Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Kamis, 13 Oktober 2016

Pemdes Dorong Ekonomi Kreatif

Quote suaramerdeka.com :
Pemerintah Desa Dermaji, Kecamatan Lumbir mendorong potensi industri kreatif yang ada didesanya. Hal ini untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Potensi ekonomi kreatif yang ada di desa tersebut, antara lain produk kerajinan dan makanan olahan.
Produk-produk tersebut digeluti oleh para pemuda maupun ibu rumah tangga. Warga RT 02 RW02 Desa Dermaji, Warsono (28) mengatakan, dirinya memanfaatkan bambu yang banyak tumbuh di desanya kemudian diolah menjadi karya seni yang indah.
Batang bambu itu dipotong dan dirangkai menjadi miniatur perahu layar, miniatur monas, menara eifel, sepeda mini dan tempat lampu. ”Saya baru menekuni pekerjaan ini selama dua bulan dan dilakukan secara otodidak,” katanya. Warsono mengatakan bambu yang biasanya dipilih untuk membuat kerajinan tangan, adalah jenis bambu tali dan bambu wulung.
Pilihan terhadap dua jenis bambu tersebut, selain seratnya halus juga memiliki daya tahan yang lebih kuat. ”Saya menjual kerajinan ini mulai dari Rp 30.000 hingga Rp 200.000 tergantung dari ukuran dan tingkat kerumitan. Pemasarannya baru mencakup wilayah Kecamatan Lumbir dan Ajibarang,” tuturnya.
Usaha Makanan
Selain kerajinan, Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) Larasati Desa Dermaji, saat ini sedang mengembangkan usaha makanan olahan dari talas. Produk-produk yang dihasilkan berupa keripik talas, getuk talas, klanting talas dan stik talas.
Ketua Posdaya Larasati, Bambang Karyono mengatakan, pengembangan usaha makanan olahan dari talas karena Desa Dermaji memiliki potensi talas, dan belum dimanfaatkan secara optimal. Untuk itu, talas ini diolah menjadi makanan ringan.
Produk makanan olahan dari talas diharapkan dapat menjadi produk unggulan desa dan dapat meningkatkan perekonomian warga masyarakat setempat. Terpisah, Kepala Desa Dermaji, Bayu Setyo Nugroho mengatakan, pemerintah desa terus menggali potensi lokal sebagai sumber pendapatan warga.
Apalagi desa tersebut memiliki banyak sumber daya manusia baik dari kalangan ibu rumah tangga maupun pemuda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar