Entri yang Diunggulkan

Penataan Kota Kecamatan Wangon & Kemungkinan Perluasan Urban

Wangon adalah sebuah kota kecamatan yang lokasinya cukup strategis karena menjadi persilangan jalur utama lalu lintas di jalur selatan...

Senin, 31 Oktober 2016

Suguhkan Berbagai Menu Olahan Tahu Festival Tahu Kalisari

Quote suaramerdeka.com :
Festival Kuliner dan Tahu Kalisari 2016, yang digelar di halaman parkir Java Heritage Hotel Purwokerto, menyuguhkan berbagai macam olahan dan inovasi makanan dengan berbahan dasar tahu.
Executive Chef Java Heritage Hotel Purwokerto, Chef Ari Azhari, mengatakan, Java Heritage turut serta dalam menyajikan beragam inovasi masakan berbahan dasar tahu, seperti tahu gimbal, tofu tempura, tofu sushi, tahu gejrot, dan tahu kukus chawan.
Tahu ini juga diolah menjadi bola-bola tahu keju, sup tahu cincang, pasta tofu napotilana, nasi goreng tahu tomyam, tahu berontak, grilled tofu teriyaki, tahu telur sambal petis, tahu cah sawi asin, puding tofu, es setup tahu selasih, dan fruit tofu cocktail. ”Semua menu tersebut disajikan pada gala dinner pada Sabtu (29/10) malam, dalam bentuk buffet,” katanya.
Cocok Diolah
Menurut Ari, tahu Kalisari sangat cocok untuk diolah dengan berbagai bahan lain untuk menghasilkan masakan yang lezat. Menu dengan bahan dasar tahu dapat diolah dari mulai makanan pembuka, menu utama, hingga makanan penutup.
”Kami juga mempersembahkan live cooking dengan menu tahu east meet west yang merupakan perpaduan masakan tradisional dengan masakan barat, yang tentunya kita sesuaikan dengan cita rasa khas Banyumas,” ujar dia. Festival Kuliner dan Tahu Kalisari 2016 dimulai sejak Jumat (28/10) hingga Minggu (30/10).
Festival kuliner yang diadakan oleh Pemerintah Desa Kalisari dan didukung oleh Bank Indonesia dan BRI Purwokerto, mengusung konsep acara pameran yang bertemakan kuliner dan budaya Banyumas. Desa Kalisari merupakan salah satu desa yang sangat potensial dalam pengembangan produksi ragam jenis tahu. Karena itu, tujuan kegiatan ini adalah mampu menciptakan sebuah sistem pemasaran yang dapat meraih pasar modern, sehingga dapat memancing kreativitas kelompok tahu dalam menciptakan produk olahan tahu yang baru dan inovatif.
Kepala Desa Kalisari, Aziz Masruri, mengatakan, festival tahu ini sebagai media promosi untuk mengenalkan tahu ke masyarakat luas, bisa bersaing dan memiliki kualitas baik.
”Kekuatan pasar tahu Kalisari hanya di wilayah eks Karesidenan Banyumas, tapi ke timur sedikit seperti Wonosobo sampai Semarang tahu Kalisari sudah tidak terdengar namanya. Ini menjadi tantangan kami untuk terus mengenalkan tahu Kalisari kepada masyarakat,” katanya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar