Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Senin, 24 Oktober 2016

Akreditasi 29 Puskesmas Selesai Tahun Ini

Tingkatkan Kualitas Pelayanan ke Masyarakat
Quote suaramerdeka.com :

Dinas Kesehatan Pemkab Banyumas memastikan 2016 ini, ada 29 pusat pelayanan kesehatan masyarakat (Puskesmas) bisa terselesaikan proses akreditasi oleh Komisi Akreditasi Nasional untuk Fasilitas Kesehatan Pertama. Setelah ada penilaian, maka puskesmas tersebut berhak menjalin kerja sama dengan BPJS kesehatan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes, Sadiyanto menerangkan, sampai minggu ini sudah ada 22 puskesmas yang selesai dinilai tim. Rencananya minggu depan dilanjutkan lagi untuk tujuh puskesmas yang tersisa. “Tahun ini, anggaran yang kita ajukan cukup untuk menyelesaikan 29 puskesmas dulu.
Sisanya 10 puskesmas sudah kita ajukan untuk 2017, ke pemerintah pusat. Akreditasi ini menjadi salah satu standar pelayanan kesehatan ke masyarakat,” kata dia, Jumat (21/10). Menurutnya, sisa puskesmas diajukan tahun depan, selain menunggu alokasi anggaran, juga sedang dalam perbaikan atau peningkatan sarana dan prasarananya.
Ini terdiri, empat sedang dalam tahap pembangunan, yakni Puskesmas Ajibarang 2, Purwojati, Sumbang 2 dan Purwokerto Utara 1. Sedangkan yang rehabilitasi ruang rawat inap terdiri, Puskesmas Lumbir, Kemrajen 1 dan Sokraja 1. “Yang tiga lagi harus dilakukan perbaikan fisik dulu, yakni Puskesmas Kembaran 2, Kebasen dan Ajibarang 1.
Sambil menunggu pengajuan anggaran disetujui pusat, perbaikan fisik dan kelengkapan sarana dan prasarana kita siapkan pula,” terangnya. Kreteria penilaian akreditasi, di antaranya, kata dia, harus ada standar operasional prosedur (SOP) yang harus dijalankan dan menjadi pegangan oleh semua tenaga medis dan petugas puskesmas.
Dengan SOP tersebut, sistem kerja bagi petugas kesehatan makin tertata. “SOP ini juga ada unsur memaksa yang harus dibiasakan. Lama-kelamaan akan menjadi budaya pelayanan yang baik. Tiap tiga tahun kan ada penilaian akreditasi, sehingga ini akan menjadi pengalaman petugas untuk terus meningkatkan pelayanan,” tandasnya.
Jemput Bola
Menurutnya, peningkatan pelayanan selain mengejar akreditasi dan SOP, juga terus melakukan perbaikanperbaikan fisik bangunan, kelembagaan, sarana dan prasarana penunjang, obat-obatan dan peralatan medis yang dibutuhkan. Wakil Bupati Budhi Setiawan saat menyambut tim penilai akreditasi menyatakan, pemkab komitmen dan mendukung sepenuhnya peningkatan kualitas dan mutu pelayanan puskesmas. Rekomendasi yang diberikan tim penilai, kata Wabup, bakal ditindaklanjuti secepatnya.
“Jika ada temuan untuk perbaikan dan peningkatan yang menjadi rekomendasi tim penilai, pemkab akan segera memenuhi,” katanya. Wabup menilai, pelayanan petugas medis di puskesmas selama ini sudah berjalan baik dan perlu dipertahankan dan dijaga terus. Justru yang perlu ditingkatkan, saran dia, adalah upaya jemput bola dan turun ke masyarakat, melakukan pendidikan ke masyarakat terkait pola hidup sehat, pelayanan ke warga kurang mampu.
“Kalau pelayanan di puskesmasnya sudah baik, yang perlu dilakukan adalah turun ke bawah, menjenguk warga miskin, melakukan pendidikan atau penyuluhan pola hidup sehat dan membangkitkan kesadaran masyarakat untuk sama- sama menjaga kesehatan lingkungan dan saling berbagi,” saran Wabup.
Sebagaimana diberitakan, kebutuhan anggaran untuk mendukung kegiatan akreditasi 29 Puskesmas di Banyumas tahun ini mencapai Rp 3,2 miliiar. Sedangkan sisa 10 Puskesmas lagi diajukan 2017 dengan usulan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar.
Sumber dananya dari APBN untuk DAK Farmasi Puskesmas sebesar 90 persen dan pendampingan dari APBD kabupaten 10 persen. Dukungan anggaran yang cukup besar tersebut digunakan untuk biaya honor konsultan, narasumber, biaya surveyor dan persiapan penyiapan dokumen dan kelengkapan lainnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar