Langsung ke konten utama

Mbah Kamijah, Perajin Batik Tertua di Desa Papringan Banyumas


Quote Radarbanyumas.co.id  :

 Membatik Sejak Sepuluh Tahun, Kecewa Tak Ada yang Mewarisi Membatik sudah menjadi “makanan” sehari-hari Mbah Kamijah. Warga Desa Papringan, Patikraja, Banyumas itu kini menjadi perajin batik tertua di desanya. Meski sudah menginjak 72 tahun, semangatnya tidak pernah luntur. LAILY MEDIA Y, Purwokerto Tubuhnya memang sudah terlihat renta saat Mbah Kamijah menyambut kedatangan Radarmas di rumahnya. Rumahnya memang tidak begitu luas, namun tertata rapi. Meski sudah tua, namun gambaran semangat terlihat jelas di wajahnya. Tidak ada gurat letih di wajahnya. Ditemani suaminya, Sanroji, Mbah Kamijah melewati hari-harinya dengan membatik. Mbah Kamijah pun mengajak Radarmas masuk ke bagian belakang rumahnya. Di halaman belakang tersebut, ia biasa membatik. Peralatan membatik sederhana seperti canting dan malam yang berada di wajan kecil yang sudah dicairkan di atas arang. “Saya mulai membatik sejak usia 10 tahun. Saat itu masih duduk di sekolah dasar, karena memang suka saat melihat orang tua yang juga sebagai perajin batik,” kata Mbah Kamijah memulai ceritanya. Menurut Mbah Kamijah, dulu banyak sekali yang menjadi perajin batik. Termausk orang tua dan tetangga-tetangganya. Saat itu memang batik juga diajarkan di sekolah-sekolah. Tidak seperti sekarang, yang memang hanya segelintir orang yang masih menekuni batik. Bahkan, anak-anaknya juga tidak ada yang menekuni batik. Sembari meniup cantingnya, ada sedikit rasa kecewa karena ketiga anaknya tidak ada yang siap meneruskan keterampilan membatik. Padahal dari membatik itulah, Mbah Kamijah bisa bertahan dan menambah penghasilan suami sebagai petani. Anak-anak Mbah Kamijah itu lebih meilih tinggal bersama keluarga kecil mereka, ada yang di Bandung dan ada juga di Rawalo. Untuk per lembar kain batik karyanya, Mbah Kamijah hanya mendapat Rp 10 ribu. Kain batik karyanya sudah menjadi pesanan tetap beberapa toko batik di Sokaraja. Setiap beberapa hari sekali, Mbah Kamijah mampu menyelesaikan rata-rata 20 lembar batik. “Dari jualan ini, saya bisa rehab rumah dibantu sama tetangga. Ambil bahan-bahannya juga dari kebun belakang rumah,” tuturnya. Mbah Kamijah dan suaminya lebih memilih menggunakan bambu untuk dinding rumahnya, seperti keadaan sebelumnya. Namun, keadaan rumahnya kini sudah lebih baik dari pada sebelumnya. Mbah Kamijan melanjutkan ceritanya, pada saat ini, proses pembuatannya tidak serumit dahulu. Jika dahulu Mbah Kamijah memulai prosesnya dimulai dari menggambar pola, kini ia hanya tinggal melukiskan malam di selembar kain yang sudah digambari pola. Di samping melukis batik, Mbah Kamijan dan Mbah Sanroji juga menjual kopi. Ia membeli biji kopi dan dimasak sendiri. Keduanya tetap rukun meski Mbah Sanroji sudah tidak dapat bergerak bebas. Ia juga sudah berhenti dari pekerjaan utamanya sebagai petani.

 

Komentar

  1. Buat saudara punya permasalahan ekonomi: hub aki santoro,karna saya sudah membuktikan bantuan aki santoro yang berminat,hub aki santoro di nomor 0823 1294 9955, atau KLIK DI SINI

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…