Langsung ke konten utama

Pengalihan Aset Belum Tuntas Alih Status Terminal Bulupitu

Pengalihan aset Terminal Bus Bulupitu Purwokerto dari Pemkab Banyumas ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) belum tuntas.
Pengalihan aset masih menunggu verifikasi dari Kemenhub. Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe ABulupitu, Hadi Suharto, mengatakan tidak seluruh zona terminal dialihkan ke pusat, sebagian masih dikelola Pemkab. Zona yang dikelola pusat adalah zona bus AKAP dan AKDPserta kios.
”Dari total 82 kios, kami mengelola 58 kios. Yang belum (diserahkan) zona parkir roda dua dan roda empat, kemudian zona parkir mikrobus, angkutan kota (angkot) dan angkutan pedesaaan (angkudes),” katanya, kemarin. Dia berpendapat seluruh aset di terminal idealnya dialihkan ke pemerintah pusat. Pasalnya zona-zona yang masih dikelola Pemkab tersebut merupakan sarana penunjang pada sebuah terminal bus tipe A.
Perawat
”Semestinya satu kesatuan, karena itu sarana penunujang terminal tipe A. Kalau dilihat dari rancang bangunnya jadi satu kesatuan, di mana ada terminal tipe A, di situ ada area parkir roda dua/empat, zona AKAP dan AKDP jelas, dan juga zona angkot/angkudes dan taksi,” ujar dia.
”Saya tidak masalah, di sini saya mengerjakan yang menjadi tanggungjawab saya. Cuma kagok ketika melakukan perawatan, contohnya bangunan kios bagian selatan yang tidak diserahkan, mau ngecat jadi bingung,” lanjut dia. Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Banyumas, Sugeng Hardoyo, mengatakan proses pengalihan aset itu masih menunggu verifikasi dari Kemenhub.
Verifikasi memerlukan waktu cukup lama, karena dilakukan terhadap seluruh terminal tipe A di Indonesia. ”Nanti akan ada verifikasi. sampai saat ini belum ada verifikasi, karena se-Indonesia, jadi memerlukan waktu. Kami sudah menyerahkan adendum ke pusat, mana (aset) yang diserahkan dan mana yang tidak, juga batas-batasnya,” jelas dia.
Dia mengatakan Pemkab tidak menyerahkan seluruh aset terminal ke pemerintah pusat karena memiliki kepentingan di dalamnya. Beberapa aset yang tidak diserahkan antara lain zona parkir dan tempat penitipan inap sepeda motor.
”Hanya pengelolanya yang berbeda, untuk pelayanan kepada masyarakat tetap sama. Parkir adalah milik Pemkab dan terminal adalah pusat. Pemkab tidak menyerahkan parkir, penitipan sepeda motor dan taman edukasi, karena itu kepentingan kita,” kata dia.
sumber suara merdeka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…