raya Utara dan Revitalisasi Terminal serta pasar , pembangunan pedestrian dan jalur hijau yang perlu diperbanyak lagi. Selain itu Rest Area besar yang dikelola Daerah juga sangat perlu sekaligus untuk memasarkan produk khas Banyumas atau potensi kuliner masyarakat setempat. Dan tidak kalah pentingnya adalah pembangunan fasilitas pengolah sampah , bisa dengan kerjasama antar masyarakat menangani dan mengolah sampah menjadi produk daur ulang, biogas dan juga pupuk kompos. Dan akhirnya yang teakhir adalah perlunya menambah daya tarik berupa pusat wisata di dekat pusat kota , maka KOta singgah atau kota transit ini akan mudah diwujudkan.

Saat ini dengan diselenggarakannya car free day setiap hari minggu merupakan salah satu upaya yang bagus , tapi menurut saya itu belum cukup. Masih banyak campur tangan kebijakan dari Pemkab Banyumas agar fasilitas Kota Kecamatan Wangon layak untuk menjadi kota transit . Seharusnya kabar yang sudah lama mengenai Rancangan Perda RDTRK Perkotaan Wangon cepat diselesaikan sebelum masa jabatan Bupati Husein berakhir tahun 2018. Pemkab Banyumas harus bisa belajar kepa Pemkab Cilacap dalam pengembangan kota Kecamatan karang pucung yang saat ii berkembang pesat, dan diberi perhatian berupa pengaturan aatau perluasan kota dengan meindahkan terminal dan pusat pemerintahan ke tempat yang lebih luas sekaligus menciptakan pusat keramaian baru dan memanfaatkan bekas pusat kecamatan dan teminal lama menjadi Ruang Terbuka Hijau.    

Berikut saya copas dari media tentang usulan masyarakat Sampang tehadap kotanya yang merupakan bentuk kepedulian


Fasilitas Penunjang di Sampang Harus Dibenahi



Sampang Harus Sejajar Wangon 
Quote:


SAMPANG-Berada di lintasan jalur nasional dua arah, membuat Sampang harus bisa sejajar dengan Wangon. Jika Wangon di Kabupaten Banyuma sudah berkembang dan mendapat sokongan yang besar dari pemerintah daerah, maka Sampang juga harus bisa mendapat sokongan dari Pemkab Cilacap. Tujuannya agar mampu bersaing dngan kota-kota kecamatan yang sepadan di jalur Pantai Selatan. Sebab saat ini Sampang ternyata juga masih kalah dengan Kemranjen yang terus dikembangkan. MAKIN RAMAI : Ibu kot aKecamatan Sampang yang dari tahun ke tahun makin ramai, ternyata belum didukung fasilitas penunjang yang memadai. (DARYANTO/RADARMAS) “Lihat Buntu sekarang makin tumbuh tidak kalah dengan Sampang. Padahal hanya sebuah desa di perempatan,”kata Rajiono (55) salah seorang pengusaha asal Karangjati Sampang. Menurut dia, idealnya Sampang bersaing dengan Wangon. Sebab sama-sama mempunyai akses dua arah, yakni Bandung dan Jakarta. Karena itulah, semua fasilitas penunjang di Sampang harus dibenahi. “Yang penting itu terminal bus. Sebab jika semua kendaraan yang melintas wajib masuk terminal maka itu adalah sumber PAD,”kata dia. Meski tidak masuk terminal, minimal restribusinya masuk sehingga akan memberikan tambahan PAD. Bahkan dia yakin jika di Sampang dibangun terminal, akan lebih ramai daripada terminal Cilacap. “Jika ingin sejajar dengan Wangon, perlu ada tambahan fasilitas yang dapat untuk jualan. Artinya ada nilai jual yang layak untuk sebauh kota kecamatan yang ada di jalur nasional,”tegasnya. Senada diungkapkan oleh Prihantoro salah seorang sopir angkudes. Dia mengaku setuju saja jika di Sampang ada terminal. Sebab kalau ingin bersaing dengan Wangon namun tidak ada fasilitas yang sama, mustahil bisa berkembang. “Yang ada sekarang ini di Sampang kan banyak mantan pengusaha jamu yang kebingunang mau bisnis apa setelah jamu kandas, sehingga banyak yang membangun pertokoan,”kata dia. Namun karena Sampang masih belum sebesar kota kecamatan lainnya seperti Kroya maupun Majenang yang sudah banyak fasilitasnya, sehingga banyak usaha yang masih kembang kempis. Bahkan ada yang ditutup. Camat Sampang, Ahmad Nurleli mengatakan, Sampang sebenarnya sudah berkembang cukup pesat. Bahkan sekarang bukan hanya sekitar pasar yang sejak dulu ramai, namun juga bergeser ke arah timur. “Kami yakin Sampang ke depan akan sejejar dengan kota sepadan di jalur nasional Pantai Selatan,”kata dia.

Sumber:  Radarbanyumas.co.id 

  Wangon  menurut saya sudah saatnya harus mengejar untuk bisa sejajar Kroya dan Majenang, sejajar sebagai pusat kegiatan Lokal karena menjadi pusat aktivitas masyarakat kecamatan teangganya bukan sekedar jalur lintas selatan meskipun bukan eks ibukota Kawedanan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…