Langsung ke konten utama

Pemerintah Lanjutkan PLTPB

Kendati menuai sejumlah reaksi dari elemen masyarakat, Pemerintah Pusat menjamin proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTPB) yang saat ini sedang dalam tahap eksplorasi, di lereng Gunung Slamet di wilayah Kecamatan Cilongok, tidak akan dihentikan.
“Pemerintah pusat menjamin, ini (pembangkit listrik tenaga panas bumi) proyek vital nasional, ini tidak akan dihentikan,” tutur narasumber dari Direktorat Panas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Purbiantoro, di sela-sela Seminar 3rd P3EBT Seminar Series on New and Renewable Energy dengan tema Panas Bumi (Geothermal) Sebagai Sumber Energi Terbarukan yang Ramah Lingkungan, yang digelar di Auditorium Fakultas Pertanian Unsoed, Senin (24/7).
Lebih lanjut Bambang mengatakan, pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi di lereng Gunung Slamet , merupakan bagian proyek listrik 35 ribu megawatt yang dicanangkan pemerintah, untuk ketahanan energi nasional.
Elemen Menolak
Sementara itu dalam seminar tersebut, beberapa elemen masyarakat menyatakan penolakan terhadap pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi tersebut. Penolakan salah satunya dilontarkan perwakilan elemen masyarakat Cilongok Bersatu, Budi. Saat berlangsung sesi tanya jawab, ia menanyakan pihak mana yang akan bertanggungjawab terkait dampak yang ditimbulkan dari kegiatan eksplorasi panas bumi di Cilongok.
“Kita menolak PT SAE (Sejahtera Alam Energy), kita tidak antipembangunan, tapi siapa nanti yang bertanggungjawab terkait dampak yang ditimbulkan. Sebagai warga kita juga ingin tahu kondisi riil di lokasi saat ini, mungkin situasi pembangunan bisa direkam menggunakan drone, dan kami warga bisa dikasih tahu kondisinya,” ucap Budi dihadapan peserta seminar. Hal senada dilontarkan peserta seminar lainnya Hendi, menurutnya lokasi di lereng Gunung Slamet pernah dipetakan menjadi daerah rawan gerakan tanah.
Oleh sebab itu, menurutnya daerah yang rawan gerakan tanah, tidak seharusnya ada kegiatan konstruksi di atasnya. Adapun perwakilan Aliansi Selamatkan Slamet, Fachrurrozi, menyayangkan mimbar akademis mengenai pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi baru dilakukan saat ini, ketika banyak masyarakat bereaksi atas pembangunan itu.
Menurutnya sejak awal, banyak masyarakat sekitar lereng Slamet yang tidak mengetahui adanya kegiatan eksplorasi panas bumi di lereng Slamet. Sementara itu dikonfirmasi, Direktur PT SAE Bregas Rohadi mengatakan, kehadiran PT SAE di Banyumas, sebagai pihak swasta yang diundang pemerintah untuk ikut mengembangkan sektor energi melalui proses tender.
Ia mengatakan, misi membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi, merupakan misi pemerintah. “Dalam proses tender ada pemilihan, yang keputusan bahwa SAE berhak menjalankan tersebut melalui pertimbangan komersial, pemerintah nggak mau beli listrik terlalu mahal,” ucapnya.
Adapun mengenai kegiatan yang dilakukan PT SAE, menurutnya juga ada pembatasan, yakni melalui perizinan yang diperlukan sebelum kegiatan dilakukan. “Kami sudah melengkapi izin yang diminta, jikapun ada yang belum sedang diupayakan. Kami mengakui ada ketidakmulusan interaksi sosial, antara SAE dengan masyarakat, ormas, LSM untuk itu kami membuka diri untuk evaluasi,” terangnya.
sumber suara merdeka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…