Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Selasa, 25 Oktober 2016

Penataan Kawasan Kebondalem



Quote suaramerdeka.com :

Direlokasi, PKL Kebondalem Pasrah


Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar kompleks Kebondalem Purwokerto mengaku pasrah dengan rencana Pemkab. Mereka siap direlokasi, asalkan tidak terlalu jauh dari lokasi yang sekarang ditempati. ”Kalau bisa tek nyang (ditawar), pasti ngenyang (menawar). Tapi mau bagaimana lagi, kalau harus pindah, saya akan mengikuti saja,” kata salah satu pedagang kripik singkong yang menggunakan gerobak di depan Toserba Matahari, Toni.
Dia mengungkapkan di kalangan pedagang informasi rencana relokasi tersebut masih simpang siur. Sebagian beranggapan relokasi itu hanya diperuntukan bagi PKL yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Wira Niaga, sebagian lain mendapat informasi seluruh PKL akan direlokasi. ”Ada yang bilang katanya hanya pedagang yang di sana (PKL Wiraniaga), sini tidak, ada yang bilang katanya semua.
Ya sudah terserah, saya pasrah saja,” ujar pedagang yang berjualan sejak 1993 ini. Dia mengaku khawatir setelah berpindah ke lokasi baru, akan ditinggalkan pembeli. Menurutnya pedagang akan gulung tikar jika di lokasi baru sepi pembeli. ”Contoh di Pereng (Pasar Kuliner Pratista Harsa), sekarang sepi pembeli. Kami harap kondisi itu tak terjadi di sini.
Naluri pedagang pasti akan berpindah ke lokasi yang lebih ramai, kalau di tempat yang baru sepi pembeli,” ujar dia. Hal senada disampaikan PKL yang berjualan di lorong kompleks pertokoan Kebondalem, Heri. Dia hanya berharap kepada Pemkab, agar memilih tempat relokasi yang ramai pembeli.
Ratusan Pedagang
Sebelumnya, Kabid Pasar dan PKL Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) Banyumas, Amrin Ma’ruf, mengatakan seluruh PKL yang tergabung dalam Paguyuban Wira Niaga akan ditempatkan di Pasar Sari Mulyo. Sementara PKL yang tidak tergabung dalam paguyuban akan ditempatkan di depan pasar dan lahan kosong di Jalan Moch Safe’i.
”Tahap awal kami sosialisasikan kepada perwakilan pedagang, termasuk pedagang Pasar Sari Mulyo, sebagian sudah disosialisasikan. Pedagang akan kami tata supaya bersama-sama di situ. Pasar tersebut dapat menampung ratusan pedagang,” kata dia.

Berdasarkan pendataan yang dilakukan, tercatat sebanyak 140 PKL. Sebanyak 80 pedagang tergabung dalam paguyuban, sementara sisanya tidak tergabung. Penataan itu dilakukan untuk menghidupkan kawasan ekonomi pertama di Purwokerto ini. 

Berita sebelumnya...

PKL Menolak Direlokasi


Anggota Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Wira Niaga Kebondalem, Purwokerto keberatan direlokasi ke Pasar Sari Mulyo.


Hal itu menyusul rencana penataan kawasan Kebondalem menjadi salah satu kawasan ekonomi.



Salah satu anggota Paguyuban PKL Wira Niaga, Mustangin mengatakan, berdasarkan hasil pertemuan dengan Pemkab, mereka akan ditempatkan di Pasar Mulyo untuk sementara waktu. Setelah penataan rampung, mereka akan kembali ke lokasi semula.



Menurutnya, berdasarkan hasil komunikasi dengan anggota paguyuban, mereka keberatan direlokasi ke tempat tersebut. Namun, karena sudah menjadi program Pemkab, mereka akan tetap mengikuti, asalkan nantinya dikembalikan ke tempat semula.



“Yang dikhawatirkan terlalu lama di Pasar Sari Mulyo, setelah itu kami tidak bisa kembali ke sini lagi. Kami tidak tahu kapan (lokasi eks PKL) akan dibangun, nantinya justru malah para pedagang berpindah ke lokasi lain seperti trotoar,” katanya, kemarin.



Selain itu, mereka juga khawatir apabila direlokasi ke Pasar Sari Mulyo akan mematikan usahanya. Berdasarkan pengalaman-pengalaman yang lalu, kata dia, relokasi PKLtidak berhasil karena sepi pembeli.



Dia mengusulkan, lokasi yang sekarang ditempati ditata ulang menjadi pusat PKL di Purwokerto. “Secara umum tidak masalah kalau akan ditata, kami ingin penataan yang rapi, karena kondisi sekarang sudah tidak rapi,” ujar dia.



Kabid Pasar dan PKL Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) Banyumas, Amrin Ma’ruf mengatakan, rencana penataan itu merupakan tindaklanjut pelaksanakaan putusan Mahkamah Agung (MA) 2011 atas objek sengketa pengelolaan kompleks pertokoan Kebondalem.



“Ini berakitan dengan pelaksanaan putusan MA, sekaligus menata ulang kawasan ekonomi pertama di Purwokerto ini agar bisa pulih kembali. Saya diberi tugas dari tim kabupaten untuk menata PKL, yang sangat memungkinkan mengubah pasar Sari Mulyo menjadi selter PKL,” jelas dia.



Terkait dengan rencana pengembangan kawasan yang akan dikosongkan tersebut, dia belum dapat memastikannya. Menurutnya rencana pengembangan itu masih dalam tahap pembahasan anatara tim dari Pemkab dan pengembang.



Menurut rencana seluruh PKL yang tergabung dalam Paguyuban Wira Niaga akan ditempatkan di Pasar Sari Mulyo. Sementara PKLyang tidak tergabung dalam paguyuban akan ditempatkan di depan pasar dan lahan kosong di Jalan Moch Safe’i.



“Tahap awal kami sosialisasikan kepada perawakilan pedagang, termasuk pedagang Pasar Sari Mulyo, sebagian sudah disosialisasikan. Pedagang akan kami tata supaya bersamasama di situ. Pasar itu dapat menampung ratusan pedagang,” ujar dia. Sebelum direlokasi ke pasar, pihaknya akan terlebih dahulu merenovbasi bangunan.



Tahun ini seluruh pedagang di pasar akan dipindah ke bedeng sementara di belakang area pasar. Kemudian tahun depan akan dimulai renovasi. “Akhir tahun ini bangunan pasar akan dikosongkan, atap akan dinaikkan.



Kemudian tahun depan akan dibuat kios-kios untuk pedagang. Target kami pertengahan 2017 nanti sudah dapat digunakan. Sedangkan untuk pedagang non paguyuban akan kami buatkan tenda,” kata dia.



Ciptakan Daya tarik


RENCANA penataan PKL di sekitar kawasan Kebondalem Purwokerto harus diikuti inovasi dan kreativitas. Pemkab dituntut menciptakan daya tarik selter PKL agar memancing masyarakat datang ke lokasi tersebut.

Pengamat Tata Kota Sunardi, menilai lokasi Pasar Sari Mulyo tepat untuk dijadikan pusat penjualan PKL. Pasalnya lokasi itu hanya berjarak beberapa ratus meter dan masih berada di satu area dengan lokasi yang sekarang digunakan pedagang.

“Lokasi tersebut relatif dekat, masih satu kompleks. Yang penting bagaimana membuat daya tarik agar masyarakat tertarik datang ke sana, tinggal bagaimana kreativitas Pemkab. Di manapun kalau banyak yang datang, saya kira pedagang mau dipindah ke sana,” kata dia.

Menurutnya, pemerintah mempunyai tanggung jawab untuk menumbuhkan ekonomi kreatif, salah satunya dengan memberdayakan PKL. Selain camour tangan pemerintah, berkembangnya sebuah selter PKL juga ditentukan jenis dagangan yang dijajakan, menarik atau tidak.

“Untuk menarik masyarakat datang misalnya bisa dilakukan dengan cara mmeindahkan lokasi parkir area Kebondalem di depan pasar. Jadi masyarakat yang berniat berbelanja di sekitar situ, melihat juga dagangan para PKL,” ujar dia.

Secara umum, penataan PKL semestinya dimasukkan dalam Rencana Detail Tata Ruang Kawasan (RDTRK). Penyusunan harus dilakukan dengan penghitungan yang matang, dengan memperkirakan jumlah pertembuhan PKL dalam beberapa tahun ke depan.

“PKL merupakan pedagang informal, seharusnya bisa bekerja sama dengan pedagang formal. Misal dalam pembangunan sebuah pusat perbelanjaan harus menyediakan sekian persen area khusus untuk PKL,” kata dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar