Langsung ke konten utama

Paket Wisata Banyumas Masih Sulit Dijual ,Travel Mart Sudah Tepat





Pemandu dan biro perjalanan wisata merasa kesulitan untuk menjual paket wisata inbound tour atau membawa masuk wisatawan ke wilayah Banyumas.
Pasalnya, promosi potensi wisata masih sangat minim. Hal itu diakui oleh pengelola biro perjalanan wisata, Siswo Uriliyanto. Selama ini, biro perjalanan wisata memang lebih banyak membawa wisatawan keluar dari wilayah Banyumas.
Destinasi wisata yang dituju seperti Yogyakarta, Bali, dan Malang. “Untuk inbound tour, lebih banyak dalam jumlah kelompok usaha atau kedinasan. Memang tidak banyak jumlahnya, hanya sekitar lima orang,” kata dia kepada wartawan, Jumat (21/7).
Siswo mengatakan, wisatawan yang berkunjung ke Banyumas lebih banyak berasal dari kota besar di wilayah barat Pulau Jawa seperti Jakarta dan Bandung. Sedangkan dari timur, masih sedikit.
Terkait keuntungan, Siswo mengaku, keuntungan lebih besar didapatkan biro perjalanan wisata saat membawa wisatawan masuk ke Banyumas. Dibandingkan dengan membawa wisatawan ke luar daerah.
Meski demikian, bila dibandingkan dengan daerah Dieng yang sudah berskala internasional, Kabupaten Banyumas masih membutuhkan perjuangan untuk mengangkat citra pariwisatanya.
Pelaku biro wisata lain, Nurfi Laily, mengatakan, wisatawan yang berkunjung ke Banyumas adalah dari kalangan kelas menengah atas.
Mereka justru menyukai paket wisata dalam kelompok besar. “Jangan salah, Banyumas itu diminati oleh kalangan menengah ke atas. Rata-rata dari instansi pemerintah atau perusahaan besar.
Andalan kami tentu menawarkan paket wisata alam,” ujarnya. Menurut dia, kelemahan wisata Banyumas yaitu tidak memiliki situs. Meski demikian, potensi alam masih bisa digarap untuk ditawarkan kepada wisatawan.
Demikian pula pemandu wisata, Wiwit Yuni, jua mengungkapkan paket wisata yang laku dijual di luar Banyumas hanya kawasan Baturraden.
Seharusnya Pemkab dan pelaku wisata memikirkan untuk mengembangkan kantong wisata lain di Banyumas. “Hanya Baturraden yang sudah dikenal, tapi untuk sentra kuliner, sentra oleh-oleh, atau destinasi unggulan lainnya belum banyak yang tahu,” ujarnya.
Dia berharap, kesadaran dari para pemilik pusat jajanan, oleh-oleh maupun akomodasi untuk ikut terlibat dalam pembangunan citra pariwisata. Jangan sampai wisatawan kapok datang hanya karena persoalan harga.
Ketua Perhimpunan Biro Perjalanan Wisata Se-Eks Karesidenan Banyumas (Pebemas) M Kardiyo mengatakan, untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya menggandeng pemerintah di dua kabupaten yaitu Cilacap dan Banyumas untuk menggelar event Pebemas Travel Mart 2017 pada 25-26 Juli mendatang.
Kegiatan ini diarahkan untuk mempromosikan potensi wisata yang belum tergali. “Di Cilacap ada hutan mangrove, pantai timur Pulau Nusakambangan, Benteng Pendem, dan Teluk Penyu.
Itu bisa dijadikan satu paket. Di Baturraden ada potensi seperti Curug Telu di Desa Karangsalam, Lokawisata Baturraden, dan miniatur dunia ”Smallworld” yang juga bisa dijadikan satu paket.
Itu yang akan kami promosikan,” katanya. Selain itu, pihaknya juga menawarkan paket kuliner sekaligus mengenalkan Taman Rekreasi Andhang Pangrenan sebagai ikon Kota Purwokerto. Dia berharap dapat mengangkat wisata Banyumas yang belum dikenal.
Adapun Pebemas Travel Mart ini diperkirakan dihadiri oleh 100 buyer dan 60 seller dari seluruh Indonesia. Lima belas asosiasi pelaku wisata juga menyatakan akan hadir dalam kegiatan tersebut.
“Selama ini, kalangan travel agenthanya menjadikan Purwokerto sebagai tempat transit. Harapannya, dengan kegiatan ini mereka menjadi kota Mendoan sebagai tempat tujuan berwisata,” tambahnya. 

Travel Mart Sudah Tepat


PENYELENGGARAANkegiatan seperti travel mart dinilai langkah yang tepat. Terutama untuk mempromosikan potensi wisata yang belum dikenal oleh publik.
Pengamat pariwisata Universitas Jenderal Soedirman, Drs Chusmeru MSi, mengatakan, tujuan utama travel mart sebenarnya untuk mengenalkan paket dan destinasi wisata kepada calon pembeli. Biasanya dari kalangan biro perjalanan wisata.
“Akan tetapi, acara ini bisa jadi tidak efektif, bila paket wisata yang ditawarkan tidak memiliki keunggulan yang kompetitif,” ujar pengajar Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unsoed ini.
Dosen yang cukup lama berkecimpung di dunia pariwisata Pulau Bali ini mengatakan, sebelum menjual paket, seller seperti pengelola objek wisata, hotel, restoran maupun akomodasi dan transportasi wisata lainnya perlu belajar ke daerah wisata lain yang lebih maju, seperti Malang, Yogyakarta, dan Bali.
Mereka harus memiliki ciri khas dan keunggulan yang bisa ditawarkan. Jadi, calon pengguna jasa pariwisata berminat dengan paket yang ditawarkan. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Banyumas juga perlu melakukan penataan objek dan destinasi wisata, agar memiliki daya saing.
Pasalnya, wisatawan tentu akan membandingkan satu daerah dengan lainnya, baik harga, pelayanan, akses, maupun sarana dan prasarananya. “Jangan sampai, promosi berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan,” ujarnya.
Selain itu, Pebemas diharapkan dapat membuat panduan paket yang biasanya menjadi permintaan wisatawan. Jadi, Pemkab dapat ikut membantu menjual produk sesuai dengan tuntutan pasar.
sumber suara merdeka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…