Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Membany...

Senin, 10 Juli 2017

Larangan Ojek Online Ditentang Pemkab Dinilai Belum Bisa Beri Solusi


Sikap reaktif Bupati Banyumas Achmad Husein yang langsung melarang keberadaan ojek online yang sedang beroperasi di wilayahnya, ditentang sejumlah kalangan masyarakat.
Pelarangan tersebut dinilai bukan solusi yang bisa memberi dampak positif untuk kepentingan banyak pihak. Namun lebih dicurigai karena sekadar merespon dan mengakomodasi kelompok kepentingan tertentu.
“Bupati melarang kehadiran ojek online itu dasarnya apa. Hanya karena belum ada regulasi (izin) dan meminimalisasi konfik, terus dengan kewenanganan langsung menghentikan sepihak. Ini sebenarnya bukan solusi yang tepat,” kata pegiat sosial di Purwokerto, Edy Sarwono, Minggu (9/7).
Dia menilai, kekhawatiran terjadinya konflik dengan moda transportasi lain maupun dengan pihak lain sejuah ini juga belum jelas. Untuk meminimalisasi konflik mestinya para pihak diundang dulu, diajak dialog dan sama-sama mencari solusi tengah yang bisa diterima semua pihak.
“Panggil semua elemen masyarakat yang berkepentingan dan lakukan komunikasi. Kalau ojek online ditentang oleh ojek pangkalan misalnya, kenapa yang lama tidak ditarik saja dalam model online.
Tidak perlu langsung mengunakan kewenangan yang berlebihan tanpa dasar yang kuat dan belum dilakukan dialog para pihak dulu,” katanya. Dia mengaku kehadiran ojek online sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat karena bisa mmbantu peningkatN pelayanan angukutan yang nyaman.
Bisa membuka lapangan pekerjaan baru. “Bayangkan tarif dari Kebondalem sampai stasiun hanya Rp 4.000. Kalau ojek pangkalan atau angkutan umum lain bisa sampai Rp 10.000 hingga Rp 15.000. Dari sini saja, pengguna jasa transportasi pasti akan memilih yang nyaman dan harga jelas,” ujarnya.
Karena itu, dia sepakat pernyataan pelarangan yang sudah teranjur disampaikan bupati, segera diralat atau ditinjau ulang. Pemkab bisa saja mengambil kebijakan, namun seharusnya melalui tahapan seperti mempertemukan dan mendengarkan pandangan para pihak dulu.
Pada posisi ini, pemkab selain menjadi regulator yang baik, juga menjadi penengah dan pemutus solusi bijak untuk kepentingan semua pihak Pecinta Transportasi Umum di Purwokerto, Darbe Tyas mengungkapkan, sebagai pengguna transportasi umum menginginkan moda transportasi bisa layak, aman, manusiawi, dan pengenaan tarifnya yang transparan.
Di beberapa kota yang sempat dikunjungi, ia selalu mencari dan menanyakan apakah sudah menerapkan sistem transportasi berbasis aplikasi. Kebutuhan ini hampir diharapkan bagi setiap pengunjung yang tidak kenal dan mengerti bagaimana pola transportasi di daerah tersebut.
“Di Jakarta misalnya, saya selalu menyempatkan diri menikmati moda transportasi KRL walau cuma beberapa pemberhentian, kemudian saya sambung dengan moda transportasi lain seperti busway, atau transportasi lain yang berbasis aplikasi online. Ini juga tidak masalah, kenapa di sini, pemkab malah yang terkesan kebakaran jenggot,” katanya.
Dia mengungkapkan daerah yang sudah ada sistem transportasi berbasis aplikasi, di antaranya seluruh informasi sudah bisa diketahui melalui aplikasi lewat telepon seluler dan layanan internet lain, termasuk berapa biaya yang harus dibayar untuk seluruh moda transportasi tersebut.
Kemudahan seperti ini yang saat ini diinginkan oleh seluruh pengguna transportasi untuk bisa lebih jauh mengenal karakter kota yang dikunjungi. Kemudahan ini juga telah menjadi demam bagi para pegiat travellers yang ingin sekedar menikmati kota-kota yang belum pernah mereka kunjungi.
Sekedar menikmati suasana kota, kuliner, atau berfoto, kemudian kembali mlanjutkan perjalanan, bisa semakin menambah dinamika kota. “Hal ini mestinya juga bisa diterapkan di Purwokerto, sehingga beban lalu lintas juga bisa dikurangi.
Sebab, warga akan lebih memilih menggunakan transportasi umum karena jaraknya yang relatif pendek, biaya yang dikeluarkan akan jauh lebih murah jika dibandingkan dengan kita menggunakan kendaraan pribadi,” katanya. Dia menilai, sistem transportasi online sejuah ini belum diatur pemkab.
Dalam kondisi seperti ini, nilai dia, yang dibutuhkan adalah peran pemkab yang lebih progresif dan inovatif, bukan reaktif dan cenderung ikut menambah potensi ketegangan sosial. Salah satu pelaku bisnis jasa, Dimas Gustaman mengungkapkan, ia sudah mencoba beberapa pelayanan ojek online berbasis aplikasi, baik yang dengan jejaring nasional maupun lokal.
Banyak kemudahan yang didapat, tidak semata mengantar orang, namun juga barang dan pesanan makanan dan barang lain. “Ini lebih praktis dan sistem pelayanannnya lebih transparan dan mudah, kenapa cara menyikapi harus dengan model pelarangan,” nilai dia.
Menurutnya, apa pun bentuk inovasi dalam pelayanan dunia transportasi, mestinya pemkab memberikan apresiasi. Dia sepakat salah satu penyedia layanan ojek online yang baru beroperasi mestinya menyelesaikan prosedur perizinan atau aturan di daerah yang harus diikuti dan ditaati.
“Pemkab memberi ruang untuk proses itu dan sambil menunggu proses ini kelar, pemkab membuat survei ke masyarakat apakah menerima dan menolak. Keberadaan ojek online apakah serta merta langsung mematikan keberadaan ojek pangkalan, angkutan kota dan pedesaan, becak dan taksi. Ini lebih bisa diterima akal sehat, tidak langsung mengambil sikap sepihak,” katanya.
sumber Suara Merdeka

Ternyata bukan Hanya Bupati yang kontra tehadap masuknya ojek online tapi juga kalangan Organda dan DPRD seperti statemen YS . Alasannya tekait regulasi dan juga sudah ada penguasaha angkutan lain yang beroperasi. Mungkin kita butuh pemimpin dan Wakil rakyat yang punya visi jauh ke depan bukan sekedar maengatasi masalah saat ini tapi bisa memprediksi dan mengatasi masalah bertahun tahun yang akan datang .

Memang memulai sesuatu yang baru itu sulit tapi harus ada keseriusan tekad bagaimana cara menata daerah ini ke depan apalagi jika memperhatikan tentang track record Purwokerto sebagai barometer perkembangan kawasan di Banyumas Raya memang isu seperti ojek online, Pusat perbelanjaan dan sebagainya masih menimbulkan pro kontra tapi kita harus ingat bahwa solusi yang dicari adalah bagaimana menciptakan suatu kondisi yang ideal di mana pertumbuhan ekonomi daerah bisa turut serta meningkatkan taraf hidup masyarakat dan menjembatani berbagai persoalan dengan solusi yang mendukung pada kemajuan bukan kemunduran . Kabupaten Banyumas harus mengakomodasi perkembangan teknologi karena punya potensi sebagai daerah yang berkembang pesat dengan study banding ke kota kota yang sudah mengijinkan ojek online beroperasi regulasi apa saja yang diatur sehingga tidak menghentikan inovasi meski di satu sisi menyelamatkan angkutan tradisional tapi jika mengorbankan inovasi apalagi jika mengorbankan rencana besar Kabupaten Banyumas yang salah satu jargon wisatanyanya adalah Purwokerto city holiday tentunya bukan merupakan solusi tapi menciptakan masalah baru. Secara langsung tentu ada ketekaitan yang akan erat antara city holiday ini dengan kebijakan larangan ojek online karena sebenarnya ojek online disamping membuka lapangan kerja bagi masyarakat Banyumas itu sendiri juga mengkover berbagai hal yang belum tejangkau oleh Pemkab Banyumas maupun pelaku pariwisata saat ini artinya jauh lebih kompleks lagi .

sudah saatnya Pemkab Banyumas menyadari saat ini harus bertindak bagaimana menciptakan iklim investasi yang baik yang pernah dicapai lima tahun lalu yang bahkan secara PAD bisa mengalahkan daerah yang punya infrastruktur lebih baik dan lengkap dan itu tak mungkin dicapai jika tidak dilakukan dengan program kerja visioner yang hanya mengandalkan rutinitas dan perda seadanya.
Ojek online menurut saya baian dari ekonomi kreatif yaitu kreatif bagaimana menjelajahi beberapa persoalan dalam masyarakat terkait transportasi sekaligusmenyediakan jasa melayani masyarakat dengan kemudahan komunikasi dan transaksi tentu sangat dibutuhkanoleh masyarakat yang hidup di era teknologi dan informasi.

Khususnya kasus di Purwokerto sebagai center point Kabupaten Banyumas dan kawasan ekskaresidenan Banyumas banyaknya wisatawan, mahasiswa dan investor  yang masuk  adalah pintu masuk menuju kemakmuran rakyat tentu harus diakomodasi dengan pelayanan yang baik yang bisa menjadi pembuka imaje atau brand yang kuat bagi nama Purwokerto dan Banyumas itu sendiri.  #saveojekonline #saveekonomikreatif

Pendapat beberapa netizen melaui medsos tekait berita pelarangan Gojek di Purwokerto oleh Pemkab Banyumas antara lain :
Septi Hermawan Orang pinter belum tentu cerdas, kalo orang cerdas sudah pasti pinter. Seiring perkembangan teknologi dan informasi seharusnya ini di dijadikan peluang/kesempatan buat ojek pangkalan buat cari tambahan penghasilan bukan mlh pusing ngurus hal yg membuang waktu n kesempatan…
Furmoko Alif Furry di zaman sekarang semua bersaing menuntut semua orang untuk berfikit kreatif…adanya kemajuan tekhnologi dan inovasi bukanlah membuat manusia semakin sulit..justru harusnya menjadikan lebih baik..tetapi juga kemajuan tekhnologi bisa menjadikan dampak yang buruk bagi pelaku bisnis yang kurang sigap menghadapi perkembangan zaman..10 tahun kedepan dan 10 tahun lampau sudah pasti berbeda..dulu kita bel tahu apa itu android tapi sekarang anak SD pun sudah mahir bermain hp android..manusia di jan sekarang yang lebih cenderung mengiinkan hal yang instan,cepat dan tanpa harus membuang waktu lama menjadikan para pelaku bisnis ber inovasi lebih untuk memenuhi kebutuham khalayak ramai…ada nya gojek online di purwokerto harusnya bisa di sikapi lebih baik..bisa di bicarakan para pelaku bisnis ojek tradisional atapun angkutan lainya untuk menukan solusi yang baik…dan tetap tidak bisa di pungkiri kemajuan jaman menuntut manusia untuk lebih lebih lebih ber inovasi dalam segala bidang…..salam sukses
Singgit Wahyudi Kok dilarang? Kalo tukang ojek yg pangkalan susah cari orderan tinggal gabung aza ke gojek..gitu aza kok repot? Org ngamen tidak dilarang, tp yg ngasih duit yg ditangkep..cth kalo gak ngasih mobilnya di baret mo minta tanggung jawab ama siapa pak??
Happy Uban Sing kudune dilarang kue penebangan kayu nng lereng gunung slamet
Pa De Andy Fatih Nek rata rata masyarakat kab bms sih jane malah menerima dengan baik gojek
Lehan So menambah daya saing
memaksa kita untuk berpikir lebih creative masalah terima ato egaknya tergantung dari sudutpandang mana mereka menilainya
Akhmad Rizqul Karim Semoga Pak Bupati Banyumas bisa memberikan solusi yang lebih baik jika ojek online dilarang. Itu harapan saya sebagai masyarakat Banyumas
Teguh Sasongko Adji Ujarku tah ora merugikan sapa sapa . . .malah menguntungkan. Jajal mberesi PKL bae . . .kae. Nek ora ya kae gunung Slamet lagi nangis . . .alase pada lagi dibuldozer . . .mbok kaya kuwe luur . . .
Tity Shetity Saya setuju ada ojek online di bms..soalnya butuh juga dilokasi rmh yg jauh dri jalan raya yg dilewati kol kota/koprades..walaupun rata” stiap umah wis due motor lewih kang siji…aku yes
Anggit Setiawan Nek gojek lewih murah gampang digolet ok bae.. Kue jga bisa nggo sripilan krj off time
Prasetyo Dwi Utomo Coba dilihat dlu pak pejabat…banyak positif nya atau negatif nya..toh semua kembali ke masyarakat..
 Setyowidodo Ojek online sebenere membantu banget lho, tinggal pesen driver nyamperin, nyaman, tepat waktu, tarif merah.kalo bisa di tambah lg jngn cuma go jek. Grab, uber atau grab car jg bagus tuh..
Tri Wiono Lah…anu pada mumet…apa bedane ojek online karo ojek pangkalan?
Emang ojek pangkalan aweh pemasukan maring pemerintah?
Lah ojek online juga emang aweh pemasukan maring pemerintah?
Novan Setiadi jadi tmbh variasi moda transportasi di banyumas pak, aja de larang
Bobot Samiaji Kemajuaning jaman.. Gojek saya terima.
Eko Setyana Smga Banyumas dan sekitarnya tentram aman damai sentosa. Amiiiinnn
Rady Suradi Kemajuan zaman. Dukung online
Masbul Ski di larang.. nah sblm brdiri kantore nng pwt bok anu ijin dsit aring dinas trkait..
Khairul Anwar Saya sih yes dengan adanya gojek di banyumas..
Rasdi Bara Perlu duduk bersama cari solusi terbaik..
Awiet Mwp coba tanyakan ke masyarakat kota purwokerto, adanya gojek berdampak baik/buruk
Karminto Black Namanya juga usaha ….golet gawean lgi angel nyung??!!
sumber FB Radar Banyumas

Penelusuran tanggapan beberapa netizen di Page Banyumas Dalam Info

Ela Wong Ngapak Banyumas Nyong pengin ana gojek daerahe dwek,
Klinik Pijat Dharma Sehat wah, nek olih jujur sih, aku mewakilipara kanja disabilitas tunanetra anu lewih seneng nek ana ojeg online tah. Soale disamping regane sing murah, gampang juga pesene lan genah kepastiane. La nek ojeg konvensonal kan disamping larang regane, juga kadang akeh sing pada anu sekarepe dewek! Yah, senajan ora kabeh tukang ojeg konvensional orapada kabeh kayakuwe.
Dafega Rosmanda Punyafinda nyong potone nang mburi ra katon😥😥😥
Pramudya Ksatria Budiman Aku ngalami dewek numpak taksi kang stasiun ming jalan kombas bayar 50ewu Numpak gojek tak etung kang stasiun ngasi perumahan kalikidang sokaraja sebelah depo pelita mung bayar 14ewu
Dianti Anisa yang pada punya kendaraan sendiri dan bisa bawa kendaraan si enak , lah yang ngga ? dg adanya gojek kan mempermudah mau pergi kemana kemana… kalau harus ngandelin angkot, waktu banyak terbuang gara2 ngetem . dan nggabisa cuss di tempatnya langsung .
kalo bisa janganlah dilarang.
jangan cuma dilihat dari satu sisi aja
Fadjar Setiyadi Kanggo pak admin sing jare rika wong dinese nang kabupaten..tulung jajal di wenehi pencerahan masalah kie…beritane bener apa ora ne kang husen nglarang moda transportasi on line…kie coment wis tembus 1245 lewih loh…ana sing kontra tapi lewih akeh..
Wawan Agendoza Selamanya Bupatine tah kepenak mlaku mengndi” ora ngrasakna kesel..
Angger ana ojeg li penumpange kepenak dhe jemputi meng arep lawang..
Pupati ko pikirane #ndeso
Aries CahmakamDawa Jgn tmbah transportasi di bnyumas klo nntinya jadi pecah belahh
Pramudya Ksatria Budiman Urip nang desa jam 2 esuk kencoten neng umah langka panganan, untung siki ana gojek. Sumpah urip tambah penak banget.
Anifudin d selesaikan secara musyawarah j
Mbu Ghazi Partini Seneng pisan ana ojek online biar gampang n g trll nguras dompet.Masa tanjung kdg ringin kudu bayar 50rb
Bambang Siswadi Jk emang bner” dilarang, artinya bhw Pemerintah setempat durung bijak dlm menghadapi era globalisasi. Kya siki. Masyarakat butuh pelayanan mudah. Smoga kedpannya Pemerintah setempat bisa bijak lg. Angger di bahas dadi dawa, aparate esih pd ogah embok. Sing pd sabar lur’s. Aamiin ya rabbal’ alamin………
Masku WatSri Widodo Nek wong banyumas yakin wis pinter2 dan bisa diajak rembugan…ya wis yuh ojek biasa pada dadi ojek online baen…Ning sing bakal tepar taksi…nah kuwe..
Anistika Rachmawati Lah aku urung tau njajal gojek masa ws arep dilarang
Cinta Aku urung tau jajal je palah wis ora ulih beroperasi 😊
Irwan Jadilah masyarakat yang cerdas…jangan berfikiran pendek.maju trus GOJEK…semangat
Tarwan Atmaja Setuju Broo…
Hery Thok Jangan LARANG masyarakat Menambah Penghasilan.krn hidup SEMAKIN SULIT.Peluang Kerja SEMPIT. Masyarakat Kecil semakin TERJEPIT.
Robi Lubres klo kta mau maju kita harus ngikutin jaman..
Herma Satria Herma Satria Iihhh biar keren dong
Pwt maju
Gaul 
Sudono Yoso II Sebetulnya keberadaan angkotan kota seperti mati suri (mati enggan hidup tak mau) ana angkot sing nunggang wis arang2, duwe angkot anane Ming rugi baen, jane ngo ngapa angkot diingu terus ana prei ora ana ya tetep sepi, angger menurutku aluwung ganti.
Wasis Apa Anane Ojek online sangat membantu bagi saya… Biaya jelas..ora semena2…sering kesuh maring ojek pangkalan sing asal jaluk tarif, masa ngojek kang RSUD Margono meng karanglewas jaluk 50 ewu, ojek online mah harga pasti… waktu lewih cepet… Identitas sing gawa juga ana… Ya mesti ana positif negatife dampak kemajuan teknologi..
MzRaden Suyoto Betul itu mas,
Anane ojek online,jelas tarife karo identitase,
Lgs dijemput didepan rumah ibarate,ora ndadak goleti,
Tgl klik² HP android ya lgs teka ojek online.
Ananda Pandi Putra Berarti Banyumas belum siap dengan perubahan kemajuan jaman. Bagaimana Banyumas akan maju kalau seperti ini.
Maskun Azhuri Saya rasa belum siap nunggu waktu dishub kab Jawa tengah aja.
Endah Purwaningrum aja ngalangi wong golet pakhal nafkaih anak bojo. Karuan wong gede pd ora ngrasakna berjuange wong cilik. Sing penting halal,kudune de dukung,aja gawe mumet wargane lah
Arro Kaliputra Dadi kpenak. Koh
Nek ojek Online, ski jaman maju.
Imam Sakurito yg terpenting adlh ngrangkul disit ojek pangkalan.
Panggih Sediyo Mantap stasiun mating umah ra perlu dijemput
Aris Thio Taksi kuning ra bisa sombong maning
Ru Ji To Sing dipikir kuwe mbok nganti tukang ojek nang pekuncen dadi sepi.
Warsito sekang purwokerto meng maos,,,,ojek on taripe pira ya lur??? kadang nek bengi kan lgka bis??
Ananda Pandi Putra Batas maksimal 25 km
Akhmad Fikri AL Bagdedi alangkah baiknya semua ojek pangkalan di wilayah kab banyumas direkrut semua.biar ojeg pangkalan tdk tergusur dg adanya ojek online.kiranya bgtu jd tdk menambah pengangguran
Dobleh Speed konfoy y apa kumpul
Tanto Bralink Bupatine katro
Rifyan Chriznandi Ojeg online lewih murah
Wis ra perlu tawan menawar
Reza Jayadipa wong kreatif kudune di bina dan didukung.. kiye pengangguran wis akeh , durung sing lulus sekolah ,lulus kuliah ,dsb. membuka lapangan kerja kudune aja dipersulit.. garep diundur sampe kapan..? tetek siji kena nggo kampaye cabup taun ngarep…
Fitria Aprila sengertiku ojek online di purwokerto budu cuma go jek., sedurungeGo Jek mlebu Purwokerto wis ana layanan ojek online lokal.wis ana aplikasine juga. tapi sing tersorot Go jek soale wis ana namane. tapi deneng ora ana larangane ya
Musaini Aini Klu di larang berarti pemikirannya kurang cerdas,,,,,,jamAn sdah maju sdah canggih,,,semua serba online,,,ini malah melarang sesuatu yang bisa d kerjakan dgan online,,,,klu mau membuat kondusif bukan seperti itu caranyaa,,,,l,
Ru Ji To Nembe ngerti ya bro….?
Jatilawang Crossbreed HIDUP MARDJOKO!!!
Suherman Sandjukri Yang namanya usaha tdk boleh putus asa,terus berjuang,…..semangat terus pasti berhasil
Alberto Davinci Pilih bupati baru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar