Langsung ke konten utama

Rumah Singgah Diharapkan Terealisasi Tahun Depan

Fasilitas rumah singgah sebagai salah satu sarana penanganan pengemis, gelandangan, dan orang telantar (PGOT), maupun penyandang masalah sosial lain diharapkan terealisasi tahun depan. Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Banyumas Abdullah Muhammad mengatakan, fisik rumah singgah saat ini sudah ada.
Dengan demikian, menurutnya tinggal mengisi personel saja. “Jika sudah ada personel maka clear, mengenai lokasi ada di belakang kantor (Kantor Dinsos Permades Kabupaten Banyumas), mengenai realisasi diharapkan tahun depan,” tuturnya, kemarin.
Menurutnya, agar dapat beroperasi paling tidak dibutuhkan sekitar 10 orang personel yang terdiri atas tenaga administrasi, tenaga teknis, juga piket. Nantinya juga diupayakan ada unit pelaksana teknis tersendiri yang mengelola rumah singgah.
“Diupayakan ada UPTtersendiri eselon IVyang mengelola,” jelasnya. Ia mengatakan, fisik rumah singgah yang ada dapat menampung sedikitnya 20 orang. Dalam rumah singgah tersebut fasilitas penunjang kebutuhan pokok juga telah tersedia seperti kamar, maupun kamar mandi.
“Intinya rumah singgah seperti rumah, dimana kebutuhan pokok manusia tersedia, pelayanan dengan baik, setelah panti rehabilitasi kosong, baru ditempatkan di sana sesuai programnya. misal jompo di tempat jompo, kita masih rumah singgah bukan panti rehabilitasi,” ujarnya.
Beberapa waktu lalu, upaya pembinaan kepada pengemis, gelandangan, dan orang telantar (PGOT) perlu didukung adanya rumah singgah. Proses pembinaan kepada PGOT dilakukan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos Permades) Banyumas dengan mengirimkan PGOT ke balai rehabilitasi. Namun demikian, seringkali kapasitas balai rehabilitasi yang terbatas membuat proses pembinaan tertunda.
“Kalau balai rehabilitasi penuh, maka perlu ada rumah singgah untuk menampung PGOT sementara,” jelas Kepala Dinsos Permades, Abdullah Muhammad. Menurutnya Kabupaten Banyumas saat ini sedang memproyeksikan untuk menyediakan rumah singgah bagi PGOT. “Sudah ada dalam perda SOTK sebenarnya, cuma masih menunggu keputusan kemendagri,” tuturnya.
sumber suara merdeka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…