Langsung ke konten utama

Pembangunan Underpass Jensoed Dimatangkan


Tim dari Pusat Tinjau Lokasi

Quote suaramerdeka.com :
Rencana pembangunan underpass Jalan Jenderal Soedirman terus dimatangkan. Beberapa waktu lalu pemerintah pusat juga telah mengirim tim untuk meninjau langsung kondisi di lokasi.


“Tim dari pusat (Pemerintah Pusatred), juga sudah datang beberapa hari lalu, terutama untuk memeriksa kondisi lokasi secara langsung.



Khusus kepada kami antara lain meminta data tentang lalu lintas,” jelas Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dinhubkominfo) Banyumas Santosa Eddy Prabowo, kemarin.



Seperti terlihat di lokasi, untuk mengatasi kepadatan lalu lintas yang sering terjadi di perlintasan sebidang Jalan Jenderal Soedirman, pihak Dinhubkominfo Banyumas sudah melakukan beberapa rekayasa lalu lintas.



Salah satu di antaranya memasang beton pembatas atau barrier untuk memisahkan arus kendaraan.



Sebelum dipasang beton pembatas, ketika ada palang pintu perlintasan ditutup karena ada kereta melintas, seringkali ada kendaraan berhenti di lajur jalan sebelah kanan. Kondisi itu menyebabkan arus kendaraan yang berlawanan arah kesulitan melintas, akibatnya sering timbul kemacetan.



Namun setelah ada beton pembatas, kondisi itu sedikit telah teratasi. Hanya saja jumlah kendaraan yang meningkat, menyebabkan antrean kendaraan semakin panjang, ketika ada kereta melintas.



Milik Masyarakat



Sementara itu, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Banyumas mendapat juga alokasi anggaran Rp 8 miliar, untuk melakukan pembebasan lahan milik masyarakat, terkait pembangunan underpass di perlintasan sebidang Jalan Jenderal Soedirman, Purwokerto.



Menurut Kepala Dinas SDABM Banyumas, Irawadi, dalam proses pembangunan underpass akan menggunakan tanah milik masyarakat dan tanah KAI.



Untuk pembebasan lahan milik masyarakat, nantinya akan dilakukan pihaknya.



“Kami ditugasi untuk melakukan pembebasan lahan yang milik masyarakat, lahan yang milik KAI bukan kita (Dinas SDABM Banyumas-red) yang mengurusnya,” jelasnya.



Mengenai alokasi anggaran pembebasan lahan itu, Dinas SDABM Banyumas mendapat alokasi sebesar Rp 8 miliar. Dikatakan, sebelum proses pembebasan berjalan, pihaknya sejauh ini sedang menyiapkan studi kelayakan pembangunan underpass tersebut.



Adapun total anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan underpass Jalan Jenderal Soedirman dialokasikan sebesar Rp 22 miliar. Pembangunan underpass Jalan Jenderal Soedirman, menurut rencana dimulai 2017 mendatang, pembangunan itu ditargetkan selesai dalam satu tahun.


Akses Underpass Ditarget Selesai 2018

Pembangunan underpass Jalan Jenderal Soedirman ditargetkan selesai 2018 mendatang. Menurut Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Banyumas, Irawadi, penyelesaian jalan akses menuju underpass itu, masih akan bergantung penyelesaian proses pembebasan lahan.
Pemkab Banyumas baru akan menyiapkan pembebasan lahan untuk keperluan underpass dan jalan akses tahun depan. Namun demikian juga bergantung dari proses pembebasan lahan milik PT KAI yang dilakukan Pemerintah Pusat.
“Jalan menuju underpass, dimulai 2017 – 2018. Ini juga tergantung status tanah PT KAI yang akan dibebaskan Kementerian Perhubungan, kalau kami hanya (membebaskan lahan) milik masyarakat,” jelasnya, kemarin. Dikatakan, pihaknya berharap pada 2017 mendatang, paling tidak fisik underpass sudah terlebih dahulu selesai dibangun. Kendati demikian, akan lebih baik lagi jika fisik dibangun bersamaan dengan akses jalan.
Studi Kelayakan
Sebelumnya, tahun ini, Pemkab Banyumas menargetkan penyelesaian studi kelayakan, dan review desain underpass tersebut. Kedua hal tersebut beberapa waktu lalu menjadi hal yang dicek kesiapannya oleh Kementerian Perhubungan. Pembangunan underpass sudah direncanakan sejak beberapa tahun lalu. Desain mengenai underpass di jalan itu, beberapa kali direvisi.
Namun demikian, pada pokoknya, ada dua desain yang sempat mengemuka, yakni underpass dibangun tepat di bawah jalan yang ada saat ini (eksisting), serta dibangun di sebelah selatan jalan eksisting. Adanya underpass tersebut diharapkan dapat menjadi solusi kemacetan yang kerap terjadi di perlintasan sebidang Jalan Jenderal Soedirman.

Adapun total anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan underpass Jalan Jenderal Soedirman dialokasikan Rp 22 miliar. Pembangunan underpass Jalan Jenderal Soedirman, menurut rencana dimulai 2017 mendatang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…