Langsung ke konten utama

Kenalkan Varian Kopi Banyumasan

Quote suaramerdeka.com :
Peringatan Hari Kopi Internasional
SM/Nugroho Pandhu Sukmono
MENYEDUH KOPI : Puluhan barista menyeduh kopi pada peringatan Hari Kopi Internasional, di depan kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unsoed, Sabtu (1/10) pagi. (55)
SUASANAJalan HR Bunyamin, tepat di depan kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jenderal Soedirman, mendadak ramai, Sabtu (1/10) pagi. Bukan karena demonstrasi mahasiswa, melainkan puluhan peracik kopi yang menggelar aksi menyeduh kopi secara massal.
Atraksi mereka menggiling biji dan menyeduh, hingga menyajikan kopi menjadi suguhan menarik. Satu per satu, pengendara pun berhenti ingin menjajal kopi racikan para barista muda ini.
Demikian hiruk-pikuk agenda yang diinisiasi Komunitas Juguran Kopi yang terdiri atas petani, penikmat, penjual kopi, hingga pengelola kafe. Dalam acara ini dibagikan 2.000 cup kopi kepada masyarakat pengguna jalan yang melintas di wilayah tersebut.
Ketua Panitia Happy International Coofe Day, Dwiki Okta Pradita, menyebutkan, selain digelar dalam rangka peringatan Hari Kopi Internasional, para barista tersebut mengenalkan varian kopi lokal di sekitar Banyumas. Menurutnya, selama ini masyarakat hanya mengetahui kopi instan pabrikan yang sudah dicampur dengan berbagai macam bahan.
Belum Akrab
“Hari Kopi Internasional yang diperingati tiap 1 Oktober belum terasa akrab dalam masyarakat. Jadi, kami ikut mengampanyekan hari kopi yang digagas untuk mendorong kedaulatan petani kopi dan fair trade kopi,” kata dia.
Dia mengatakan, lewat acara itu, mereka juga mengedukasi masyarakat di Purwokerto dan sekitarnya untuk memberikan satu cup kopi murni tanpa campuran gula dan susu, agar mereka mengetahui kopi asli yang langsung diseduh. Dia menambahkan, banyak warga yang belum mengetahui kopi lokal atau kebiasaan mengopi yang belum terekspos secara luas.
Lewat agenda Hari Kopi Internasional, Dwiki berharap masyarakat bisa melihat secara langsung pengolahan kopi mulai dari kopi biji hingga siap seduh. “Pengenalan kopi fresh, mulai dari biji hingga menyeduhkannya, kita perlihatkan di sini.
Karena kami sadar, kultur di Indonesia tidak semuanya budaya kopi, walau sebenarnya di Banyumas ada satu desa yang memiliki budaya kopi yang kental. Saya pernah ke sana dan mereka mengolah biji kopinya dengan disangrai hingga (warna biji kopi) gelap,” jelasnya.
Dukungan acara yang kali kedua digelar tersebut, Dwiki menjelaskan, sedikitnya terkumpul sebanyak 25 kilogram biji kopi yang berasal dari sumbangan berbagai kedai dan rumah kopi yang ada di eks Karesidenan Banyumas.
Juga menghabiskan 16 galon air. Koordinator Juguran Kopi Banyumas, Benny Indrawan, mengatakan, sebenarnya ada berbagai macam potensi kopi lokal yang berasal dari wilayah Banjarnegara, Banyumas, Wonosobo, dan Purbalingga yang dikenalkan dalam agenda tersebut.
Sejatinya, produk lokal ini bisa dikemas menjadi wisata lidah atau oleh-oleh untuk wisatawan. “Dari Purwokerto ada kopi yang berasal dari wilayah Baturraden, jenis robusta yang ditanam di sekitaran lereng Gunung Slamet.
Kemudian arabika kebanyakan dari wilayah Banjarnegara dan Purbalingga. Kalau dari segi rasa, berbeda antara kopi di Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera dan wilayah lainnya,” katanya. Dia mengungkapkan, kopi dari wilayah Jawa memiliki keunikan, karena ditanam di tanah yang berbeda.
Benny mencontohkan, kopi Penakir dari lereng Gunung Selamet wilayah Pemalang yang rasanya lebih manis dibandingkan dengan kopi lainnya. “Kalau untuk rasanya, kopi penakir lebih manis dan seimbang antara asam dan pahit. Mirip markisa yang dipadu gula aren,” ujarnya

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

JNE Resmikan Wangon Gateway

Tingkatkan Kecepatan Layanan JNE Resmikan Wangon Gateway
Salah satu perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik nasional, JNE terus memperkuat berbagai sektor salah satunya infrastruktur dan jaringan. Selain di Bandung, telah mengoperasikan Jakarta Gateway, Surabaya Gateway dan Wangon Gateway. Perluasan infrastruktur pun tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga dilakukan di JNE Medan dan Kantor Perwakilan baru JNE di Batam. Selanjutnya Gateway Makasar .

Peresmian JNE Gateway Wangon (Foto : Edi Romadhon)

















:  Demi meningkatkan kecepatan layanan pengiriman bagi customer, JNE melakukan penambahan infrastruktur. Realisasi dari penambahan infrastruktur tersebut adalah pembangunan Wangon Gateway yang berlokasi Jl Raya Klapagading Rt 04 Rw 08 Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Mohammad Feriadi, selaku Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan, setelah peluncuran 7 produk di bulan Februari 2016 yang lalu, pembukaan Gateway Wangon merupakan salah satu wujud pengembangan i…