Langsung ke konten utama

Kebutuhan Rumah Tinggi

Quote suaramerdeka.com :
Kebutuhan rumah sangat tinggi. Bahkan, sampai sekarang Real Estate Indonesia (REI) belum mampu memenuhi kebutuhan perumahan bagi masyarakat.
Ketua DPD REI Jateng, Priyanto, mengungkapkan, kebutuhan perumahan secara nasional yang belum dapat dipasok mencapai 13,5 sampai 14 juta unit rumah, sedangkan kebutuhan perumahan di Jawa Tengah sekitar 1,4 juta.
”Untuk wilayah Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen) sekitar 225.700 rumah yang perlu kita pasok,” katanya, saat memberikan sambutan dalam Rakerda REI Jateng bertema ”Pemenuhan Kebutuhan Perumahan Rakyat” di Purwokerto, kemarin.
Dia mengatakan, dengan kebutuhan yang tinggi tersebut para pengembang terutama anggota REI berlomba-lomba untuk memenuhi perumahan bagi masyarakat.
Sampai dengan Oktober tahun ini, REI wilayah Banyumas baru bisa membangun sekitar seribu rumah. Untuk wilayah Jawa Tengah, realisasi pembangunan rumah 6.700 dari target 10.000 rumah. ”Ini tidak pernah tercapai, karena kami terkendala beberapa hal,” katanya.
Beberapa Kendala
Beberapa kendala tersebut, sambung dia, di antaranya perhitungan perumahan di suatu daerah, yaitu antara satu instansi dan instansi lain berbeda. ”Harapan kami bisa dimulai dari Banyumas kekurangan rumah dapat dihitung secara nyata, sehingga kalau ada kekurangan rumah pemerintah daerah maupun REI dapat melaporkan ke pusat.
Ini untuk mengajukan berapa dana yang akan dikucurkan untuk pembiayaan perumahan,” katanya. Di samping itu, perlu diketahui pemerintah telah mencanangkan program satu juta rumah pada April 2015. Program ini didukung dengan program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).
Namun sayangnya, kata dia, pendanaan program ini makin menipis, sehingga developer kesulitan. Program ini kemudian diubah dengan pendanaan subsidi selisih bunga (SSB). ”Tapi, lagi-lagi disayangkan. Program ini akan berakhir pada November mendatang. Teman-teman REI kesulitan memenuhi kebutuhan,” katanya.
Walaupun dana pemerintah menipis, pihaknya optimistis karena terdapat beberapa bank yang memiliki komitmen mengucurkan dana pembiayaan perumahan. Kendala lain pemenuhan kebutuhan perumahan adalah perizinan. Perizinan masih bertele-tele, karena harus melalui 44 langkah, bahkan ada daerah yang mengurus perizinan membutuhkan waktu sekitar tiga tahun.
”Tapi paket 13 kebijakan pemerintah akan memangkas dari 44 menjadi 12 atau 14. Waktu pengurusan perizinan, dari 700 hari dipangkas menjadi 44 hari, bisa terlaksana,” katanya. Dia mengatakan, kendala keempat adalah profesionalisme.
Karena itu, kemampuan sumber daya manusia perlu ditingkatkan agar dalam membangun rumah dapat terlaksana dengan baik. ”Harapan kami, pemerintah daerah dapat membantu perizinan dan pertanahannya, karena pertanahan ini sangat mendesak,” ujarnya.
Ketua REI Komisariat Wilayah Banyumas, Suhartono, mengatakan, rakerda ini diikuti oleh 225 pengurus dari Komisariat Wilayah Kudus, Magelang, Solo, Tegal, Pekalongan, dan Banyumas. ”Kami berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung acara ini. Semoga acara ini dapat lancar,” katanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rencana Jalan TOL Pejagan /Tegal - Wangon - Cilacap Dalam Tahap Penyusunan FS

Up date info :  Ternyata info terbaru diusulkan bukan dari Tegal tapi dari Pejagan, Yaitu Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap dan Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap


Peta Usulan Program Bina Marga Antar WPS Brebes-Cilacap

 Pembangunan jalan tol lanjutan dari pejagan-bumiayu-pekuncen-ajibarang-cilacap Penyusunan FS tol Pejagan-Cilacap



update info berita ini Minggu 12 Feb 2017, 10:59 WIB Tegal Cilacap Bakal Terbangun Jalan TolDana Aditiasari - detikFinance Sisi Selatan Pulau Jawa bakal kehadiran proyek jalan tol, salah satunya adalah proyek jalan tol Tegal-Cilacap. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.
"Itu kan tol prakarsa, artinya usulan dari pihak swasta. Usulannya sudah masuk ke kami, mudah-mudahan bisa lelang tahun ini," kata dia dihubungi detikFinance, Minggu (12/2/2017).
Jalan tol ini, kata Herry, diprakarsai oleh BUMN jalan tol, PT Jasamarga (Persero). Jalan tol ini bakal menjadi alternati…

Rencana Jalan TOL Ajibarang Wangon

Dalam perkembangannya rencana pembangunan jalan Tol Ajibarang Wangon terakomodasi dengan disetujuinya Rencana Jalan Tol Tegal Cilacap yang aksesnya dipastikan melewati kota kota ini.

Berdasarkan RTRW Jateng 2009-2029, Kabupaten Banyumas akan dilalui jalan tol Tegal-Cilacap. Rutenya dimulai dari Tegal-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon-Cilacap. Sedangkan untuk Kabupaten Cilacap akna dilalui Jalan tol Cilacap-Yogyakarta, rutenya dimulai dari Cilacap-Buntu-Sumpiuh-Kebumen-Purworejo-Kulon Progo, Yogyakarta.
Meskipun tidak melewati Kota Purwokerto, tapi dengan akses yang memadai terutama ke Wangon yang menurut informasi menjadi lokasi TOL Gate , maka tetap berperan signifikan terhadap mobilitas dari Purwokerto ke luar daerah. 
Ini adalah konsekuensi sebuah perkembangan dimana dampak dibukanya TOl Cipali tenyata semakin membuat kawasan Banyumas padat. bahkan yang menjadi pelajaran bersama adalah kasus rusaknya jembatan Comal Pemalang beberapa tahun lalu, mengakibatkan kemacetan parah di Jalur…

Objek Wisata Karang Penginyongan Karangtengah Cilongok

update info






GRAFIKA GROUP KEMBANGKAN WISATA DI KARANG PENGINYONGAN
KAWASAN WISATA KARANG PENGINYONGAN CIPENDOK
LAUTAN BUNGA DI TAMAN PENGINYONGAN
TITIAN KASIH KE PUNTUK ASMARA



[Suara Banyumas] Kawasan Objek Wisata Karang Penginyongan di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata dan budaya yang terintegrasi. Tujuannya menarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah Banyumas bagian barat. Hal itu diungkapkan budayawan Ahmad Tohari dalam Sosialisasi Pengembangan Taman Wisata dan Budaya Karang Panginyongan, Minggu (17/1). Dia mengatakan, Karang Penginyongan ini diarahkan untuk menjadi kawasan wisata edukatif. Arahnya untuk membentuk karakter kepribadian pengunjungnya. ”Banyumas membutuhkan destinasi wisata dengan konsep yang baru, tidak hanya untuk objek wisata massal. Selain itu, sudah waktunya kantongkantong kebudayaan disiapkan untuk menarik wisatawan. Banyumas butuh usaha pariwisata berbasis alam dan juga pemikiran untuk p…