Langsung ke konten utama

Pusat Oleh-oleh Makanan Khas Diburu Pemudik

Sejumlah gerai pusat oleh-oleh makanan khas di wilayah Kabupaten Banyumas selama libur Lebaran ramai diburu para pemudik dari luar kota maupun wisatawan domestik. Pengamatan di beberapa lokasi, seperti di toko oleh-oleh makanan khas Sawangan No 1 Purwokerto, terlihat ramai pengunjung sejak pagi.
Para pengunjung dari luar kota silih berganti berbelanja makanan khas. Menurut pelayan toko oleholeh makanan khas Sawangan No 1 Purwokerto, Siti Rahayu, gerai pusat oleh-oleh khas yang berada di Jl Jend Sutoyo No 33 Purwokerto itu sudah ramai dikunjungi pembeli sejak H-10 Lebaran.
Sebelum Lebaran, para pembeli kebanyakan konsumen lokal. Kemudian, saat mendekati Lebaran mulai diburu para pemudik. Bahkan, hingga setelah Lebaran angka kunjungan konsumen yang datang untuk memborong aneka makanan khas terus meningkat. ”Kebanyakan yang membeli para pemudik dan warga yang sedang berlibur ke Kota Purwokerto,” kata Rahayu.
Produksi Ditingkatkan
Ramainya pembeli membelanjakan makanan oleh-oleh telah diantisipasi dengan meningkatkan volume produksi. Pada hari normal, produksi tempe mendoan sekitar 500 lembar. ”Saat ini stok tempe ditambah menjadi hingga sepuluh kali lipat, sedangkan untuk produk lain, seperti nopia dan getuk goreng ditambah lima kali lipat dari hari biasa,” tuturnya.
Makanan khas yang paling banyak diminati, sambung dia, di antaranya keripik tempe, mendoan tempe (tempe yang dibungkus dengan daun pisang) dan getuk. Harga keripik kemasan berkisar Rp 14.000- Rp 21.000 per bungkus isi 12, sedangkan tempe paket (paket berisi tempe 10 bungkus, tempung, dan sambal kecap) Rp 39.000 per paket.
Harga nopia ukuran kecil Rp 19.000 per kemasan, sedangkan nopia besar Rp 19.500 per kemasan, sedangkan getuk dijual Rp 35.000 per kilogram. ”Kami menjual getuk goreng varian rasa seperti original, durian, stroberi, nangka, sari kelapa, dan cokelat,” kata Rahayu.
Tak hanya Sawangan No 1, pusat oleh-oleh lain juga tampak ramai dikerubuti konsumen luar kota, seperti kawasan pusat oleholeh di Sokaraja dan Kelurahan Mersi, Purwokerto Timur. Pemilik usaha makanan khas di Purwokerto, Yanti, menambahkan, para pelanggan yang datang di tokonya merupakan warga dari luar kota.
Mereka singgah di Purwokerto untuk membeli oleholeh makanan khas Banyumas. Pada libur Lebaran, para pengelola toko tentu telah memprediksi adanya peningkatan permintaan. Tak heran, pihaknya telah meningkatkan produksinya untuk menghadapi peningkatan permintaan. 
sumber suara Merdeka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…