Entri yang Diunggulkan

Info Tentang Blog Banyumas Corner

saya mencoba mendeskripsikan sebuah ungkapan yang berasal dari bahasa populer saat ini yaitu ungkapan Menduniakan Banyumas dan Memb...

Selasa, 04 Oktober 2016

Sejumlah Lokasi Bakal Gelar Grebeg Suran

Quote suaramerdeka.com :
Selama bulan Sura, agenda wisata budaya di wilayah Banyumas diramaikan dengan gelaran tradisi Grebeg Suran di sejumlah lokasi.
Selain Festival Baturraden dan Festival Takir di Kota Lama Banyumas yang difasilitasi Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, beberapa desa juga menyelenggarakan tradisi setiap bulan Muharam tersebut.
Di Desa Tambakenegara, Kecamatan Rawalo, masyarakat Kasepuhan Adat Kalitanjung menggelar rangkaian Grebeg Sura pada 6-8 Oktober.
Dibuka dengan wayang ruwat bumi, puncak acara Grebeg Sura di Dusun Kalitanjung digelar Jumat (7/10). ”Tahun ini lebih meriah, karena ada pentas seni gandalia, lengger, dan atraksi dolanan bocah,” kata Dewi Kamawati, Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Tambaknegara, kemarin.
Sabtu (8/10) pagi, dilanjutkan dengan pendakian bukit pinus dengan jalur Dusun kalitanjung-Kaliwedi. Setiap peserta diwajibkan membentuk tim yang berisi tiga orang. Ajang yang terbuka untuk komunitas pencinta alam dan masyarakat umum ini memperebutkan piala Bupati.
Pentas Ruwat Bumi
Paguyuban Cowongsewu Desa Pangebatan, Kecamatan Karanglewas, tidak mau ketinggalan. Mereka mengadakan pentas ruwat bumi dengan menghadirkan kesenian Cowongan dan musik garapan.
Dijadwalkan, acara yang mengangkat tema air dan lingkungan hidup ini digelar Minggu (9/10). ”Beberapa kali gelaran Grebeg Suran selalu ramai pengunjung.
Tahun ini saya ingin menggelarnya lagi, meski dengan dana pribadi dari hasil panen di kebun. Ini pentas seni ruwatan dan bukan musyrik,” kata Ketua Paguyuban Cowongsewu, Titut Edi Purwanto.
Sementara itu, Festival Takir garapan masyarakat 12 desa di Kecamatan Banyumas dan Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Banyumas digelar di kompleks Pendapa Yudhanegara, Kota Lama Banyumas, Kamis (13/10).
Ajang ini diikuti oleh pemerintah desa dan sekolah di lingkungan kecamatan. Pada 29-30 Oktober, Paguyuban Masyarakat Pariwisata Baturraden (PMPB) dan Dinporabudpar Banyumas mengandalkan Festival Baturraden sebagai salah satu atraksi wisata. Acara yang dikunjungi belasan ribu penonton itu dipuncaki dengan ruwatan Grebeg Sura yang digelar Minggu (30/10).
Ketua PMPB, Supriyono memaparkan, pawai akan diisi barisan kelompok tenong berisi nasi penggel dari Terminal Baturraden menuju petilasan petilasan Ratu Kenconowungu dan Raden Kamandaka.
Lalu, setelah prosesi berebut gunungan yang berisi sayursayuran, 1.200 nasi penggel yang disediakan dimakan bersama-sama. Sebelum puncak acara berupa Grebeg Suran, pegiat pemuda Desa Karangmangu juga menggelar Baturraden Jazz Festival (Baturrajazz).
Konser yang digelar kali kedua ini tetap menggunakan venue Bukit Bintang, Sabtu (29/10) malam. ”Sejak sore hari sudah dimulai. Kami kolaborasikan band jazz dari sekitar Banyumas dan bintang tamu yang sudah dikenal,” kata koordinator acara, Prayitno.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar