Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Senin, 17 Juli 2017

Desa Didorong Bangun Ruang Terbuka Hijau

Desa didorong untuk membuat ruang terbuka hijau (RTH), sebagai salah satu upaya merevitalisasi ruang publik. Kepala Bidang Prasarana Wilayah Badan Perencanaan Pembangunan dan Litbang Daerah Kabupaten Banyumas Dedy Noerhasan mengatakan, pembangunan ruang terbuka hijau selain memiliki manfaat bagi lingkungan, ternyata juga dapat menjadi fasilitas untuk interaksi warga.
Sejauh ini, Pemerintah Kabupaten Banyumas telah membangun sejumlah RTH yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Banyumas. “Dampak adanya RTH itu ternyata besar, terutama bagi interaksi antar warga, semisal seperti di Taman Kober, lokasi itu kini jadi pusat kegiatan warga,” katanya, Selasa (11/7).
Kendati memiliki banyak manfaat, namun dengan keterbatasan anggaran tentu fasilitas itu saat ini belum dapat didirikan di setiap wilayah. Menurutnya, peluang ini perlu ditangkap pemerintahan desa agar dapat menghadirkan RTH di wilayahnya.
“RTH perlu didorong untuk dibuat di setiap desa,” tuturnya. Beberapa waktu lalu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Kabupaten Banyumas Eko Prijanto mengatakan tahun ini, area di sekitar Lapangan Brobahan Kelurahan Kranji, akan dibangun taman.
Pembangunan itu menjadi salah satu upaya menambah ruang terbuka hijau (RTH) di Kabupaten Banyumas. Pembangunan taman di sekitar Lapangan Brobahan, menelan anggaran sebesar Rp 1,450 miliar. Alokasi anggaran tersebut berasal dari APBD 2017.
“Kebetulan kita tahun lalu mendapat juara pertama perencanaan pembangunan terbaik se-Jawa Tengah dan mendapat penghargaan Pangripta Abipraya, serta mendapat anggaran Rp 1 miliar.
Alokasi anggaran itu diserahkan ke APBD, dan digunakan untuk pembangunan taman di sekitar Lapangan Brobahan,” ujarnya.
Ia mengatakan, kendati dibuat taman, menurutnya fungsi lapangan di lokasi tersebut yakni sebagai sarana olahraga, khususnya sepak bola tetap akan dijaga. Taman menurutnya hanya akan dibangun di sekeliling lapangan. “Lapangan tetap, tapi nanti di sisinya akan ada taman,” ucapnya.
Dikatakan, pembangunan taman ini dilakukan untuk memenuhi target pengembangan RTH tahun 2013 – 2018 di Kabupaten Banyumas yang mencapai 15,8 % per satuan wilayah.
Berdasarkan data yang dimiliki Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Kabupaten Banyumas pencapaian pengembangan RTH hingga 2015 lalu baru 11,83 % per satuan wilayah.
sumber suara merdeka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar