Langsung ke konten utama

Banyak Petani Belum Ikut Asuransi Usaha Tani

Banyak lahan pertanian padi puso akibat serangan hama di Banyumas. Namun demikian, ternyata masih banyak petani di Banyumas, yang belum mengikuti program asuransi usaha tani. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan KP) Kabupaten Banyumas Widarso mengatakan, masih banyak petani yang tidak mau menggunakan asuransi usaha tani.
Menurutnya alasan keengganan mereka mengikuti asuransi tersebut tidak pasti. “Sepertinya ketika mereka mendengar kata asuransi jadi sedikit takut. Padahal asuransi ini sangat berguna bagi petani,” tuturnya, belum lama ini.
Menurutnya jika mengikuti asuransi usaha tani, petani dapat mendapatkan manfaat ketika lahan pertanian padinya mengalami gagal panen. Ia mengatakan, hanya dengan membayar premi Rp 36 ribu setiap hektare, ketika panen gagal mereka akan mendapatkan ganti rugi hingga Rp 6 juta.
”Kalau petani memiliki setengah hektar sawah mereka hanya perlu membayar Rp 18 ribu sekali masa tanam. Kalau ada hama wereng atau serangan lain yang menyebabkan gagal panen mereka akan mendapatkan ganti rugi,” kata dia. Diberitakan sebelumnya, hama wereng, telah menyerang lahan pertanian padi seluas 1.000 hektare di Banyumas.
Kondisi itu menyebabkan sedikitnya 75 hektare tanaman padi puso. Widarso mengatakan, serangan hama wereng di Kabupaten Banyumas saat ini sudah merata. Pihaknya telah mengupayakan penanganan dan pengendalian, antara lain dengan penyemprotan pestisida.
Dikatakan, petani di wilayah Kecamatan Banyumas yang paling parah terserang wereng, sudah tertangani terutama yang ikut asuransi usaha tani. Dengan demikian, ketika gagal panen akibat serangan hama wereng asuransinya dapat diklaim. Namun demikian tidak semua petani mengikutia suransi usaha tani.
Adapun bagi yang tidak ikut asuransi, lanjut Widarso akan dibantu bibit dari Dinpertan KP Kabupaten Banyumas untuk musim tanam berikutnya.
sumber Suara Merdeka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…