Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Senin, 31 Oktober 2016

Stok Beras Ketan Menumpuk di Gudang

Quote suaramerdeka.com :
Pemerintah diminta memfasilitasi pemasaran beras ketan yang akhir-akhir ini lesu, sehingga bisa membantu pedagang dan petani di Banyumas. Pedagang beras ketan asal Pandansari, Kecamatan Ajibarang, Tolil (35) mengatakan, pemerintah diharapkan mendorong pengusaha makanan memanfaatkan beras ketan lokal.
Hal ini penting agar produk ketan lokal dari petani segera terserap. “Kalau menumpuk terus di gudang dikhawatirkan menurun kualitasnya. Makanya kami sebenarnya berharap agar Bulog dapat menyerap. Tapi setelah kami koordinasi, Bulog tak dapat menyerap beras ketan,” jelas Tolil yang saat ini menumpuk stok gabah ketan di gudang KUD Ajibarang Kulon mencapai 60 ton.
Dijelaskan, saat ini harga beras ketan di tingkat petani dan pedagang terbilang belum menguntungkan. Pasalnya, harga beras ketan dan beras biasa tak terpaut jauh. “Harga beras ketan di tingkat pedagang Rp 7.000 dan di tingkat pengecer Rp 9.000.
Idealnya di tingkat pedagang itu sekitar Rp 9.000. Padahal harga beras biasa telah mencapai Rp 8.000 – Rp 8.500,” jelasnya. Petani asal Ajibarang, Rohim (50) mengatakan, saat gabah ketan basah per kilogram Rp 2.500. Harusnya harga standar gabah ketan Rp 3.200 dan kering giling Rp 4.300. Makanya harga di tingkat pedagang dan pasaran tak menguntungkan.
“Padahal untuk tanam padi ketan hingga panen terbilang cukup lama dibanding padi biasa. Makanya kami berharap pedagang dan juga pemerintah dapat mendorong agar beras ketan ini tetap laris di pasaran seperti dulu,” katanya. Dijelaskan oleh Rohim, saat ini pasokan gabah ketan berasal dari Desa Pandansari, Ajibarang Wetan, Ajibarang Kulon, hingga wilayah Kecamatan Pekuncen.
Wilayah desa penghasil beras ketan ini terbilang sama. “Kalau harga terus menerus tak memihak kepada petani maka kami akan beralih tanam padi biasa. Asal menguntungkan maka kami akan terus menanam gabah ketan ini,” katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar